NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Lucu rasanya ketika aku mengatakan bahwa aku tak menginginkan kamu lagi,padahal setiap malam namamu selalu diskusikan "

 

DI LABORATORIUM KIMIA

Sinar matahari pagi menerangi laboratorium kimia yang rapi dan terawat. Siswa-siswi kelas XI IPS 2 sedang berkumpul untuk mengikuti pelajaran kimia yang akan diajarkan oleh Bu Siti, guru kimia yang dikenal dengan keseriusannya.

Elona duduk di meja praktikum bersama Dimas, sedang menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan hari ini. Mereka berbicara dengan suara rendah tentang langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan, sambil terkadang tertawa kecil karena candaan yang keluar dari mulut Dimas.

Tiba-tiba, Zayla mendekat dengan langkah yang tegas dan berdiri tepat di depan meja Elona. Wajahnya tampak sangat serius bahkan sedikit marah, berbeda dengan sikapnya yang biasanya ramah dan ceria.

“Elona, aku ingin bicara denganmu sekarang juga,” ujar Zayla dengan suara yang cukup keras, membuat beberapa siswa di sekitar mereka menoleh dengan rasa penasaran.

Elona terkejut dan melihatnya dengan ekspresi yang penuh kebingungan. “Ada apa ya Zayla? Kita sedang akan mulai pelajaran lho.”

“Biarkan saja pelajarannya nanti,” jawab Zayla dengan nada yang semakin tegas. “aku punya sesuatu yang sangat penting untuk di katakan, dan tidak bisa ditunda lagi.”

Dimas segera berdiri dengan wajah yang mulai menunjukkan ketegasan. “Zayla, kamu tidak boleh mengganggu teman sekelasmu seperti ini. Jika ada yang perlu kamu bicarakan, lakukanlah setelah pelajaran selesai.”

Namun Zayla tidak mau mendengarkan. Dia tetap berdiri di depan Elona dengan pandangan yang menyengat. “Aku tidak punya waktu untuk menunggu, Dimas. Aku harus mengatakan ini sekarang juga agar tidak ada kesalahpahaman lagi di kemudian hari.”

 

DI DEPAN SEMUA SISWA

Bu Siti yang baru saja masuk ke laboratorium melihat situasi yang sedikit tegang. Dia mendekat dengan langkah yang tenang dan menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Apa yang sedang terjadi di sini?” tanya Bu Siti dengan suara yang tenang namun penuh otoritas. “Kenapa kalian semua tidak berada di tempat masing-masing?”

Kembali ketempat kalian masing masing pelajaran akan dimulai.

Zayla hanya bisa mnghela nafas,tidak apa apa setelah pelajaran selesai ia akan berbicara dengan Elona.Pelajaran akhirnya dimulai.

Beberapa saat kemudian

bel berbunyi menandakan pelajaran telah berakhir

beberapa dari mereka berbondong-bondong keluar, begitupun juga dengan Zayla yang segera berlari untuk mengejar Elona

"Elona Tunggu Aku belum selesai berbicara denganmu"ucap Zayla

"Ada ala lagi Zayla,apa yang kamu inginkan"tanya Elona

"Inginku,kamu menjauh Dari kak Biru dan berhenti memanfaatkannya"Tegas Zayla

"Apa maksudmu,aku memanfaatkan Biru,Dari mana kamu tau,atas dasar apa kamu mengatakan hal seperti itu kamu hanya siswa baru disini Zayla,bersikaplah sewajarnya saja"Ucapa Elona

"kamu tidak perlu tau aku tau darimana,tapi mulai sekaran Aku Zayla tak akan membiarkan kamu untuk memanfaatkan kak Biru Terus mengerti"Tegas Zayla

"terserah kamu adalah orang aneh yang pernah kutemui kamu terlalu sok tau untuk ukuran anak baru"Ucap Elona segera berlalu

"Liat saja Elona cepat atau lambat kedokmu akan terbuka,wanita yang tidak tau malu,hanya bisa memanfaatkan orang lain Terik Zayla menggema di Koridor

"Orang gila,Semoga harimu senin terus"kutuk Elona

Dimas segera mengejarnya dan menyusul di koridor yang sepi. Dia menyamai langkah kainElona , mencoba untuk menenangkannya. “Jangan terlalu terpengaruh dengan kata-kata Zayla ya, Elona. Dia baru saja datang dan mungkin belum benar-benar mengenalmu dengan baik.”

Elona hanya berdehem “Tapi mengapa dia bisa mengatakan hal seperti itu padaku,Dimas? Aku tidak pernah melakukan apa-apa yang salah padanya atau siapapun juga.”

Dimas hanya bisa menepuk punggungnya dengan lembut. “Aku tidak tahu juga, Elona. Tapi yang penting adalah kamu tahu bahwa dirimu tidak seperti itu. Jangan biarkan kata-kata orang lain merusak kepercayaan dirimu sendiri.”

Sementara itu, Zayla masih berdiri di koridor dengan wajah yang penuh kesalahpahaman. Dia merasa bahwa apa yang dia lakukan adalah benar – bahwa dia sedang membantu Biru dengan menjauhkan Elona darinya.

Dia percaya bahwa semua yang dia lakukan adalah untuk kebaikan bersama – untuk membantu dirinya sendiri mendapatkan cinta Biru dan untuk membantu Luna mendapatkan keadilan yang pantas.

Di tempat yang jauh, Luna melihat semua kejadian dari kejauhan dengan senyum yang menyakitkan. Dia tahu bahwa rencananya sudah mulai berjalan dengan baik – bahwa Zayla telah menjadi pion yang sempurna untuk menghancurkan Elona dan mengambil alih hati Biru seperti yang seharusnya. Dan dia siap untuk melanjutkan rencananya hingga akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!