NovelToon NovelToon
Kembalinya Ratu Gangster

Kembalinya Ratu Gangster

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:382.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Nalea, putri bungsu keluarga Hersa, ternyata tertukar. Ia dibesarkan di lingkungan yang keras dan kelam. Setelah 20 tahun, Nalea bersumpah untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan berniat menjadi putri keluarga yang baik.

Namun, kepulangan Nalea nyatanya disambut dingin. Di bawah pengaruh sang putri palsu. Keluarga Hersa terus memandang Nalea sebagai anak liar yang tidak berpendidikan. Hingga akhirnya, ia tewas di tangan keluarganya sendiri.

Namun, Tuhan berbelas kasih. Nalea terlahir kembali tepat di hari saat dia menginjakkan kakinya di keluarga Hersa.Suara hatinya mengubah takdir dan membantunya merebut satu persatu yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

“Nalea, apa kamu yang kamu lakukan, hah! Apa kamu tidak bisa berperilaku normal sehari saja, Lea? Jangan buat keluarga kita yang terhormat, malu karena perilaku kamu yang sangat liar dan tidak tahu aturan!”

Kepala Nalea Sahara berdenyut, bukan karena letih, melainkan karena getaran benci yang mengisi udara ruang keluarga megah Keluarga Hersa. Matanya yang tajam mata yang pernah menatap dingin saat memimpin ratusan anggota Black Rat, kini hanya menunduk pasrah. Setelah dua puluh dua tahun dibesarkan di jalanan sebagai Ratu gangster paling disegani, Nalea berusaha keras menjadi sosok yang 'pantas' untuk keluarga kandungnya, gadis lugu, lemah lembut, dan mudah diatur.

Namun, Sisilia Putri Hersa tidak akan pernah membiarkannya.

Di sofa tunggal, Sisilia duduk sambil menangis terisak. Pakaian kaus mahalnya robek di bagian bahu, memperlihatkan sedikit goresan kemerahan yang jika diperhatikan lebih dekat terlihat sengaja dibuat dangkal.

“Sisilia hanya ingin meminjam buku. Nalea langsung membentak, dan, dan dia mendorongku, Kak! Dia bilang aku anak pungut yang tidak pantas menyentuh barang-barang di rumah ini!” Sisilia terisak, membenamkan wajahnya di dada Azlan Putra Hersa.

Azlan, yang biasanya dikenal humoris dan penyayang, kini berdiri tegang, rahangnya mengeras. Di sebelahnya, Zavian Putra Hersa, si sulung yang dingin dan cuek, menatap Nalea dengan tatapan yang jauh lebih tajam daripada biasanya.

“Nalea,” suara Zavian terdengar berat, mengisi keheningan ruang tamu. “Katakan yang sebenarnya. Apa yang kau lakukan pada Sisilia?”

Nalea mengangkat wajahnya, menatap kedua kakak kandungnya. Harapan tipis agar mereka melihat kejujuran di matanya hancur saat melihat tatapan mereka.

“Aku tidak melakukan apa-apa, Kak. Bahkan aku tidak menyentuhnya seujung rambut pun,” jawab Nalea pelan, suaranya berusaha terdengar lembut. “Aku hanya mengatakan, buku itu bukan milikku, tapi-”

"Cukup!” potong Azlan, suaranya menggema penuh amarah. Azlan melepaskan Sisilia, melangkah mendekat ke Nalea dengan mata memerah.

“Kau dibesarkan di lingkungan yang kotor, tapi setidaknya, tunjukkan sedikit sopan santun! Sisilia adalah adikmu! Berapa kali kami harus memperingatkanmu agar berhenti bersikap seperti anak liar?”

Kata-kata itu menghantam Nalea. Anak liar. Mereka dengan mudah merangkai dua kata itu, mengabaikan perjuangannya selama dua bulan terakhir untuk beradaptasi.

Sisilia mendongak dari bahu Azlan, menyeringai tipis yang hanya bisa dilihat Nalea. Seringai penuh kemenangan.

“Nalea, tolong jujur. Mengakulah, demi kebaikanmu sendiri,” Sisilia merengek. “Kakak Azlan dan Kak Zavian hanya ingin kau menjadi gadis yang baik, seperti mereka ajarkan.”

Nalea menelan ludah. Ia memilih untuk diam. Membela diri hanya akan memperkuat citra 'anak liar' yang mereka percayai.

Zavian menghela napas panjang, kekecewaan tergambar jelas di wajahnya.

“Kami sudah memberimu kesempatan. Tapi kau hanya membalasnya dengan kekerasan.”

Tepat saat itu, Ivander Zyan Hersa, sang Ayah, dan Mutiara Meisya Hadi, sang Ibu, memasuki ruangan. Raut wajah mereka menunjukkan campuran jijik dan rasa bersalah yang disembunyikan.

“Sudah selesai dramanya?” tanya Ivander dingin, tanpa menatap Nalea. “Nalea, kau keterlaluan. Kau melukai Sisilia. Papa tidak suka gadis yang tidak tahu aturan, bertindak kasar seperti preman.”

“Papa, Mama, jangan hukum Nalea terlalu keras! Dia tidak sengaja, mungkin dia hanya cemburu padaku,” Sisilia buru-buru menimpali, air mata buayanya semakin deras, membuat keluarga Hersa semakin yakin betapa baik dan polosnya putri palsu mereka ini.

Mutiara Meisya Hadi, sang Ibu, menatap Nalea dengan kebencian. “Kau tidak pantas disebut putri keluarga Hersa. Zavian, Azlan, bawa dia ke gudang belakang. Aku tidak mau dia merusak citra keluarga ini lagi. Dia butuh pelajaran yang keras.”

Mutiara berbalik, tangannya menarik Sisilia untuk dipeluk.

Gudang belakang itu lembap, berbau apek, dan penuh debu. Inilah 'kamar' tempat Nalea, putri kandung keluarga Hersa, tinggal.

Azlan dan Zavian berdiri di hadapan Nalea. Di tangan Azlan, ada sebatang kayu keras yang biasa dipakai untuk penyangga tanaman.

“Kami tidak ingin melakukan ini, Nalea,” kata Azlan, suaranya sedikit bergetar, namun tatapannya tetap tegas. “Hanya ini cara agar kau mengerti.”

"Aku mohon, Kak. Aku tidak salah," pinta Nalea, untuk pertama kalinya ia memohon di hadapan siapa pun sejak ia meninggalkan dunia geng. Suaranya terdengar seperti bisikan, penuh keputusasaan.

Zavian menggeleng. “Kami percaya pada Sisilia. Berlutut, Nalea. Jangan mempersulit diri.”

Nalea berlutut di lantai semen yang dingin. Ratu Black Rat yang ditakuti, kini tunduk di hadapan dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya.

“Pegang dia,” perintah Zavian.

Azlan mencengkeram bahu Nalea. Cengkeraman itu kasar. Nalea memejamkan mata.

PRANG!

Batang kayu itu menghantam betis Nalea. Rasa sakitnya begitu tajam hingga terasa seperti tulang keringnya retak. Nalea menggigit bibir bawahnya, menahan erangan yang ingin lolos.

“Sakit?” tanya Zavian dingin. “Seharusnya ini setara dengan rasa sakit yang kau berikan pada Sisilia.”

“Aku minta maaf,” bisik Nalea, bibirnya gemetar. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Tolong, Kak, hentikan."

DUGH!

Pukulan kedua menghantam tulang keringnya, kali ini lebih keras, lebih terarah. Nalea tidak bisa menahan diri lagi. Ia tersentak, air matanya menetes.

“Ampun, Kak Azlan… sakit… kumohon,” Nalea akhirnya mengeluarkan suara, memohon ampun, mengabaikan harga dirinya yang selama ini ia jaga.

Azlan melihat air mata dan kesakitan di mata Nalea, tangannya sedikit goyah. Tetapi bayangan wajah Sisilia yang terluka kembali muncul, menguatkan tekadnya.

“Jika kau tidak ingin dipukul, bersikaplah baik!”

Pukulan ketiga dan keempat datang bertubi-tubi.

PLAK!

DUG!

Rasa sakit itu membuat Nalea mual. Betisnya kini terasa mati rasa, diikuti oleh nyeri yang menyayat. Dia tidak bisa lagi menahan tangisannya, meskipun ia berusaha membuatnya tidak bersuara.

“Sudah cukup. Semoga kau belajar, Nalea. Jangan pernah membuat Sisilia menangis lagi,” ucap Zavian dingin, melemparkan kayu itu ke sudut ruangan.

Azlan dan Zavian pergi. Pintu gudang dihempaskan hingga menimbulkan debu.

Nalea ditinggalkan sendirian. Dia merangkak menjauh dari tempatnya berlutut, lalu meringkuk, memeluk lututnya, mencoba mengurangi nyeri yang mendera kakinya. Bau apek gudang, dinginnya lantai semen, dan denyutan di kakinya, semuanya bercampur dengan rasa sakit yang tak terlihat.

Isakannya tidak bersuara, hanya getaran di bahunya, dan air mata panas yang membasahi pipinya.

"Kenapa?" bisiknya pada keheningan. Suaranya serak dan penuh kepedihan. "Kenapa kalian tidak percaya padaku? Aku memang dibesarkan di dunia hitam, di lingkungan yang kejam dan gelap. Tapi aku tidak jahat."

Ia terisak lagi, memeluk dirinya sendiri semakin erat.

"Aku hanya ingin merasakan kasih sayang keluarga. Kasih sayang yang tidak pernah aku dapatkan semasa hidupku," lanjutnya. "Ayah, Ibu, Kak Azlan, Kak Vian... apa kalian tidak sayang sedikit pun kepadaku? Untuk apa aku dibawa ke keluarga ini jika kalian hanya menganggap Sisilia sebagai keluarga kalian?"

Nalea memukul pelan dadanya yang terasa sesak.

"Bukan salahku dan bukan keinginanku untuk dibesarkan di dunia gelap yang kejam itu," suaranya bergetar. "Aku masih punya hati dan perasaan. Dan hatiku… sakit… sakit sekali di sini."

Dia terus menangis dalam diam. Rasa sakit fisik di kakinya kini tidak seberapa dibandingkan dengan luka menganga di jiwanya, akibat penolakan total dari keluarga kandungnya sendiri. Dia telah berusaha, dia telah meninggalkan dirinya yang lama. Tetapi sepertinya, tidak ada tempat baginya di rumah bangsawan ini.

“Jika saja aku tidak kembali….” Pikirannya kacau, diselimuti keputusasaan yang dalam. "Jika saja aku tetap menjadi Ratu Black Rat… setidaknya, aku tidak akan merasakan sakit separah ini.”

Nalea menutup mata, membiarkan tubuhnya yang lelah dan patah terendam dalam kegelapan.

1
lovely
waduh ada sequelnya makasiiii othorkuuu menyala othor🤣🤣🤣🔥oiya thor bhs daerahnya jgn dibanyakin ya thor😭pusing aku liat bhs nya tak ngerti wkwk🤣
lovely: 😭😭😭isoke othor takpe...semangat berkarya🤭
total 4 replies
lovely
😭😭bahasa jawanya nya aku tak ngerti othor
lovely: iya othor huhuhuhuh😭ceritanya enak....😭😭
total 2 replies
Atoen Bumz Bums
kirain Grace punya pistol kn tinggal tembak2 dor dor
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Fitrian
cuiiiiiihhhhh anak pembantu ngelunjak 🖕
dasar tidak tau diuntungkan 🖕
keluar kan saja biar jadi gepeng sekalian sama ibunya yang tidak tau diri 🖕🖕
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sabar... sabar...🤣
total 1 replies
Fitrian
cuiiiiiihhhhh bego tolollll
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pasti pembantu jalang beracun itu yang membuang anak kandung dan anaknya di jadi kan nona rumah itu. dasar pembantu jalang beracun b2 ngepeet cuiiiiiihhhhh🖕🖕
Nia Risma
lah pede amat ngakuin rumah orang rumahmu,,,
Nia Risma
ini anak sama ibu otaknya kena comberan keruh amat,,
g sadar diri banget,,
keluarga Nalea juga g tegas,,
Nia Risma
aduh aduh,,sombong kali anak pungut ini,,,
di kirannya ide licik kalian akan terlaksana,,
bangun bangun,,,mimpi Mulu jadii orang
Nia Risma
mereka yg balapan AQ yg deg" an🤣🤣🤣
Nia Risma
ini ibu anak emang pada Ngadi" jdi orang
dasar parasit
Nia Risma
dih si Lidya ini ya g tau diri juga,,pantes Sisilia jadi orang egois,serakah,iri dan sebagainya karena ibunya pun juga gt
Nia Risma
makanya cepet lah sadar sebelum kamu gila ngadepin adek pungutmu itu,contohlah kakak dan ayahmu yg bisa tegas
Nia Risma
lagian udah dewasa masih suka banget tantruman,,,
mana bisa nya minta duwit aja g mau usaha kerja kek,,sadar diri
Nia Risma
ya terima aja sikap anakmu yg kurang ajar itu,,
itu semua juga Khan hasil didikanmu sendiri
Nia Risma
kamu pengen bunuh anak pungut karena suruhan anak pungut,,
Nia Risma
ini si Sisil ga sadar posisi ya,,muka tembok bener jdi anak pungut aja
Nia Risma
ini si Azlan bodohnya masih aja nempel,,,
Nia Risma
g tau diri banget jadi anak pungut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!