NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Melawan Hening

Stadion UA seolah menahan napas. Final Festival Olahraga tahun ini mempertemukan dua kutub yang sangat berbeda. Di satu sisi, Katsuki Bakugo, pemuda yang berjalan dengan ledakan amarah dan ambisi yang meluap-luap. Di sisi lain, Mitsuki, remaja yang bergerak sehalus bayangan dan memiliki ketenangan yang nyaris tidak manusiawi.

Bakugo berdiri di arena, tangannya terus mengeluarkan letupan-letupan kecil. Matanya merah tajam, mengunci sosok Mitsuki yang sedang menyesuaikan kain di pergelangan tangannya.

"Kau..." suara Bakugo rendah dan serak. "Jangan pikir aku akan sama seperti si Setengah-Setengah itu. Aku tidak butuh ceramahmu. Aku hanya akan meledakkan wajahmu sampai kau tidak bisa lagi tersenyum palsu seperti itu!"

Mitsuki menatap Bakugo, kepalanya sedikit miring. "Aku tidak tersenyum palsu, Bakugo-kun. Aku hanya sedang mengamati bagaimana energi ledakanmu bekerja. Kau sangat berbakat, tapi kau terlalu... panas."

Pertandingan Final: Mulai!

"FINAL STAGE! START!!!" teriak Present Mic.

Bakugo tidak menunggu. Ia langsung melesat menggunakan ledakan besar di tangannya untuk menambah akselerasi. "Stun Grenade!" Cahaya putih menyilaukan meledak tepat di depan wajah Mitsuki.

Namun, saat cahaya memudar, Mitsuki tidak ada di sana.

"Di belakangmu," bisik Mitsuki.

Bakugo, dengan insting bertarungnya yang luar biasa, tidak menoleh. Ia melepaskan ledakan dari telapak tangannya ke arah belakang tanpa melihat. BOOM! Namun, serangannya hanya menghantam udara kosong. Mitsuki melompat tinggi, melayang di udara dengan tubuh yang meliuk seperti pita.

Bakugo segera terbang ke atas menggunakan ledakan beruntun. "Jangan lari, kau pengecut!"

Di udara, terjadilah kejar-kejaran yang luar biasa. Bakugo terus menghujani Mitsuki dengan ledakan demi ledakan, namun Mitsuki menggunakan tekanan udara dari ledakan Bakugo sendiri untuk bermanuver. Ia bergerak mengikuti arus ledakan, seolah-olah ia adalah sehelai daun di tengah badai.

“Dia menggunakan gelombang kejutku sebagai pijakan?!” pikir Bakugo geram.

Bakugo mendarat di tanah dan langsung menyiapkan serangan jarak jauh. "AP Shot!" Semburan api terkonsentrasi melesat cepat ke arah Mitsuki.

Mitsuki mendarat dengan ringan. Ia tidak menghindar kali ini. Ia melakukan serangkaian segel tangan cepat. "Fūton: Renpūdan!" (Elemen Angin: Peluru Angin Beruntun).

Mitsuki mengeluarkan peluru angin padat dari mulutnya, menabrak serangan AP Shot Bakugo di tengah jalan. Benturan dua energi itu menciptakan ledakan asap yang menutupi arena.

Di dalam asap, Bakugo tidak bisa melihat, tapi ia bisa mendengar. Namun, Mitsuki tidak bersuara. Mitsuki menggunakan teknik penghilangan kehadiran (Erasure of Presence) yang sempurna.

Tiba-tiba, lengan pucat Mitsuki memanjang dari balik asap, melilit kaki Bakugo.

"Kena kau," ucap Mitsuki.

"Kau pikir trik ini mempan?!" Bakugo meledakkan lengannya sendiri untuk melepaskan lilitan itu, namun ia terkejut. Lilitan Mitsuki tidak keras, melainkan elastis dan licin. Saat Bakugo meledakkan tangannya, lilitan itu justru menyerap sebagian guncangan dan menarik Bakugo lebih dekat.

Mitsuki muncul dari asap, tangan kanannya sudah dialiri petir biru yang berderit.

"Kenapa kau tidak menggunakan pedangmu?" raung Bakugo sambil mempersiapkan serangan Howitzer Impact.

"Karena tangan ini cukup untuk menghentikan jantungmu sejenak," jawab Mitsuki dingin.

Benturan Terakhir

Bakugo berputar di udara, menciptakan pusaran api dan ledakan raksasa. Ini adalah serangan terkuatnya. "HOWITZER... IMPACT!!!"

Mitsuki merendahkan tubuhnya, seluruh energinya dipusatkan pada satu titik di ujung jarinya. Ia tidak ingin menghancurkan Bakugo, ia hanya ingin memutus aliran energinya.

"Senpō: Hebi Mikazuchi!"

Dua kekuatan besar itu bertabrakan di tengah arena. Cahaya putih dan biru menelan seluruh stadion. Penonton terpaksa menutup mata. Gelombang kejutnya begitu besar hingga Midnight harus menggunakan Quirk-nya untuk menenangkan adrenalin massa yang terlalu tinggi.

Saat debu menghilang...

Keduanya masih berdiri. Bakugo terengah-engah, seragam pahlawannya compang-camping, tangan kanannya gemetar hebat karena recoil ledakannya sendiri. Mitsuki berdiri beberapa langkah di depannya, bahunya sedikit berdarah, dan tatapannya tetap tenang.

"Kenapa..." Bakugo terbatuk. "Kenapa kau tidak memukulku dengan kekuatan penuh tadi? Kau mengarahkan petirmu ke samping di detik terakhir."

Mitsuki menatap tangannya yang sedikit hangus. "Karena jika aku mengenaimu, kau tidak akan bisa bertarung lagi selamanya, Bakugo-kun. Dan itu akan membosankan. Aku ingin melihatmu tumbuh lebih kuat lagi."

Bakugo terdiam. Wajahnya memerah karena amarah yang bercampur dengan rasa frustrasi yang mendalam. Ia merasa dihina, namun ia juga sadar—untuk pertama kalinya—bahwa ada dinding besar di depannya yang tidak bisa ia hancurkan hanya dengan ledakan.

Midnight melangkah maju. "Mitsuki tetap di dalam batas! Bakugo... keluar dari batas!"

"Pemenang Festival Olahraga UA tahun ini adalah... MITSUKI!"

Di saat stadion bersorak meriah merayakan kemenangan sang "anomali", sosok pria berkacamata hitam di tribun VIP berdiri. Ia menutup ponselnya.

"Data selesai dikumpulkan," bisiknya. "Dia telah melampaui fase adaptasi. Sekarang, mari kita lihat bagaimana para penjahat bereaksi terhadap 'Pahlawan Sempurna' ini."

Di sisi lain, di ruang medis, All Might menatap layar televisi dengan perasaan campur aduk. Ia bangga, tapi juga merasa ngeri. Mitsuki adalah sekutu yang luar biasa, tapi kekuatannya... itu adalah sesuatu yang tidak berasal dari dunia ini.

"Muda Mitsuki..." gumam All Might. "Siapa sebenarnya yang menciptakanmu untuk menjadi sekuat ini?"

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!