NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 ~ Penjara Yang Menghancurkan Hidupmu

Raina duduk diam di pinggir kolam dengan kedua kakinya yang masuk ke dalam air kolam. Stoking dan sepatunya sengaja dia lepas, menikmati air dingin kolam di kakinya yang dia ayun-ayunkan.

"Hai"

Seseorang tiba-tiba ikut duduk bersila disampingnya. Raina menoleh dan tersenyum canggung pada pria yang duduk disampingnya sekarang. Raina tahu jika pria itu yang tadi bersama dengan Marvin.

"Kamu istrinya Marvin, bagaimana menikah dengannya? Pasti tidak mudah ya"

Raina hanya tersenyum canggung, dia juga tidak mengenal pria ini. "Semuanya baik-baik saja kok, sebenarnya jika Kakak tidak meninggal dalam kecelakaan, aku juga tidak akan menggantikannya sebagai istri Kak Marvin"

Pria itu mengulurkan tangannya, membuat Raina sedikit bingung untuk sesaat. Namun, akhirnya dia menerima uluran tangan darinya.

"Aku Byan, Asisten sekaligus sepupu Tuan Bara yang duduk disana" tunjuknya pada salah satu pria yang duduk di sofa sana.

"Ah, iya. Raina"

"Oke Rain, senang berkenalan denganmu. Kebetulan aku menyukai hujan, dan nama kamu hampir sama dengan hujan"

Raina hanya tersenyum saja, pria berkacamata itu tersenyum begitu tulus padanya. Melihatnya yang sepertinya memang begitu berniat untuk berkenalan dengannya.

Di sisi lain, Marvin hanya menatap ke arah kolam dimana istrinya dan Byan sedang mengobrol disana. Sesekali melihat senyuman tipis di wajah Raina.

"Vin, hati-hati kau terjebak dengan permainan sendiri. Menurutku tidak seharusnya kau menyalahkan Raina atas meninggalnya Amira, dia juga korban dalam hal ini. Dia tidak seharusnya di salahkan" ucap Bara.

"Dia yang mengemudi mobilnya, dan kenapa dia yang harus selamat? Seharusnya Amira yang selamat, bukan dia!"

Bara menghela napas panjang, melihat sorot mata yang penuh dendam dan amarah dari Marvin. "Jangan sampai suatu saat kau menyesali semuanya. Apa kau pikir Amira akan senang melihatmu memperlakukan dia seperti ini? Mau bagaimana pun Raina tetap adiknya"

"Ya, selama ini Amira selalu baik dan mau menerima kehadirannya di keluarga dia. Meski sebenarnya kehadirannya hanya menghancurkan keharmonisan keluarga. Hanya Amira yang bisa menerimanya. Tapi, dia malah membuat Amira meninggal. Dia memang hanya pembawa sial"

"Dan kau pun mungkin akan sial karena menikahinya" ucap Andreas dengan menepuk bahu sahabatnya ini.

Marvin hanya mendelik tajam tanpa berniat mengatakan apapun. Dia berdiri dari duduknya dan berjalan tegap menghampiri Raina dan Byan disana. Marvin menarik kasar tangan Raina tanpa aba-aba, membuatnya begitu terkejut.

"Vin, jangan terlalu kasar padanya"

"Diam kau Yan! Dia adalah urusanku, dan kau tidak perlu ikut campur"

Marvin menarik tangan Raina dengan kasar, membuat jalan Raina pun sampai terseok-seok karena tarikannya. Pergelangan tangannya terasa sakit karena cengkraman kuat dari Marvin.

"Kak sakit" Bahkan suara lirih itu tidak di hiraukan olehnya. Marvin terus menark kasar tangan Raina. Kakinya yang tidak memakai alas apapun karena sepatunya teringgal di kolam renang tadi, membuat menginjak beberapa rumput tajam yang melukai telapak kakinya. "Kak Marvin, sakit. Tolong pelan-pelan, Kak"

Setelah sampai di dekat mobilnya, Marvin menarik dan mendorong tubuh Raina hingga terpojok di mobilnya. Mengukung tubuh mungil itu dengan tatapan yang tajam.

"Rasa sakit yang kau rasakan tidak akan sebanding dengan rasa sakitku karena kehilangan wanita yang paling berharga dalam hidupku. Kau yang sudah menghancurkan hidupku!"

Raina tertegun mendengar itu, melihat tatapan mata Marvin yang berubah dingin kosong. Menunjukan kesedihan yang sebenarnya atas kehilangan Kak Amira. Melihat tatapannya itu, membuat Raina juga tidak bisa menahan air mata yang meluncur bebas. Dadanya sesak, rasa bersalah mungkin semakin menumpuk besar dalam hatinya.

"Maafkan aku, Kak" lirihnya dengan isakan kecil. Raina menangkupkan kedua tangan di depan dadanya. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tida pernah berniat untuk membuat Kak Amira meninggal dalam kecelakaan itu. Maaf"

"Kau bahkan menghancurkan setiap mimpi yang kita punya setelah menikah. Bahkan untuk mengucapkan ikrar janji suci pernikahan atas namanya saja, aku tidak sempat melakukannya. Semua ini karenamu!"

Untuk pertama kalinya, Raina melihat pria tegas dan dingin di depannya meneteskan air mata. Sesakit itu hatinya kehilangan perempuan yang dia cintai selama ini. Dan penyebabnya adalah Raina. Dan apa yang harus Raina lakukan saat ini? Dia tidak bisa mengubah takdir Tuhan tentang kematian seseorang.

Dalam sekejap, Marvin mengusap kasar air matanya sendiri. Mencengkram dagu Raina dengan kuat. Tatapannya berubah nyalang penuh amarah dan kebencian.

"Dan kau harus menerima semua hukuman dariku. Pernikahan ini hanya akan menjadi penjara yang menghancurkan hidupmu, selamanya!"

Marvin menghempaskan cengkraman tangannya di dagu Raina, dia mendorong kasar gadis itu dan membuka pintu mobil, lalu menarik Raina dan mendorongnya masuk dengan kasar ke dalam mobil.

Raina hanya mengusap air mata yang mengalir begitu saja. Membenarkan posisi duduknya. Menatap Marvin yang mulai mengemudi dengan wajah yang begitu dingin. Raina hanya mampu diam selama perjalanan, menatap keluar jendela dengan air mata yang diam-diam terus mengalir.

*

Byurr.. Raina langsung terengah-engah saat dalam tidurnya seseorang telah menyiramkan air ke wajahnya. Dia bangun dengan seketika, membuat kepalanya terasa pusing.

"Kau pikir tinggal disini hanya untuk bersantai dan tidur sepuasnya, hah? Cepat bersihkan kamar mandi di kamarku, harus bersih dan cuci sepatuku juga!"

Raina tidak membantah apapun, dia hanya mengangguk. Mengusap wajahnya yang masih sedikit tersisa air. Marvin menarik rambutnya dengan kasar keluar kamar, membuat Raina mengaduh kesakitan.

"Awhh.. Sakit Kak"

"Kau lambat sekali, aku akan pergi bekerja sebentar lagi, dan semuanya sudah harus selesai sebelum aku mandi"

"I-iya Kak, tapi lepaskan dulu rambutku. Sakit" Rasanya kulit kepala akan terlepas dari tempatnya karena cengkraman kuat Marvin.

Untuk pertama kalinya Raina masuk ke dalam kamar pria yang menjadi suaminya. Ketika pintu terbuka hal yang pertama kali Raina lihat adalah foto prewedding Kak Amira dan Marvin disana. Melihat senyuman Marvin dan tatapannya yang penuh cinta pada Amira, membuat Raina semakin sadar jika cinta Marvin begitu besar pada Amira.

"Kau malah berdiri disana!"

"I-iya Kak"

Mendengar suara teriakan Marvin membuat Raian langsung bergetar ketakutan. Ini seperti bayangan masa kecil yang tidak akan pernah bisa dia lupakan.

Raina membersihkan seluruh kamar mandi di kamar Marvin ini. Kamar mandi yang luas ini dia bersihkan dengan cepat karena Marvin yang akan segera mandi dan bersiap untuk pergi bekerja.

Setelah semuanya siap, dia juga menyiapkan air hangat di bak mandi dan juga peralatan mandi lainnya.

"Semuanya sudah selesai Kak"

Marvin tidak menjawab, dia mendorong keluar tubuh Raina sampai gadis itu terjatuh di lantai. Raina hanya menghela napas dengan menahan air mata yang hampir mengalir.

"Ini bukan pertama kalinya kau mendapatkan kekerasan seperti ini, Ra. Semuanya pasti bisa kamu lewati"

Bersambung

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!