Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diluar Rencana
Ellena tengah asik dengan kegiatan barunya sore itu, berolahraga didepan televisi saat tiba-tiba saja Max menyalak ke arah pintu belakang. Untung saja selepas kepergian Peter siang tadi dia kembali mengaktifkan sistem keamanan didalam rumah tersebut, hingga gadis itu bisa merasa sedikit berlega hati.
“Ada apa Max?” Ellena mematikan layar TV nya, lalu menghampiri anjing kesayangannya itu.
Wuff! Wuff! Wuff!
RRrrrrrrgghhh!
“Tenang boy, aku sudah mengaktifkan sistem keamanan rumah”Ellena mengelus leher Max dan mencoba untuk menuntunnya keruang keluarga, tetapi anjing kesayangannya itu kembali ke posisinya semula.
Wuff! Wuff! Wuff!
“Max, jangan menakuti ku” Ucap Ellena, lalu mencoba untuk mendekati jendela kaca pintu berteralis itu hingga tiba-tiba dia mendengar suara teriakan diikuti oleh suara tembakan beruntun dari halaman belakang rumahnya itu.
“Ya Tuhan! Apa itu Max!” Pekik Ellena sambil merunduk, lalu merangkak mencari tempat persembunyian yang aman untuknya. Ellena bersandar dibalik dinding dapur, dan mulai menutupi telinganya. Karena diluar sana sudah mulai terdengar suara tembakan saling bersautan.
“Max…!”Pekik Ellena, tak lama anjing itupun muncul dari arah pintu dapur lalu menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu.
Suara tembakan pun semakin lama semakin berkurang, dan pada akhirnya tiga ledakan kecil terdengar sebelum keheningan kembali terjadi.
“Ya Tuhan Max…Apa yang terjadi di sana?”Tubuh Ellena bergetar, gadis itu benar-benar merasa ketakutan saat ini. Dia bahkan tidak berani beranjak dari posisinya, gadis itu tetap memeluk Max sambil mengatur nafasnya.
Lima jam sebelumnya.
Harley terlihat gusar saat menatap layar monitornya, apalagi setelah dia mendengarkan percakapan antara Luis dan seseorang yang tidak dia ketahui melalui ear piece yang tersemat di telinganya.
Dia berhasil melacak titik lokasi dari orang yang telah dihubungi oleh pria laknat itu, dan sayangnya lokasi si penerima telepon berada di negara XX. Pria dingin ini yakin bahwa sebentar lagi mereka akan berhasil menemukan kediamannya.
Bagaimana caranya Luis mengetahui keberadaan Harley? Bahkan di dunia ini tidak akan ada seorangpun yang mengetahui siapa dirinya apalagi letak kediamannya. Dan satu hal lagi, bagaimana Luis tahu bahwa saat ini dirumahnya ada seorang gadis bernama Ellena? Pikirnya.
“Pergilah, kami bisa menyelesaikan masalah disini Har” Ucap Ferrari saat gadis itu tiba-tiba saja memasuki kamar kepala pelayan dengan baju bikini nya.
“Orang-orang kita sudah menempati posisinya, malam ini kita pasti akan menghabisi mereka…Kamu harus segera pergi untuk menyelamatkan Ellena dan Max Harley” Ferrari kembali mengubah tampilannya, sebelum dia meninggalkan Harley dikamar tersebut.
“Damn! Aku lebih tampan dari pengacara tolol itu!” Ferrari melihat tampilan dirinya didepan cermin saat dia membuka pintu kamar kepala pelayan itu.
Untuk sekarang ini Harley kesampingkan dulu darimana Luis bisa mengetahui lokasi rumahnya, dia bahkan belum mau menerka apakah sebenarnya pria gila itu tahu siapa dirinya yang sebenarnya atau bahkan Ellena. Saat ini tujuan utamanya adalah segera kembali ke negara XX untuk menyelamatkan dua malaikat kecilnya, Ellena dan Max.
Dua jam perjalanan kali ini terasa begitu lama bagi Harley, apalagi dirinya harus terbang dengan menggunakan pesawat komersial. Beruntung pria dingin ini bisa mendapatkan tiket tercepat menuju negaranya, meski tiket yang tersedia hanyalah tiket kelas ekonomi.
Tiba di bandara sengaja Harley tidak menggunakan mobil yang telah dia parkir kan sepuluh hari yang lalu di basemen gedung parkir bandara itu, dia yakin jika orang yang telah membocorkan letak kediamannya itu sekarang sedang mengawasinya.
Bugh!
“Owh maafkan saya nyonya..” Ucap seorang pemuda tampan saat dirinya tanpa sengaja menyenggol bahu seorang wanita paruh baya yang tengah berdiri di pelataran lobby bandara itu.
“Tidak apa-apa anak muda” Wanita tua itu tersenyum, jaman sekarang jarang sekali dia menemui pemuda sopan seperti dirinya.
“Apa nyonya sedang menunggu jemputan?” Pemuda tadi menatap dirinya dan barang yang dibawanya, sedikit terlalu besar untuk ukuran wanita tua seperti dirinya.
“Tidak, aku sedang menunggu taksi yang lewat disini” Wanita tua itu kembali mengedarkan pandangannya, dia juga sempat menghentikan sebuah taksi tadi tetapi sayangnya taksi tersebut sudah ada yang memesan.
“Owh…Sebaiknya aku panggilkan taksi untukmu nyonya, kau tunggulah disini” Pemuda itu pun berlari menyebrangi pelataran gedung itu untuk memanggilkan taksi untuk wanita paruh baya yang tanpa sengaja telah dia senggol bahunya.
Tak lama sebuah taksi berhenti didepan nyonya tua itu, bersamaan dengan pemuda tadi yang kembali menghampiri nya dan membantunya untuk memasukan koper besar yang menurutnya terlalu berat untuk ukuran wanita seusianya itu.
“Terimakasih anak muda, Tuhan memberkatimu” Ucap sang nyonya tua, setelah tadi pemuda tersebut menolak pemberian uang darinya.
“Sama-sama nyoya…Pak tolong antarkan nyonya ini ke alamat tujuannya yah”
Pemuda itupun melanjutkan kembali perjalanannya memasuki gedung bandara, setelah dia memastikan sang sopir mengarahkan kemudinya keluar dari bandara tersebut.
“Berlibur nyonya?” Tanya sang sopir, sambil melihat keadaan jalan melalui kaca spionnya.
“Ya…Aku akan mengunjungi anak gadisku” Jawab sang nyonya tua yang masih terlihat cantik meski tubuhnya bulat.
“Kenapa anda tidak memintanya untuk menjemput nyonya? Maksudku, rumah anak gadismu itu begitu jauh…”
“Aku hanya ingin mengejutkannya saja” Kekeh sang nyonya.
“Nanti kamu turunkan aku sedikit agak jauh dari rumah mereka, kau tahu dia memiliki seekor anjing yang pintar…Aku tidak mau merusak kejutanku karena anjing itu” Cicit nyonya tua itu
“Apa anda yakin? Koper anda sepertinya terlihat berat nyonya”Sang sopir terlihat mengerutkan keningnya.
“Aku belum terlalu tua untuk menggeret koper tua ku itu anak muda”
Satu jam lebih kemudian mereka sampai di tujuan, dan sesuai dengan permintaan sang nyonya apalagi dia memberikan uang tips kepadanya, sang sopir pun menurunkan nyonya tua itu sedikit agak jauh dari jalan masuk menuju rumah yang ditujunya.
Sang nyonya tua itu pun berjalan melalui jalan setapak yang katanya sering dia lalui untuk menuju halaman belakang rumah anak gadisnya itu, sambil menggeret koper besarnya.
Sang sopir hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aksi nekat wanita tua itu melalui kaca spion mobilnya, apalagi saat tadi wanita tua itu menolak bantuan yang akan dia berikan untuk mengantarnya menuju halaman belakang rumah anak gadisnya tersebut.
“Kau pergi sajalah! Ini sudah malam, kasian keluargamu!” Ucap wanita tua itu, sebelum sang sopir taksi akhirnya benar-benar meninggalkan wanita tua yang tetap dengan pendiriannya kalau dia sudah hafal betul jalan yang akan dilaluinya itu.
“Aku bahkan bisa menelusuri jalan ini dengan mata tertutup!”
“Baiklah nyonya, berhati-hatilah oke…”
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...