NovelToon NovelToon
Dreamy Magical

Dreamy Magical

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Persahabatan / Romansa / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Herdianti putri

Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The appearance of Fairies.

Berhubung karena hari ini adalah hari libur, Akiko memutuskan untuk mempergunakan waktunya untuk menyiram tanaman yang ada di jendela asrama miliknya. Sementara Hanada kini sedang menyapu lantai dan Zakuro mencuci piring.

"srak. srak."

Suara semak membuat Akiko menghentikan aktivitasnya sejenak. "Apa kalian mendengar sesuatu?." Tanya Akiko pada Hanada dan Zakuro yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka.

Hanada dan Zakuro hanya menggeleng tidak tahu. mereka kemudian mendekat kearah Akiko dan memeriksa Bunga-bunga tersebut.

"Dari mana asal suara tersebut?." Akiko masih bertanya asal suara tersebut.

"Mungkin hanya hanya serangga, Akiko-Chan." Balas Hanada tidak ambil pusing.

"Mungkin kau benar." Balas Akiko juga tidak ingin ambil pusing.

"trang." Terdengar suara piring pecah dari arah dapur.

"Apa ada tikus di asrama kita?." Tanya Zakuro sedikit takut.

"Tunggu sebentar."

Akiko mengeluarkan telif ed erèimul berukuran kecil dan melepaskan ke arah dapur.

"Aaaaahhhhh."

Sebuah teriakan berhasil membuat ketiganya gadis tersebut mendekat. Alangkah terkejutnya mereka mendapati...

....seorang fairy yang tertangkap.

...****************...

Saat ini Igarashi dan Sakuraba pulang ke rumah sebentar untuk menemui keluarga mereka masing-masing. Alhasil yang ada di asrama hanyalah tinggal Sasuke seorang.

Setelah lama berdiam diri, perut Sasuke keroncongan. "Aku benar-benar lapar. Dan aku tidak boleh memasak sendiri." Gerutunya pasrah. Dia tidak boleh mendekati area dapur tanpa pengawasan Igarashi. Dia ingin menggunakan sihir untuk mengeluarkan makanan cepat saji. Tetapi kalau ketahuan sistem asrama, bisa-bisa dia mendapat hukuman.

"Aku tidur sajalah." Dengan langkah malas, dia berjalan menuju kasurnya. Sesampainya di tempat tidur, Sasuke Bukannya tidur malah hanya terbaring tanpa bisa memejamkan mata miliknya.

"AAAAAAAAAHHHHHHH. Aku tidak bisa tidur." Serunya frustrasi. Dia mencoba untuk mengeluarkan ponselnya untuk mengganggu Teman-temannya yang lain. Tetapi, sebelum Sasuke menyentuh icon chat, dia memutuskan untuk tidak melakukannya.

"Hari ini benar-benar membosankan." Ujar Sasuke kesal.

Tiba-tiba sesuatu melayang kearahnya saat dia sedang bersiap untuk tidur.

"Siapa itu?." Tanya Sasuke entah pada siapa. dia kemudian beranjak dari tempat tidur dan meneliti sekeliling. Dia terus meneliti hingga ia melihat sesosok yang asing di dapur. dengan perlahan-lahan, Sasuke mendekat kearah dapur kemudian menangkap makhluk tersebut.

"Kena kau." Teriak Sasuke setelah berhasil menangkap makhluk tersebut.

"Lepaskan aku." Teriaknya merontah-rontah ingin dilepaskan.

"Makhluk kecil pergi dari disini sekarang juga." Ucapnya sambil melemparkan makhluk tersebut lewat jendela.

"Masalah sudah teratasi."

Baru berkata seperti itu, Makhluk kecil tersebut kembali dan menedang kepala Sasuke hingga Terjatuh ke lantai.

"Apa yang terjadi disini." Ujar Igarashi yang melihat pemandangan yang tidak biasa saat dia dan Sakuraba baru saja pulang.

Yang ia lihat saat ini adalah Sasuke yang tersungkur di lantai dengan makhluk kecil yang sepertinya marah dengan Sasuke.

...****************...

"Ini makanlah." Kata Akiko lembut pada fairy kecil tersebut.

"Terima kasih." Kata Fairy kecil tersebut sambil memakan kue ukuran kecil yang dibuatkan Akiko.

"Fairy kecil. Siapa namamu?." Kata Hanada yang terlihat gemas pada Fairy tersebut.

"Namaku Nezha. Salam kenal." Ucap fairy bernama Nezha tersebut.

'Imutnya.' Batin Zakuro dan Hanada yang tidak tahan ingin memeluk Nezha.

Akiko yang mengetahui arti pandangan Zakuro dan Hanada segera menyelamatkan Nezha dari mereka.

"Ngomong-ngomong apa yang membuatmu kemari sampai pergi ke dapur kami?." Tanya Akiko serius.

"I-itu aku sedang mencari makanan untuk adikku."

...****************...

"Makanlah ini." Ucap Igarashi sambil menyodorkan nasi serta lauk ukuran kecil untuk Makhluk tersebut.

"Terima Kasih." Balas Makhluk tersebut singkat.

"Sungguh aku tidak menyangka bisa melihat Fairy berkeliaran disini." Kata Sakuraba takjub akan apa yang dia lihat saat ini.

"Aku juga. Aku bahkan tidak percaya ada fairy masuk ke tempat orang tanpa permisi kemudian menendang kepala orang seenaknya." Kata Sasuke masih memijit kepalanya yang sakit.

"Itu juga salahmu sendiri. Seharusnya kau bertanya bukan main usir, Bakasuke." Ujar Igarashi membela Si Fairy.

Ia kemudian menengok kearah Fairy kecil tersebut. "Siapa namamu?. Dan kenapa kau bisa ada disini?." Tanya Igarashi mengintrogasi Fairy kecil tersebut.

Setelah Fairy tersebut menghabiskan makanannya, Ia mulai menjawab pertanyaan milik Igarashi.

"Namaku Shishimaru. Aku adalah Fairy dari Kerajaan Petit. Saat ini adik bungsuku sedang kelaparan. Kerajaan kami sedang gagal panen dan kami tidak ada uang untuk membeli makanan. Karena itu Aku dan Adik pertamaku memutuskan untuk mencuri makanan." Kata Shishimaru menjelaskan kedatangannya.

Setelah lama berdiam diri, Sasuke kemudian berdiri kemudian berteriak. "Ayo. kita bantu para fairies."

Hal tersebut membuat Igarashi dan Sakuraba serta Shishimaru melihat kearahnya.

"Tidak bisa." Terdengar penolakan dari Igarashi yang membuat Sasuke pundung di tempat.

"Kenapa tidak boleh?."

"Penerimaan tugas hanya bisa didapat ketika kita sudah memasuki Senior Academy." Tegas Igarashi menolak keinginan Sasuke.

"Junior tidak diizinkan menerima tugas dikarenakan usia mereka yang terbilang muda dan masih perlu banyak pelajaran." Sambung Sakuraba membenarkan.

Mendengar ucapan kedua temannya, anak berambut pirang tersebut hanya bisa berdiam diri tanpa bisa berbuat apapun.

"Kring Kring."

Terdengar dering panggilan berbunyi dari ponsel Igarashi.

"Halo."

"Igarashi apa kau sudah di Asrama?."

"Iya."

"Apa ada salah satu Fairy datang ke kamar kalian?. Aku tadi bertanya pada Kenichi dan Arashi. tapi mereka tidak melihat ada Fairy di kamar mereka."

"Iya. Ada disini."

"Fairy tersebut bilang bahwa negeri mereka mengalami gagal panen dan mereka berusaha untuk bertahan hidup dengan cara mencuri."

"Aku mengerti. dia juga berkata sama"

"Sebelum menelepon kalian aku meminta saran pada Miss Kanade dan juga Kepala Sekolah. Mereka bilang kalau mereka akan membahas masalah ini dengan King Regent."

"Eh.?."

"Tidak lama setelah panggilan ku pada Arashi tersambung, King Regent menyetujui untuk memberikan bantuan pada Negeri Petit. Mengingat kedua Kerajaan adalah kawan baik. Dan tolong katakan pada Fairy tersebut kalau bantuan akan segera datang."

"Baiklah. Terima kasih atas informasinya".

Igarashi kemudian menutup sambungan teleponnya. Kemudian kembali melihat kearah dua sahabatnya serta Shishimaru.

"Barusan Akiko menelepon. Dia mengatakan bahwa salah satu saudarimu ada bersama mereka." Jelasnya.

"Lalu, Apa ada informasi penting yang disampaikan oleh Akiko?." Tanya Sasuke.

"Iya. Dia mengatakan bahwa Kerajaan Petit akan mendapatkan bantuan dari Kerajaan Angel." Jawab Igarashi dengan senyum terpampang diwajahnya.

Shishimaru yang mendengar hal tersebut kemudian membungkuk berterima kasih.

...****************...

Keesokan harinya, Beberapa penyihir dikirim ke Kerajaan Petit untuk membantu kondisi mereka. Kelas Margery juga ikut membantu.

"stuiurf te semugél"

Berkat Sihir Hanada tersebut, pohon buah serta sayuran bermunculan dan berbuah lebat. Para Fairies kemudian segera mengambil buah dan Sayuran tersebut.

"Kalian bisa gunakan bawang ini untuk mencegah hama masuk. Cara ini lebih aman dibandingkan pestisida." Kata Ichika sambil menjelaskan pada Fairies cara membuat semprotan anti hama.

"Tanah ini tidak cocok untuk ditanami. Coba gunakan tanah yang gembur untuk ditanami. atau gunakan metode hidroponik." Ujar Kenichi membantu pengolahan tanah Kerajaan Petit.

"Beri jarak untuk kedua tanaman agar bisa tumbuh." Kata Zakuro memberi tahu cara menanam yang benar.

Sementara itu, Ratu Fairy, Misha datang menghampiri Azuna untuk mengucapkan terima kasihnya.

"Aku berterima kasih karena Kerajaan Angel sudah mau membantu Kerajaan Petit." Ujar Misha berterima kasih.

"Sama-sama. Tetapi, menurut saya ucapkan terima kasih lebih pantas diberikan kepada siswa-siswi Kelas Margery. Kalau mereka tidak memberitahukan yang sebenarnya kami tidak akan pernah tahu apa yang menimpa kalian." Balas Azuna sambil mengarahkan pandangannya kearah Akiko dan lainnya yang sedang memasak.

Dilihatnya Akiko yang dengan telaten menyuapi fairy kecil yang merupakan adik dari kedua fairy yang mencuri makanan di kamar asrama mereka.

"Ngomong-ngomong." Panggilan Misha membuat Azuna menoleh kearahnya.

"Aku sepertinya pernah melihatmu disuatu tempat." Ujar Misha lagi.

Perkataan tersebut membuat Azuna terdiam. Ia kemudian membalas Kata-kata Misha.

"Mungkin kita pernah bertemu sebelumnya. Tetapi, saat ini saya tidak memiliki ingatan masa lalu saya semenjak saya menggunakan topeng yang tidak bisa terlepas ini." Balasnya miris.

"Azuna-Chan. Bisa bantu kami disini." Panggilan Thalia mau tak mau membuat Azuna harus pergi meninggalkan Misha sendiri.

"Maaf. Tetapi saya harus membantu rekan saya." Mohon Azuna sebelum kemudian meninggalkan Misha sendirian.

Dengan menatap punggung Azuna, Misha mengingat seorang gadis kecil berambut coklat yang selalu datang bersama kedua orang tuanya.

TBC

1
Ayano
Gils... sudah kubilang akan selalu ada plot armor
Ayano
Mau memberikan kesan superior itu
Ayano
Nama Igarashi nya kurang huruf. Boleh diganti kalau senggang ya
Ayano
Berdoa aja ada plot twist yang menolongmu
Ayano
Terbebani sebelum bertarung
Ayano
Keliatan iri hati banget
Ayano: Mesti dikasih paham sekali biar gak ngelunjak dia. Hm😤
total 2 replies
Ayano
Secara elemen tanah sebenernya bisa lebih unggul karena materialnya lebih padat.
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ayano
Kok agak ngeremehin ya
Herdianti Putri: Ichika sifatnya kayak gitu
total 1 replies
Ayano
Intinya Eve itu cupu sok kerad
Ayano: Waaah... kukira bisa dipanggil singkatan aja 😅
total 2 replies
Ayano
Udah jelas dia karena dia irian
Herdianti Putri: dia pengen ngajar kelompok Alpha.
total 1 replies
Ayano
Mengkonfirmasi maksudnya wak

Ini tipo 😅😅
Herdianti Putri: maaf.
total 1 replies
nowitsrain
Sasuke kok nyasar ke sini hey, dipanggil noh sama Naruto
Herdianti Putri: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayano
Hmmm, enak sih bilang suruh Azuna jujur. Masalahnya gak mudah bikin dia yang agak batu untuk jujur
Ayano
Dia cembukor karena kamu lebih dari dia pasti
Apa lagi coba
Herdianti Putri: Azuna perlu banyak bersabar.
total 1 replies
Ayano
Evelyn mau didaftarin santet online gak 😏😏😏
Herdianti Putri: silahkan saja.
total 1 replies
Ayano
I-ga-ra-shiiiiii
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih
Herdianti Putri: Dia lagi banyak pikiran.
total 1 replies
Ayano
Rahasia ada untuk dibongkar😏
Herdianti Putri: memang begitu. Tapi kasihan juga.
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
berasa inget film India
〈⎳🥑⃟HIATUS: Wkwkwk lanjutkan Thor!
total 2 replies
anggita
visualisasi tokohnya👌👍
Sri. Rejeki
Aku kasi penyemangat deh biar lebih banyak di up babnya lagi.. 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!