NovelToon NovelToon
The Boy Next Door

The Boy Next Door

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Dua rumah yang berdampingan, satu pagar yang memisahkan, dan ribuan rahasia yang terkunci rapat.
Bagi Ayrania Johan, Alano adalah gangguan terbesar dalam hidupnya. Sepupu angkat yang jahil, kapten basket yang gonta-ganti pacar seperti mengganti jersey, dan cowok yang hobi memanggilnya dengan sebutan konyol—"Ayang". Sebagai sekretaris OSIS yang teladan, Ayra hanya ingin masa SMA-nya tenang, tanpa drama, dan tanpa gangguan dari tingkah tidak terduga Alano.
Namun bagi Alano, Ayra adalah dunianya. Sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di rumah keluarga Malik sepuluh tahun lalu sebagai anak angkat, hatinya sudah tertambat pada gadis kecil yang memberinya cokelat dan senyuman paling tulus. Status mereka sebagai "keluarga" adalah pelindung sekaligus penjara baginya. Alano memilih topeng playboy dan kejahilan demi menyembunyikan rasa cemburu yang membakar setiap kali cowok lain mendekati "Ay"-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Malam itu, kediaman Johan dan Aura terasa hangat. Aroma masakan Mama Aura—ayam bakar madu dan sambal terasi kesukaan Papa Johan—menyerbak hingga ke teras. Di ruang makan, dua keluarga yang sudah seperti satu itu berkumpul. Papa Johan dan Om Malik sibuk membicarakan bisnis, sementara Mama Aura dan Tante Sandra asyik berbagi tips tanaman hias.

Ayra sedang membantu menata piring saat Alano masuk ke rumahnya tanpa mengetuk pintu—kebiasaan yang sudah mendarah daging. Ia mengenakan kaus hitam polos dan celana pendek, tampak santai namun tetap terlihat sangat tampan.

"Malam, Ma! Malam, Pa!" sapa Alano akrab kepada orang tua Ayra. Ia memang memanggil mereka Mama dan Papa juga, sesuai permintaan Papa Johan sejak Alano diadopsi oleh Om Malik.

"Eh, jagoan basket sudah datang. Sini duduk, No," sahut Papa Johan bangga.

Alano mengambil kursi tepat di depan Ayra. Ia menatap gadis itu yang masih sibuk dengan serbet. "Rajin banget, Ay. Mau latihan jadi istri idaman ya?"

Ayra mendelik tajam. "Lano, di depan orang tua bisa nggak mulutnya dikunci dulu?"

"Hahaha, biarin toh, Ay. Alano kan memang begitu, kalau nggak jahil bukan Alano namanya," Tante Sandra membela anak angkatnya itu sambil mengelus bahu Alano.

Saat makan malam berlangsung, percakapan mulai beralih ke urusan sekolah.

"Gimana OSIS-nya, Ay? Capek?" tanya Om Malik.

"Lumayan, Om. Minggu depan sudah mulai persiapan class meeting," jawab Ayra sopan.

"Nah, Alano juga sibuk tuh sama tim basketnya. Kemarin Tante lihat banyak bener siswi yang nungguin dia latihan di pinggir lapangan," timpal Tante Sandra sambil menggoda anaknya.

Alano hanya menyeringai, menyuap ayam bakarnya dengan tenang. "Namanya juga pesona, Ma. Susah kalau sudah bawaan lahir."

"Halah, paling juga mereka cuma dimainin doang sama Lano," gumam Ayra pelan, namun cukup terdengar oleh Alano.

Alano meletakkan sendoknya, menatap Ayra dengan tatapan yang sulit diartikan. "Nggak semuanya aku mainin, Ay. Ada satu yang dari dulu pengen aku seriusin, tapi orangnya malah nggak peka-peka."

Suasana meja makan mendadak hening sejenak. Mama Aura dan Tante Sandra saling lirik, seolah menangkap sesuatu yang tersirat. Namun, Ayra justru tertawa remeh. "Oh ya? Siapa? Kak Siska kelas 11 itu? Atau anak pemandu sorak yang kemarin nitip salam ke aku?"

Alano menghela napas pendek. “Bukan mereka, Ay. Kamu,” batinnya. Namun yang keluar dari mulutnya justru, "Kepo banget sih lo. Makanya, jangan fokus ke laporan OSIS mulu, liat-liat sekeliling dong."

Tiba-tiba, bel rumah berbunyi. Ayra beranjak dari kursinya. "Bentar ya, biar Ayra yang buka."

Beberapa saat kemudian, Ayra kembali ke ruang makan dengan raut wajah bingung. Di belakangnya, muncul seorang cowok jangkung dengan kacamata, membawa sebuah map besar.

"Permisi, Om, Tante... maaf mengganggu waktu makannya. Saya Rendy, ketua OSIS. Mau antar berkas yang tadi ketinggalan untuk Ayra periksa," ucap cowok itu dengan sangat sopan.

Alano yang tadinya santai, mendadak berubah tegang. Rahangnya mengeras. Ia kenal Rendy. Si Ketua OSIS yang dikenal "sempurna" dan sering terlihat mencuri pandang ke arah Ayra di sekolah.

"Eh, Rendy. Sini masuk, sudah makan belum?" tawar Mama Aura ramah.

"Sudah, Tante. Terima kasih. Saya cuma sebentar kok," jawab Rendy sambil tersenyum ke arah Ayra. "Ay, ini berkasnya ya. Nanti kalau ada yang kurang, chat aku aja, ya?"

"Oh, iya Kak. Makasih banyak ya udah repot-repot ke sini," balas Ayra dengan senyum manisnya yang paling ramah.

Alano berdehem keras, membuat semua mata tertuju padanya. "Urusan OSIS kan bisa besok di sekolah, Ren. Rajin amat malem-malem ke rumah cewek. Nggak ada kerjaan lain?"

Nada bicara Alano yang dingin dan ketus membuat suasana menjadi canggung.

"Lano! Nggak boleh gitu sama tamu," tegur Papa Johan lembut.

"Cuma nanya, Pa. Kan kasihan ketuanya capek-capek ke sini cuma buat nganter kertas," sahut Alano, matanya menatap tajam ke arah Rendy.

Rendy hanya tersenyum canggung. "Nggak apa-apa kok, Lan. Searah jalan pulang juga. Saya pamit dulu ya, Om, Tante. Ay, duluan ya."

Setelah Rendy pergi, Ayra langsung menatap Alano dengan marah. "Kamu kenapa sih, Lano? Kasar banget sama Kak Rendy! Dia itu baik tau!"

Alano berdiri dari kursinya, nafsu makannya hilang seketika. "Baik ada maunya itu. Kamu aja yang polos, Ay. Jangan gampang percaya sama cowok yang mukanya kayak buku perpustakaan gitu."

Tanpa menunggu balasan Ayra, Alano berjalan keluar menuju teras samping, melompat pagar kecil yang membatasi rumah mereka, dan menghilang ke dalam rumahnya sendiri.

Ayra berdiri terpaku. Ia tidak mengerti kenapa Alano yang biasanya jahil dan penuh tawa, tiba-tiba bisa berubah menjadi begitu dingin dan emosional hanya karena kehadiran Rendy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!