NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Audit Tengah Malam

​Tok. Tok. Tok.

​Tiga ketukan tegas. Kairo berdiri di depan pintu "Kantor Pribadi" istrinya sambil membawa nampan kopi, melirik jam pukul sembilan malam.

​"Masuk," suara Elena datar.

​Kairo menekan kode MONEY, pintu terbuka. Udara dingin menyergap. Elena duduk di balik meja, dikelilingi cahaya biru monitor, kacamata anti-radiasi bertengger di hidung.

​"Kopimu. Tanpa gula," kata Kairo.

​"Taruh situ. Duduk. Jangan berisik."

​Kairo duduk berhadapan. "Sudah ketemu?"

​Elena menekan Enter keras. "Sudah. Dan kau tidak akan suka hasilnya."

​Dia memutar monitor. Spreadsheet proyek Greenlight City Cikarang penuh warna merah.

​"Baca baris 45 sampai 60. Biaya Pengamanan Warga dan Kompensasi Sosial. Tiga miliar rupiah bulan ini."

​Kairo mengangguk. "Warga demo. Tim lapangan harus bayar ormas supaya alat berat bisa masuk."

​"Bohong," potong Elena dingin.

​"Apa?"

​"Warga tidak demo. Lihat ini." Elena membuka rekaman CCTV. "Hari ini. Kemarin. Minggu lalu. Sepi. Tidak ada spanduk, tidak ada ban bakar. Gerbang proyek terbuka lebar."

​Kairo ternganga. "Tapi laporan mingguan bilang ada kerusuhan..."

​"Fiktif. Untuk menutupi uang tiga miliar itu." Elena menunjuk kolom lain. "Vendor Semen dan Pasir. PT. Sinar Abadi Jaya. Kau kenal?"

​"Ada ratusan vendor. Aku tidak hafal."

​"Kau harusnya hafal. Mereka suplai 60% material dengan harga dua kali lipat pasar. Semen 50 ribu ditagih 100 ribu. Kau bayar tanpa tanya."

​Darah Kairo mendidih. "Siapa yang menyetujui kontrak ini?"

​"Itu bagian menariknya." Elena mengetik, memunculkan Akta Pendirian Perusahaan.

​"Pemilik PT. Sinar Abadi Jaya adalah Budi Hartono. Nama pasaran. Tapi setelah dicek..." Elena menatap Kairo lurus. "...Budi Hartono adalah adik kandung istri Direktur Keuanganmu. Pak Haryo."

​Duarr.

​Kairo merasa disambar petir. Pak Haryo? Orang kepercayaannya sejak lama?

​"Tidak mungkin," bisik Kairo parau.

​"Kepercayaan itu mahal, dan Pak Haryo menjualnya seharga tiga miliar per bulan," kata Elena kejam. "Dia ciptakan konflik fiktif untuk menutupi mark-up. Uangmu diputar di keluarga mereka."

​Kairo berdiri mendadak, kursi terbanting. Wajahnya merah padam, tangan terkepal.

​"Brengsek!" teriaknya, menyambar ponsel. "Aku bunuh tua bangka itu! Aku pecat dia malam ini!"

​"Berhenti!"

​Tangan Elena melesat menahan Kairo. "Jangan bodoh. Duduk."

​"Lepaskan! Dia maling!"

​"Aku tahu dia maling! Makanya jangan ditelepon!" bentak Elena. "Kalau kau telepon sekarang sambil marah-marah, dia akan tahu. Besok pagi semua bukti akan hilang dari server. Dia bakar semuanya. Kau tidak punya bukti hukum!"

​Napas Kairo memburu, tapi logika Elena masuk akal.

​"Lalu aku harus apa? Diam saja?"

​"Kita jebak dia," kata Elena, memaksa Kairo duduk. "Minum kopimu. Dinginkan kepalamu."

​Kairo meminum kopi panas itu dalam satu tegukan kasar. "Jelaskan."

​"Pak Haryo merasa aman karena kau sibuk. Kita biarkan dia merasa aman beberapa hari lagi."

​"Tapi kas menipis, Sora. Bulan depan kita tidak bisa bayar gaji karyawan," Kairo memijat pelipis stres.

​"Makanya kita butuh uang baru. Segera."

​Elena menunjukkan profil seseorang di tablet.

​"Besok malam ada Gala Dinner. Tamu utama Mr. Chen, investor Tiongkok. Kau diundang?"

​"Ya. Tapi dia pelit dan rewel."

​"Kita tidak punya pilihan. Kita harus dapatkan tanda tangan Mr. Chen besok malam. Suntikan dana 500 miliar. Begitu uang masuk, posisi keuangan aman. Saat itulah..."

​Elena membuat gerakan memotong leher.

​"...kita panggil polisi ke kantor. Tangkap Haryo saat rapat direksi. Permalukan dia dengan bukti lengkap ini."

​Kairo menatap Elena. Rencana itu sempurna. Kejam, taktis, efisien. Rencana jenderal perang.

​"Kau yakin bisa dapatkan Mr. Chen? Dia benci perusahaan cash flow berantakan."

​"Dia tidak akan tahu. Aku akan poles laporan keuanganmu malam ini agar cantik," jawab Elena percaya diri. "Tugasmu besok cuma satu: Pakai jas terbaik, tebarkan pesona CEO, dan bawa aku."

​"Kau mau ikut?"

​"Tentu. Kau pikir bisa hadapi lintah darat itu sendirian?"

​Kairo terdiam lama, menatap wanita di depannya. Piyama biru tua itu terlihat seperti baju zirah. Dia condong ke depan, menopang dagu.

​"Sora."

​"Apa?"

​"Kau bicara strategi jebakan seperti veteran perang pembunuh ratusan orang," kata Kairo menyelidik. "Padahal seingatku... Sora yang kunikahi menangis karena tidak bisa tangkap nyamuk."

​Tangan Elena berhenti mengetik. Hening.

​Dia mengangkat wajah perlahan, menatap balik dengan sorot mata dingin dan tua. Sorot mata yang tidak dimiliki gadis 23 tahun.

​"Nyamuk tidak bawa uang, Kairo," jawab Elena tenang. "Pengkhianat bawa uang. Dan aku selalu serius soal uang."

​Dia kembali menatap layar. "Habiskan kopimu dan keluar. Aku butuh konsentrasi memalsukan—maksudku, merapikan neracamu."

​Kairo bangkit, perasaan campur aduk. Takut, curiga, tapi bergairah.

​"Baiklah, Bu Konsultan," bisik Kairo di pintu. "Tunjukkan padaku besok. Apakah kau serigala, atau domba yang berakting."

​Kairo keluar. Bip. Bip. Bip. Ceklek. Pintu terkunci.

​Di lorong sepi, Kairo tersenyum miring.

​"Menarik. Sangat menarik."

1
Dayu IraKarna
🤭🤭🤣🤣samaa kakk😍😍
Dayu IraKarna
Betul kak...jadi keren ya🤭
Irawati Soetojo
Ini novel terbaik Yang saya baca Di Noveltoon. Keren banget
linanda eneste
🤣🤣🤣 bahahaaa kocak lw kai
Mami Radifa
Terlalu matre mah s bini laki nya pingin liburan, istri nya bisnis mulu sampe"buat liburan aja suami bayar buat nikmatin waktu liburan, istri terlalu matrealistis 😡😡😡Thor kurangi dong otak bisnis nya sang istri lama"nggak tega liat suami nya 😏😢
Mami Radifa
Ada aja kelakuan Papa nya Elvano
Eni Listia
Bukannya kairo di kantor ya? kok tiba-tiba di rumah
Rossa Miati
aku sampai ngakak 🤣 bacanya, tapi keren author, Krn aku suka dng cewek gigih dan berani, ga bucin dan mewek 🤭😄
Khalistata 1984
keren ceritanya,sy suka😍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒑 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 𝒂𝒋𝒂 𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒊𝒏𝒊 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑯𝒂𝒎𝒊𝒍 𝒅𝒆𝒉 😏
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝑺𝒐𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒏𝒊𝒉 😱😱😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒕𝒍𝒂𝒌 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒆𝒔𝒕 👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 😏😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒓𝒖𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒊𝒓𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!