Bianca Kingston, sosok perempuan yang nyaris sempurna, cantik, kaya, memiliki pengaruh yang besar, baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah. Ahli senjata dan juga beladiri.
Perempuan sesempurna itu harus merenggang nyawa di tangan rival bisnis nya, satu-satunya orang yang berani mengancam kelemahan nya, menggunakan anak-anak asuhnya.
Kematian nya, meninggalkan duka mendalam di hati kelurga Kingston dan semua orang terdekat nya, tapi takdir berkata lain, jiwa Bianca terlempar ke dunia yang sangat jauh berbeda dengan dunia nya.
Bianca terbangun di tubuh Putri Jasmine Harper, Putri terasing, yang hidup dalam kesendirian. Namun kejutan belum berakhir.
"Dua Minggu lagi, pernikahan Anda dengan Duke Lucas akan digelar!"
Bagaimana seorang Bianca Kingston yang biasa memimpin sebuah organisasi, harus menjalani hidup baru nya yang sangat jauh berbeda dari kehidupan nya dulu?
Dan siapa Duke Lucas, calon suaminya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECERDASAN JASMINE
Duke Lucas sedang duduk di balik meja kerja nya, dikelilingi gulungan peta dan laporan yang membuat kepalanya semakin pusing, dia frustrasi, masalah Desa B sudah berlarut-larut, dan dia tidak bisa menemukan celah dalam laporan insinyur.
Di tambah pikiran nya, sedang memikirkan makanan istri nya, yang tidak bisa memakan makanan biasa.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang kerja Duke Lucas di ketuk, membuat pria itu menghela nafas nya panjang, entah siapa yang datang, mungkin Ethan, pikir Duke Lucas memijit pelipisnya.
"Masuk," ucap Lucas datar.
Ceklekk.
Jasmine masuk, membawa nampan kecil berisi teko teh dan cangkir, dia datang bersama oleh Luna yang membawa tumpukan dokumen.
"Jasmine..." gumam Duke Lucas lirih, melihat istri nya yang datang.
"Saya dengar Anda butuh teh," ucap Jasmine lembut, meletakkan nampan nya di sudut meja.
Tak
"Saya meminta Ethan untuk membawakan semua dokumen ini juga, Saya ingin melihatnya," lanjut Jessica, mengambil dokumen itu dari Luna.
Duke Lucas mengangkat sebelah alisnya, ekspresinya tidak terbaca.
"Melihatnya? Ini masalah militer dan teknik, Jasmine," ucap Duke Lucas, menjaga nada suaranya agar tidak kelepasan.
"Tidak, Duke, ini adalah masalah rakyat Anda," ucap Jasmine, tatapannya lembut tapi penuh ketegasan.
"Dan sekarang, mereka adalah rakyat ku juga, aku hanya ingin sedikit membantu," lanjut Jasmine, menatap wajah lelah suami nya.
"Saya tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan Anda dengan Ethan, masalah B yang sedang terkena banjir, Desa B terancam, dan Anda tidak ingin merelokasi mereka," ucap Jessica, jujur apa adanya.
Duke Lucas menatap Jasmine lama sekali, berusaha mencari motif tersembunyi, tapi yang dia temukan hanyalah ketulusan dan tekad.
"Silakan, Duke, minumlah teh Anda dulu. Biarkan saya melihat peta topografi ini," kata Jasmine, tanpa menunggu izin dari Duke Lucas.
Jasmine menarik kursi kosong, dan tanpa ragu, dia langsung membentangkan peta besar Desa B di atas meja, seperti yang dia lakukan tadi di kamar nya.
Sementara Duke Lucas, dia hanya bisa diam, terkejut melihat keberanian istrinya, namun rasa lelah membuatnya membiarkan Jasmine, dia ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh istri nakalnya itu.
"Lihat, Duke, masalahnya bukan pada bendungan itu sendiri, tetapi pada penempatan bendungan sepuluh tahun yang lalu," ucap Jasmine mencondongkan tubuh di atas peta, dengan pena bulu di tangannya.
Mendengar ucapan istri nya, Duke Lucas sedikit bergeser, pandangannya tertarik pada peta yang sudah ratusan kali Duke Lucas buka hari ini, hanya untuk mencari solusi tapi masih buntu sampai saat ini.
"Menurut peta ini, bendungan dibangun di tikungan sungai yang tajam, benar?" tanya Jasmine, menunjuk dengan penanya.
Naluri Duke Lucas, mengangguk kan kepala nya, memang benar apa yang dikatakan oleh Jasmine.
"Ketika air mengalir dengan kecepatan tinggi, energi kinetik nya terlalu besar, dan bendungan ini hanya berfungsi sebagai penghalang keras," jelas Jasmine, tegas dan kuat.
"Ya, itu tujuan utamanya," jawab Lucas, nadanya skeptis.
"Itu kesalahan, Duke," ucap Jasmine, menggeleng kan kepala nya tegas.
"Apa maksud mu?" tanya Duke Lucas, dingin.
"Saat air menghantam bendungan di tikungan ini, tekanan air tidak hanya terhenti, tetapi sebagian besarnya terpantul ke samping," jawab Jasmine, menjelaskan.
"Lihat! Di peta menunjukkan alur pantulan air yang baru itu persis menuju Desa B. Bendungan Anda menciptakan efek pantulan hidrolik yang salah," lanjut Jessica, menunjuk area peta desa B, bagimana yang salah.
Seketika tubuh Duke Lucas membeku, dia menunduk, ikut melihat peta yang sedang di ambil alih oleh istri nya ini, matanya yang tajam menelusuri garis yang ditunjuk Jasmine.
"Air itu malas, Duke, dia akan mencari jalan termudah, dan jika Anda memblokirnya di titik terkuat, dia akan mencari titik terlemah untuk meluap," ucap Jasmine, kembali menjelaskan, dengan suara tenang dan logis.
"Lalu, apa solusinya?" tanya Duke Lucas, suaranya kini penuh minat yang tidak terbantahkan.
Jasmine membalik peta, lalu mengambil gulungan perkamen kosong, lalu dengan lihai nya, dia mulai menggambar sketsa.
Tatapan Duke Lucas tidak lepas dari istri nya, entah berapa banyak hal yang tidak dia ketahui tentang istri nya ini.
"Solusinya bukan menghancurkan yang lama, tapi mengalihkan aliran utama sebelum mencapai tikungan berbahaya," jawab Jasmine, sambil menggambar sketsa nya.
"Kita bisa membangun sistem Spillway atau saluran pembuangan bertahap yang lebih rendah di hulu, di area yang tidak padat penduduk," ucap Jasmine, mulai kembali menjelaskan.
Hari ini Jasmine menjadi mentor dan Duke Lucas menjadi pendengar, ini adalah pemandangan langka, dimana seorang Duke Lucas Alistair yang biasanya lebih dominan, kini sedang mendengarkan penjelasan dan instruksi dari istri nya.
"Kita alihkan sekitar 30% hingga 40% air luapan ke saluran baru yang lurus dan aman," ucap Jasmine, fokus mencoret-coret di kertas kosong.
"Untuk aliran yang tersisa akan melewati Desa B dengan kecepatan dan volume yang jauh lebih rendah, cukup untuk irigasi, tetapi tidak cukup untuk banjir," lanjut Jasmine, dengan rencana yang begitu detail.
"Kita tidak merelokasi, tapi kita menenangkan sungai," ucap Jasmine menatap Duke Lucas.
Duke Lucas menatap sketsa Jasmine, lalu beralih ke mata istrinya, mata gelapnya dipenuhi kekaguman yang nyaris tidak bisa dia sembunyikan.
Setelah beberapa Minggu dia mencari solusi dari masalah banjir yang menimpa Desa B, hari ini akhirnya semua masalah itu terpecahkan, ide dari istri nya adalah solusi yang sederhana, logis, dan elegan, sesuatu yang luput dari pandangan dirinya yang hanya fokus pada perbaikan bendungan lama.
"Bagaimana kamu bisa tahu ini?" tanya Duke Lucas, menatap Jasmine, lekat.
Jasmine hanya dan dan tersenyum misterius, senyum khas Bianca Kingston yang menyimpan pengetahuan yang melampaui zaman.
"Saya menghabiskan banyak waktu untuk membaca buk, saat berada di pengasingan Duk, dan Saya hanya melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda," jawab Jasmine, beralasan.
Duke Lucas bangkit dari kursinya, lalu dia berjalan ke jendela, dan kembali menatap Jasmine dengan pandangan baru, pandangan yang melihatnya bukan hanya sebagai seorang istri atau Putri, tetapi sebagai seorang partner yang cerdas.
"Panggil Ethan! Suruh dia kemarin!" perintah Lucas dengan suara lantang, mendobrak topeng kebekuannya.
"Segera, Yang Mulia," sahut Luna, bergegas.
Sedari tadi Luna memang ada di sana, berdiri diam tanpa menganggu Jasmine.
"Jika ini berhasil, Jasmine, itu artinya kamu baru saja menyelamatkan ribuan orang dan menjaga Desa B tetap berdiri," ucap Duke Lucas mencondongkan tubuh ke arah Jasmine.
"Kita akan menyelesaikannya bersama, Duke," jawab Jasmine, tersenyum samar.
Duke Lucas, Jenderal yang paling dingin, tidak bisa menahan rasa hangat yang aneh, dia kembali dikalahkan oleh istrinya, kali ini bukan karena rayuan, melainkan karena kecerdasan.
Jasmine gitu loh... 🤣