kekuatannya menyebabkan dia bisa mengendalikan boneka tapi semakin sering ia menggunakannya ia pun mulai di Kendalikan oleh kekuatan sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Melodi Individu dan Kehampaan Kolektif
Setelah berhasil mengintegrasikan Simfoni Data dengan Benang Pilihan, Aethelgard semakin berkembang. Kaelen dan Lyraea memimpin kerajaan menuju puncak kemakmuran dan inovensi. Ordo Penjaga Benang juga menemukan cara baru untuk mengajarkan keseimbangan antara efisiensi kolektif dan keunikan individu. Kehendak bebas tidak hanya dihormati, tetapi juga dirayakan dalam berbagai bentuk ekspresi seni, ilmu pengetahuan, dan gaya hidup.
Namun, kedamaian dan harmoni yang meluas ini secara tak terduga memunculkan tantangan baru yang lebih dalam, lebih bersifat eksistensial. Dengan segala kebutuhan terpenuhi, dan setiap benang teranyam dalam jaringan dukungan dan pemahaman yang begitu padat, beberapa individu mulai merasakan sebuah kehampaan yang aneh. Mereka merasa "terlalu terhubung," "terlalu dipahami," seolah melodi unik benang inti mereka mulai tenggelam dalam simfoni agung kolektif.
Benang-benang individu mulai merasakan keraguan yang samar: "Apa gunanya pilihan saya jika setiap jalur sudah dioptimalkan? Apa artinya menjadi unik jika semua orang akhirnya menemukan harmoni yang sama? Apakah saya benar-benar bebas, ataukah saya hanya berperan dalam anyaman yang telah sempurna?"
Kelompok-kelompok kecil individu mulai menarik diri. Mereka meninggalkan kota-kota modern, mencari tempat-tempat terpencil di mana mereka bisa "merasakan kembali" benang inti mereka yang terpisah dari anyaman kolektif. Beberapa mengembangkan bentuk meditasi ekstrem, mencoba memutuskan koneksi eterik mereka dengan Simfoni Data dan bahkan dengan Ordo Penjaga Benang. Mereka menyebut diri mereka "Para Pencari Sunyi."
Kaelen merasakan keresahan ini. "Ini seperti Mulut Jurang," katanya kepada Lyraea, "tapi bukan dari luar. Ini adalah kehampaan yang tumbuh dari dalam, dari sebuah kelebihan, bukan kekurangan."
Lyraea mengamati benang-benang Para Pencari Sunyi. "Mereka tidak ingin menghancurkan anyaman, Kakak. Mereka hanya ingin menemukan diri mereka kembali di dalamnya. Mereka takut kehilangan melodi individu mereka dalam paduan suara yang terlalu sempurna."
Ryo dan Lyra, yang dipanggil kembali ke istana, mendengarkan kekhawatiran anak-anak mereka. Ryo menghela napas, menatap boneka Elara yang selalu bersamanya. "Ini adalah konsekuensi alami dari kebebasan sejati," katanya. "Ketika semua batasan eksternal terangkat, benang inti akan mulai mencari batasan internalnya sendiri, mencari definisi uniknya."
Lyra menambahkan, "Anyaman memang menyediakan dukungan, tapi ia tidak boleh menjadi definisi bagi individu. Setiap benang harus tahu mengapa ia beranyam, dan mengapa ia memilih untuk tetap menjadi bagian dari simfoni."
Para Pencari Sunyi mulai menarik perhatian publik. Beberapa dari mereka, dalam pencarian mereka yang ekstrem, mulai melukai diri sendiri atau menjadi apatis terhadap kehidupan. Ini mengkhawatirkan masyarakat, yang mulai mempertanyakan apakah Kehendak Bebas yang begitu diagungkan justru membawa pada kehampaan.
Darian, sang pencipta Simfoni Data, merasa putus asa. "Simfoni Data kami dirancang untuk membawa kebahagiaan! Bagaimana mungkin ini justru menciptakan penderitaan yang baru?"
Kaelen tahu ia harus bertindak. Ini bukan lagi tentang menyeimbangkan teknologi, tetapi tentang menemukan kembali makna eksistensi individu dalam sebuah dunia yang terlalu terhubung.
"Kita perlu sebuah 'Benang Definisi'," Kaelen mengumumkan kepada dewan. "Sebuah cara untuk membantu setiap individu menemukan dan merayakan melodi unik mereka, tanpa harus memutuskan diri dari simfoni. Sebuah cara untuk menegaskan identitas diri dalam anyaman yang agung."
Lyraea memimpin Ordo Penjaga Benang untuk mempelajari metode Para Pencari Sunyi, bukan untuk menghentikan mereka, tetapi untuk memahami mereka. Ia menemukan bahwa banyak dari mereka yang menemukan kedamaian sejati, meskipun dalam isolasi, telah menemukan cara untuk meresapi Benang Asal dengan pemahaman diri yang lebih dalam.
"Mereka mencari 'resonansi inti'," Lyraea menjelaskan. "Sebuah getaran yang hanya bisa diciptakan oleh benang mereka sendiri, tanpa pengaruh dari luar."
Ryo, dengan pengalaman pribadinya dalam pengasingan dan pencarian jati diri, memahami apa yang mereka cari. Ia ingat bagaimana ia harus kehilangan Elara, kehilangan segalanya, untuk akhirnya menemukan kembali benang intinya sendiri.
"Setiap benang harus mengalami 'ruang kosong' mereka sendiri," Ryo menyatakan. "Bukan kehampaan yang melahap, bukan pula isolasi yang memutus, melainkan ruang kosong di mana melodi sejati benang inti dapat bergema tanpa gangguan dari simfoni yang lebih besar."
Kaelen, Lyraea, Ryo, dan Lyra merancang sebuah inisiatif baru yang disebut "Proyek Benang Inti." Ini adalah program sukarela yang menyediakan "ruang kosong" bagi individu. Bukan pengasingan, melainkan sebuah retret yang dirancang secara khusus, di mana individu dapat memutuskan sementara koneksi eterik mereka dengan Simfoni Data dan Ordo Penjaga Benang. Di tempat ini, mereka akan dipandu melalui meditasi mendalam dan latihan refleksi diri, untuk menemukan kembali melodi unik benang inti mereka sendiri.
Proyek Benang Inti itu bukanlah tentang menghilangkan kehampaan, tetapi tentang memeluknya sebagai ruang untuk pertumbuhan. Ia mengajarkan bahwa kehampaan kolektif dapat diisi dengan melodi individu, bahwa kebebasan sejati terletak pada kemampuan untuk beranyam dan tidak beranyam, sesuai dengan pilihan diri.
Para Pencari Sunyi, yang tadinya menolak semua intervensi, perlahan mulai tertarik dengan Proyek Benang Inti. Mereka melihatnya sebagai sebuah pengakuan, sebuah validasi atas pencarian mereka. Banyak dari mereka yang ikut serta, dan setelah beberapa waktu, mereka kembali ke masyarakat, bukan lagi dengan kehampaan, melainkan dengan melodi individu yang lebih kuat dan jelas. Mereka kini dapat beranyam ke dalam simfoni kolektif, tetapi tanpa kehilangan diri mereka sendiri.
Kaelen dan Lyraea telah menemukan cara untuk menyeimbangkan kebutuhan kolektif dengan kebutuhan individu. Mereka telah mengajarkan bahwa kehendak bebas tidak hanya tentang pilihan eksternal, tetapi juga tentang definisi diri internal. Aethelgard sekali lagi menunjukkan bahwa tantangan baru selalu membawa pada pemahaman yang lebih dalam tentang anyaman kehidupan, dan bagaimana setiap benang, dalam keunikan mereka, adalah bagian tak terpisahkan dari simfoni yang agung.