NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam 4

Warisan Mutiara Hitam 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:58.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kokop Gann

(WARISAN MUTIARA HITAM SEASON 4)

Chen Kai kini telah menapakkan kaki di Sembilan Surga, namun kisahnya di Alam Bawah belum sepenuhnya usai. Ia mempercayakan Wilayah Selatan ke tangan Chen Ling, Zhuge Ming, dan Gui. Sepuluh ribu prajurit elit yang berhutang nyawa padanya kini berdiri tegak sebagai benteng yang tak tergoyahkan.

Sebuah petualangan baru telah menanti. Sembilan Surga bukanlah surga penuh kedamaian seperti bayangan orang awam; itu adalah medan perang kuno para Kaisar Agung, tempat di mana Mutiara Hitam menjadi incaran seluruh Dewa.

Di Sembilan Surga, hukum duniawi tak lagi berlaku. Di sana, yang berkuasa hanyalah Kehendak Mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Berdarah

Sore itu, suasana di Kota Kuali Awan terasa aneh. Meskipun kerusuhan fisik telah mereda berkat obat murah dari Kedai Obat Bayangan, ketegangan politik justru semakin memanas di bawah permukaan marmer putih kota.

Di depan pintu tua Chen Kai, seorang utusan resmi dari istana pusat tiba. Pria itu tidak membawa senjata, melainkan sebuah kotak kayu cendana yang dihiasi emas murni dan memancarkan aroma cendana surgawi.

"Pesan untuk Tuan Xiao Fan," kata utusan itu dengan nada sopan yang dibuat-buat.

Ah-Gou, yang kini bertindak sebagai penjaga depan, menatap utusan itu dengan curiga. "Tunggu di sini. Tuan sedang bermeditasi."

"Ini adalah undangan langsung dari Patriark Kuali Langit," utusan itu meninggikan suaranya, membiarkan auranya sedikit menekan udara. "Beliau mengundang Tuan Xiao Fan untuk jamuan rekonsiliasi di Paviliun Awan Emas malam ini. Untuk membahas harmoni di antara para alkemis."

"Kami akan menyampaikannya," suara Chen Kai terdengar dari dalam, berat dan berwibawa.

Utusan itu meletakkan kotak undangan dan pergi dengan senyum licik.

Chen Kai keluar dari ruang dalam, mengambil kotak itu. Di dalamnya terdapat sekeping lempengan giok perak bertuliskan waktu dan tempat. Melalui indra spiritualnya yang tajam, Chen Kai bisa merasakan sisa energi Sumpah Darah yang tersembunyi di balik ukiran karakter tersebut.

"Ini jebakan, Tuan," bisik Mo Yan cemas. "Patriark Kuali Langit tidak pernah mengundang siapa pun ke Paviliun Awan Emas kecuali mereka yang akan dipaksa tunduk atau dilenyapkan. Itu adalah wilayah sucinya di mana hukum kota tidak berlaku."

Chen Kai tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya yang memiliki lingkaran emas. "Tentu saja ini jebakan. Dia tidak bisa menyentuhku di siang hari karena rakyat akan membakar sektenya. Jadi dia mencoba menyeretku ke kandangnya di saat malam tiba."

"Lalu, apa kita akan pergi?"

"Kita akan pergi," Chen Kai meremas lempengan giok itu hingga retak. "Tapi kita tidak akan datang sebagai tamu yang pasrah. Ah-Gou, sebarkan berita di pasar. Katakan pada rakyat bahwa malam ini, Patriark Kuali Langit akan mengumumkan pemberian obat gratis secara besar-besaran di gerbang paviliunnya sebagai bentuk syukur."

Mo Yan terbelalak. "Tuan... itu akan memicu kerumunan massa yang gila!"

"Tepat," kata Chen Kai dingin. "Jika dia ingin bermain di kegelapan, aku akan membawa sepuluh ribu obor ke depan pintunya."

Malam harinya, Chen Kai berangkat menuju Paviliun Awan Emas yang melayang di atas bukit buatan. Di sana, di aula perjamuan yang megah, telah menunggu seorang pria paruh baya dengan jubah hijau zamrud yang disulam dengan benang emas membentuk pola kuali surgawi.

Itulah Patriark Kuali Langit. Sosok yang memonopoli nyawa penduduk kota ini selama ratusan tahun.

"Selamat datang, Xiao Fan," Patriark berdiri, merentangkan tangannya dengan ramah yang palsu. "Atau haruskah aku memanggilmu... Pengganggu Takdir?"

Chen Kai tidak membungkuk. Dia berjalan langsung ke kursi yang disediakan, membiarkan aura Mutiara Hitam melindunginya dari tekanan gravitasi aula tersebut. "Panggil saja aku tabib, Patriark. Aku hanya menyembuhkan apa yang kalian biarkan membusuk."

Patriark Kuali Langit tertawa, suara yang diakhiri dengan kilatan haus darah di matanya. "Mari duduk. Malam ini kita akan bicara tentang harga dari sebuah otoritas."

Saat Chen Kai duduk, pintu aula di belakangnya tertutup rapat dengan suara dentuman logam yang berat. Tirai-tirai energi turun, menutupi seluruh jendela.

Dua belas bayangan—Pembunuh Bayangan tingkat Manifestasi Dao—muncul dari langit-langit, mengepung meja makan dengan pedang terhunus.

"Tawaranku sederhana," kata Patriark sambil menuangkan anggur. "Bergabunglah dengan Sekte Kuali Awan sebagai budak alkemi pribadiku, atau biarkan aku membedah tubuhmu untuk mencari tahu rahasia esensi yang kau gunakan."

Chen Kai mengambil sepotong daging dari piringnya, mengunyahnya dengan tenang. "Pilihan yang membosankan."

"Kau pikir kau punya pilihan lain?"

Chen Kai menjentikkan jarinya.

BOOOOM!

Di luar istana, suara gemuruh ribuan orang terdengar. Cahaya dari ribuan obor menembus tirai energi paviliun, menciptakan gema sorak-sorai yang menuntut janji obat gratis.

Wajah Patriark Kuali Langit berubah pucat. "Apa ini?!"

"Aku membawa rakyatmu ke meja makanmu, Patriark," bisik Chen Kai, matanya kini bersinar emas tajam. "Jika satu tetes darahku tumpah di sini, sepuluh ribu orang di luar sana akan meruntuhkan paviliun ini sebelum fajar. Kau bisa membunuhku, tapi kau akan kehilangan mahkotamu malam ini juga."

Patriark gemetar karena amarah yang tertahan. Dia telah memandang rendah "sampah bawah" itu, namun sekarang dia menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan seekor naga yang tahu cara menggunakan semut untuk menggigit gajah.

"Kau..." Patriark menunjuk Chen Kai dengan jari gemetar.

"Kesepakatan baru," kata Chen Kai berdiri. "Distrik Selatan sekarang adalah wilayahku. Tidak ada lagi pajak esensi, tidak ada lagi blokade obat. Jika tidak... biarkan rakyatmu yang memutuskan nasibmu."

Perang dingin di Sembilan Surga telah mencapai titik didihnya. Raja Hitam baru saja mematahkan rantai pertama di wilayah timur.

1
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
Cak Rokim Dakas
jangan lama² nyambungnya Thor ..
Dobi Papa Sejati
✔️
nyoman suta wirawan
mantap
Wahyu Roro Ireng.
aku suka banget alur ceritanya ,ya walau terkadang penulisan nama aktor keliru ,iru wajar..

dan semoga kedepannya lebih bagus lagi
Sibungas
mantab
MF
💪/Drowsy/💪💪💪💪💪
Dian Purnomo
tetap setia sampai akhir thor
Dian Purnomo
up.. lanjutkan thor semangat💪💪💪
Jojo Firdaus
💪💪💪
jaka saba jati
/Bomb//Bomb//Bomb/
Jeffie Firmansyah
hadeuhhh .... jd ikutan sesek bacanya... seolah q ,jd ikutan perang
Kai.... sikat semua dewa2 palsu nya
BTW.... pasti dewa2 Asli nya jadi tahanan mereka ya ?.......... 💪💪💪💪
rosidi didi
keren
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taklukkan 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽🔥🦀🔥🦑Hentooopz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
saniscara patriawuha.
gassssd...
Eka Haslinda
besok lagi.. 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!