NovelToon NovelToon
DETERMINED

DETERMINED

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Murid Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: amuntuyu

"Di antara dinginnya sebuah pelindung dan hangatnya sebuah tawa, ada hati yang bertekad untuk tidak lagi hancur." - Meira tidak pernah percaya bahwa tragedi yang merenggut nyawa Papanya hanyalah kecelakaan biasa. Didorong oleh rasa kehilangan yang amat dalam dan teka-teki hilangnya sang Mama tanpa jejak, Meira berangkat menuju Lampung dengan satu tekad bulat, menguak tabir gelap yang selama ini menutupi sejarah keluarganya. Namun, menginjakkan kaki di SMA Trisakti ternyata menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan. Jalannya tidak mudah. Meira harus berhadapan dengan tembok tinggi yang dibangun oleh rahasia yang terkubur dalam, hingga trauma yang nyaris membuatnya menyerah di setiap langkah. Setelah satu demi satu rahasia terbongkar, Meira pikir perjuangannya telah usai. Namun, kebenaran itu justru membawa badai baru. Ia kembali dihadapkan pada persoalan hati yang pelik. Antara rasa bersalah, janji masa lalu, dan jarak. Kini, Meira harus membuat keputusan tersulit dalam hidupnya. Bukan lagi tentang siapa yang bersalah atau siapa yang benar, melainkan tentang siapa yang berhak menjadi tempatnya bersandar selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amuntuyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua puluh Sembilan

Keesokan harinya, seluruh murid dari kelas XI IPA 1 sudah berkumpul di tengah lapangan terbuka di sekolah. Ini adalah mata pelajaran olahraga kedua bagi Meira dan Ayara di sekolah itu. Meira tampak terduduk pada undakan tangga yang berada di pinggir lapangan. Sedangkan Ayara sedang bermain bola dengan Hesty, Lana, Haris, Abil dan juga beberapa teman lainnya.

Meira sesekali tertawa melihat tingkah Haris yang berkali-kali gagal menendang bola karena tersandung kakinya sendiri. Suasana ceria di lapangan setidaknya bisa sedikit mengalihkan pikirannya dari ketegangan di rooftop hari kemarin. Meski begitu, tatapan Meira tak jarang mencuri pandang ke arah pojok lapangan, di mana Rey sedang duduk menyendiri sambil memutar-mutar peluit di tangannya. Cowok itu seolah membangun tembok yang lebih tinggi dari biasanya.

"Mei. Fotoin gue bareng Abil dong!" teriak Ayara dari tengah lapangan sambil melambaikan tangan.

Hubungan Meira dan Ayara sudah membaik seperti biasanya setelah pengakuan di rooftop itu. Begitupun dengan Abil, cowok itu akhirnya sedikit lebih terbuka pada Ayara dan tidak menolaknya lagi untuk melakukan pendekatan. Hal itu tentu saja membuat Ayara senang luar biasa.

Meira hanya mengacungkan jempol sambil tersenyum tipis. Ia merogoh ponsel di saku celana olahraganya, membidik ke arah Ayara yang kini berdiri bersisian dengan Abil. Ayara tampak memamerkan senyum lebarnya, sementara Abil terlihat sedikit kaku namun tetap mengimbangi dengan pose dua jari.

Cekrek.

Satu foto berhasil diabadikan.

"Gimana bagus gak hasilnya? Mana gue mau lihat." Ayara berlari menghampiri Meira untuk melihat hasil dari jepretan sahabatnya itu.

"Masa fotonya cuma berdua doang. Barengan lah. Kita belum ada foto bareng juga kan?" usul Haris sambil melambaikan tangannya pada Hesty dan Lana. "Lan, Ty, ayo foto."

"Ayo!" seru Hesty sambil mendekat ke arah Haris.

Mereka segera memposisikan diri di pinggir lapangan, dengan ponsel Meira yang bersandar pada undakan tangga paling atas. Timer pada kamera yang sengaja di pasang oleh Haris berbunyi halus, menghitung mundur.

"Bentar, bentar. Kayak ada yang kurang." Haris menatap satu persatu temannya yang sudah berbaris rapi. Ada Meira, Ayara, Hesty, Lana dan Abil. Cowok itu mengerutkan dahinya ketika dirinya tak menemukan Ilham disana.

"Lah, si Bohlam kemana?" tanyanya.

Mereka refleks mengedarkan pandangannya menyisir area lapangan. Tanpa membutuhkan waktu lama, pandangan Haris berhasil menemukan Ilham yang sedang duduk di undakan tangga tak jauh dari tempat Meira duduk tadi. Ilham sedang duduk dengan menyenderkan punggungnya ke undakan tangga yang lebih tinggi di belakang. Mata cowok itu lurus menatap ke arah Meira dengan tatapan yang susah diartikan, seolah hanya ada Meira di lapangan yang luas itu.

Pikiran Ilham melayang mengingat dua hari kebelakang.

Flashback...

Ilham berlari cepat memasuki sebuah gedung rumah sakit yang berada tepat di pusat kota. Ia sama sekali tak menghiraukan apapun sekarang, ia ingin cepat-cepat tiba menemui seseorang yang sudah lama ditunggunya.

Hingga ketika langkahnya tiba di depan sebuah ruangan dengan nomor 028, langkahnya ia hentikan. Ia membuka pintu ruangan itu dengan gerakan cepat. Sampai pandangannya mendapati seorang perawat yang berdiri di samping ranjang yang terisi oleh seorang wanita disana. Wanita itu terlihat berbaring lemah dengan ditempeli banyak sekali alat medis ditubuhnya.

"Gimana keadaannya, sus? Ibu udah sadar?" tanya Ilham, cowok itu melangkah mendekat ke arah wanita itu berbaring.

Perawat itu tersenyum ketika melihat kedatangan Ilham. "Keadaannya masih sama, Ham. Ibu tadi buka mata sebentar saat saya sedang menyuntikan obat, lalu tak lama Ibu mengalami kejang. Tapi kamu gak usah khawatir, itu cuma kejang biasa yang memang sering dialami orang yang sedang mengalami masa-masa koma." jelas perawat itu.

Hembusan nafas panjang keluar dari mulut Ilham. Bagaimana tidak khawatir? Perawat yang meneleponnya tadi membuatnya senang sekaligus takut setengah mati. Ilham sangat takut bila wanita yang berbaring dihadapannya akan pergi meninggalkannya. Ia harus memastikan wanita itu sadar dan pulih kembali, karena orang yang disayanginya kini sedang berjuang untuk bisa bertemu dengannya.

"Ibu pasti bisa sembuh kan, sus?" tanya Ilham pada perawat bernama Dini itu. Nada bicaranya seolah tak yakin.

Perawat itu menatap Ilham sendu. Ia tahu perjuangan cowok itu sampai saat ini untuk menunggu Ibu, sosok wanita yang sedang berjuang dengan kematian itu pulih dari tidur panjangnya. Sudah tiga tahun lamanya Ibu terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit ini. Dan hanya Ilham seorang lah yang setia merawatnya, meski ia sendiripun tidak tahu hasil kedepannya akan bagaimana.

"Kita do'akan saja, Ham. Mudah-mudahan ada keajaiban buat Ibumu." perawat itu mengelus bahu Ilham pelan, berusaha menyalurkan semangat untuk cowok itu.

"Semoga aja." gumam Ilham penuh harap.

End.

"ILHAAAM!"

Ilham menutup kupingnya karena terkejut dengan suara nyaring Haris tepat disebelah telinganya. Temannya itu sedikit mengguncang tubuh Ilham sehingga memaksanya untuk menyudahi lamunan cowok itu.

"Apaan?" tanya Ilham heran, ia sesekali mengerjapkan matanya berusaha sadar kembali pada kegiatan yang dilakukannya saat ini.

"Lo kenapa, sih? Dari tadi dipanggil gak nyahut-nyahut, kesambet, ya?"

"Sembarangan lo!" Ilham menepis tangan Haris sambil berusaha menormalkan raut wajahnya. "Gue cuma lagi mikirin strategi buat tanding nanti, biar lo nggak malu-maluin banget pas main."

Haris mendengus kasar. "Strategi apaan, mata lo melotot ke arah Meira gitu. Jangan bilang lo suka sama Meira dan mau nikung gue?"

Ilham terdiam sejenak, melirik Meira yang kini sedang tertawa kecil melihat interaksi mereka. Ada rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya.

'Andai lo tahu, Mei. Ada seseorang yang lagi berjuang buat bertahan dan bisa ketemu sama lo.' batinnya perih.

"Udah, ayo buruan foto. Kasian hp Meira udah panas nih!" seru Lana dari kejauhan.

Ilham akhirnya bangkit dan bergabung dengan barisan. Ia berdiri di sisi paling pinggir, berusaha memberikan senyum terbaiknya meski pikirannya masih tertinggal di ruangan 028 rumah sakit itu.

Cekrek!

Foto itu terambil. Meira segera mengambil ponselnya dan mengecek hasilnya. "Bagus, nanti aku kirim di grup ya."

...\~\~\~...

1
Zanahhan226
ups, penuh misteri sekali ini..
listia_putu
ceritanya bagus kok, udah melewati 10 bab yg aku baca. tp kenapa pembacanya sedikit??? heran....
Zanahhan226
menarik dan misterius..
Zanahhan226
halo, aku mampir, Kak..
semangat, ya..
kita saling dukung ya..
🥰🥰
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
anggita
mampir ng👍like aja☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!