NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah mulai terancam

Javier dan Nella kini makan eskrim berdua tapi, milik Javier sama sekali tidak di sentuhnya.

"Kau tidak mau biar aku yang makan." Javier menyerahkannya dengan gampang Nella malah kaget dan tetap mengambilnya dengan malu-malu.

"Kamu mengikutiku dari awal?"

Mengangguk.

"Kamu tahu aku di wawancarai siapa?"

Mengangguk.

"Kamu marah denganku?"

Menggeleng.

"Kamu mau aku suapi?" Penawaran itu membuat nya terdiam memiringkan kekiri kepalanya, tiba-tiba langsung mengangguk juga.

Sampai selesai makan dan mereka jalan berduaan bersama sampai akhirnya duduk di halte yang saat itu juga tumben sekali tak ada yang menunggu bus.

"Aku berusaha buat gak merepotkan siapapun, aku gak mau ketergantungan apa lagi setelah tau ternyata kamu punya kehidupan luar biasa dan aku tidak mau diam aja menikmatinya, walaupun kamu memaksa tetap aku selalu punya pikiran bagaimana kalo kamu pergi dari ku entah itu selamanya atau sebentar, aku bukan orang yang punya kesiapan emosi yang baik kadang jika sedang bagus emosinya aku bisa kontrol jika tidak aku bisa gila."

"Aku sudah berjanji..."

"Janji itu hutang, Javier."

Saat mereka berdua duduk dan berbicara Nella yang sedang stabil ingin bertanya sesuatu.

"Sebenarnya kalian keluarga apa? Kelihatan dari luar di segani."

"Ayahku salah satu dari orang terkaya dengan perusahaan raksasa di seluruh kota di negara ini, paman ku bangsawan kakek nenekku dari ayah juga bangsawan di negara ini... Aku hanya anak selir ayahku."

Nella diam. Tangan yang perlahan bergerak merangkul punggung dan menepuk kecil juga menatapnya dengan senyuman cerah.

"Lebih baik?"

"Karena senyumanmu."

"Sialan aku cabut perlakuan manisku."

Terkekeh hanya dengan sikap Nella.

Dari tatapan dan tawanya Javier bahagia dengan apa yang ia punya sekarang dan mereka yang memperhatikan Javier dengan tatapan saling melempar pertanyaan.

"Kukira Tuan tak pernah tersenyum atau tertawa." Daman memukul sandaran kepala Shinta.

"Tuan juga manusia, bodoh juga!"

"Yaa masalahnya sebelum nyonya ada Tuan itu seperti ingin memakan ku hidup-hidup."

"Terlalu percaya diri, kau itu pahit terlalu banyak suntik putih dagingmu jelek!"

"Sialan kau, aku merinding bodoh, ingin ku bunuh juga kau sekarang."

Suara pintu tertutup keras membuat keduanya diam, disana Seam masuk membawa makan dan juga membaginya untuk mereka.

"Kita pulang, Tuan minta kita pulang saja."

"Loh ini sedang bagus kapan lagi melihat mereka akan berciuman." Memukul lagi sandaran belakang kepala Shinta, kali ini Seam yang melakukannya.

"Sakit, Bodoh!" Melirik marah ke Daman.

Daman menunjuk dengan ekor matanya kalo Seam yang melakukannya.

"Eh hehehe.. Maaf Pak ayo jalan kita, pulang, let's go ! Yeeyy. Huft hampir mati tercekik aku!"

Dama menahan gelinya dengan sikap Shinta yang tiba-tiba aneh.

Gelengan kepala menghadapi Shinta salah satu anak buah perempuan yang ajaib dan lumayan diandalkan. Jika bukan karena ia punya kemampuan waspada yang baik beladiri tingkat tinggi bahkan bisa menggunakan senjata dengan baik sekali, Seam tidak akan membuatnya hidup.

Seam yakin jika keduanya bisa selamanya bersama jika orang itu tidak berusaha memisahkan mereka.

***

"Kamu harus positif thinking."

Nella menatapnya kesamping.

"Untuk apa?"

"Kamu tahu kalo kamu hidup tidak lama."

Angin dingin juga sejuk yang datang bersamaan lampu jalanan yang di hidupkan dan suasana perlahan berganti gelap.

"Oh itu... Tenang aja."

Sebenarnya bukan masalah untuk tetap berpikiran baik tapi, tetap waras dalam kondisinya tak baik-baik itu justru yang utama.

"Hampir gelap dingin juga anginnya, ayo pulang."

Javier menghentikan taksi dan naik setelah Nella.

Didalam taksi hanya saling diam dan Nella lagi dan lagi berpikiran untuk mempersiapkan apapun jika hidupnya beneran tidak lama.

Tidak terasa pikirannya yang terlalu panjang membuat nya tiba-tiba sudah didepan rumah.

Nella berjalan duluan meninggalkan Javier.

Siraman di wajah Kanaya seketika membuat acara makan malam keluarga ini menjadi tegang.

"Kalian mau membuat ku marah dengan sikap kalian."

Nella diam dengan kedua tangannya masih diatas meja makan.

Ya malam ini, Nella dan Javier harus datang ke acara makan malam keluarga tapi, satu pertunjukan yang tak pantas Nella bisa melihatnya sedikit lebih banyak malunya.

"Jangan seperti saudara laki-laki mu yang menikah tanpa keluarga, perempuan yang di buang keluarganya adalah pernikahan paling di kucilkan tanpa ada cara meriah dan semua orang tahu hal itu."

"Ibu, aku hanya mau bahagia dengan caraku."

"Bahagia yang bagaimana Kana, lihat dirimu kau terpelajar pendidikanmu sangat baik bahkan kau adalah anak perempuan luar biasa dengan latarbelakang luar biasa dari ku dan juga ayahmu."

Javier diam disana menahan amarahnya.

Nella meliriknya untuk tetap diam.

"Selesaikan sekarang hubungan kalian." Kayla membanting gelas air yang di gunakan menyiram wajah Kanaya.

Tatapannya terlempar ke Nella.

"Kalian berdua akan segera berakhir juga, silakan kalian nikmati makan malam hari ini, aku sudah tidak berselera."

Ayah disana menatap Javier sangat tajam bahkan Nella sama sekali tidak di liriknya dan ayah hanya memperhatikan Kinan Kalinya dan Kanaya hingga Javier.

Keluar dari rumah dan melangkah ke mobil Javier bersamaan rasa dingin menusuk.

"Tau gitu aku gak mau dateng, kamu maksa."

"Aku minta maaf."

Javier juga terlihat kesal setelah minta maaf ia langsung masuk ke mobil, Nella harus sabar menarik nafas membuangnya kasar.

Masuk dan duduk tenang hingga memakai sabuk pengaman.

Mobil pergi keluar dari area rumah ayah. Tanpa Javier siap jika ada lima mobil ikut keluar di belakang nya.

"Sudahlah Javier aku tidak mengenalmu, aku sudah tidak kuat sebelum semuanya lebih jauh aku mau kita berhenti disini."

"Aku tidak mau!"

"Aku memaksa mu Javier."

Spion luar tepat di samping Nella pecah secara mengejutkan membuat perdebatan mereka berhenti, berganti umpatan Javier yang emosi.

"Apa ini?" Nella mau menoleh ke luar jendela, kaca masih tertutup tapi kembali tembakan itu membuat spion mobil yang hanya rusak jadi lepas.

"Jangan bergerak dari kursimu."

Pedal gas yang di injak dalam dengan kecepatan tinggi Javier fokus menjauh tapi tembakan terus diarahkan ke kemera hanya di bagian Nella. Saat di jalanan macet Javier mengambil celah untuk cepat pergi sampai bunyian klakson dari pengendara yang lain di jalan senggang pun Javier kembali menginjak pedal gasnya.

"Kau gila, kita bisa kecelakaan !"

Javier sengaja tidak dengar teriakan kesal Nella.

Dua motor didekat melepaskan tembakan. Bukan mengarah ke Javier jelas mereka mengarahkan ke Nella.

Gerakan sigap tangannya menahan Nella walaupun sudah memakai sabuk pengaman Javier juga harus menggunakan tangannya menahan Nella saat membanting stirnya. Mata Nella tidak lepas dari wajah serius dan bahkan sama sekali tidak terlihat baik.

"Sialan!"

Mobilnya sudah menjauh dari kedua motor itu tapi didepan seseorang keluar dari atap mobil membidik kerah dada Nella.

Banting stir kanan sampai sebuah mobil besar yang pasti itu milik satu anak buahnya membuat kekacauan dengan menabrakkan diri ke mobil yang tadi mau membidik Nella.

Putar balik Javier melawan arus jalan raya sampai mobil besar didepan di tabraknya dengan kencang.

"Javier!"

Bukan mobil Javier yang menabraknya tapi, mobil yang berisi anak buah ayahnya yang di tugaskan untuk membunuh Nella jika perlu Javier ikut terluka.

Ayahnya gila mengincar nyawa menantunya dan tak masalah jika Javier juga celaka.

"Rem!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!