"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23.
tiga perempuan itu tertawa lepas sambil menikmati segelas kopi di sebuah cafe.
"Kamu mau aku temenin menghadiri pernikahan mantan suamimu.."tanya Asti.
"Boleh kalian berdua temenin aku menghadiri pernikahan Mas Rudi dan Kamila." Asih juga diundang oleh Rudi.
Satu kampung semuanya diundang oleh Ibu Ainun.ia ingin pamer pada dunia Jika ia memiliki menantu yang sesuai dengan keinginannya.
" Memangnya, Pak Reza akan memberi izin lagi padamu? Untuk menginap di rumah budeku."Tanya Lia..wajah Asti yang cerah mendadak mendung.
Bayang-bayang ditolak oleh Reza sudah ada di depan mata. Jika malam ini dia bisa menginap di rumah Bude Gendis itu karena Laiba sedang bersama Mamanya.
"Mudah-mudahan Tuan Reza memberikan izin padaku. Jika aku tidak diberi izin tidak apa-apa ya, Aku tidak menemanimu?"
"Tidak apa-apa, aku pergi bersama kasih. Secara satu kampung diundang oleh ibunya Mas Rudi." Jawab Amelia.
"Satu kampung diundang? Hebat sih ibunya Mas Rudi. Sepertinya ibunya Mas Rudi sangat antusias ingin mengenalkan menantu barunya. Kira-kira malam pertama Mas Rudi lewat jalur mana Ya? Apa mungkin sudah dirombak, perkakas dapur Kamila? "Tanya Asti.
Amelia dan Asih mengangkat kedua bahu mereka bersamaan.
"Entahlah kita tidak tahu, aku belum pernah melihat perkakasnya Kamila. Aku bertemu terakhir dengan Kamila ada yang beda dengannya, dia tidak mengenakan sal untuk menutupi lehernya, dan dadanya sekarang sangat menjulang tinggi montok." Kamila memang sedikit berbeda, ia tidak seperti wanita jadi-jadian. Melainkan wanita tulen semakin hari Kamila semakin cantik dan menawan, wajahnya glowing dan dadanya semakin berisi.
"Apa mungkin Ia melakukan operasi? Sekarang banyak operasi yang murah tidak perlu ke luar negeri di Indonesia pun ada."tanya Asti.
"Bisa jadi.! Apa yang tidak mungkin di dunia ini jika memiliki uang. Tapi itu semua bukan urusan kita, biarkanlah Mas Rudi menikmati wanita karbitan pilihannya." Ucap Lia.
2 jam ketiga sahabat itu menikmati indahnya ibukota di malam hari, sambil menikmati kopi dan cemilannya. Akhirnya mereka pulang dengan menaiki kereta api..
Di pagi hari di warung Ibu Salamah para ibu-ibu sedang sibuk memilih sayuran salah satunya Azizah ada di antara ibu-ibu itu.
"Mbak Azizah,Sekarang menggantikan posisi Amelia belanja sayuran. Berarti posisi Mbak Azizah digantikan oleh calon menantu baru istrinya Rudi.."tanya Lilis.
Azizah tidak menjawab ia kesal diperlakukan oleh mertuanya dengan tidak adil.
"Coba kalau Amelia masih menjadi menantu Ibu Ainun, Mbak Azizah tidak mungkin menginjakkan kaki di warung Ibu Salamah. Untuk membeli sayuran."Susi menimpali.
"Tolong dihitung bu, jangan pakai lama. Dengar ya, ibu-ibu semuanya.. saya tetap nomor satu menjadi menantu kesayangan ibu Ainun. Secara saya istri anak laki-laki pertamanya, kalau saat ini saya berada di warung sayur Ibu Salamah itu semua keinginan saya sendiri."para ibu-ibu menjawab dengan.
"Ohhh.."jawaban mereka serentak.
"250 Ribu total semua belanjaan Mbak Azizah."Azizah tercekat mendengar nominal yang disebut oleh Salamah.
"Mahal sekali? Coba dihitung ulang masa hanya belanja sayuran, ayam satu ekor, ikan kembung satu kilo dan udang setengah kilo hampir tiga ratus ribu."para ibu-ibu tertawa mana tertawa kan Azizah yang komplain perihal harga belanjaannya.
"Ya Allah Mbak Azizah, 250.000 ribu itu sedikit. Lihat apa yang dibeli oleh Mbak Azizah, udang ikan ayam, cabe,bawang ,tomat, dan sayur-sayuran. Belanja di warung Ibu ceramah paling termurah harga bersahabat sesuai dengan kantong ibu-ibu seperti kami dan Mbak Azizah." Ucap Lilis.
"Mbak Azizah punya budget berapa untuk belanja pagi ini?"tanya Salamah.
Ia sangat hapal dengan Ainun yang tidak mungkin memberi uang lebih untuk membeli sayuran.
Azizah merogoh kantongnya dan menyerahkan uang rp100.000 pada Salamah.
"Saya atur sesuai dengan budget Mbak Azizah. Yang penting semua yang mbak Azizah pilih sayuran dan lauk bisa kebeli.saya kurangin belanjaan Mbak Azizah."Azizah pasrah, ia yang tidak mempunyai pengalaman untuk belanja sayuran tidak mengerti membeli sayuran.
Salamah mengurangi porsi belanjaan Azizah, lalu ia menghiburmu kembali.
"Ini total belanjaan Mbak Azizah sudah ibu catat secara detail harga satu persatu sayuran dan ikan." Azizah mengangguk dan ia mengambil kantong plastik berwarna hitam itu.
" Makasih Bu Salamah,saya permisi." Jawabnya dengan nada dingin.
Azizah menghentikan langkahnya didepan Lilis dan Ibu- ibu yang sendang memilih sayuran.
" Awas..! Kalau kalian menggosipkan aku,aku sumpahin mulut kalian busuk." Ucapnya dengan nada serius.
Lilis beserta Ibu-ibu yang lain tertawa sambil menggelengkan kepala.
Mereka merasa lucu melihat tingkah Azizah Yang seperti anak kecil..
" Ihh.. Amit-amit kami mau menggosipkan kamu Zizah kurang kerjaan saja." Teriak Lilis.
" Kasihan sebenarnya liat Azizah yang turun tahta.. Bu Ainun tergantung uang sayangnya. Jika mau dianggap menantu kesayangan uang mu harus kencang." Ucap Salamah.
Satu RW sangat paham sifat Ainun yang mata duitan.
" Apa kabar Amelia ya? Aku jadi kangen dengan anak itu." Sahut indah..
" Amelia hidupnya semakin membaik,ia sudah bekerja di kota bersama kasih, ternyata Lia itu anak kuliahnya lho.Ia bukan perempuan desa yang oon seperti yang di juluki oleh Dewi dan Bu Ainun." Jawab Salamah.
Salamah sangat dekatt dengan Amelia,jadi ia tahu berita terupdate tentang janda miskin julukan Rudi dan ibunya..
" Alhamdulillah kalau hidupnya lebih baik,kita ikut senang mendengarnya. " Sahut yang lain..
Sampai dirumah mertuanya..Azizah melemparkan sayuran yang ia beli di depan Ainun yang sedang ngopi bersama Dewi.
Dewi dan Ainun tercengang melihat Azizah melemparkan sayuran.
"Apa-apaan kamu Zizah, lama-lama kamu ngelunjak ya." Teriak Ainun, matanya nyalang menatap Azizah.
Zizah pun demikian ia tidak kalah sengit menatap ibu mertuanya.
Rasa hormatnya sudah tidak ada lagi, diperlakukan seperti babu oleh mertua nya membuatnya meradang.
" Kalau mau jadi Nyonya besar, suruh menantu baru anda cari pembantu.. Enak Saja saya disuruh-suruh.. Siapa kalian berani perintah-perintah saya."Azizah mengamuk,ia yang kesal di tertawakan oleh ibu-ibu di warung Salamah karena membawa uang kurang.. membuat harga dirinya terinjak-injak.
Hatinya kesal teramat sangat. Setiap hari ia selalu di bandingkan dengan Kamila.
Sikap Ainun yang suka membanding-bandingkan menantu membuat Azizah tertekan batin.
Kini ia merasakan sakit hati yang dilakukan oleh Amelia.
"Stres kamu ya?? Pulang sana ke rumah ibumu. jangan bikin kekacauan di rumahmu." Dengan sombongnya Ainun mengusir Azizah.
"Ingat kamu saya coret dari daftar keluarga ini. Arman akan saya nikahkan dengan wanita kaya raya, saya haramkan Kamu memakai seragam yang dibelikan oleh Kamila." Ucap Ainun lantang.
"Tanpa diusir Saya pun mau pergi dari rumah ini. Lebih layak rumahku daripada rumah ini, ingat anakmu Arman bisa bekerja kantoran itu karena uang bapakku.. kembalikan uang bapakku, kapanpun Arman bisa dipecat dari tempatnya bekerja jika bapakku mau, terlalu percaya diri Anda seolah-olah anak Anda paling ganteng sedunia dan semua perempuan mau dengannya."Ainun yang sombong, yang terlalu percaya diri jika Kamila adalah menantu segalanya. Yang bisa memenuhi semua keinginannya..
" Arman tidak bekerja di kantor Bapakmu tidak masalah, Memangnya itu perusahaan Bapakmu bukan kan? Sama-sama bekerja, kamu pikir Arman tidak bisa bekerja di tempat lain. Calon menantuku orang hebat wawasannya luas koleganya banyak, tidak sulit baginya mencarikan pekerjaan buat Arman." Azizah tertawa ngakak mendengar ucapan Ainun yang sangat menggelikan hatinya.
"Terlalu percaya diri sekali anda?? Memangnya Kamila siapa? Bapaknya pengusaha apa Saya tanya? Anda menantang saya. Besok akan saya buktikan anak Anda bernama Arman pengangguran."perdebatan antara menantu dan mertua itu berlanjut hingga heboh.
Teriakan Ainun dan teriakan Azizah melengking di udara. Sampai ke telinga tetangga.
Arman bekerja disebuah pabrik elektronik bagian staf pembelanjaan..
Ia bisa masuk di pabrik bonafit itu, karena rekomendasi Papanya Azizah Bramasta .
Azizah menelpon Papanya meminta Papanya menjemput ia dan Arkan di rumah mertuanya.
Ainun yang mendengar Azizah menelepon sama besan, ketakutan.
Tidak bisa dipungkiri iy
a takut jika Papanya Azizah akan mengamuk. Karena ia telah memperlakukan anakmu tidak baik.
Denada yang dari tadi tiba di rumah ibunya, Tidak berkomentar apa -apa.ia membiarkan pertengkaran itu terjadi. Menurut Denada, Ibunya sudah kelewat batas memperlakukan menantunya.
Dan terlalu percaya diri jika menantu barunya bisa mewujudkan semua impiannya. Sehingga membuat Ainun sombong.
"Haloo Papa..! Jemput Azizah sekarang di rumah Arman. Azizah ingin bercerai dengan Arman, ibunya sudah kelewat batas menjadikan pembantu di rumahnya.. semenjak adiknya ruhi mau menikahi wanita yang entah dari mana asalnya, mertuaku yang bernama Ainun ini sombong pah. Ia meremehkan jasa Papa yang telah merekomendasikan Arman. Kalau perlu pecat saja Arman, kalau tidak pindahkan ke bagian produksi. Zizah sudah tidak perduli dengan laki-laki itu. Ibunya terlalu sombong." Ainun panik mendengar Azizah seriusan menelepon Papanya.
"Denada kamu melakukan sesuatu untuk merayu Azizah. Supaya tidak meninggalkan rumah ini."Denada tersenyum menatap ibunya, wajahnya yang tegas menggelengkan kepala.
"apa yang Ibu tanam itu yang Ibu tuai, orang baru masuk rumah ini Ibu sanjung setinggi langit. Sampai mencampakkan penghuni aslinya. Nikmati saja hasil perbuatan ibu."Denada yang tidak satu frekuensi dengan ibunya tidak mau ikut campur urusan ibunya.
"Kamu benar-benar anak yang tidak berguna ya Denada. Merayu Azizah kamu tidak bisa. Benar-benar tidak bisa diandalkan."
"Sudah tahu aku tidak bisa diandalkan, kenapa minta bantuanku. Itu anak bontot Ibu si Dewi? yang bisa segalanya, Kenapa tidak meminta bantuan Dewi untuk mencegah Azizah supaya tidak meninggalkan rumah ini. Kalau aku jadi Azizah aku pun akan mengambil langkah yang sama meninggalkan rumah mertua yang pilih kasih."ucap Denada dengan nada serius.