NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 23

...Alam Dewa – Puncak Menara Bintang....

Portal dimensi perlahan menutup, menghilangkan jejak energi Mei Wuchen yang baru saja melompat ke Alam Bawah.

Keheningan kembali menyelimuti balkon menara itu. Angin astral berhembus pelan, memainkan ujung jubah putih Tian Feng. Dia masih menatap ke arah di mana portal itu menghilang, senyum tipis masih tersungkur di bibirnya.

Namun, senyum itu perlahan pudar saat suhu di balkon itu turun drastis. Embun beku mulai merambat di lantai pualam. Bunga-bunga api bintang di pot-pot hias membeku menjadi kristal es.

Tian Feng menghela napas panjang, tidak berani berbalik.

"Kau bisa berhenti membekukan tanaman kesayanganku, Istriku," kata Tian Feng pelan.

"Dan kau bisa berhenti berpura-pura semuanya baik-baik saja, Suamiku," suara Xue Ling terdengar dingin, tajam, dan penuh getaran emosi yang tertahan.

Xue Ling berjalan mendekat.

Dia berdiri di samping Tian Feng, matanya menatap Cermin Samsara yang masih menampilkan tubuh Ye Xing yang terbaring pingsan di gubuk Alam Bawah.

"Lihat dia," bisik Xue Ling, tangannya menyentuh permukaan cermin itu seolah ingin mengelus wajah Ye Xing. "Dia baru tiga belas tahun, Feng. Tulangnya patah di tiga tempat. Meridiannya terbakar. Dan kau... kau malah mengirim Mei'er ke sana? Dua anak-anak di tengah sarang ular?"

Tian Feng memegang tangan istrinya yang dingin. "Xue Ling, kau tahu kenapa aku melakukan ini. Ye Xing memiliki Bakat Ganda: Bintang dan Naga. Jika dia tetap di sini, dimanja oleh Long Yin dan dilindungi Ye Chen, dia hanya akan jadi pangeran manja yang mati saat perang sesungguhnya dimulai."

"Perang..." Xue Ling menatap mata suaminya. "Maksudmu Void?"

Tian Feng mengangguk berat. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat tua dan lelah.

"Segel perbatasan semakin tipis. Fang Que di Alam Bawah itu... dia bukan kebetulan. Dia adalah bocoran kecil. Jika Fang Que saja sudah bisa berevolusi menjadi Foundation Establishment setengah monster, bayangkan apa yang akan datang nanti."

Xue Ling meremas tangan Tian Feng. "Tapi kenapa harus Ye Xing? Kenapa bukan Ye Chen? Atau kita? Kita masih kuat!"

"Karena Void memakan energi kita," jawab Tian Feng getir. "Semakin kuat kultivasi kita, semakin 'lezat' kita bagi mereka. Ye Xing berbeda. Energinya masih murni, belum terkontaminasi hukum dunia ini. Dia satu-satunya yang bisa menyusup ke sarang mereka tanpa terdeteksi... atau menjadi senjata yang menghancurkan mereka dari dalam."

"Kau menjadikannya umpan," tuduh Xue Ling, air mata kristal menetes dari matanya, berubah menjadi butiran es saat jatuh ke lantai. "Cucu kita sendiri..."

"Aku menjadikannya Harapan," koreksi Tian Feng tegas, meski matanya juga berkaca-kaca. "Dan Mei Wuchen... dia adalah penyeimbangnya. Ye Xing butuh pedang untuk melindungi punggungnya saat dia menatap kegelapan."

Hening sejenak. Hanya suara angin yang menderu.

Xue Ling menghapus air matanya. Dia menarik napas, dan aura Ratu Es-nya kembali stabil.

"Baiklah," kata Xue Ling. "Aku mengerti logika kejammu, Dewa Bintang. Tapi dengar ini..."

Xue Ling mencengkeram kerah jubah Tian Feng, menarik wajah suaminya mendekat.

"Jika cucuku mati... atau jika dia kehilangan satu saja anggota tubuhnya secara permanen... aku akan membekukan Menara Bintang ini bersamamu di dalamnya. Aku tidak peduli pada takdir semesta."

Tian Feng tersenyum kecut, mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Aku tahu. Aku lebih takut padamu daripada pada Raja Void."

Xue Ling melepaskannya, lalu menatap cermin itu sekali lagi dengan pandangan lembut.

"Bertahanlah, Bintang Kecil. Nenek mengawasimu."

...Alam Bawah – Kamar Rawat Sekte Awan Rusak....

"Uhuk!"

Ye Xing terbangun dengan sentakan keras, seolah baru saja tenggelam. Rasa sakit yang luar biasa menghantam sekujur tubuhnya. Rasanya seperti baru saja digilas oleh kawanan banteng.

"Bos! Bos sudah sadar?!"

Wajah cemas Lin Xiao muncul di pandangannya. Di belakang Lin Xiao, berdiri Tetua Han yang sedang meracik obat.

Ye Xing mencoba duduk, tapi tulang rusuknya memprotes. "Argh... Berapa lama aku pingsan?"

"Tiga hari," jawab Tetua Han sambil menyodorkan mangkuk berisi cairan hijau pahit. "Minum ini. Itu ramuan penyambung tulang."

Ye Xing meminumnya dalam sekali teguk tanpa meringis. Pahitnya obat tidak sebanding dengan rasa sakit di jiwanya.

"Fang Que?" tanya Ye Xing tajam.

"Kabur," lapor Tetua Han dengan wajah gelap. "Saat kami menggali reruntuhan arena, dia tidak ada. Hanya ada jejak lendir hitam yang mengarah ke gorong-gorong pembuangan. Kami sudah mengirim tim pengejar, tapi..."

"Kalian tidak akan menemukannya," potong Ye Xing. "Dia bisa berpindah lewat bayangan. Dia sudah jauh."

Ye Xing memijat pelipisnya. Masalah belum selesai. Tapi setidaknya, dia menang.

"Ngomong-ngomong, Bos," kata Lin Xiao ragu-ragu, sambil menyodorkan sebuah nampan. "Ini hadiah juara pertama. Tetua Agung memberikan ini."

Di atas nampan, ada tiga benda:

Pil Pembentukan Pondasi (Foundation Pill) tingkat tinggi.

Jubah Murid Inti berwarna biru laut.

Sebuah Token Giok akses ke Alam Rahasia.

Ye Xing menatap benda-benda itu. Benda duniawi. Tapi matanya tertuju pada jendela, menatap langit biru yang jauh.

Entah kenapa, dia merasakan hawa dingin yang familiar. Hawa dingin yang nyaman, seperti pelukan seseorang yang dia rindukan namun lupakan.

"Nenek..." gumam Ye Xing tanpa sadar.

"Hah? Nenek siapa, Bos?" tanya Lin Xiao.

"Bukan urusanmu," Ye Xing menepis pikiran itu. Dia mengambil Pil Pembentukan Pondasi. "Lin Xiao, siapkan ruangan tertutup. Luka ini mengganggu. Aku akan menerobos ke Tingkat 9 malam ini juga."

"Tingkat 9?! Kau baru saja bangun dari koma!" teriak Tetua Han kaget.

Ye Xing menyeringai, senyum arogannya kembali. "Justru karena itu. Tubuhku baru saja dihancurkan. Ini waktu terbaik untuk membangunnya kembali menjadi lebih kuat."

Di kejauhan, di atas langit, sebuah "Bintang Jatuh" (Mei Wuchen) sedang meluncur turun menuju lokasi Sekte Awan Rusak.

1
Nanik S
Ye Xing... otaknya hanya harta... padahal mau perang 😍😍😍
Nanik S
Lanjutkan Tor 👍👍👍
Nanik S
Lanjut
Nanik S
Ye Xing... bicara bisnis... kejam sekali... ngeri amat 🤣🤣🤣
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!