NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbohong

"Ada lagi yang kamu sembunyikan?"

Arsa menatap wajah Jira yang perlahan mendongak. Jira sudah menceritakan bahwa Alura memeras, bahwa ibunya melarang Jira menceritakan pada siapa pun termasuk Arsa juga Crystal. Jira mengakui mereka sempat bertengkar karena itu dia tidak mau dihubungkan dengan kematian Alura yang tak sengaja tertabrak truk. 

"Masih ada yang kamu tutupi?" tanya Arsa lagi. Jira mengigit bagian bawah bibirnya. Dia masih menyembunyikan fakta bahwa Crystal mengetahuinya bahkan mendorong Alura ke jalanan hingga tertabrak truk. 

"Apa yang Om Mandala ketahui? Rasanya kamu lebih percaya dia daripada aku!" sentak Jira dengan dada naik turun karena marah. 

Arsa menghela napas, dia bingung. Mandala tak menceritakan hal lebih karena itu dia tak tahu kebohongan apa lagi yang disimpan Jira tapi istrinya tak tampak berbohong. Ceritanya masuk akal termasuk alasannya menyembunyikan dari Arsa, Alvano juga Crystal. 

"Nggak ada, Ji. Jangan berpikiran negatif terus." Arsa berlutut di depan Jira lalu mengenggam tangannya.

"Maafin aku, kalau aku tahu dari awal aku nggak akan sepanik tadi. Aku takut kamu terlibat kejahatan."

"Aku nggak gila, Sa. Nggak pernah sekalipun aku berniat membunuh orang!" Jira menyentak tangannya dengan kasar lalu berdiri. Arsa yang merasa bersalah segera mendekap Jira dari belakang. 

"Maafin aku." Arsa berbisik. 

Jira bergeming, dia semakin khawatir karena nyatanya dia tak sepenuhnya jujur. 

"Ji, maafin aku." Arsa mengulang kata-katanya. "Kamu tahu, Sa, tingkahmu tadi nyakitin aku. Tolong jangan lagi terpancing omongan orang lain."

"Oke, maafin aku tapi aku juga minta satu hal dari kamu, jangan sembunyikan apa pun dari aku."

Tak ada jawaban dari Jira karena dia merasa pusing. Terlalu banyak hal yang dia sembunyikan dari Arsa, masih banyak hal yang diam-diam dia selidiki di belakang suaminya. 

"Ya. Tolong, Crystal nggak perlu tahu."

Arsa berdeham lalu mengeratkan pelukan sembari mencium kepala Jira. "Ayo, aku temani makan." Arsa berusaha meredakan ketegangan dengan kembali menciptakan kemesraan tapi seintim apa pun mereka mendekat, telanjur ada jarak di hati akibat percecokan yang terjadi. 

Jira tak tenang dan mencurigai Arsa, sebaliknya Arsa juga tak sepenuhnya memercayai Jira. 

**

"Kak ..." Crystal terlihat berdiri dengan gemetar di sebelah meja kerja Jira. Langkahnya sudah mulai stabil, bahkan bisa berjalan mengelilingi rumah tanpa bantuan karena itu Jira menatap heran gemetar di tubuh Crystal. 

"Kamu kenapa?" tanya Jira cemas sembari membawanya ke sofa. Meski sudah duduk, Crystal masih tampak gemetar. 

"Aku boleh kerja?" tanya Crystal takut tapi efeknya Jira yang ketakutan. Dia tak siap melepas Crystal berinteraksi secara bebas. 

"Kenapa mau kerja? Kamu nggak butuh kerja, Crys. Kamu mau apa, aku kasih." Jira menolak dan Crystal termangu. 

"Bosan? Kamu pergi liburan aja, biar ditemani Bi Ami sama Bas. Mau ke mana? Korea? Jepang? Atau sekalian ke Swiss? Kaki kamu udah oke kan buat jalan-jalan?" 

Crystal menunduk lalu menggeleng pelan. "Mau kerja," jawabnya tanpa melihat Jira. 

"Crys ..." Jira berusaha mencari kata yang tepat untuk menghentikan ide gila Crystal. 

"Kamu mau kerja di kantor kita?" tanya Jira akhirnya, menyerah karena melihat Crystal terus menunduk. 

"Boleh?" Crystal tampak berbinar. 

"Boleh, gantiin Reyna, dia kupecat!" jawab Jira membuat wajah Crystal kembali suram. 

"Crystal, bukan aku nggak ngizinin kamu kerja. Saat ini kamu harus fokus sembuh aja, nanti kalau kamu udah pulih, kita urus bersama perusahaan papa!"

"Tapi ..." Crystal mulai menumpuk air mata dan Jira tak tahan. Dia tahu Crystal cengeng, dulu sekalipun Crystal menangis meraung di dekatnya, Jira tak akan peduli. Kini, Jira tak tega melihat wajah lugu itu menahan air mata. 

"Kenapa lagi?" tiba-tiba Arsa masuk ke ruangan dengan ekspresi heran. Ditatapnya Crystal yang masih menunduk seolah baru dimarahi. Jira dengan malas menceritakan perkara yang terjadi tapi ternyata Arsa malah tertawa. 

"Ya sudah, kerja di JiSa aja, mau?"

"Sa ..." Jira memprotes tapi Arsa menggengam tangannya. 

"Crys, mau?" tanya Arsa. Crystal perlahan melirik Jira dengan ekspresi ketakutan.

"Kasir. Jadi kasir." Arsa menawari hingga Jira memekik. "Kamu pikir Crystal itu apa?!" 

"Terserah deh, langsung jadi manager juga boleh!" Arsa justru tergelak hingga Crystal tanpa sadar tertawa. 

"Aku bantu-bantu aja, boleh, Kak?" tanya Crystal penuh harap. Jira berpikir cepat, dibandingkan dengan berada di Mareendra, menurutnya lebih aman bila Crystal di JiSa. 

"Oke, tapi Bas tetap ikut."

Crystal merengut tapi akhirnya setuju hingga Arsa kembali menyeletuk sambil merangkul pundak Jira. "Haruskah aku yang bayar gaji Bas?"

"Jangan sampai Crystal jauh dari Bas. Kalau kamu menghilang, aku nggak kasih izin kamu kerja lagi!" sahut Jira tanpa bisa dibantah baik oleh Arsa atau Crystal. 

**

Crystal duduk dengan gelisah, tangannya saling memainkan jemari sembari melirik Bas yang duduk santai di pojok ruangan. Pria itu jelas tak peduli pada aktivitasnya tapi entah mengapa Crystal tetap gemetaran. 

"Hey, kenapa?" Arsa mengambil buku di samping Crystal, memindahkannya ke meja lalu dia duduk di sana.

"Ini salah, Kak. Aku bohong sama Kak Jira," kata Crystal gelisah. 

"Tapi ini yang kamu mau, kan? Kamu nggak sepenuhnya bohong, kita cuma ...."

"Tetap aja salah. Harusnya aku bilang dari awal mau kerja di sini. Harusnya aku jujur sama Kak Jira, bukannya sekongkol sama Kakak!"

Arsa menggaruk kepalanya, antara sebal sekaligus geli. Mereka memang merencanakan untuk membuat Jira menyetujui Crystal bekerja di JiSa. Mereka tahu Jira tak akan langsung setuju bila dari awal Crystal menyebut JiSa, sama seperti bila Arsa yang menawarkan. 

Maka mereka sengaja membuat drama seolah Crystal ingin bekerja di Mareendra tapi Arsa tak menyangka bahwa persekongkolan mereka membebani Crystal yang tak menyadari bahwa Arsa memanfaatkannya. Arsa ingin melihat reaksi Jira bila Crystal bekerja di Mareendra, apakah Jira memang mengkhawatirkan kondisi Crystal atau justru takut posisinya terancam. 

"Crys, ini bukan masalah besar," kata Arsa sambil mengacak rambut Crystal. Gadis itu tampak merasa bersalah seolah sedang mengkhanati kakaknya dengan perselingkuhan. Arsa semakin geli menatap wajah Crystal tapi rasa geli itu berubah saat Crystal menatap Arsa dengan pandangan seolah menyalahkan. 

"Masa Kakak nggak merasa bersalah sih nggak jujur sama istri? Katanya cinta tapi kok tega bohong sama Kak Jira?"

**

Jira bersandar di kursi kerjanya sembari mendengarkan laporan Reyna. Matanya terpejam tapi telinganya terbuka lebar. Selebar otaknya yang mengelana ke sana kemari, mencari solusi dari masalah hidup mereka. 

"Kenapa jadi semakin aneh?" pertanyaan itu meluncur dari bibir Jira. Reyna mundur perlahan karena Jira tiba-tiba membuka mata dan berdiri. Mondar-mandir di tengah ruangan dengan gelisah. 

"Bu, apa ini ada hubungannya dengan Pak Prama?" tanya Reyna. 

Jira tak menjawab, dia gelisah mengingat pertemuannya dengan Mandala setelah Arsa mengetahui soal Alura. 

"Cukup ya, Om! Jangan ganggu hidupku. Om sudah membongkar kasus Alura, jadi aku nggak punya alasan menutupi perselingkuhan kalian!" Jira mengancam Mandala yang hanya tertawa.

"Kamu punya bukti apa?" Mandala balik bertanya. 

"Jira, dengar ya. Arsa masih mencurigai kamu yang mendorong Andini dan Crystal. Kamu punya banyak motif tentang cinta dan harta. Kamu cemburu sama Crystal, kan? Kamu takut dia merebut Arsa juga warisan orang tuamu, kan?"

"Brengsek!" Jira mengebrak meja tapi Mandala lagi-lagi tertawa. 

"Pernahkah kamu bertanya mengapa Andini membencimu, Jira?" tanya Mandala. 

Jira terpegun, dia tak pernah memikirkannya. Yang ada di benak Jira selama ini kejahatan Andini murni keserakahan tetapi ucapan Mandala seakan membuka kotak pandora yang menebarkan banyak petaka baru. 

"Andini tak butuh hartamu sama seperti dia tak butuh menantu pembawa thalassemia seperti kamu. Dia menyukai Crystal dan berniat menjodohkan Arsa dengannya bila kamu mati. Mau tahu alasannya?"

Jira menggeram marah tapi Mandala tak memberinya kesempatan melampiaskan, pria itu berdiri lalu tersenyum congkak sambil berbisik. "Tanya almarhum ayahmu!"

"Satu lagi, aku sudah punya rekaman bukti pertemuanmu dengan Andini sehari sebelum kecelakaan. Kamu pasti belum menceritakan pada Arsa, kan? Mau aku yang beritahu kalau kamu terang-terangan menghardik calon mertuamu?"

Jira tak mampu berpikir jernih. Bila Arsa melihat rekaman pertengkarannya dengan Andini, dia yakin pria itu akan kembali menuduhnya. 

 

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!