Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi lain Cassandra
Malam itu, ruang makan terasa sunyi. Hanya ada denting sendok dan pisau yang beradu dengan piring. Georgio duduk di ujung meja panjang, menunduk sedikit sambil menandatangani beberapa berkas yang dibawa pulang dari kantor.
Selin yang sekarang kita anggap Cassandra memperhatikan diam-diam. Biasanya Cassandra akan mengeluh keras, menyindir, atau bahkan meninggalkan meja jika Georgio sibuk dengan pekerjaan. Tapi kali ini Selin ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Ia meneguk pelan air putih di gelasnya, lalu berkata dengan suara lembut, “Kamu kelihatannya kecapekan"
Georgio menghentikan gerakan penanya. Alisnya sedikit terangkat. “Apa?”ucapnya memastikan.
Cassandra tersenyum tipis, mencoba tampil anggun. “Kamu bekerja terlalu keras. Aku hanya khawatir saja, jangan sampai kesehatanmu terganggu.”
Keheningan menyelimuti ruangan. Pelayan yang berdiri di sudut ruangan bahkan sempat menundukkan kepala, menahan rasa kaget karena Cassandra jarang sekali berbicara selembut itu.
Georgio menutup map berkasnya perlahan. Matanya menatap Cassandra dengan intens. “Kamu mabuk?” ujarnya dingin
Cassandra terkekeh kecil, lalu menggeleng. “Tidak. Aku hanya mencoba jadi istri yang baik. Apa itu aneh?”
Sekilas, Cassandra melihat sesuatu di mata Georgio, campuran keterkejutan dan kewaspadaan. Ia tidak langsung menjawab. Pria itu meneguk airnya, lalu berkata, “aneh. Cassandra yang kukenal tidak pernah repot-repot memikirkan kesehatanku.”
Jantung Cassandra berdegup kencang. memang susah mengembalikannya reputasi Cassandra didepan suaminya. Cassandra mencondongkan tubuh sedikit.
“Mungkin aku berubah. Lagian, apa salahnya kalau sekali-sekali aku bersikap manis pada suamiku sendiri?”
Senyum tipis mengembang di bibirnya.
Georgio menatapnya lama, terlalu lama hingga Cassandra mulai merasa gugup. Lalu pria itu bersandar ke kursinya, menyilangkan tangan di dada.
“Aku tidak tau apa permainanmu kali ini,” katanya dingin. “Tapi aku akan melihat sampai sejauh mana kamu bisa bertahan dengan wajah manis itu.”
Cassandra menahan napas. Ia berhasil menarik perhatian Georgio tapi sekaligus menyalakan alarm pertanda bahaya.
Dan di balik sorot matanya, Cassandra melihat sesuatu yang lain. Bukan sekadar curiga. Ada rasa tertarik. Mungkin.
Georgio menaruh gelasnya perlahan, lalu bangkit dari kursi. Suara langkah sepatunya bergema di lantai, semakin lama semakin dekat. Cassandra refleks menegakkan tubuhnya, jantungnya berdegup kencang.
Ia tidak tahu apa yang ada di benak Georgio dan itu justru menakutkan.
Pria itu berhenti tepat di samping kursinya, berdiri menjulang dengan tubuh tinggi dan bahu tegap. Tatapannya turun, meneliti wajah Cassandra seolah hendak mengupas lapisan demi lapisan.
“Cassandra…” suaranya berat, nyaris seperti desahan. “Kamu tidak seperti biasanya.”
Cassandra mencoba tersenyum. “Kalau aku berubah jadi lebih baik, bukannya seharusnya kamu senang?”
Georgio tidak langsung menjawab. Tiba-tiba, ia menunduk, tubuhnya condong mendekati Cassandra. Napas hangatnya menyapu kulit lehernya, membuat Cassandra kaku di tempat.
“Kalau benar begitu…” Georgio berbisik di dekat telinganya. “Tunjukkan padaku. Buktikan kalau manismu ini bukan sekadar akting.”
Cassandra tercekat. “A-apa maksudmu?”
Georgio menyeringai tipis, lalu dengan santai menarik kursi di sebelahnya dan duduk. Namun jaraknya begitu dekat, hingga lengan mereka hampir bersentuhan.
“Aku ingin tau,” Ia mengangkat jemari Cassandra, menatap tangan itu lekat-lekat. "berapa lama kamu bisa bertahan dengan sikap lembut ini."
Cassandra buru-buru menahan gemetar tangannya. Ia tahu kalau ketahuan gugup, semuanya bisa hancur. Jadi ia menarik napas dalam, lalu tersenyum lembut.
“Selama ini kamu terlalu meremehkan ku, jangan sampai kamu terkejut kalau tau aku lebih dalam.” ucap Cassandra pelan.
Sejenak, mata Georgio berkilat. Ia mendekat sekali lagi, begitu dekat hingga Cassandra bisa merasakan aroma maskulin dari parfumnya. “Kalau begitu,” ucapnya rendah, “aku tunggu kejutanmu, Cassandra.”
Lalu, dengan senyum samar yang menegangkan, ia berdiri dan pergi meninggalkan ruang makan.
Cassandra menunduk, menekan dadanya yang berdegup kencang. Ia tahu satu hal, permainan ini baru saja dimulai.
...★★★...
Sejak malam itu, Georgio mulai memperhatikan perubahan Cassandra. Ia masih menjaga jarak, namun kali ini berbeda, dia memperhatikan setiap gerakan Cassandra.
Sedangkan Cassandra perlahan menemukan apa yang dia cari. Saat ia menelusuri dokumen-dokumen di ruang kerja Cassandra, ia mendapati tumpukan berkas bisnis yang sudah diberi catatan detail. strategi penyelamatan saham, analisis pesaing, semuanya mencangkup tentang perusahaan.
Bahkan ada surat elektronik yang tersimpan rapi di laptop Cassandra, berisi negosiasi rahasia dengan bank internasional yang ternyata berhasil menunda kebangkrutan Cassano Corp selama enam bulan terakhir. Untungnya Selin cukup paham soal ini. Didunia nya Selin cukup pintar. Selin juga tau semuanya karena didalam novel Cassandra sempat membahas tentang ini.
Selama ini Cassandra ikut berjuang, tapi dia tidak pernah mengakuinya pada Georgio. Karena menurutnya Georgio tidak akan mendengarkannya, ditambah lagi menurut Cassandra Georgio masih mencintai Annabella.
Seketika ia sadar meski Cassandra berselingkuh, wanita itu tidak sepenuhnya jahat. Ada sisi tersembunyi yang justru berusaha menyelamatkan suaminya dari kehancuran, dengan kecerdasan dan keberaniannya sendiri.
Suatu malam, Georgio pulang dalam keadaan kalut. Saham perusahaannya anjlok lagi, dan rumor tentang merger ilegal yang dilakukan Jordan mulai menyebar. Ia meneguk wine dalam-dalam, wajahnya muram.
“Cassano Corp tidak boleh hancur." gumamnya lirih.
Cassandra menatapnya dalam, lalu memberanikan diri. “Kamu tidak boleh menyerah. Aku tau cara menyelesaikannya.”
Georgio mendengus dingin. “Apa yang kamu tau? Kamu hanya peduli pada pesta dan perhiasanmu, Cassandra.”
Kata-kata itu menusuk, tapi Cassandra tidak mundur. Ia berjalan ke meja, mengambil salah satu berkas, lalu meletakkannya di depan Georgio.
“Lihat ini,” katanya mantap. “Strategi diversifikasi aset. Kalau kamu lakukan sekarang, kamu bisa menutup kerugian tiga puluh persen hanya dalam tiga bulan. Dan aku sudah menyiapkan daftar investor baru yang bisa kamu dekati.”
Mata Georgio menyipit. Ia mengambil berkas itu, membaca cepat. Jantungnya berdegup. Catatannya detail dan akurat. Bukan sembarang omong kosong.
“Kamu yang membuat semua ini?” tanyanya, suaranya lebih lembut.
Cassandra tersenyum samar. “Selama ini kamu pikir aku hanya diam? Aku memang bukan wanita yang sempurna. tapi aku tidak pernah ingin melihatmu kalah.”
Georgio terdiam. Perubahan sikap Cassandra terlalu tiba-tiba. Jangan pikir selama ini Georgio tidak tau tentang selingkuhan Cassandra, namun dulu dia tidak peduli. Yang ada di benaknya hanya Annabella.
Untuk pertama kalinya, Georgio menatap istrinya dengan rasa penasaran.
Di dalam hati Selin bergemuruh.
"Jika Cassandra sebenarnya sudah begitu peduli, maka tugasku jelas, aku harus menunjukkan pada Georgio sisi istrinya yang selama ini tidak pernah ia lihat. Dan mungkin, aku bisa mengubah kebencian itu menjadi cinta."