NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat belas

"Pak, tadi ada telpon dari Dudung.." seru bu Ratna saat melihat suaminya datang.

Deg...

Pak Agus terdiam dengan perasaan berdebar ketika mendengar istrinya menyebut nama Dudung.

"Te-terus ibu angkat?" tanya pak Agus dengan perasaan was-was sambil memeriksa handphonenya.

Bu Ratna terheran-heran melihat respon suaminya yang terlihat gelisah.

"Gak, keburu mati."

Huft...

Tanpa sadar pak Agus menarik nafas lega karna istrinya tak mengangkat telponnya.

"Bapak kenapa sih? Kok aneh gitu? Bapak mau ngapain kerumah pak Dudung?" Tanya bu Ratna lagi.

"Bapak gak kenapa-kenapa, si Dudung minta tolong bapak buat periksa televisi nya, katanya gak mau hidup." jawab pak Agus berusaha untuk tenang.

"Memangnya bapak bisa benerin TV rusak?"

"Y-yaa, kan mau dicoba dulu bu. Siapa tau bapak bisa benerin."

"Tapi kenapa pak Dudung kirim pesannya pake panggilan akang adek?" Tanya bu Ratna menyorot tajam pada pak Agus.

"O-oh.. Mu-mungkin si Dudung lagi iseng aja buk. Ibu kan tahu kalau si Dudung kadang rada-rada orangnya."

"Bapak jangan macam-macam ya..! Inget bapak itu udah tua!" ujar bu Ratna. Ia jadi sedikit curiga dengan pesan itu, apalagi melihat suaminya yang terlihat gelisah.

"Ibu ngomong apa, mana berani bapak macam-macam. Nanti bapak tegur si Dudung supaya gak kirim pesan yang aneh-aneh lagi." ucap pak Agus.

"Eh, Fira? Vinna? Ini beneran kalian?" seru seorang wanita menghampiri meja dimana tempat Shafira dan Vinna berada.

Saat ini keduanya sedang makan direstaurant setelah puas berkeliling memutari seisi mall.

"Lho, Nita?" pekik keduanya bersamaan sambil berdiri. Mereka pun berpelukan layaknya teletubbies.

"Aaa... Kangen banget, akhirnya ketemu lagi sama kalian berdua." ucap Nita setelah mereka menyudahi acara pelukan.

"Ah, lu sih tau-tau ngilang aja, kayak ditelan bumi." sahut Vinna.

"Ho'oh.. setelah lulus langsung ngilang gak ada kabar, sombong." ucap Shafira mencebik.

"Aduh.. Jangan merajuk dong..! Kalian kan tahu kalau setelah lulus gue langsung nikah, trus ikut suami pindah ke Jogja. Waktu itu handphone gue juga rusak, makanya nomor kalian pada hilang."

Nita juga merupakan sahabat dari Shafira dan Vinna. Dari zaman SMP sampai SMA mereka selalu bersama, bahkan kelas mereka pun tidak pernah pisah. Tapi setelah lulus SMA, Nita langsung menikah dengan kekasihnya dan ikut suaminya pindah ke Jogja.

"Trus rencananya lu lagi pulang kampung nih?" Tanya Shafira.

"Ya balik kampung, tapi gue gak akan balik lagi ke Jogja." ujar Nita.

"Lu pindah?" Tanya Vinna

Nita mengangguk.

"Gue udah cerai sama laki gue." ucap Nita

"HAH? hahaha.." Shafira dan Vinna malah kompak tertawa, membuat Nita melongo.

"Lu gini amat bercandanya." uca Shafira disela tawanya sambil menggeplak lengan Nita.

"Iya, kita gak mempan diprank sama lu." sambung Vinna yang juga masih tertawa.

"Ya elah, masak gue bercanda masalah ginian, mentang-mentang dulu gue sering ngeprank kalian. Gue serius, gue udah cerita sama laki gue!" ujar Nita yang mulai kesal.

Membuat Shafira dan Vinna menghentikan tawanya, dan menatap pada Nita yang terlihat serius.

"Eh, lu gak lagi bercanda kan?" Tanya Vinna.

"Kagak..!" sugut Nita.

"Gimana ceritanya lu bisa sampai jadi janda gini?" Tanya Vinna lagi.

"Ya ceritanya panjang, kalau gue cerita bisa sampe berminggu-minggu baru kelar."

"Ya intinya aja markonah!" sahut Shafira yang juga kesal.

"Jadi cerinya... gue pesen makan dulu deh, laper!" ucap Nita tertawa melihat muka kesal kedua sahabatnya.

"Aissh.. gue tempeleng juga lu, kita udah serius ini." ujar Vinna yang sudah serius ingin mendengar cerita sahabatnya yang sudah lama hilang ini.

"Hehehe.. Abisnya kalian gak ada inisiatif nawarin gue buat makan." ucap Nita cengengesan.

"Gue isi tenaga dulu bentar, biar gue ceritanya semangat." ucapnya lagi.

Membuat Shafira Vinna mendengus karna sudah penasaran dengan cerita Nita.

"Serius?" ucap Shafira Vinna secara bersamaan membuat Nita memutar bola matanya melihat kekompoknya kedua sahabatnya itu.

"Jangan kenceng-kenceng markonah! gak lihat orang-orang jadi pada ngeliatin kita." ujar Nita gemas.

Akibat suara keduanya yang separuh berteriak, membuat pengunjung lain menatap kearah mereka.

Setelah menghabiskan makanannya, Nita pun menceritakan kenapa ia bisa sampai bercerai dengan suaminya. Itupun ia harus makan makanannya separuh dikunyah karna kedua sahabatnya tidak sabaran.

"Iya, sorry deh. Gue gak nyangka aja kalau lu cerai karna mantan suami lu nikah diam-diam."

"Iya, kenapa nasib kita sama gini." celetuk Shafira.

"Maksud lu?" Tanya Nita

"Oh iya, lu juga kan calon janda ya." canda Vinna sambil nyengir.

"Calon janda gimana?" Tanya Nita penasaran.

"Ya kita sama, gue juga sebentar lagi mau pisah sama mas Aris. Ya itu, laki gue juga selingkuh dan bentar lagi mau nikah diam-diam. Tapi untungnya gue pinter, jadi gue tau kalau mas Aris punya selingkuhan." ujar Shafira.

"Astaga.. Yang sabar besti, ada gue juga sekarang, jadi lu gak sendirian. Terus kapan lu mau gugat cerai suami lu?"

"Tunggu mereka nikah dulu, nanti gue mau ambil foto mereka waktu menikah sebagai bukti."

jawab Shafira.

"Lu jangan sedih, apalagi nanti sampai depresi. Laki-laki tukang selingkuh gak pantes punya istri solehah seperti kita." ucap Nita sambil memeluk Shafira.

"Siapa juga yang sedih sampai harus depresi segala. Gak ya! itu tuh gak berlaku buat gue. Rugi mikirin laki cap dugong begitu." sewot Shafira.

"Awal-awal juga lu mewek lihat si Aris jalan sama tuh pelakor." ujar Vinna mengejek.

"Ya wajar lah, gue juga kaget waktu pertama kali liat mas Aris jalan sama perempuan sambil rangkul-rangkulan. Tapi sekarang gue udah bahagia karna sebentar lagi bakalan bebas dari keluarga toxic itu." ujar Shafira.

"Trus sekarang lu kerja atau gimana?" tanya Vinna.

Nita. "Gue sekarang kerja dipabrik konveksi." ucap

"Lho, mas Aris juga kerja dipabrik konveksi." seru Shafira.

"Ini Aris yang mana? Soalnya setahu gue yang namanya Aris dikantor ada dua." ucap Nita.

"Aris Permana, kalau gak salah dia kerja dibagian pengawas." jawab Shafira.

"Hah..? Jadi pak Aris Permana itu suami lu Fir?" Tanya Nita terkejut.

Membuat Shafira mengangguk.

"Bagian kepala pengawas?"

Lagi-lagi Shafira mengangguk.

"Apa... Selingkuhan suami lu namanya Fela?" lirih Nita Hati-hati.

"Kok lu tahu?" Tanya Shafira.

"Fix sih ini, kalau mereka emang pasangan selingkuhan!" geram Nita.

"Ya gimana gak tau, setiap hari mereka selalu nempel, dikantor mereka udah jadi bahan gosip, banyak yang gosipin kalau mereka itu punya hubungan.

Tapi mereka pinter ngeles, mereka bilang kalau mereka itu sepupuan, jadi wajar kalau selalu pergi berdua. Kalau gue sih gak percaya ya kalau mereka itu sepupuan, soalnya gue udah pernah denger mereka bahas-bahas pernikahan gitu, malahan gue rekam tuh.

Niatnya gue mau laporin mereka ke bos, karna kan dikantor dilarang keras karyawan yang sudah menikah punya hubungan gelap sama karyawan yang lain.

Gue juga gedeg sama itu cewek, sombong banget mentang-mentang deket sama atasan merangkap selingkuhan." ujar Nita menggebu-gebu.

"Lu bener punya video mereka? Mana? gue minta, buat tambahin bukti perselingkuhan mas Aris nanti di pengadilan."

"Eh iya, nanti gue kirimin. Untung gue pinter punya inisiatif buat rekam waktu itu." ucap Nita dengan bangga.

Setelah acara reuni dadakan, mereka pun pulang kerumah masing-masing karna sudah sore.

"Jadi kebablasan gini gue, tau-tau udah sore aja. Mudah-mudahan Mak Lampirnya lagi dikamar deh, udah capek gini malas berdebat sama Mak Lampir." gumam Shafira saat baru tiba didepan rumah.

Karna malas kena semprot ibu mertuanya karna pulang sudah sore, Shafira melipir lewat pintu belakang rumah, karna pintu belakang jarang dikunci, biasanya dikunci saat malam saja.

"Semoga pintu belakang gak dikunci deh." gumam Shafira sambil berjalan pelan.

Krieett...

"Alhamdulillah.. kebuka." Shafira menyembulkan kepalanya dulu sambil celingak-celinguk memastikan tidak ada orang di bagian dapur. Setelah dirasa aman, Shafira mulai mengendap-ngendap berjalan ke arah kamarnya.

"Huft... berasa jadi maling aja gue." Shafira cekikikan sendiri mengingat tingkah konyolnya.

"Adek jangan telpon akang duluan dong, nanti akang aja yang telpon. Hampir aja istri akang yang angkat telponnya." ucap pak Agus yang saat ini sedang berada dirumah Siska.

"Habisnya kalau nungguin akang yang telpon duluan, lama..! Adek kan kangen sama akang, emangnya akang gak kangen gitu?" ucap Siska sambil mengerucutkan bibirnya.

"Ya akang kangen, tapi kan kalau ketahuan sama istri akang bisa bahaya. Akang bisa diamuk sama istri akang." ujar pak Agus membelai pipi mulus Siska.

"Ya udah, adek gak akan telpon akang duluan. Tapi akang cepetan dong nikahin adek. Keburu perut adek makin besar, nanti apa kata tetangga kalau tahu adek hamil tapi gak punya suami." ucap Siska sambil membelai perutnya yang sedikit membuncit.

Saat ini Siska sedang mengandung anak pak Agus, usia kehamilannya sudah memasuki umur tiga bulan. Walaupun pak Agus sudah tua, nyatanya pak Agus masih bisa membuat Siska hamil, itu karna Siska sendiri masih muda, umurnya juga masih tiga puluh tahun.

"Ya nanti akang pasti nikahin adek." pak Agus ikut membelai perut Siska.

"Adek mau kita menikah bulan ini ya kang." ucap Siska.

"Emm..." pak Agus mengangguk ragu-ragu.

"Lu kesambet apa sih Ken dari kemarin gak fokus gitu, kerjaan numpuk gini gue sendiri yang kerjain. Biasanya juga lu paling anti nunda-nunda pekerjaan." gerutu Satria.

"Gue lagi males, lu kan sekretaris gue, jadi gue serahin semuanya ke elu." ucap Kenzo tersenyum mengejek.

Membuat Satria mendengus.

Satria adalah sahabat dari Kenzo dari zaman orok, karna kedua orang tua mereka juga bersahabat. Mereka selalu pergi bersama, dimana ada Kenzo disitu pasti ada Satria, begitu pun sebaliknya. Banyak yang mengira kalau mereka pasangan homo karna kemana-mana selalu berdua, apalagi keduanya masih jomblo dan tidak pernah terlihat mengandeng perempuan.

Satria juga merangkap sebagai sekretaris dari Kenzo. Kenzo sendiri merupakan seorang CEO dan pemilik dari sebuah perusahaan besar. Karna keduanya sudah seperti saudara, maka mereka menggunakan bahasa santai, tidak seperti layaknya seorang atasan dan bawahan. Tapi kalau sudah dalam lingkungan perusahaan, maka beda lagi.

Mereka akan menggunakan bahasa yang formal.

"Kayaknya gue lagi suka sama perempuan."

celetuk Kenzo tiba-tiba membuat Satria terkejut.

"What..? seorang Kenzo suka sama perempuan?" pekik Satria.

Membuat Kenzo mendengus.

"Biasa aja kali, gak usah heran gitu. Gue ini pria normal, wajar kan suka sama perempuan." sewot Kenzo.

"Alhamdulillah... Akhirnya gue bisa lepas dari tuduhan orang kalau gue bukan homo." ucap Satria. Membuat keduanya bergidik. Pasalnya bukan hanya orang lain saja yang mengira keduanya pasangan homo, tapi keluargnya pun mengira mereka homo karna tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan.

"Lu suka sama si Angel?" tanya Satria.

"Najis.." ucap Kenzo bergidik.

"Terus siapa?" Tanya Satria lagi.

"Kagak tahu." sahut Kenzo santai.

Membuat Satria menganga...

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!