NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Tamat
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 : Wu Lian

​Wu Lian melangkah maju, setiap derap sepatunya di lantai dapur yang terbuat dari batu seolah memberikan tekanan yang berat bagi siapa saja di sana. Kecuali untuk Xu Qinqin. Wanita itu justru dengan santai mematikan api tungku dan memindahkan tumisan daging aromatiknya ke atas piring porselen putih.

​"Kau bicara apa tadi?" suara Wu Lian merendah, sebuah tanda peringatan bahwa amarahnya sedang di ujung tanduk.

​Qinqin mengabaikan aura membunuh itu. Ia justru sibuk menata irisan daun bawang di atas daging agar terlihat lebih menggugah selera. Setelah merasa penataannya cukup sempurna, ia menoleh dan menatap suaminya dengan berani.

​"Telingamu bermasalah ya? Padahal masih muda," sahut Qinqin sambil membersihkan tangannya dengan kain bersih. "Aku bilang, duduk dan makan. Kau baru pulang dari perbatasan, kan? Wajahmu itu sudah seperti mayat hidup karena kurang nutrisi." Cerocos wanita itu. Wu Lian memang baru pulan dari perbatasan pada tiga hari yang lalu. Perayaan besar-besaran diadakan, entah di dalam Istana kaisar ataupun di Kediaman Jenderal Wu Lian sendiri. Jenderal tentu tak memperdulikan istri nya. Ia serahkan urusan atas Xu Qinqin pada ibu nya.

​"Xu Qinqin!" Wu Lian menyambar pergelangan tangan istrinya, menariknya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa inci. Mata gelap pria itu berkilat penuh ancaman. "Siapa yang memberimu keberanian untuk bersikap kurang ajar di depanku?"

​Bukannya gemetar seperti Xu Qinqin yang dulu, wanita itu malah memiringkan kepalanya. Ia memperhatikan wajah Wu Lian dari jarak dekat. Memang benar, pria ini memiliki ketampanan yang sangat mahal, namun sayangnya terlalu kaku.

​"Keberanian? Hmm, mungkin karena aku lapar?" Qinqin menjawab enteng. Ia mencoba melepaskan tangannya, namun cengkeraman Wu Lian terlalu kuat. "Lepaskan dulu. Kau menyakiti aset berhargaku. Kalau tanganku lecet, siapa yang mau masak enak untukmu nanti?"

​"Aku tidak butuh masakanmu. Aku ingin penjelasan kenapa kau keluar dari gudang tanpa izin Ibunda," geram Wu Lian.

​Qinqin mendengus, tawa remeh keluar dari bibirnya. "Gudang itu pengap, kotor, dan tidak manusiawi. Kalau kau ingin istrimu mati membusuk di sana, katakan saja langsung. Tidak perlu pakai drama hukuman lewat Ibu mertua segala. Sangat tidak elegan untuk pria berpangkat Jenderal."

​Rahang Wu Lian mengeras hingga urat-urat di lehernya terlihat jelas. Seluruh orang di dapur menahan napas, yakin bahwa kepala Xu Qinqin akan segera terpisah dari tubuhnya. Namun, Wu Lian justru terdiam sesaat, terpaku melihat tatapan mata Qinqin yang begitu jernih dan penuh percaya diri---sesuatu yang belum pernah ia lihat selama setahun pernikahan mereka.

​"Kau berubah," desis Wu Lian akhirnya, perlahan melepaskan cengkeramannya.

​"Ya, anggap saja aku baru saja mendapatkan pencerahan setelah hampir mati karena lapar," balas Qinqin sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah. Ia kemudian mendorong piring berisi daging itu ke arah Wu Lian.

​"Makanlah. Aku tidak meracuninya. Kalau kau mati, statusku jadi janda, dan itu kedengarannya terlalu merepotkan untuk saat ini."

​Wu Lian menatap piring itu, lalu beralih ke istrinya yang kini sudah duduk dengan santai di kursi kayu sambil mulai menyuap nasi ke mulutnya sendiri tanpa beban. Benar-benar tidak ada sisa-sisa Xu Qinqin yang lemah dan penurut di hadapannya sekarang.

​"Setelah ini, ikut aku ke ruang kerja. Ada banyak hal yang harus kau jelaskan," ujar Wu Lian dingin sebelum berbalik pergi tanpa menyentuh makanan itu, meski dalam hati ia mengakui aroma masakan Qinqin jauh lebih menggoda daripada masakan koki istana sekalipun.

​Qinqin hanya mengangkat bahu acuh. "Terserah. Yang penting aku kenyang dulu!"

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
Andi Ilma Apriani
sangaattt bagus
ANWi/Berly Re: makasi kak andi iilma apriani~❤️
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
bagus bangeeett thoorr ceritax tidak bertele2
Andi Ilma Apriani
hadiirr
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
jadi perempuan licik jelas salah giliran jadi penurut pendiam malah ditindas
dan diabaikan🥹
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Risna Udi
suka banget Thor ceritanya, semangat terus dan sehat selalu. ditunggu karya othor selanjutnya
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak Risna Udi~❤️
total 1 replies
Mydar Diamond
Thor apakah ini sudah tamat..apa pun jalan ceritanya menarik dan ada penamatnya selanjutnya Sambung ke karya baru yang sekarg promo nampaknya agak menarik juga
ANWi/Berly Re: sudah tamat ya ka~ makasih udah mampir kak~❤️
total 1 replies
Anisa Tanjung
keyen qinqin😍😍
ANWi/Berly Re: hehe~🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis dg konflik ringan
ANWi/Berly Re: makasi kak❤️
total 1 replies
sahabat pena
huhuhu happy ending.. 🥰🥰🥰ayo dong kak..cerita penata rias artis di up yg byk
sahabat pena: sama-sama kak
total 2 replies
Dede Dedeh
lagi dong....
ANWi/Berly Re: siap kak , bntr lg tamat nih....❤️
total 1 replies
Nanang Kukun
aku tetap menunggumu
ANWi/Berly Re: makasi kak~🤗
total 1 replies
Dede Dedeh
lanjut....... makin rame nih
ANWi/Berly Re: makasi kak~❤️
total 1 replies
sahabat pena
syukur lah jendral jujur menceritakan silsilah keluarga nya.. jd skrg hrs kompak sebagai partner jg pasangan... semangat
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
lin sya
mkin seru aj alurnya dan bikin penasaran cerita slnjutnya smga ttp seru dibacanya ya thor 👍
ANWi/Berly Re: amin makasi kak lin sya~ ❤️
total 1 replies
xiaoyu
ok thoor
ANWi/Berly Re: makasi kak udah mampir ~❤️
total 1 replies
lin sya
penasaran siapa org tua kandung wu lian knp smpai dibuang? tp walaupun nyonya wu menjadikan ia pion dan mendidik keras seenggaknya wu lian tumbuh jd pria tangguh dan gk bodoh2 amat, buktinya bsa nyembunyiin anak kndung nyonya wu suatu saat bsa jdi bumerang buat kluarga wu klo seandainya wu lian dan istrinya terdesak😄
sahabat pena
sakit hati, sedih, marah pasti nya hati jendral dgn kenyataan pahit.
ANWi/Berly Re: setuju kak~
total 1 replies
Dede Dedeh
lagiiii. dong........ qinqin aku padamu/Drool/
ANWi/Berly Re: makasi dah mampir kak~❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!