Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Bukti di Tangan Otoritas
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kreta kuda melaju perlahan mendekati gerbang utama Kota Kabut Perak. Matahari sudah mulai terbenam, menyisakan cahaya jingga yang memudar di ufuk barat. Para penjaga gerbang sedang bersiap untuk menutup pintu besar tersebut. Mereka tampak lelah setelah seharian berdiri menjaga keamanan kota.
Haneen duduk di bagian belakang kereta bersama Yan Ling. Di depan mereka, terikat erat, ada Manajer Liu dan tiga penyerang berbaju hitam. Mereka semua masih pingsan setelah kejadian di tambang. Batu-batu bukti ilegal juga tersimpan rapi dalam karung kain di samping kaki Haneen.
"Kita tidak bisa langsung ke kantor keluarga Zhang," ucap Yan Ling pelan. Suaranya hampir tenggelam oleh suara roda kereta yang berderit. "Mereka pasti punya orang di penjaga gerbang. Jika kita masuk dengan tahanan seperti ini, berita akan sampai ke telinga Zhang Wei sebelum kita sempat melapor."
Haneen mengangguk. Dia sudah memikirkan hal itu. "Kita tidak akan melapor ke penjaga gerbang. Kita akan langsung ke Guild Petualang. Mereka netral dan memiliki wewenang untuk menahan tersangka kriminal sambil menunggu investigasi otoritas kota."
"Tapi Guild tidak punya penjara permanen," balas Yan Ling. "Mereka akan menyerahkan tahanan ke penjaga kota dalam waktu dua puluh empat jam."
"Itu cukup," jawab Haneen singkat. "Dalam dua puluh empat jam, berita ini harus sudah tersebar ke publik. Jika publik tahu, penjaga kota tidak bisa diam-diam melepaskan mereka atas perintah keluarga Zhang."
Kereta berhenti di pos pemeriksaan gerbang. Seorang penjaga berseragam biru mendekati mereka, membawa tombak di tangan. Dia melirik ke belakang kereta, melihat tahanan yang terikat. Alisnya terangkat tinggi.
"Apa ini?" tanya penjaga itu. "Kalian membawa kriminal?"
"Penyerang yang kami tangkap saat menjalankan misi resmi Guild," jawab Haneen tenang. Dia menunjukkan lencana anggota Guild yang didapat kemarin. "Kami menyerahkan mereka ke kantor pusat Guild untuk diproses."
Penjaga itu memeriksa lencana tersebut. Dia tampak ragu. Biasanya, tim misi tidak membawa tahanan kembali ke kota. Ini tidak biasa. Tapi dia melihat wajah dingin Haneen dan tidak ingin mencari masalah.
"Masuk," ucap penjaga itu akhirnya. Dia memberi isyarat pada rekannya untuk membuka gerbang. "Laporkan segera. Jangan bawa masalah ke jalanan utama."
"Terima kasih," ucap Haneen. Kereta kembali bergerak masuk ke dalam kota.
Sepanjang jalan menuju Guild, Haneen memperhatikan sekeliling. Dia melihat beberapa orang yang sepertinya mengikuti mereka dari kejauhan. Mata-mata keluarga Zhang mungkin sudah tersebar di seluruh kota. Mereka pasti tahu kereta ini kembali lebih cepat dari jadwal.
"Mereka mengikuti kita," bisik Yan Ling. Dia juga menyadari adanya gerakan mencurigakan di atap-atap bangunan sebelah.
"Biarkan saja," jawab Haneen. "Semakin banyak saksi yang melihat kita membawa tahanan ke Guild, semakin aman kita. Jika mereka menyerang sekarang di depan umum, mereka akan menjadi musuh seluruh kota."
Kereta berhenti di depan bangunan Guild Petualang. Lampion besar tergantung di pintu masuk, menerangi area depan dengan cahaya kuning terang. Beberapa petualang lain masih berada di luar, merokok dan bercanda. Mereka berhenti bicara saat melihat tahanan di kereta Haneen.
Haneen turun pertama kali. Dia menarik tali yang mengikat Manajer Liu dan menyeretnya turun. Yan Ling melakukan hal yang sama pada ketiga penyerang lainnya. Suara benda jatuh ke tanah batu menarik perhatian semua orang.
"Ada apa ini?" tanya seorang pria berseragam Guild yang keluar dari pintu. Dia tampak seperti petugas keamanan tingkat tinggi.
"Kami menyelesaikan misi penyelidikan Tambang Batu Hitam," ucap Haneen lantang agar didengar orang sekitar. "Kami menemukan aktivitas ilegal dan diserang oleh orang-orang ini. Mereka mencoba membunuh kami."
Kerumunan mulai berbisik-bisik. Kata "ilegal" dan "membunuh" selalu menarik perhatian. Haneen sengaja menaikkan volume suaranya. Dia butuh audiens.
"Bawa mereka ke dalam," perintah petugas Guild. Dia memberi isyarat pada dua penjaga lain untuk membantu mengangkut tahanan. "Kami akan melakukan interogasi awal."
Haneen menyerahkan karung berisi batu bukti kepada petugas itu. "Ini bukti pencurian sumber daya. Jangan sampai hilang."
Petugas itu menerima karung dengan wajah serius. Ini bukan kasus kecil lagi. Pencurian sumber daya negara adalah kejahatan berat.
"Nama kalian?" tanya petugas itu sambil mencatat di buku besar.
"Ren dan Lin," jawab Haneen menggunakan nama samaran mereka. "Kami butuh surat tanda penyelesaian misi dan perlindungan sementara."
"Perlindungan akan diberikan sesuai prosedur," jawab petugas itu. "Tunggu di ruang tunggu lantai dua. Jangan keluar sampai kami memanggil."
Haneen dan Yan Ling masuk ke dalam bangunan Guild. Mereka naik ke lantai dua dan duduk di ruang tunggu yang sepi. Melalui jendela, mereka bisa melihat kerumunan di luar masih membicarakan kejadian tadi. Berita akan menyebar cepat.
"Kau pikir ini cukup?" tanya Yan Ling sambil menuangkan teh dari teko yang tersedia di meja.
"Ini baru awal," jawab Haneen sambil meminum tehnya. "Keluarga Zhang akan mencoba menyuap pejabat Guild. Tapi dengan saksi mata sebanyak itu, mereka tidak bisa menghapus fakta begitu saja."
Haneen memanggil sistem di dalam pikirannya. Dia perlu memastikan tidak ada celah keamanan. [Analisis Situasi: Risiko Serangan Balasan dalam 12 Jam Ke Depan: 80 Persen.]
Peringatan sistem muncul dengan huruf merah. Haneen mengerutkan kening. Delapan puluh persen sangat tinggi. Artinya keluarga Zhang akan bertindak nekat malam ini juga.
"Malam ini kita tidak bisa tidur di penginapan lama," ucap Haneen tiba-tiba.
Yan Ling terkejut. "Kenapa? Kita dapat perlindungan Guild."
"Perlindungan Guild hanya di area bangunan ini," jelas Haneen. "Saat kita keluar besok pagi, mereka akan menunggu. Kita butuh tempat persembunyian baru malam ini."
Haneen membuka peta kota di sistem. Dia mencari lokasi yang tidak terhubung dengan data publik. Ada sebuah gudang tua di Distrik Selatan yang sudah lama kosong. Pemiliknya sudah pindah ke kota lain.
"Kita pindah ke Distrik Selatan," perintah Haneen. "Setelah urusan di Guild selesai, kita keluar lewat pintu belakang. Jangan pakai jalan utama."
Yan Ling mengangguk paham. Dia percaya pada insting Haneen. "Aku akan siapkan peralatan pindah."
Beberapa saat kemudian, petugas Guild memanggil mereka kembali. Manajer Liu sudah sadar dan sedang diinterogasi di ruang tertutup. Bukti batu spiritual sudah diverifikasi keasliannya.
"Misi kalian dianggap sukses," ucap petugas itu. Dia menyerahkan sebuah kantong berisi batu spiritual tingkat menengah. "Ini hadiah misi. Dan ini surat rekomendasi untuk perlindungan kota selama tiga hari."
Haneen menerima kantong dan surat itu. "Terima kasih. Kami akan pergi sekarang."
Mereka tidak turun lewat tangga utama. Haneen meminta petunjuk pada petugas tentang pintu layanan belakang. Mereka keluar melalui lorong gelap yang menuju ke gang sempit di sisi belakang bangunan Guild.
Malam sudah sepenuhnya gelap. Jalan-jalan sepi karena warga sudah pulang. Hanya beberapa penjaga malam yang berpatroli di kejauhan.
Haneen dan Yan Ling bergerak cepat dan rendah. Mereka menghindari area yang terang benderang. Dalam waktu dua puluh menit, mereka sudah sampai di gudang tua Distrik Selatan.
Bangunan itu berdebu dan penuh sarang laba-laba. Tapi lokasinya strategis. Ada banyak jalur keluar jika terjadi pengepungan.
"Kita aman untuk malam ini," ucap Haneen sambil menutup pintu gudang yang berderit. Dia memasang beberapa alarm getar di sekitar pintu dan jendela.
Yan Ling menyalakan lampu minyak kecil. Cahaya remang-remang mengisi ruangan kosong itu. "Besok apa yang akan kita lakukan?"
"Bersabar," jawab Haneen. "Biarkan keluarga Zhang hancur karena investigasi kota. Kita tidak perlu turun tangan lagi. Fokus kita sekarang adalah mengumpulkan sumber daya untuk perjalanan berikutnya."
Haneen duduk di lantai, bersandar pada kotak kayu. Matanya tertutup, tapi telinganya tetap waspada. Dia tahu malam ini akan panjang. Tapi setidaknya, satu langkah besar sudah mereka ambil untuk membersihkan nama mereka dan mendapatkan sumber daya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share 😁