"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi Sialan!
"Pak Kaisar, menikahlah dengaku…” Kiara menatap Kaisar dengan wajah putus asa.
“Aku akan berikan segalanya padamu, termasuk…” Kiara melepaskan gaun tipisnya.
Lalu dengan langkah perlahan dan terlihat sangat s3ksy, Kiara mendekati Kaisar. Mengusap dada kekar kaisar, lalu m3ngecupnya beberapa kali. Kiara bahkan dengan berani melepaskan kancing kemeja Kaisar dan membuka baju kerja itu hingga Kiara bisa melihat dada Kaisar yang sangat kekar.
Kiara tersenyum sambil mengerling pada Kai, lalu dengan berani dia mengecup bibir Kai -sekilas.
Kiara mendorong tubuh Kai hingga terbaring di atas ranjang empuknya. Lalu dengan gerakan perlahan dan sangat 3rotis, Kiara merangkak di atas tubuh Kai.
Kaisar menggeram, “jangan macam-macam, Kia!” ucapnya tertahan karena gairahnya ingin meledak saat ini juga. “Jangan sampai kamu menyesal karena menggodaku!”
“Aku nggak akan menyesal,” Kiara membimbing salah satu tangan kekar Kaisar dan mendaratkannya di salah satu bukit kenyalnya. “Asalkan kamu membantuku balas dendam, semua ini jadi milikmu, Kai…” gumam Kiara sambil mendekatkan bibirnya dan mulai mengecup bibir Kaisar.
“Kamu yang minta! Jangan salahkan aku!” geram Kaisar sambil meremas bukit kenyal itu hingga Kiara memekik kaget. Lalu dengan cepat tangan Kaisar yang lain menarik tengkuk Kiara, kemudian bibirnya menyerbu bibir mungil nan padat itu dengan ciuman super ganas.
*
*
“Apa yang!” Kaisar membuka matanya lebar. Jantungnya bahkan masih berdebar kencang karena mimpi anehnya itu.
Bagaimana mungkin, dia tiba-tiba saja memimpikan Kiara! Ada apa dengan dirinya!
“Perempuan itu benar-benar mengganggu!” geram Kaisar sambil menjambaki rambutnya sendiri. Saat dia menyingkap selimutnya karena ingin ke kamar mandi, dia terkejut karena mendapati Juniornya sedang menegang di bawah sana.
“Sialan!’ geramnya makin kesal.
Ada apa dengan dirinya! Kenapa dia jadi terus memikirkan perempuan aneh itu!
Setelah menyelesaikan ritualnya di kamar mandi dan menjinakan Junior yang sedang memberontak itu, Kaisar segera mengenakan kemeja kantornya. Setelan jas berwarna Abu muda dengan dalaman kemeja berwarna hitam, membuat Kaisar tampak benar-benar sempurna.
Lelaki dengan tinggi 185 centimeter yang memiliki tubuh sangat proposional dan kekar itu mematut dirinya di cermin. Hidung mancung, rahang tegas serta tatapan mata setajam elang itu membuat dia digilai wanita tapi juga di takuti para kaum hawa.
Kaisar yang pernah sakit hati karena di tinggalkan kekasihnya sepuluh tahun lalu itu, menjadi dingin pada wanita. Dia bahkan tak tertarik menjalin hubungan lagi dengan para wanita. Dia merasa para wanita hanya membuang waktunya saja, karena pada akhirnya mereka akan berhianat padanya.
Tapi karena kepergian kekasihnya itu, Kaisar jadi bisa fokus bekerja dan kariernya makin cemerlang. Sehingga di usianya sekarang yang terbilang sangat matang, Kaisar sudah memiliki sebuah perusahaan besar dan memiliki beberapa anak cabang di daerah-daerah tertentu. Tampan, kaya, bahagia tanpa ganguan siapapun, membuat hidup Kaisar begitu tenang.
Namun, ketenangannya kini telah terganggu, berkat gadis bernama Kiara Jasmin yang muncul dengan gagasan yang sangat di luar nalar.
“Hm! Sepertinya dia menyerah,” gumam Kaisar sambil menautkan kancing yang ada di lengannya.
Kaisar ingat betul, kemarin dia meminta Kiara untuk membuat proposal, namun sampai sekarang gadis itu tak menemuinya lagi. Mungkin dia kebingungan dengan proposal yang Kai minta.
“Sudahlah! Untuk apa aku memikirkannya!” geram Kaisar sambil berjalan keluar dari rumah megahnya. Di luar pintu, ternyata asistennya yang bernama Aldo sudah menunggunya sambil memamerkan senyum yang sangat cerah.
“Pagi, boss,” sapanya.
“Kenapa? Pagi-pagi? kena sawan?” ketus Kaisar karena melihat senyum Aldo yang terlalu lebar.
Aldo terkekeh lalu membukakan pintu mobil agar bosanya itu bisa masuk.
“Jadwalku hari ini apa?” Tanya Kai saat sudah duduk santai di dalam mobil BMW keluaran terbaru yang harganya selangit.
“Jam 10 nanti ada meeting dengan pemegang saham, lanjut makan siang dengan pemilik hotel Marriot dan keluarganya yang sedang liburan di Jakarta. Lalu jam tiga ada meeting dengan karyawan di perusahan kita.”
“Meeting dengan karyawan? Aku harus ikut?” Tanya Kai, karena biasanya dia tak pernah mengikuti meeting dengan karyawan kantornya. Paling banter dia hanya akan meeting dengan kepala bagian , supervisor atau manager. Tidak dengan karyawan biasa.
“Iya boss, bukannya waktu itu Boss sendiri yang menjanjikan meeting dengan karyawan agar mengenal karyawan dengan baik,” jawab Aldo sambil mulai menjalankan mobilnya setelah meletakkan ipad yang tadi dia buka untuk melihat jadwal kegiatan bosnya hari ini.
“Hah! Ada-ada saja!" geramnya menyesali keputusannya beberapa waktu yang lalu itu.
Entah kenapa dia merasa enggan untuk datang ke meeting itu, karena gadis itu pasti akan hadir di sana. Kaisar sedikit terganggu dengan kehadirannya, mungkin karena mimpi basahnya semalam.
Mobil mewah Kaisar melesat menembus jalanan ibukota yang mulai padat, dan berkat keahlian Aldo yang sudah mengenal betul jalanan ini, Kaisar bisa datang tepat waktu di perusahaannya.
Kemunculan sang bos super tampan di gedung perkantoran, tentu saja memberikan ketegangan tersendiri pada seluruh karyawan. Hingga mereka semua terdiam di tempatnya, memberikan jalan pada sang big bos, seraya memberikan salam dan menunduk penuh hormat.
Ketika Kaisar sedang melangkah menuju Lift yang di sediakan khusus untuk dirinya, ekor matanya menangkap sosok yang semalam telah berani hadir di mimpinya dan membuat juniornya memberontak dari tidur panjangnya. Kaisar menarik napas lalu menghentikan langkah, membuat Aldo tersentak kaget dan ikut berhenti. Untung saja dia tak sempat menubruk bosnya yang berada tepat di depannya.
Kaisar menggerakkan tubuhnya untuk menghadap ke arah sosok gadis yang sudah mengganggu tidur lelapnya. Dia menatap tajam gadis yang juga sedang menatap dirinya.
Akhirnya, dengan perlahan Kiara berjalan mendekati Kaisar.
Kaisar mengangkat sedikit sudut bibirnya, berusaha menyamarkan senyum yang ingin mengembang. Dia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya sambil terus menatap Kiara yang tampak sangat gugup berdiri tepat di depannya.
Dengan tinggi 160 senti dan terus menunduk dalam, dia benar-benar terlihat sangat mungil di mata Kaisar.
“Ada yang ingin kamu sampaikan?” suara baritone yang sangat berat, membuat Kiara tersentak kaget.
“Sa-saya mau memberikan proposal…” dengan tangan gemetar, Kiara menyerahkan sebuah map berwarna coklat pada Kaisar.
Kaisar melirik map tersebut sambil tersenyum tipis, “ikut aku!" ucapnya sambil kembali berjalan menuju lift.
“Ba-baik,” Kiara segera mengikuti langkah Kaisar. Dia sedikit kesulitan dan harus berlari kecil karena kaki Kaisar begitu panjang dan jenjang berbeda dengan kakinya yang standart dan tak sepanjang kaki jenjang bosnya itu.
Kaisar masuk ke dalam lift, diikuti Kiara. Namun saat Aldo juga hendak masuk, Kaisar menahannya.
“Kau naik lift selanjutnya saja!” ucapnya sambil melepaskan tangannya yang menahan pintu lift, sehingga pintu itu segera tertutup, mengurung Kaisar dan Kiara dalam ruangan kecil dan dingin.
Aldo bengong di depan pintu lift yang tertutup, “Sialan, dasar bos nggak tau terima kasih! Sudah susah payah gue ngebut, malah gue di tinggalin! Kayaknya mereka ada sesuatu tuh!” gumam Aldo yang ampak kesal dengan kelakuan bosnya.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣