NovelToon NovelToon
ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Dokter / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Di tangan yang terbiasa memegang senjata, juga tersimpan keahlian untuk menyembuhkan.

Setelah menerima dua warisan tak ternilai dari leluhurnya – ilmu beladiri yang mengakar dalam darah dan keterampilan pengobatan dengan bahan alami yang hanya dia yang tahu rahasianya – Evan berpikir kehidupannya akan berjalan sesuai dengan rencana: melanjutkan kuliah dan melestarikan warisan leluhur. Namun, setelah lulus SMA, keputusannya untuk mendaftar sebagai tentara mengubah segalanya.

Diterima dengan prestasi tinggi, dia pertama kali ditempatkan di wilayah konflik dalam negeri, sebelum akhirnya dikirim sebagai bagian dari pasukan perdamaian ke negara asing yang sedang dilanda perang. Tugasnya jelas: menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil. Tetapi ketika pihak negara lain menolak kehadiran pasukan perdamaian dan serangan tiba-tiba menerjang, Evan terpaksa mengangkat senjata bukan untuk berperang, tetapi untuk bertahan hidup dan melindungi rekannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI-HARI SMA YANG SIBUK

Sinar matahari pagi sudah mulai menyinari kamar Evan ketika alarm jam tangan nya berbunyi dengan suara yang jelas. Tanpa berlama-lama, ia segera bangun dari kasur dan melakukan rutinitas paginya dengan cepat – mandi dengan air dingin dari sumur belakang rumah, melakukan sedikit peregangan, dan kemudian menyelesaikan salat subuh bersama ayahnya sebelum berangkat ke sekolah.

Setelah kejadian yang menyelamatkan nyawa Adi beberapa minggu yang lalu, kehidupan Evan semakin sibuk dan penuh dengan tantangan baru. Di sekolah, ia tidak hanya harus mengikuti pelajaran dengan giat agar nilai nya tetap tinggi seperti yang diharapkan oleh orang tuanya, namun juga sering dimintai bantuan oleh teman-teman sekelasnya yang ingin tahu lebih banyak tentang ilmu pengobatan tradisional yang dia kuasai. Bahkan beberapa guru juga mulai mengajaknya berbicara dan bertanya tentang bagaimana cara menggunakan tanaman obat untuk mengatasi masalah kesehatan ringan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, atau pilek.

"Evan, bisa bantu saya cari tanaman pegagan kan?" tanya salah satu teman sekelasnya yang sedang mengalami masalah kulit pada hari itu. "Saya sudah ke dokter tapi obat nya belum terlalu efektif, mungkin bisa dicoba pengobatan tradisional seperti yang kamu katakan."

Evan dengan senang hati membantu teman nya tersebut – memberikan informasi tentang cara menemukan dan mengolah tanaman pegagan dengan benar, serta memberikan beberapa ramuan yang sudah ia buat sebelumnya dengan bimbingan Kakek Darmo. Ia selalu berhati-hati dalam memberikan saran, selalu menekankan bahwa pengobatan tradisional hanya sebagai tambahan dan tidak boleh menggantikan perawatan medis dari dokter profesional.

Selain itu, Evan juga aktif mengikuti klub sains bersama Rina dan sedang bersiap untuk mengikuti lomba ilmiah tingkat provinsi dengan makalah tentang manfaat tanaman obat tradisional dalam pengobatan penyakit ringan. Mereka menghabiskan banyak waktu setelah sekolah di perpustakaan atau laboratorium sekolah untuk mencari referensi dan melakukan penelitian lebih lanjut tentang topik tersebut.

"Tahu tidak Evan, setelah kamu menunjukkan bagaimana membantu Adi tadi, saya jadi sangat tertarik dengan ilmu pengobatan tradisional," ujar Rina dengan antusias ketika mereka sedang duduk di perpustakaan sekolah. "Bukankah sangat menarik jika kita bisa menggabungkan ilmu modern dengan pengetahuan tradisional untuk menciptakan pengobatan yang lebih baik dan lebih terjangkau bagi semua orang?"

Evan tersenyum mendengar kata-kata Rina. "Ya benar sekali," jawab nya dengan penuh semangat. "Itulah tujuan saya sebenarnya – tidak hanya untuk melestarikan warisan leluhur namun juga untuk mengembangkannya dan membuat nya bermanfaat bagi lebih banyak orang."

Namun di tengah kesibukan kehidupannya di sekolah, Evan tidak pernah melupakan janjinya kepada Kakek Darmo untuk terus melatih diri dan mengembangkan kemampuannya dalam ilmu beladiri dan pengobatan tradisional. Setiap malam setelah pulang dari sekolah, setelah menyelesaikan semua tugas sekolah dan membantu orang tuanya dengan pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan di kebun, ia selalu pergi menemui Kakek Darmo di bawah pohon beringin yang besar untuk berlatih secara diam-diam.

Malam itu juga tidak berbeda – setelah menyelesaikan tugas matematika yang cukup sulit dan membantu ibunya memasak makan malam, Evan segera berlari ke rumah Kakek Darmo dengan membawa tas kecil yang berisi beberapa buku dan alat pelatihan yang sudah ia siapkan sebelumnya. Ketika ia tiba di lapangan di bawah pohon beringin, ia menemukan Kakek Darmo sudah menunggu nya dengan berdiri tegak dan siap berlatih.

"Sudah siapkah kamu untuk latihan malam ini, cucu?" tanya Kakek Darmo dengan suara yang tenang namun penuh kekuatan.

"Siap, Kakek!" jawab Evan dengan penuh semangat, segera melakukan pemanasan dengan gerakan dasar yang sudah ia kuasai dengan baik.

Latihan malam itu fokus pada teknik pertahanan yang lebih halus dan efektif – bagaimana menghindari serangan dengan gerakan yang cepat namun tidak menyakitkan lawan, bagaimana menggunakan energi lawan untuk mengalahkan mereka, dan bagaimana mengendalikan emosi dalam situasi yang penuh tekanan. Kakek Darmo juga mengajarkan Evan tentang pentingnya menyelaraskan napas dengan gerakan tubuh untuk mendapatkan kekuatan maksimal tanpa harus menggunakan tenaga berlebih.

"Perhatikan setiap gerakan dengan seksama, Evan," instruksi Kakek Darmo sambil menunjukkan cara menghindari serangan dengan menggerakkan tubuh seperti aliran air yang licin dan tidak bisa ditangkap. "Kekuatan sejati bukanlah tentang seberapa keras kamu bisa menyerang melainkan tentang seberapa baik kamu bisa mengendalikan diri dan membaca gerakan lawan."

Setelah berlatih gerakan beladiri selama hampir dua jam, mereka beristirahat sebentar dengan minum air kelapa muda yang segar dan makan ubi rebus yang dibawa oleh Kakek Darmo. Selama istirahat itu, Kakek Darmo mulai mengajarkan Evan tentang ilmu pengobatan yang lebih mendalam – tentang cara mengolah tanaman obat menjadi bentuk yang lebih stabil seperti kapsul atau salep, tentang cara menentukan dosis yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, dan tentang cara mengidentifikasi tanaman obat yang beracun agar tidak salah menggunakan nya.

"Penting untuk kamu memahami bahwa tidak semua tanaman yang tampak baik bisa digunakan sebagai obat," ujar Kakek Darmo dengan suara yang penuh perhatian. "Ada beberapa tanaman yang memiliki efek samping yang berbahaya jika tidak digunakan dengan benar, bahkan ada yang bisa menyebabkan keracunan atau masalah kesehatan yang lebih serius. Itulah mengapa pengetahuan yang mendalam dan pengalaman yang cukup sangat diperlukan dalam ilmu pengobatan tradisional ini."

Ia kemudian memberikan Evan sebuah buku catatan khusus yang sudah ia gunakan selama puluhan tahun untuk mencatat pengalaman dan temuan nya dalam ilmu pengobatan. "Dari sekarang ini, kamu harus mulai mencatat setiap kasus yang kamu tangani, setiap ramuan yang kamu buat, dan setiap hasil yang kamu dapatkan," ujar nya dengan lembut. "Ini tidak hanya akan membantu kamu mengingat apa yang telah kamu pelajari namun juga akan menjadi referensi berharga bagi penerus warisan ini di masa depan."

Setelah istirahat selesai, mereka kembali melanjutkan latihan – kali ini fokus pada teknik meditasi dan konsentrasi yang sangat penting dalam ilmu beladiri dan pengobatan tradisional mereka. Evan belajar cara membangun fokus yang kuat dan menjaga pikiran nya tetap jernih meskipun di tengah gangguan atau tekanan. Kakek Darmo menjelaskan bahwa kemampuan ini sangat penting tidak hanya dalam pertempuran atau saat merawat pasien namun juga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.

"Meditasi bukan hanya tentang berdiam diri dan menutup mata," jelas Kakek Darmo sambil duduk bersila dengan sikap yang sangat tenang dan stabil. "Ia adalah tentang menghubungkan diri dengan alam sekitar kita, dengan energi yang ada di dalam diri kita, dan dengan tujuan yang kita yakini. Ketika kamu bisa mencapai kondisi ini, kamu akan memiliki kejernihan pikiran dan kekuatan batin yang luar biasa untuk menghadapi segala sesuatu."

Latihan malam biasanya berakhir sekitar jam sepuluh atau sebelas malam, tergantung pada tingkat kesulitan latihan dan materi yang diajarkan. Setelah selesai berlatih, Evan selalu membantu Kakek Darmo membersihkan alat pelatihan dan membersihkan area sekitar pohon beringin sebelum pulang ke rumahnya untuk beristirahat dan bersiap menghadapi hari berikutnya yang akan sama sibuknya.

Pada perjalanan pulang malam itu, Evan melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang dan merasa bahwa dirinya sangat beruntung bisa memiliki kesempatan untuk belajar ilmu yang begitu berharga dari Kakek Darmo. Meskipun kehidupannya sebagai siswa SMA sangat sibuk dan kadang-kadang membuatnya merasa lelah, ia tahu bahwa setiap usaha yang ia lakukan adalah untuk sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri – untuk melestarikan warisan leluhur dan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Ketika sampai di rumah dan melihat orang tuanya yang sudah tidur, Evan dengan hati-hati memasuki kamar nya dan segera beristirahat. Ia tahu bahwa esok hari akan ada banyak hal yang harus ia lakukan – mengikuti pelajaran di sekolah, membantu teman-teman yang membutuhkan, menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan tentu saja melanjutkan latihan malam nya bersama Kakek Darmo. Namun dengan kekuatan dan tekad yang kuat yang ia dapatkan dari latihan setiap malam, ia merasa bahwa dirinya siap untuk menghadapi semua itu dengan penuh semangat dan kebaikan hati.

Dan seperti bulan yang terus bersinar terang di langit malam meskipun sering diselimuti awan, Evan merasa bahwa tujuan hidup nya semakin jelas dan kuat – untuk menjadi orang yang tidak hanya pintar dan terampil namun juga memiliki hati yang baik dan siap untuk memberikan kontribusi yang berharga bagi masyarakat dan dunia yang ada di sekitarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!