Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Perjuangan Tina
Tina duduk lurus pada pintu ruangan ini ketika dia sudah diberi peringatan oleh Niko agar sebelum maghrib datang maka dia harus membaca Yasin dan beberapa surah pendek, sampai saat ini Yuli masih belum sadarkan diri dan tadi juga sudah ada tetangga yang datang untuk melihat keadaan Yuli namun mereka tidak bisa lama karena dokter juga tidak mengizinkan terlalu lama.
Sudah syukur masih ada tetangga yang mau datang untuk menjenguk kalau mereka pasti nanti akan bergosip bahwa Yuli memiliki aroma tubuh yang begitu menyengat, namun Tina tidak mempermasalahkan masalah itu karena semua yang di katakan pasti adalah hal yang benar sekarang.
Mau bagaimana lagi karena memang keadaan Yuli sudah seperti itu dan sekarang mereka juga sedang berusaha untuk menyembuhkan Yuli, terserah orang mau berkata apa saja karena di sini mereka sedang berusaha dan tidak memperdulikan dulu apa yang orang lain katakan tentang keadaan Yuli, yang penting mereka tidak mengatakan bahwa Yuli terkena santet.
Bila para warga mengetahui bahwa Yuli memang terkena santet maka sudah pasti akan bertambah heboh saja tentang kabar penyakit yang di derita oleh wanita itu, sebab sebagian orang sudah mulai berprasangka bahwa penyakit yang di alami oleh Yuli bukan hal yang biasa, tetangga sudah mulai berbisik bahwa itu bisa saja santet dari seseorang.
"Aku mau menemani Yudith beli makan dulu ya." pamit Niko.
"Ya, belikan aku roti atau minuman yang segar." angguk Tina.
"Kamu di sini saja dan terus membaca apa yang kamu bisa, sebab Sadewa mengatakan bahwa kita harus mendekatkan diri kepada Allah." pesan Niko.
"Jangan lama ya, aku agak takut bila di tinggal terlalu lama." pinta Tina Karena dia mengetahui bahwa bisa saja iblis yang mengganggu Yuli saat ini ada di dalam ruangan ini.
"Kamu tidak boleh takut seperti itu karena kita punya Tuhan dan dia yang akan menjaga kita." Niko berusaha memberikan semangat untuk Tina.
Tina menganggukkan kepala walau saat ini dia memang mulai timbul rasa takut bila hanya tinggal berdua dengan Yuli saja di dalam ruangan ini, pikiran Tina sudah ke mana-mana dan dia sama sekali tidak menyadari bahwa pikiran yang seperti ini justru semakin membuat iblis merasa senang sehingga nanti begitu mudah sang iblis untuk membuat masalah.
Namun nama nya juga orang awam sehingga wajar saja bila Tina sama sekali tidak tahu akan hal itu, semakin dalam rasa takut yang tumbuh di dalam hati maka iblis akan semakin senang karena sang iblis bisa merasakan sendiri ketakutan yang timbul di dalam hati para manusia.
"Bismillah....
Gludaaaaak.
"Ya allah!" batin Tina dengan punggung semakin dingin saja.
"Aku harus bisa, tidak boleh aku lemah begini." Tina berusaha menguatkan hati yang sudah mulai melemah.
Sreeeeeeng.
"Apa itu?!" Tina reflek menoleh namun dia tidak melihat seseorang yang ada di sebelah dia.
Padahal barusan rasanya jelas sekali bahwa ada seseorang yang lewat di sebelah Tina, posisi Tina memang membelakangi Yuli yang sedang ada di atas ranjang rumah sakit itu karena Tina menghadap kiblat yang berhadapan langsung dengan pintu sehingga dia jelas tidak bisa melihat Yuli yang terbaring di atas ranjang rumah sakit tersebut.
"Perasaan ku saja ini, Ya Allah kok aku jadi lemah iman begini." keluh Tina sambil mengusap wajah.
"Heheheeee....
"La Ilaha illallah!" Tina langsung berdiri karena tadi jelas sekali dia mendengar suara orang yang sedang tertawa.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
"Jangan ganggu aku, tolong menjauh lah dari kami." Tina bergumam pelan ketika melihat gorden putih tertiup angin dari luar.
Tes.
Tes.
"Apa ini?" Tina meraba wajah dia yang terkena tetesan dari atap.
Kepala Tina perlahan terangkat ke atas untuk melihat apa yang sedang berada di atas langit-langit kamar rumah sakit ini, seketika tubuh dia membeku setelah melihat pemandangan yang begitu mengerikan dan yang menetes mengenai wajah dia itu adalah tetesan darah segar.
"Ya Allah ini mahluk apa yang ada di hadapan ku!" batin Tina menjerit sambil memegang erat Al-Qur'an yang ada di tangan.
"Heheheeee...tidak semudah itu kau menghalau aku." seringai iblis yang mirip boneka namun dia penuh dengan darah.
"Allahu La ilaha illa huwal hayyul qoyyum....
Wuuuuttt.
Braaaaaak.
Tina baru saja berusaha akan membaca ayat kursi namun ternyata iblis itu jauh lebih cepat dan menghantam tubuh Tina dengan sambaran angin yang begitu kencang, Tina jatuh menghantam tembok sehingga dia tidak bisa untuk bangkit kembali akibat rasa sakit yang begitu besar di dalam tubuh ini.
Dreeeeeekkkkk.
Dreeeeeeek.
"Toloooooong!" Tina berusaha untuk menjerit namun suara itu tidak bisa keluar.
Sedangkan saat ini ranjang tempat Yuli terbaring sudah bergetar hebat seolah ada gempa bumi menerpa rumah sakit ini, Tina merasa dia harus segera lari keluar untuk meminta bantuan kepada orang lain agar iblis yang ada di dalam kamar ini segera menghilang.
Namun apa daya karena dia ingin berteriak minta tolong saja tidak sanggup mengeluarkan suara, jadi mana mungkin dia bisa berdiri atau bahkan berlari meminta bantuan kepada semua orang yang ada di luar sana, padahal di luar ruangan ini banyak orang yang lewat ke sana kemari untuk keperluan masing-masing.
"Bantu lah aku, Ya Allah! tolong bantu aku." pekik Tina berusaha untuk merangkak.
Wuuuuut.
"Aaaaaghhhh!" Tina menjerit karena rambut nya di tarik oleh bayi bajang.
"Jangan ikut campur bila kau tidak mau celaka." ancam bayi bajang.
"Aku bisa, aku harus memukul iblis ini dengan Al-Qur'an ku." tekad Tina yang sedang berusaha keras.
Wuuuuuttt.
Buaaaaaaak.
"Aaaaaahhkkk Ibuuuuuu, sakit sekali kepala ku Bu!" bayi bajang menjerit histeris karena berhasil di pukul.
Tina yang sudah terlepas dari cengkeraman bayi bajang itu berusaha untuk bangkit dan dia ingin melihat keadaan yang sedang di alami oleh bayi bajang itu, namun tak lama bayi bajang menghilang dari pandangan mata sehingga Tina masih waspada karena dia takut bila nanti bayi itu akan datang lagi.
"Yuli!" Tina terperanjat karena Yuli sudah membuka mata dengan wajah pucat dia.
"Ak..aku.." Yuli tidak bisa berbicara seolah ada yang mencekam leher dia.
"Minum? kau ingin minum ya!" Tina langsung cepat membantu.
Yuli memang baru siuman setelah lama pingsan karena mendapat gangguan itu, ini mendadak saja dia bisa ciuman sehingga Tina pun merasa sedikit kaget namun ada rasa senang juga di dalam hati, semua terasa campur aduk karena Tina baru bertemu dengan iblis dan sekarang justru melihat Yuli sudah sadar.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...