NovelToon NovelToon
Setelah 100 Hari

Setelah 100 Hari

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

"Setelah aku pulang dari dinas di luar kota, kita akan langsung bercerai."

Aryan mengucapkan kata-kata itu dengan nada datar cenderung tegas. Ia meraih kopernya. Berjalan dengan langkah mantap keluar dari rumah.

"Baik, Mas," angguk Anjani dengan suara serak.

Kali ini, dia tak akan menahan langkah Aryan lagi. Kali ini, Anjani memutuskan untuk berhenti bertahan.

Jika kebahagiaan suaminya terletak pada saudari tirinya, maka Anjani akan menyerah. Demi kebahagiaan dua orang itu, dan juga demi kebahagiaan dirinya sendiri, Anjani memutuskan untuk meninggalkan segalanya.

Ya, walaupun dia tahu bahwa konsekuensi yang akan dia hadapi sangatlah berat. Terutama, dari sang Ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana jual saham

"Jadi, ini alamatnya?"

Petra tersenyum sinis saat berhasil menemukan alamat yang diberikan oleh Sandra. Rumah sederhana itu tampak begitu sepi. Namun, samar-samar, Petra dapat mendengar jika didalam sana, ada dua orang wanita yang sedang mengobrol.

Dengan hati-hati, Petra mengendap-endap mendekati rumah tanpa pengawalan ketat itu. Jendela bagian samping adalah incarannya. Dia mencongkel jendela tersebut dengan hati-hati supaya tak menimbulkan suara.

Setelah terbuka, Petra pun melompat masuk kemudian mengeluarkan pisau yang dia bawa. Rencananya, dia akan langsung menggorok leher Mariana, begitu dia menemukan perempuan itu.

Namun, sesuatu diluar dugaan tiba-tiba terjadi. Saat Petra berhasil masuk, lampu tiba-tiba padam. Suara orang yang tadi mengobrol di ruang tengah pun seketika lenyap.

Yang tersisa kini hanya kegelapan dan kesunyian yang mendadak terasa mencekam.

Shut!

Satu sabetan pisau tiba-tiba datang dari arah depan. Petra yang tidak siap dengan serangan apapun tak punya kesempatan untuk menghindar.

Perutnya langsung mengeluarkan darah segar. Kemudian, satu serangan datang lagi namun kali ini dia berhasil menghindar.

Buru-buru, dia memasang kacamata inframerah yang sudah ia persiapkan sejak awal untuk jaga-jaga jika dia terpaksa harus melakukan aksinya dalam keadaan gelap. Tak ia sangka, jika kacamata itu justru akan ia gunakan untuk melawan pasukan pembunuh yang ternyata juga balas mengincarnya.

"Siapa kalian?" tanya Petra kepada salah satu orang yang berhasil ia tangkis serangannya.

"Orang yang dikirim untuk melenyapkan nyawamu," jawab perempuan itu dengan suara rendah dan berat.

Petra tak bisa melihat dengan jelas seperti apa rupa musuhnya. Yang dia tahu, jika dirinya saat ini benar-benar masuk ke dalam jebakan.

Bisa jadi, suara perempuan yang tadi bercakap-cakap adalah suara perempuan yang sekarang sedang menyerang dirinya.

Sialnya, perempuan itu tak sendiri. Dia bersama tiga orang rekannya yang lain.

"Sial!" umpat Petra saat satu tusukan pisau menancap di dadanya.

Sekuat tenaga, dia menahan tusukan pisau itu agar tak masuk terlalu dalam. Karena, jika hal itu sampai terjadi, Petra bisa langsung mati karena pisau itu mengenai tepat pada jantungnya.

Bugh!

Petra berhasil memukul orang yang dia duga sebagai seorang pria itu dengan sebuah kursi kayu yang diambil dari samping kirinya. Orang itu pun reflek melangkah mundur dan mencabut pisaunya.

Sementara, Petra langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk segera kabur.

"Cari sampai dapat!" ujar salah satu orang itu.

Semuanya keluar dari rumah. Mengejar Petra, demi menangkap pria itu.

"Apa Sandra berani menjebakku?" gumam Petra yang bersembunyi dibalik semak-semak.

Napasnya terdengar putus-putus. Darah terus mengucur dari lukanya. Keringat dingin pun perlahan membanjiri seluruh tubuhnya.

"Awas saja kamu, Sandra! Kalau ini benar-benar ulahmu, maka aku akan kembali untuk membunuhmu!" geramnya penuh amarah.

****

Ting tong! Ting tong!

Suara bel yang terus berbunyi membuat Anjani hampir menangis karena merasa terganggu. Padahal, dia masih ngantuk sekali. Tapi, tamu yang datang itu sepertinya tidak mengerti tentang adab bertamu. Dia pun terpaksa bangun sambil melihat jam digital pada ponselnya.

"Baru jam empat pagi," ringis Anjani. "Siapa sih, yang bertamu di jam segini?"

Tak berselang lama, ponsel di genggamannya tiba-tiba berdering. Mata yang semula sangat berat terbuka langsung melotot lebar.

"Pak Enzo?" sapanya saat panggilan itu ia angkat.

"Cepat buka pintu!" titah Enzo.

"I-iya," angguk Anjani yang buru-buru turun dari tempat tidur.

Ternyata, yang sedari tadi berada di luar adalah sang atasan.

"Silakan masuk, Pak Enzo!" ujar Anjani mempersilakan.

Enzo mengangguk. Dia pun segera masuk dan langsung duduk di sofa.

"Ada apa Pak Enzo datang bertamu sepagi ini?" tanya Anjani dengan senyum yang dipaksakan.

Rambutnya masih mekar seperti rambut singa. Dia bahkan belum sempat untuk mencuci muka sebelum menyambut tamunya.

"Dugaan kita benar," ucap Enzo dengan ekspresi serius.

"Maksudnya?" tanya Anjani dengan ekspresi yang juga perlahan berubah serius.

Dia tahu, kemana arah pembicaraan Enzo.

"Seseorang benar-benar mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan Ibumu."

Degh!

Tubuh Anjani sontak menegang. Tangannya tanpa sadar terkepal dengan sangat erat.

"Siapa pelakunya?" tanya Anjani.

"Pelakunya adalah orang yang kamu curigai. Sandra."

Bibir Anjani sontak menyunggingkan senyuman sinis. "Si pelakor ternyata sudah tak tahan untuk terus menjadi bayangan. Dan, sekarang dia semakin bertambah berani."

"Sekarang, apa rencanamu?"

"Tentu saja balas dendam. Biarkan, orang suruhannya berbalik mencelakakan dirinya sendiri."

Mendengar rencana Anjani, Enzo ikut menyeringai senang. Otak licik Anjani ternyata jalan juga. Dia pikir, perempuan itu benar-benar gadis lemah yang hanya bisa dijadikan boneka.

Rupanya, dia keliru.

"Pak Enzo, apa Anda mengenal Tuan Tristan Suaka?"

"Tentu saja kenal," angguk Enzo. Dia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa sambil menunggu hal gila apa lagi yang akan dikatakan oleh Anjani.

"Apa Pak Enzo bisa mengatur pertemuan antara saya dan beliau?"

Kening Enzo sontak mengerut. "Untuk apa?" tanyanya.

"Saya... Ingin menjual saham saya kepada Tuan Tristan Suaka."

1
Aster
/Grimace/
💃💃 H💃💃💃
seru bnget. .makasih ya thorrr
Annie Soe..
Anjani lagi jadi sasaran si lunlun..
Introspeksi lah knapa ekonomi mu jadi terjun bebas gitu..
yasmien
🤣🤣
Annie Soe..
Good job anjani, suka gayamu..
Syamsiar Samude
astaghfirullah btl2 keluarga absourd bikin awet muda nnti tuan raga skligus bikin pusing Enzo smga sj tdk gagal unboxing gara gara kkx n ponaknxane 🤣🤣🤣
Fetnayeti Winarko
didunia nyata ga ada ya..
Syamsiar Samude
kasihan Anton dia korban manipulasi dr si Sandra yg sifatx tdk jauh beda dgn anakx Luna semua krna nafsu dan ambisius😥
Syamsiar Samude
penyesalan mmg sll datang di belakang dulu Anjani bgt mencintaimu sah jd istrimu malah selingkuh dgn tdk lbh mncari kebenaran teman di masa kecilmu dan selama km membersamaix mngkin tdk kenangan baik utk Anjani dan yg ada hinaan dan terintimidasi tdk dihargai sbgaimna layakx seorang istri yg tlh bgt penurut jd rasakan sendiri krna Anjani tlh melewati semua kepahitan dan pantas utk bahagia dgn laki2 yg meratuknx
Syamsiar Samude
si Aryan tak jera jg di permalukan krna cinta buta yg terlambat makan tuh sana si Luna situkang tikung n licik thor ada ya perempuan sprti Luna di dunia nyata smg ya Allah aku dan ank keturunanku sll dipertemukan dgn org2 yg baik tetap semangat Thor sehat sukses selalu 🤲😊
Syamsiar Samude
ya Tuhan btl2 Enzo dan kluargax org yg baik smga anak gadisku mndpt jodoh sperti sosok Enzo di dunia nyata 🤲😊 tetap semangat Thor aku suka karyamu sehat sukses selalu 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣 terciduk lgi n gagal lgi romantisx, thor aku tertawa sendiri kek org gila untung tdk org dekat2😄😄
Syamsiar Samude
betul2 keluarga absourd penuh canda tawa kasihan Enzo jd Bullyan perjaka kadaluarsa 😄😄
Syamsiar Samude
ya tuhan astaghfirullah Luna lahir dr orgtua yg tdk pux hati nurani demi nafsu harta dan ambisi jd diapun sifatnya tak jatuh dr titsan mrka mski sdh bgt jahat trhdp istri dan anak kandungx smg Anton bisa selamat dr intimidasi si Luna kasihan jg btl2 air susu di bls dgn air tuba 😥
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Syamsiar Samude
syukurlah mereka tertangkap sisa si Luna smga tdk berbuat yg tidak tidak terhadap Anton klw dia berbuat nekat smga cepat ketahuan dan diberi hukuman yang setimpal 😥
Syamsiar Samude
Masyaa Allah Thor biar hax cerita tp reader ikut bahagia seakan kitapun merasakan kebahagiaan mereka 😊
Syamsiar Samude
Anjani tdk akan mngkin disia siakan oleh Enzo sbgai buah dr kesabaranx dan buknlh pria yg suka mempermainkan wanita dan yakin dia akan setia dan penuh perhatian yg jarang ada sosok bgt di dunia nyata smga Anjani bahagia selamanya, tetap semangat Thor sehat sukses selalu dgn karya2nya 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣Thor aku ketawa sendiri dgn sikap posesif sang kakek yg tiba2 mbuat Anushka sperti berada di alam lain😄😄
Syamsiar Samude
mana mngkin Luna akn brtahan saat Anton sdh bangkrut krna hanya asetx yg dia harap tdk mw jd org miskin mudahan sj Anton tdk dipermudah di bodohi lg dgn hasil pnjualan perusahanx kasihan jg tp itu semua krna ulahx sndiri yg semena mena dgn Mariana dan Anjani istri sah dan anak kandungx sendiri sementara yg dia pupuk bukan siapa2 itulah penyesalan yg tdk ada gunax lgi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!