NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pemakaman itu terlalu sunyi untuk hati yang membawa rindu bertahun-tahun. Angin pagi berembus pelan di pemakaman kecil itu, membawa aroma tanah basah yang bercampur wangi bunga kenanga. Langit mendung, seolah ikut menunduk memberi hormat pada nisan-nisan yang berdiri diam, menyimpan kisah hidup yang telah selesai.

Erza dan Elora berjalan pelan di sisi Azalea. Kedua tangan kecil itu menggenggam jemari Azalea erat, seakan takut kehilangan pegangan. Mata mereka bergerak ke segala arah, ke batu nisan, ke rumput liar yang tumbuh di sela-sela.

Erza dan Elora berdiri berdampingan di depan tiga pusara yang telah mereka ketahui sejak dari rumah. Tidak ada lagi tanya tentang siapa yang dimakamkan di sana. Yang ada hanyalah rasa penasaran yang sejak lama mengendap, seperti apa ibu kandung mereka, seperti apa sosok kakek dan nenek yang hanya hidup dalam cerita.

Azalea berdiri di belakang mereka, tangannya gemetar memegang kantong bunga tabur. Napasnya berat. Bukan karena lelah, melainkan karena setiap langkah di tanah itu terasa seperti menginjak kenangan sendiri.

“Mommy ...,” ucap Elora pelan. “Ini makam Mommy Jasmine, kan?”

Azalea mengangguk, tak langsung bicara. Ia maju satu langkah, lalu berlutut di depan pusara bertuliskan nama kakaknya. Jemarinya menyentuh nisan dingin itu dengan penuh hormat dan luka yang belum pernah sembuh.

“Iya, Sayang,” jawab Azalea akhirnya. “Ini makam Mommy Jasmine kalian. Kakak Mommy.”

Erza menelan ludah. Ia menatap tulisan di nisan itu lama, seolah ingin menghafalnya. “Mommy kami juga cantik, ya, Mom?”

Pertanyaan polos itu membuat dada Azalea sesak. Senyum kecil muncul, tapi matanya basah.

“Iya, cantik,” jawab Azalea lirih. “Cantik luar dan dalam.”

Azalea menaburkan bunga perlahan. Kelopak-kelopak itu jatuh satu per satu, seperti tahun-tahun yang telah berlalu.

“Kalian tahu,” lanjut Azalea sambil duduk di antara Erza dan Elora, “Mommy kalian itu orang yang sangat penyayang. Dia bukan cuma ibu yang baik, tapi juga kakak yang luar biasa.”

Kedua anak itu mendengarkan dengan serius. Tidak ada tawa, tidak ada rengekan. Hanya kesunyian yang penuh hormat.

“Waktu Mommy masih kecil,” suara Azalea mulai bergetar, “Kita sudah kehilangan Ayah dan Ibu. Usia Mommy belum genap delapan tahun. Mommy kalian—Jasmine—baru lima belas tahun.”

Erza terkejut. “Rupanya Mommy saat kecil sudah tidak punya orang tua.”

“Iya,” Azalea mengangguk. “Tapi sejak hari itu, Mommy Jasmine harus bisa bersikap layaknya orang dewasa. Dia jadi segalanya buat Mommy.”

Angin berembus pelan, menggerakkan daun-daun kering di sekitar makam, sehingga menimbulkan suara gemerisik yang menenangkan.

“Untuk makan,” lanjut Azalea, “Mommy Jasmine bekerja apa saja. Jadi tukang cuci, bantu panen di sawah orang, bahkan jadi tukang pijit. Kadang pulang dengan tubuh capek, tangan kasar, tapi dia selalu senyum kalau lihat Mommy.”

Erza mengepalkan tangannya kecil. “Mommy Jasmine kuat.”

“Sangat kuat,” Azalea mengusap kepala Erza. “Setelah lulus SMA, Jasmine kerja di mall. Jaraknya jauh, puluhan kilometer. Dia naik sepeda tiap hari. Saat musim kemarau dia ke panasan. Saat musim hujan, dia kehujanan. Dia jalani semua itu tanpa mengeluh.”

Azalea menarik napas dalam-dalam, suaranya semakin lirih. “Waktu Mommy masuk SMA, Mommy Jasmine memutuskan pergi kerja ke luar negeri. Dia bilang, ingin Mommy bisa hidup lebih layak.”

Di kejauhan, Enzo berdiri diam. Matanya tertuju ke arah pusara Jasmine, tetapi telinganya tajam mendengar setiap kata. Ia tahu sebagian kisah itu, tapi tidak pernah mendengarnya dari sudut Azalea, sudut yang jauh lebih menyakitkan.

“Di Jerman,” lanjut Azalea, “Mommy Jasmine bertemu sama Daddy kalian.”

Enzo terdiam. Rahangnya mengeras, tetapi ia tidak bergerak.

“Mommy kalian menikah karena cinta,” kata Azalea jujur. “Dia bahagia. Dan kalian lahir dari kebahagiaan itu.”

Elora menunduk. “Tapi Mommy pergi ....”

Azalea memeluk Elora erat. “Iya. Allah lebih sayang sama Mommy Jasmine.”

Azalea menoleh ke pusara itu, suaranya bergetar hebat. “Jasmine pergi terlalu cepat. Meninggalkan kalian dan meninggalkan luka yang besar.”

Erza mengusap matanya. “Mommy, terima kasih sudah sayang sama kami.”

Kalimat itu menghantam Azalea lebih keras dari apa pun. Ia memeluk Erza dan Elora sekaligus, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Mommy menyayangi kalian bukan karena kewajiban,” bisik Azalea. “Tapi karena kalian adalah bagian dari Kak Jasmine. Dan karena Allah menitipkan kalian ke Mommy.”

Di belakang mereka, Enzo akhirnya melangkah mendekat. Ia berdiri di samping Azalea, menunduk, membaca doa dalam diam. Wajahnya tenang, tapi matanya merah penuh penyesalan, kehilangan, dan syukur yang bercampur jadi satu.

“Maafkan aku, Jasmine,” batin Enzo. “Aku menyesali atas kesalahanku padamu yang terlambat kusadari. Sehingga semua ini terjadi.”

Enzo menatap Erza dan Elora, anak-anak yang dulu penuh amarah, keras, dan memberontak. Kini duduk tenang, berdoa dengan tangan terangkat, lisan yang lembut.

Lalu, Enzo menatap Azalea, perempuan yang tidak melahirkan mereka, tapi menghidupkan kembali jiwa anak-anaknya.

Ziarah itu tidak hanya tentang mengenang yang telah pergi. Tapi tentang cinta yang berpindah tangan, tanpa pernah berkurang.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga novel spesial Ramadan aku yang lainnya.

1
Ernawati
👍cerita nya bagus aku suka👍👍
Farida Dalle
Itulah makanya kita tdk boleh langsung mengambil keputusan tanpa cek n ricek kebenarannya, krn klu semua sdh terjadi, sesalpun tak ada lg gunanya, ayo bangkit Enzo, ceritakan semuanta secara jujur ke Azalea, dan jadikan pelajaran utk kehidupan rumah tanggamu ke depannya
Farida Dalle
Ternyata oh ternyata🤭.... kematian Jasmin sungguh sngat tragis🥹
Farida Dalle
Ada2 aja si Reza ini, bikin darting... apa mungkin orng sdh nikah dn bahagia bisa balikan??? mikir pake otak Reza, meskipun blm punya suami klu kisahnya sprti hubungan Reza dn Azalea kiyakin tdk ada kata balikan, mendong kamu fokus sm si Nadia, perbaiki hubunganmu, jngn sampai ditinggalkan baru nyesal lg, iya kan....
Farida Dalle
Thor, knp mereka tdk dinikahkan sj, drpda berlarut2bikin dosa...
Farida Dalle
Reza, penyesalan
itu mmng datangnya selalu belakangan, makanya kita hrs ttp mensyukuri apa yg kita miliki, ayo move on ... nikmatilh kehidupanmu bersama Delia, semoga km jg mendapatkan kebahagiaan
Farida Dalle
Selamat yah Lea dan Enzo, jerja lemburnya tdk sia2.. hm kadihan mas Enzo hrs berpuada sampai trimester ke2, kira2 sanggupngak yahtp tenang mas Enzo kn tdk lama lg, sekarang kan kehamilannya sdh 9 minggu, jadi tahan2 sj dulu, tp klu gak sanggup, bisa icip2, haha.....
Farida Dalle
Benar itu mas Enzo, Azalea sakit akibat sering mandi malam, wkwk.... psti ada khabar gembira nih🤩🤗
Farida Dalle
Tempat bulan madunya bagus, mengambil lokasi yg ada di Indonesia, jd yg baca bisa jd tahu... oh ternyata di negeriku tercinta bnyk jg tempat2 yg indah, tdk kalah dg yg di luar negeri, jadi bisa jd acuan jg buat para pembaca, siapa tahu ada minat jln2 ke sana buat menikmati keindahan ciptaan Allah Swt🥰😍🤩
Farida Dalle
waalaikumussalam, turut berduka cita thor, semoga uwa nya mendapatka. terbaik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya dan author diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin🤲😇
Farida Dalle
Romntis banged soh pak Enzo, semoga doanya cpt dikabukkan yah Lea🤗🙏tp ttp berusaha lbh giat lg, wkwk
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Insya Allah, perlahan tp pasti akan tumbuh benih2 cinta di antara kalian, biar waktu yg bicara...
itin
kenapa harus ada pertanyaan. bagaimana mas enzo? ya dinikahi kamu biar leluasa dgn kedua ponakanmu lea dan si nyonya besar biar ga semena mena. gituloh. dapatin duda aplg mantan kk ipar lgsg bicara cinta mah itu nonsense
Yati Susilawati
dunia benar2 sempit
Ayuwandira
adik si omah biasa aja, ngibulin cucunya. 🤭🤭
Ayuwandira
ahirnya si nyonya lunak jg hatinya😍
Ayuwandira
boleh banget ka, aku paling suka cerita yang bikin termehek mehek.
Rosiana Rosiana
Karimun Jawa daerah mna sih🙏🙏 maaf blum tau🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!