NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:49k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikat

"Lily! Apa yang kamu lakukan!" Bentak Sari melangkah mendekat.

Dirinya merasa terlalu emosional, benar! Semuanya belum terjadi. Lily menghapus air matanya, menatap ke arah ibunya.

"Apalagi? Tentu saja mendisiplinkan pelayan." Ucap Lily penuh senyuman.

Sari mengepalkan tangannya. Sebelumnya Lily tidak pernah membantah seperti ini."Mendisiplinkan bukan begitu caranya! Lagi pula sejak bertahun-tahun yang lalu kamu sudah menjadikan Rini sebagai adik angkatmu. Apa salahnya memberikan satu atau dua perhiasan? Dia juga ingin tampil cantik di hadapan orang banyak."

"Ibu, aku yang memungutnya dari jalanan, karena dia begitu baik, menolong ibu yang hampir tertabrak mobil. Aku memberikannya pakaian yang bagus, makanan, bahkan sekolah di tempat yang sama denganku. Kemudian ayah sendiri yang memintaku untuk menjadikannya saudara angkatku. Saat itu aku benar-benar senang, tapi itu seperti hewan peliharaan bukan? Dan sekarang aku sudah bosan. Aku ingin Rini pergi dari rumah ini." Kalimat pelan dari Lily, memasukkan perhiasan ke dalam kotak perhiasan mendiang neneknya.

"Lily, Rini juga adalah adikmu. Pada kenyataannya ibu dan ayah sudah mengadopsinya. Kamu tidak berhak berkata seperti itu padanya." Sari tersenyum menahan rasa kesalnya. Entah kenapa hari ini putrinya benar-benar berubah.

"Nyonya, saya tidak apa-apa. Saya sudah terbiasa diperlakukan seperti ini. Nona memang terkadang tidak menyukai saya." Kalimat dari wanita yang memiliki kecantikan bak malaikat. Walaupun penampilannya polos, tanpa makeup, pada dasarnya memang lebih cantik dibandingkan dengan Lily.

Seperti bunga mawar dan ilalang. Sialnya Lily adalah ilalangnya. Dirinya memang tidak begitu memperhatikan penampilan. Berbanding terbalik dengan Rini yang merupakan pecinta salon.

Kecantikan yang hakiki, membuat Lily hanya dapat menghela napas.

"Tidak bisa seperti itu. Sejak Lily mengijinkan mengadopsimu itu artinya kamu juga adalah putri ibu." Sari menghela napas memeluk Rini yang terisak. Tangisannya bagaikan malaikat, sedihnya melambangkan tsunami, cintanya bagaikan badai Caterina. Setidaknya itulah yang terlihat di luar. Walaupun bagian dalamnya belatung.

"Nona walaupun anda tidak menyukai saya. Ta...tapi bagi saya anda tetap adalah kakak saya." Ucapnya dengan nada gugup. Sedikit tertunduk, masih dengan air mata kepura-puraan yang tidak kunjung berhenti mengalir. Bagaikan iklan pipa, mengalir sampai jauh.

"Aku memang tidak menyukaimu." Lily mengangkat sebelah alisnya. Memeluk kotak perhiasannya dengan erat. Menduga-duga kuntilanak merah ini belum menyerah untuk merebut semua miliknya.

Dan benar saja.

Air mata murni itu kembali mengalir."Tidak apa-apa, aku dibully di setiap acara pesta, karena menggunakan perhiasan murah. Aku ikhlas..."

Kan goblok! Ingin rasanya Lily berteriak demikian. Wanita ini menguji kesabarannya yang setipis slip gaji setelah berbagai potongan.

Sari kembali mencoba menenangkannya."Lily berikan beberapa---"

"Tidak mau, kalau mau beli sendiri. Lagipula jika diingat-ingat kembali perhiasan di kamar babu ini sudah menumpuk." Tegas Lily menatap nyalang ke arah ibunya.

"Lily!" Bentak Sari.

"Apa!? Jangan berteriak! Aku tidak tuli!" Lily membentak balik.

"Kamu berani membentak ibu!?" Sari menunjuk-nunjuk ke arah putrinya.

"Tentu saja! Kenapa tidak, ibu hanya menilai anak dari segi nilai gunanya. Aku tidak cantik, sama sekali tidak cantik. Karena tidak bisa mengandalkan wajah jadi aku hanya dapat mengandalkan otak dan harta." Kalimat acuh dari Lily hendak berjalan meninggalkan ibunya.

Dirinya sama sekali tidak mengerti, sejak kecil selalu diperlakukan seperti ini oleh ibu kandungnya. Dengan alasan disiplin, sedangkan Rini yang hanya anak adopsi seperti dibiarkan begitu saja. Sama juga dengan ayahnya.

Keluarganya aneh... terbilang sangat aneh.

Tapi.

Sruk!

Rambutnya ditarik oleh ibunya sendiri. Kotak perhiasan kembali coba direbut oleh ibunya. Padahal sang ibu tidak pernah membelikan perhiasan padanya. Semuanya adalah perhiasan dari mendiang neneknya. Diberikan sebelum meninggal sebulan yang lalu, beserta seluruh saham perusahaan serta sertifikat rumah.

"Lepas!" Lily melawan.

Plak!

Sang ibu menamparnya? Putrinya sendiri hanya demi anak angkat?

Plak!

Lily menampar balik, tamparan yang cukup kencang pada Sari.

"Lily! Ka...kamu...anak durhaka!" Bentak sang ibu.

"Nona! Tidak seharusnya nona seperti ini pada nyonya..." Rini mendekat, menenangkan Sari bagaikan anak yang baik. Kenapa semuanya berbalik seperti ini?

"Ibu durhaka." Lily mengangkat sebelah alisnya."Rumah ini atas namaku, jika tidak suka kalian boleh pergi."

"Rumah ini bukan milikmu!" Teriak sang ibu.

Wanita yang kembali melangkah. Pada kenyataannya memang demikian. Neneknya mewariskan semuanya atas namanya. Memang seperti ada yang aneh dengan keluarga ini. Seperti ada yang ganjil. Bukankah seharusnya bukan dirinya yang menerima bagian warisan terbesar dari mendiang neneknya.

Masih ada ayah, ibu dan kakak kandungnya. Ada banyak tanda tanya jika dipikirkan. Dari dulu dirinya percaya saja, saat ayahnya mengatakan bahwa semuanya hanya dititipkan sementara oleh mendiang nenek padanya.

Karena itu sebelum mengulangi waktu, Lily bersedia menandatangani surat penagihan aset atas nama ayah dan ibunya. Tapi kali ini tidak, kematiannya dan Meiji sebelum mengulangi waktu membuktikan segalanya. Di keluarga ini semuanya setan.

Hidup dan mati seperti hukum rimba. Maka dirinya akan bertahan mengikuti permainan mereka. Mencari celah hidup bahagia dengan Meiji yang bahkan belum terlahir di dunia ini.

"Ada apa ribut-ribut?" Tanya Feno, kakak kandungnya, baru saja turun dari lantai dua."Kamu membuat masalah lagi? Sudah aku bilang, jangan membuat masalah."

"Setidaknya aku menghasilkan uang kakakku sayang. Bukan manager berkedok pengangguran sepertimu." Lily mengedipkan sebelah matanya. Kemudian melangkah meninggalkan kakaknya.

"Memangnya apa kelebihanmu yang hanya bisa menggambar!?" Feno mencengkeram lengannya cukup kencang. Benar! Kakaknya sama saja, selalu seperti ini.

"Kelebihanku? Aku yang punya rumah ini." Lily tertawa kecil, menepis tangan kakaknya.

"Bukan punyamu, nenek hanya menitipkan sementara waktu padamu. Seharusnya kamu bertindak lebih baik dan adil dengan menandatangani pengalihan kepemilikan. Lagipula kamu akan menikah dengan Dilan bukan?" Tanyanya menyeringai.

"Dilan...aku pikir kurang menarik. Bagaimana jika aku menggoda kakaknya Neiji saja?" Tampang sok polos, tapi kalimat kian menusuk. Membuatnya terlihat munafik. Tapi memang benar! Lily yang dulu sudah mati, sekarang hanya ada Lily yang berambisi hidup untuk putranya.

"Kamu---" Kalimat Feno disela.

"Kakak sayang, tau kenapa di lantai satu ada keributan?" Lily sengaja menghentikan kalimatnya. Menghela napas."Ini karena ibu memintaku memberikan perhiasanku pada Rini."

"Berikan saja, lagipula Rini lebih cantik darimu. Dia lebih pantas menggunakannya. Kenapa begitu pelit, kamu memiliki gaji tinggi, bisa membeli perhiasan lagi, sedangkan Rini---" Kalimat Feno disela.

"Ya... itulah intinya kakak, Rini lebih cantik. Bayangkan jika dia pergi ke pesta dengan banyak perhiasan. Pasti akan menarik pusat perhatian bukan?" Pertanyaan dari Lily pelan.

Kemudian sedikit mendekati kakaknya berbisik."Semakin cantik, maka para pria hidung belang akan semakin tertarik. Kakak menyukai Rini bukan? Ibu berencana menikahkannya dengan keluarga kaya. Jadi, lebih baik kakak mengambil kesuciannya sebelum rencana ibu berhasil."

Senyuman mengerikan terlihat di wajahnya. Rasa sakit seorang ibu yang kehilangan putranya telah merubahnya sepenuhnya."Ikat dia dengan cintamu..."

1
Nureliya Yajid
semangat thor
Indar
benar2 perlu diselidiki ibu Lisa karena banyak misteri yang dia sembunyikan
Nur Wahyuni
disini tokoh jahat utamanya adalah lisa... padahal kedudukannya dia cuma menantu di keluarga itu...
M M Athalla
Lily sama Ervan sama saja menyembunyikan wajah rupawan pasangannya 😊
Senjaa💞
rio asal km tau..biarpun tidak sah tp aku yakin km satu2nya darah daging faro...makanya lisa berusaha menyingkirkanmu...
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!