Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Raka berjalan sendirian di atas trotoar. Dia tidak tahu di daerah mana dirinya berada saat ini, semuanya terasa sangat asing baginya.
Rasanya sungguh tak bisa dipercaya, ayahnya tega meninggalkannya begitu saja, seolah-olah telah membuangnya seperti sampah.
Hari demi hari silih berganti, Raka tinggal di jalanan. Dengan sisa uang kembalian milik ayahnya, demi bisa bertahan hidup, Raka menggunakan uang tersebut untuk membeli roti, untuk hanya sekedar mengganjal perut.
Anak kecil berusia delapan tahun itu sedang memakan sepotong roti dengan sangat lahap. Selama tiga hari terakhir, dia tidur di sudut luar toko yang sudah tutup, dan menumpang mandi di toilet umum yang tidak jauh dari sana.
Namun, Raka tiba-tiba menitikan air matanya saat melihat ada seorang ibu yang sedang berjalan sambil menggenggam tangan anaknya, anak itu terlihat sangat bahagia sekali sambil memakan ice cream.
Di tengah gelapnya malam, Raka menangis terisak-isak. Dia sangat merindukan ibunya yang sudah tiada. Andai saja ibunya masih hidup, dia tidak akan pernah mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan seperti ini.
Selama ini, ibunya sangat menyayanginya, akan melakukan apa saja demi kebahagiaan Raka. Tutur katanya yang sangat lembut, mampu menyejukan hatinya. Tapi kini, dia sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi.
Padahal Raka sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menjadi anak yang bandel, akan selalu giat belajar, dan tidak akan melakukan sesuatu yang membuat ayahnya marah. Tapi ternyata, ayahnya malah tega meninggalkannya. Sangat membuat hatinya terluka.
Raka terkejut saat menyadari ada dua orang pria berbaju hitam yang sedang mengawasinya secara diam-diam. Mereka berdua saling melirik satu sama lain.
Tanpa berpikir panjang, Raka segera berlari secepat mungkin. Tapi ternyata kedua pria itu malah terus mengejarnya.
"Tolong! Tolong aku!" teriak Raka dengan suara bergetar ketakutan.
Namun langkahnya terhenti saat seorang pria lain tiba-tiba muncul dan berdiri tepat di hadapannya. Pria itu tertawa sinis, "Mau pergi kemana kamu anak kecil?"
Raka tidak bisa berkutik karena saat ini dia sedang dikelilingi oleh tiga orang pria berbadan kekar. Mereka sangat menyeramkan.
...****************...
Sementara itu di kota Jakarta, di sebuah mansion yang sangat megah, terlihat Bobby yang sedang memandangi foto Raka dengan mata berkaca-kaca. Selama tiga hari ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, terus memikirkan anak kandungnya itu.
"Seharusnya aku tidak meninggalkannya begitu saja dijalanan. Setidaknya aku bisa menitipkan dia ke panti asuhan," lirih Bobby dengan suara pelan.
Saat itu dia tidak bisa berpikir dengan jernih, karena takut Vera marah jika ketahuan dia berniat membawa Bobby ke Jakarta, sehingga tanpa berpikir panjang, dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Raka di Kota Sagara.
Bobby pun menghela napas dalam-dalam. Seharusnya dia bisa melupakan Raka. Karena kini dia telah bahagia dengan keluarganya yang baru. Kehadiran Raka hanya akan menambah masalah di dalam hidupnya.
Tiba-tiba seorang anak berusia sembilan tahun masuk ke ruang kerjanya. Dia adalah Pram, anak tirinya Bobby. Anak kecil itu berkata dengan manja, "Papa, aku ingin mainan baru. Tapi Mama malah marah padaku."
Bobby segera menyembunyikan foto Raka ke dalam laci.
Tak lama kemudian, Vera menyusul masuk Ke dalam ruangan. "Bukannya Mama menentang. Tapi mainan kamu sudah menumpuk lho, Pram sayang. Kemarin kita sudah beli mainan-mainan mahal. Sekarang ingin mobil-mobilan seharga sepuluh juta."
Bobby malah tertawa kecil. "Tidak apa-apa. Belikan saja mainan apapun yang Pram suka."
Pram langsung bersorak gembira sambil meloncat-loncat di lantai, "Horeee! Pram akan punya mobil-mobilan baru."
Bobby ikut bahagia, dia menatap anak tirinya itu dengan lembut, "Pram sudah makan belum?"
Pram menjawab dengan hati gembira, "Sudah, Pa. Tadi Pram makan makanan kesukaan Pram. Ada burger, pizza, dan spagetti."
Bobby pun tersenyum lega. Dia sama sekali tidak memikirkan selama tiga hari ini anak kandungnya tidur dimana dan sudah makan atau tidak. Bahkan saat ini, dia telah diincar oleh orang-orang yang sering melakukan penculikan anak.
Vera mengingatkan Bobby. "Pa, jangan lupa, sebentar lagi kita akan malam bersama dengan keluarga Barack."
Bobby hanya menganggukkan kepalanya. "Iya, Ma."
Sebenarnya dulu, Bobby pernah berniat menjodohkan Raka dengan putri dari keluarga Barack. Karena bagaimana pun pula, dia bisa sesukses seperti ini berkat bekerjasama dengan Antonio Barack.
Mereka bahkan sudah sepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka kelak. Tapi, karena Vera tidak menghendaki kehadiran Raka di kehidupan mereka, Bobby terpaksa harus membuang Raka. Akhirnya, dia memilih menjadikan Pram sebagai pengganti Raka untuk melanjutkan perjanjian tersebut.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...