Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Itu Karma
Hari sudah mulai gelap, Liu Yan benar benar di bawa untuk bersenang senang, lihatlah, sejak tadi senyuman pun tak pernah luntur dari wajah cantiknya
"Wei Yuan ada apa?" Kereta tiba tiba berhenti, Liu Yan dan kedua sepupunya duduk di dalam kereta, sedangkan Wei Yuan, sebagai seorang pelayan tentu saja ia duduk di samping pak kusir
"Nona, sepertinya ada keributan"
"Wah, sangat besar, Wei Yuan pergi dan lihatlah"
"Baik" Wei Yuan melangkah mendekati keramaian dan di sana Lin Zhi nampak kacau dengan pakaiannya yang kusut
"Nyonya apa yang terjadi?"
"Seseorang menerobos kereta, dan setelah beberapa saat di kereta nona ini terlempar keluar kereta dengan keadaan seperti ini" Si wanita paruh baya berucap ringan
"Wow, apakah tak ada pengawal yang menjaga di sekitar sini?, dan nona ini jelas bangsawan tapi tak membawa pengawal bersamanya" Wei Yuan berucap lembut, ia berusaha keras menahan tawa penampilan Lin Zhi sangat memalukan, ia putri selir dan hari di hina di siang bolong, siapa yang berani menikahinya
"Huh, nona ini juga bernasib malang, ia di permalukan di depan umum, akan sulit untuknya hidup setelah ini"
"Nyonya benar" Wei Yuan dan si wanita sama sama menghela nafas pelan
"Ada apa?"
"Nona, kereta nona kedua di terobos orang dan di permalukan"
"benarkah?"
"Benar, sekarang Nona kedua masih menangis"
"Kakak apakah kita akan membantu" Kereta yang di kendarai Lin Zhi hancur karena pria penerobos itu, dan beberapa prajurit datang untuk mengejar pria berpakaian hitam itu
"Ini karma" Hu Lian berucap lembut, Lin Zhi jahat ini pantas menerima hukuman, wanita ini sangat sombong dan ingin
"Benar, nenek selalu mengatakan jika orang jahat mendapat balasannya" Hu Jian sangat puas melihat Lin Zhi di hina seperti ini, dalam kekacauan Lin Zhi melihat Wei Yuan di antara keramaian, ia tersenyum kecil, Ia sudah terlanjur memalukan, ia tak bisa mengangkat wajah di masa depan jadi hanya bisa mencari orang lain untuk memikul kesalahan
"Kakak aku tau kau marah pada ku ku, kau marah pada keluarga kita, tapi mengapa harus begitu kejam" Lin Zhi langsung menangis, ia sudah di permalukan, hanya bisa melemparnya pada Liu Yan baru bisa mengangkat wajah di ibu kota ini
"Apa hubungannya dengan adik sepupu" Hu Lian yang berada di dalam kereta menjawab dengan nada dingin
"Kakak mengapa harus seperti ini, adik ini telah melakukan kesalahan tapi adik ini telah meminta maaf, mengapa kakak begitu tega, adik ini masih begitu muda, tapi kakak, pria itu" Lin Zhi terisak dalam kesedihan, Di dalam kereta itu pasti ada Liu Yan, Ia tak mungkin salah, Wei Yuan menempel pada Liu Yan seperti anjing, tentu saja dimana ada Liu Yan akan ada Wei Yuan.
"Nona pertama ini apakah begitu kejam di usia muda?, ia bahkan mengirim orang untuk menghina adiknya sendiri" Seorang wanita paruh baya mulai mengiring opini publik terhadap Liu Yan
"Apakah hubungan saudara begitu buruk hingga melakukan hal kejam di jalanan" Sahut wanita lainya
"Bajingan ini pandai mengalihkan opini publik" Liu Yan menatap Lin Zhi mengejek,
Sedangkan Lin Zhi ia tentu saja puas dengan hal yang ia lakukan, mengiring opini seakan akan kejadian ini memiliki hubungan dengannya dan akhirnya? Orang akan berkata jika nona besar keluarga Zhang berhati kejam tak sungkan menyakiti adiknya sendiri.
"Lin Zhi, apa yang kau katakan, aku hanya tak sengaja lewat, jangan membuat orang salah faham" Liu Yan menatap dengan ejek
"Kakak, ayah sudah memperlakukan mu dengan tidak adil, ayah juga sudah meminta maaf tapi mengapa kakak masih tak bisa melepaskan ku"
"Tutup mulut mu, adik sepupu tak melakukan apapun, kau memfitnah orang lain apakah kau tak takut pada dewa di langit?" Hu Jian dengan penuh amarah
"Ingin merusak reputasi adik sepupu apakah kau sudah bertanya pada keluarga Hu?" Hu Lian kembali menambahkan, Lin Zhi masih duduk dan terus menangis sehingga orang lain menatapnya dengan begitu simpati
"Kakak, ini salah ku, aku memang pantas mendapatkannya, namun apakah kakak tidak memikirkan nama keluarga Zhang kita, apakah kakak ingin membuat ayah marah dan di ganggu"
"Nona Zhang jangan merusak reputasi adik perempuan kami, kejadian hari ini tak ada hubungannya dengan adik sepupu"
"Benar, adik sepupu tak melakukan apapun, orang jahat akan mendapatkan karma"
"Kalian dua pria yang gagah hanya bisa menindas gadis lemah seperti ku, aku benar benar bernasib malang, keluarga Zhang ku yang berharga telah di permalukan oleh ku, keluarga Hu begitu tak terkendali Hinga bisa berbuat semena mena di bawah hidung kaisar"
"Adik jangan membuat masalah lagi, meski ayah sangat menyayangi mu, tapi ayah juga tak senang jika kau mempermalukan keluarga kita di jalanan seperti ini" Liu Yan menjawab lembut, tirai kereta di buka dan munculah Liu Yan dengan penampilan lembut yang nampak sangat cantik
"Benar, bahkan berita ini sudah menyebar selama berhari hari, anak yang tak memiliki dukungan ibu memang cukup menyedihkan" Siapa yang tak tau tentang betapa piciknya Mentri Zhang, negara ini mengatur keturunan keluarga bangsawan dengan jelas, tapi Mentri Zhang ini, berani dengan terang terangan menindas putri sah dan memanjakan putri selir
"Benar, ku dengan putri Hua di perlakukan tidak adil selir mengambil mahar ibunya, keluarga Zhang benar benar kacau, bahkan di keluarga biasa pun selalu ada perbedaan antara putri sah dan putri selir, tapi kediaman Mentri Zhang benar benar membuat orang tertawa" Banyak rumor yang berterbangan di luar sana
Ada yang mengatakan jika Mentri Zhang memanjakan selir dan menindas putri sah, ada juga yang mengatakan Mentri Zhang menahan uang maskawin dan menguasai hadiah lamaran pemberian raja Han, dan ada banyak lagi rumor yang menyebar
"Ka.."
"Adik jangan menambah masalah lagi, Kakak bisakah kita meminta pelayan mengantar adik kembali ke kediaman?" Liu Yan menatap kakak sepupunya dengan permohonan, orang lain akan berfikir jika Liu Yan kakak yang baik meski telah di ganggu bertahun tahun tapi tak menyimpan dendam
"Adik sepupu sangat baik hati, kau sudah di perlakukan tidak adil di kediaman Zhang, tapi kau masih memperdulikan dia" Hu Lian tak puas,
Bermarga Zhang ini sangat jahat, sepupu mereka begitu baik, ia melah memikirkan berbagai cara untuk menyakiti sepupunya, gadis seperti ini benar benar menjijikan
"Kakak sepupu, kami adalah saudara, ada banyak kesalahpahaman antara saudara adik ini tak akan mengingat hal kecil seperti itu" Liu Yan nampak lembut dan bermartabat, membuat bisik bisik kembali terjadi di antara keramaian
Lin Zhi menjadi semakin kesal, ia memukul tanah dengan penuh amarah, akan tetapi ia tak bisa mengatakan apapun, Jalang Liu Yan ini menuduhnya sebagai kekacauan, dan jika hal ini di dengar ayah mereka maka semua akan menjadi sedikit sulit
"Kali ini kalian keluarga Zhang akan kami lepaskan, di masa depan jika berani menganggu adik sepupu maka kami akan memberi perhitungan pada kalian" Hu Lian menatap Lin Zhi dengan tatapan tajam
Dengan satu perintah dua pengawal segera membantu Lin Zhi berdiri dan mengantarnya kembali ke kediaman mentri Zhang,
"Adik jangan biarkan hal kecil menganggu kesenangan kita, kakak tau tempat perhiasan terbaik apakah adik ingin melihat lihat" Hu Guan
"Tentu saja kakak sepupu" Liu Yan tersenyum lebar dan kembali ke perjalanan yang sempat tertunda.