NovelToon NovelToon
Dokter Cantik Milik Mafia Kejam

Dokter Cantik Milik Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Tessa Amelia Wahyudi

Clara, seorang dokter cantik yang bertugas di sebuah rumah sakit swasta harus menghadapi seorang pasien yang sangat menyebalkan.

Pasien ini membuat keributan di ruangannya pasca siuman setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian jaringan hatinya yang rusak.

Robert Kingston seorang mafia kejam yang tiba-tiba harus berhadapan dengan seorang dokter yang sama sekali tidak takut dengannya.

Bahkan dokter perempuan itu berani mendebatnya dan sampai memukul lengannya saat wanita itu ingin mengganti perban bekas luka operasinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DCMMK. 29

Clara merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi pada mereka tadi. Apalagi saat dia melihat bahwa Robert sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Jadi wajar saja jika laki-laki itu marah dan pergi meninggalkannya. Maka dari itu dia berusaha untuk membujuk suaminya.

Saat Clara keluar dari dalam kamarnya, dia tidak mendapati di mana keberadaan suaminya. Tapi, ada seorang wanita yang berada di villa mereka saat ini dan dia bertanya padanya. "Apa kamu melihat suamiku?" tanya Clara pada wanita itu yang langsung terkejut ketika melihat keberadaannya.

"Astaga, nona. Maaf, maafkan saya karena telah mengganggu istirahat, nona." ucapnya yang merasa bersalah dengan semua ini.

Dia berpikir bahwa dia telah mengganggu istirahat istri dari bos besar. Makan Dia meminta maaf daripada semuanya berujung petaka jika sampai Robert mengetahui apa yang terjadi saat ini.

"Tidak, bukan begitu. Aku bertanya apa kamu melihat suamiku? aku mencari keberadaannya saat ini." kata Clara karena dia memang mencari keberadaan suaminya. Bukan karena diganggu oleh wanita itu yang sedang membersihkan villa mereka.

"Tapi tunggu dulu, kenapa kamu kerja malam-malam seperti ini? seharusnya kamu sudah istirahat." lanjutnya lagi karena dia merasa ini sudah keterlaluan Dan ini juga sudah masuk jam istirahat.

"Tidak apa-apa nona. Saya memang ditugaskan tuan Robert untuk mengurus villa ini. Jadi saya sudah biasa melakukan. Senang berkenalan dengan anda, nona." sapa pelayan tersebut dengan penuh hormat padanya.

"Ah, hentikan ini. Tidak perlu menunjukkan kepalamu sampai seperti itu. Sekarang katakan di mana keberadaan suamiku? apa kamu melihatnya?" tanya Clara lagi.

"Tadi tuan Robert keluar, nona. Mungkin pergi ke bibir pantai." ujar pelayan tersebut.

Setelah mengetahui keberadaan suaminya, Clara pun mengucapkan terima kasih sebelum dia pergi meninggalkan pelayan tersebut. "Terima kasih-"

"Diara, Nona." ucapnya yang Clara tersenyum.

Buru-buru dia pergi ke luar dan mencari keberadaan suaminya. Tapi ada yang aneh di sini. Kenapa dia dia melihat banyak laki-laki bertubuh besar berada di sekitarnya saat ini. Apalagi manusia botak ini. Sungguh, melihat wajahnya saja sudah benar-benar membuat Clara merasa kesal.

Bahkan ketika dia melewatinya, Clara memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat wajah menyebalkan laki-laki botak itu.

Melihat reaksi istri dari bos besarnya membuat Jimmy juga ikut merasa kesal. Apa-apaan wanita ini batinnya.

Clara menghampiri laki-laki yang sedang berdiri di bibir pantai dan membiarkan tubuh kekarnya di hempas angin malam.

"Maafkan, aku." ucap Clara Dnegan suara lembutnya sambil melingkarkan kedua tangannya di tubuh sang suami.

Robert yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari istrinya hanya bisa diam. Dia ingin melihat sejauh mana Clara berbuat.

"Aku bilang maafkan aku. Kenapa diam saja?" tanya Clara karena Robert tidak menjawab apapun yang dia katakan.

Laki-laki itu masih setia diam di seribu bahasa karena dia benar-benar ingin mengetahui apa yang akan dikatakan istrinya lagi.

"Astaga, kamu merokok? Sudah berapa kali aku katakan bahwa merokok itu tidak bagus untuk kesehatan. Ayo buang dulu. Kita harus bicara dan-uhukkk..." Clara tersedak saat bicara dengan suaminya dan itu membuat Robert langsung membuang sebatang rokok miliknya yang masih menyala.

"Apa-apaan ini? kenapa keluar tidak memakai jaket? Di luar dingin!" ucapnya dengan nada kesal ketika melihat istrinya keluar dengan pakaian tidur tipis miliknya itu.

Apalagi ketika dia menyadari bahwa di sekelilingnya terdapat beberapa orang anak buahnya dia melihat ke arah mereka saat ini. Itu artinya para anak buahnya tadi melihat penampilan istrinya yang seperti ini.

Astaga, tiba-tiba saja kepala Robert terasa mau meledak membayangkan bagaimana tatapan para anak buahnya itu melihat istrinya.

Dirinya langsung memberi kode pada anak buahnya untuk pergi meninggalkan mereka berdua di sini dan para anak buahnya juga tahu bahwa besok akan ada sesuatu yang menghampiri mereka.

"Eh, kenapa mereka pergi semua? apa mereka tidak menyukaiku?" tanya Clara ketika menyadari bahwa anak buah suaminya itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua saat dirinya datang.

"Sudah, jangan pikirkan tentang mereka. Sekarang apa yang ingin kamu katakan? kenapa memaksakan keluar malam-malam seperti ini dengan pakaian, astaga...rasanya aku ingin mencongkel kedua bola mata mereka yang telah melihatmu."

"Hah? Maksudnya bagaimana?" tanya Clara yang tidak mengerti maksud dari suaminya.

"Mana bisa mencongkel mata orang dengan begitu mudahnya. Aku saja yang dokter bedah belum pernah melakukan hal itu. Lalu bagaimana dengan kamu? Memegang pisau bedah saja tidak pernah." ucapnya yang seperti meremehkan suaminya.

Clara tidak tahu jika suaminya ini adalah sosok yang sangat bahaya di dunia gelap. Jangankan pisau bedah, dia bahkan pernah melakukan sesuatu yang lebih dari itu.

"Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Sekarang kenapa keluar malam-malam seperti ini? Seharusnya kamu sudah tidur."

"Hey! Mana bisa aku tidur di saat aku mengetahui jika suamiku sedang marah. Bahkan tadi kamu pergi meninggalkanku begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi. Lalu kamu berpikir aku bisa tidur?" jawabnya dengan nada kesal karena Robert.

"Siapa yang tidak marah? Aku bahkan rasanya ingin menenggelamkan orang yang menghubungimu itu. Apa dia tidak tau jika ini sudah malam? Lalu kenapa dia masih menghubungimu?"

"Itu dari rumah sakit! Lagi pula ini semua gara-gara kamu. Kamu yang membuatku terus-terusan di teror oleh orang rumah sakit."

"Kenapa aku?" tanya Robert yang tidak tau kenapa Clara mengatakan hal seperti itu.

"Ya memang kamu! Karena kamu yang menjadikan ku direktur rumah sakit. Untuk apa melakukan semua itu? Membeli rumah sakit sudah seperti membeli hotdog di pinggir jalan. Kamu pikir ini mudah?" gerutu Clara dengan kesal.

"Baiklah kalau begitu. Mulai besok kamu berhenti jadi dokter dan kamu cukup berada di rumah saja. Menunggu ku pulang bekerja dan mengurus anak-anak kita nanti. Jadi tidak perlu menjadi dokter lagi. Uangku itu banyak Clara. Aku bisa mencukupi semua kebutuhan mu tanpa kamu harus bekerja. Jadi cukup bahagiakan dirimu dengan apa yang aku miliki saat ini, oke."

***

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lho ini sudah End apa ada gomana... kok ngegantung ceritanya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Joss Robert.... kirim hadiah spesial buat para antek² berlabel penyidik Bert.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Gaass basmi hama² berkedok apalaahhh apalaahh itu... Bert, 👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Robert peka banget instingnya sampe Lukisan dan maksudnya tau kalau ada sesuatu.🤭🤭🤭
Jimmy kalah cepet dari bosmu.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Clara ini aneh tadi Robert mau menjelaskan ga mau di dengar dan sekarang malah tiba² menuduh aneh².... mau menang sendiri saja.. apa salahnya dengerin Robert sih
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Untung Ada Jimmy yang setia dan sigap, Bert... jadi masalahnya bisa dia hadepin sendiri.
mending jujur deh sekarang sama Clara biar masalah ga timbul melebar dan Dia bisa lihat situasi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduh ada yang membuat kekacauan di saat Robert jauh di negaranya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Heh malah sarapan yang Lain lebih dulu nih Bumil.🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣Mafia makan bubur ayam pinggir jalan, merakyat sekali Bert.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Eh sudah di Indonsaja.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Marahin saja Authornya Bert kalau sudah ga tahan dengan tingkah Clara karna yang buat Clara ngidam nyebelin kan Author.🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bener² di luar nurul tapi ada benarnya juga kata Robert semua harus dipikirkan karna kehampilan masih muda dan perjalanan cukup lama jadi nyari aman dan keselamatan baiknya nunggu semua siap Clara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa ga coba Cari tau lewat medsos pak ketu sama wakil ketu buat cari tau info makannya jadi ga perlu repot² nyari jauh... mafia jadi Oleng gara² Pujaan hati.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bika ambon ya kalau ga salah... Semangat Robert.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kasihan juga Robert... Perempuan selalu mancing² tar yang di salahin laki² juga... sabar ya Robert.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Babby bener² full ngerjain Daddynya.... tapi bagus juga sih biar merekatkan Clara sama Robert karna dengan begitu mereka kompak untuk punya waktu berdua dan komunikasi lebih dekat dan bisa lebih saling mengenal satu sama lain biar ga timbul salah paham baru lagi kedepannya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkkk rupanya Calon Baby juga merajuk sama Daddynya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener Clara Mending mikirin diri sendiri saja dan Baby biar ga stress... dari pada mendengarkan penjelasan Robert yang telat..
padahal kalau seandainnya Robert bilang di awal kejadiannya ga akan rumit apa lagi kamu bilang cuma buat tau apa alasan si hama dulu pergi, tapi karna keputusan ceroboh nemuin dia sendiri jadi wajar Clara marah apa lagi di tambah hormon lagi ga stabil karna lagi hamil.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm hamil kayaknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Yap lanjutkan Clara.👍🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!