NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah?

Benci Tapi Menikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fareed Feeza

Gian pergi ke desa untuk menghilangkan penat di kota. Tapi saat menikmati keindahan desa, dia bertemu dengan Anisa, wanita galak dengan paras alami yang cantik.
Pertemuannya dengan Anisa membuat Gian ingin cepat-cepat kembali ke kota, tapi suatu kejadian mengharuskan Gian untuk tetap bertahan di desa dan sering bertemu dengan Anisa.
Sampai suatu ketika, Anisa dan Gian terpergok oleh beberapa warga sedang berdua di sebuah gubuk di tengah sawah dengan minim pakaian, warga pun marah dan memaksa Gian dan juga Anisa untuk menikah.
Mereka menjalani pernikahan masih dengan perasaan saling membenci, bagaimana kelanjutan pernikahan mereka? Berpisah atau bertahan? Stay tuned!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

"Aaaaaa sial!" Umpat wanita yang sedang mengayuh sepeda, saat air lumpur mengenai rok dan baju yang sedang dia kenakan, semua itu akibat sebuah mobil yang melaju dengan cepat tanpa memperdulikan kubangan air yang ada di sekitaran jalanan kebun.

Nisa, gadis 21 tahun ... Hidup sebatang kara di sebuah desa. Ayah nya sudah lama meninggal sejak ia kecil, sedangkan ibunya meninggal karena tersambar petir saat sedang bekerja di sawah.

Nisa bekerja di sebuah pabrik tepung, sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tapi masih kurang jika di pakai untuk membeli barang-barang yang sedang ngetrend di masa kini. Sehingga untuk ponsel saja dia memilih ponsel yang hanya berfitur SMS dan telpon, tidak bisa di pakai untuk menjangkau internet dan fitur kekinian lainnya.

"Mana udah telat banget! Bisa-bisa juragan marah nih! Tapi bajuku sudah tidak layak untuk di pakai, arghhh ... Ini semua gara-gara mobil putih sialan itu!" Umpat Nisa, tangannya mengguncang-guncangkan sepedanya karena kesal.

Tak ada pilihan lain, Nisa memutar balikan stang sepedanya menuju rumah yang sudah setengah perjalanan ke arah pabrik.

...

Saat Nisa mengendap-endap masuk ke dalam pabrik pemilik pabrik yang di panggil juragan Bakri itu pun muncul tepat di hadapan Nisa.

"Di potong 20 ribu ya Nis." Ucap Juragan Bakri sambil melihat arloji di tangannya.

"Apa? 20 ribu juragan? Saya kan telat 20 menit ... Saya janji akan pulang telat juragan."

"Peraturan tetaplah peraturan Nisa, saya yang punya pabrik ini ... Masa kamu ngatur saya sih?!" Juragan Bakri mulai menaikan nada bicaranya.

Nisa tertunduk, peraturan pabrik memang semena-mena ... Kadang memberi toleransi, kadang juga kejam seperti saat ini.

"Gimana Nis? Kalau kamu gak setuju boleh pulang sekarang juga, jangan buang-buang waktu saya."

Aku gak mungkin pulang, sayang kan ... Upahku hari ini masih tersisa 20ribu, baiklah Nisa ... Terima saja.

"Yasudah juragan, kalau memang itu keputusan juragan ... Saya terima." Kata Nisa dengan senyumannya.

"Ya gitu dong, ini namanya pemotongan gaji agar karyawan tidak semena-mena dengan jam kerja, biar yang lain juga gak ngikutin kamu Nis."

Tanpa menjawab apapun lagi, Nisa masuk ke dalam pabrik dan bergabung dengan pekerja lainnya.

 ...

Sore pun tiba, jam 17.00 ... Seluruh pekerja pabrik sudah memasuki jam pulang kerja.

Nisa terburu-buru pulang, karena gajinya tetap di potong 20 ribu, dia enggan memberikan waktu lebihnya untuk lembur.

Di perjalanan ...

Dari kejauhan, Nisa melihat mobil putih yang terparkir tepat di pinggir jalan besar dengan pemandangan padi di kanan kirinya.

"Wah, itu kan mobil yang tadi ... Aku hafal plat nomornya!"

Nisa segera mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi mendekat pada mobil itu.

Dia melihat seorang pria dengan tubuh yang tinggi besar dan juga kulit yang putih seperti artis sedang duduk di pinggir sawah terhalang oleh mobilnya sendiri.

"Ekhem!"

Pria itupun meliriknya sekilas, lalu kembali fokus pada pemandangan sawah di hadapannya.

"EKHEM!!!" Nisa kembali bersuara agar mendapatkan tanggapan.

Pria itu akhirnya beranjak dari posisi duduknya, lalu menepuk belakang celananya dengan kedua tangan untuk membersihkan debu yang menempel.

"Ada apa?" Tanya nya dengan wajah datar.

"Apa kamu ingat saya? Tadi pagi dengan sengaja kamu cipratin saya sama air kubangan!"

Gian Wildansyah, pria berusia 25 tahun yang sedang mencari angin segar di desa, karena jenuh dengan hiruk pikuk kehidupan di perkotaan.

"Maksud anda apa?" Tanya Gian dengan sebelah alis yang di naikan.

"Saya ingat betul, warna mobil dan nomor plat ini sama dengan yang tadi pagi lewat kebun sawit! Ngaku aja deh! Iya kan?!"

Gian menggaruk sebelah keningnya, dia teringat akan perjalanan awal pagi tadi saat melewati kebun sawit, tapi dia sama sekali tidak tau apa maksud dari kemarahan wanita yang ada di hadapannya ini.

"Iya betul, saya ingat ... Tapi apa hubungannya dengan anda?"

Nisa langsung merasa emosi, saat Gian tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan terhadapnya, di tambah lagi dengan uang 20 ribu yang melayang begitu saja menambah rasa kesalnya sore ini.

"Kamu tidak hati-hati saat mengendarai mobil! Baju dan celana saya terkena lumpur!" Sentak Nisa.

Gian langsung memandang baju dan celana Nisa yang saat ini tengah di pakai, bersih dan tanpa noda sama sekali.

"Anda mau menipu? Bagian mana yang kotor? Oh ... Apa karena anda melihat saya menggunakan mobil di desa ini, jadi anda mau memanfaatkan saya? Iya kan? Huh ... Dasar wanita desa." Celetuknya.

Nisa makin mendekat, tatapan matanya makin tajam mengarah pada wajah Gian ... "Bodoh! Tadi pagi aku sudah pulang dan mengganti baju, dan kamu tahu? Gajiku di potong setengahnya! Dan itu semua GARA-GARA KAMU!"

Aku hafal betul trik orang desa memeras orang kota sepertiku, pasti dia akan menyebutkan nominal uang yang besar dan mencoba menguras uangku, Batin Gian.

"Kenapa bengong? Gak terima? Cepet ganti rugi, balikin uang gajiku yang sudah di potong!"

Gian belum menjawab apapun, pria itu hanya menatap lekat Nisa yang sedang meledak-ledak di hadapannya.

"Ah lama banget! Cepet ganti 20 ribu!"

Mata Gian langsung membulat, saat Nisa menyebutkan nominal yang jauh di luar pemikirannya.

"Ppfhhh ... 2 apa?" Ucap Gian berusaha menahan tawa.

"Kamu fikir saya sedang melawak! Kenapa tertawa?!"

"T-tidak ... 2 apa tadi, telinga saya kurang jelas mendengar."

"Orang kayak kok budeg!" Celetuk Nisa.

Mendengar celetukan Nisa, Gian langsung mendekatkan tubuhnya pada Nisa, sehingga punggung Nisa terbentur di pintu mobil saat berusaha menghindar.

"Hey! Selain tidak bertanggung jawab ... Kamu juga penjahat wanita ya?! Ini pelecehan namanya?!" Teriak Nisa.

"Anda terlalu banyak berbicara, terlebih lagi kata-kata yang tidak sopan terhadap orang asing seperti aku, apa mulutmu tidak pernah merasakan pendidikan?" Ucap Gian dengan penuh penekanan.

Nisa berusaha menelan ludahnya, saat ini wajahnya dan juga Gian hanya berjarak beberapa cm saja, deru nafas Gian juga sangat terasa jelas pada wajah Nisa.

"Jaga mulutmu wanita desa!" Gian merogoh saku belakang celananya, membuka dompet lalu menjatuhkan beberapa uang pecahan 50 ribu tepat di atas kepala Nisa.

"Ambil semua! Dan jangan pernah berani lagi muncul di hadapanku!" Gian melepaskan Nisa dan langsung masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Nisa masih diam mematung karena kesal telah di perlakukan seperti itu oleh Gian, sekalipun uang yang dia dapatkan saat ini berkali-kali lipat jumlahnya dari pemotongan gaji hari ini.

Mobil Gian langsung melaju dengan kencang bersamaan dengan bunyi rem nya yang berdecit.

Setelah mobil Gian tak nampak lagi di matanya, barulah Nisa memunguti satu persatu uang pecahan 50 ribu yang tercecer di jalanan.

"Lumayan lah 300 ribu, dasar ... Orang kota sombong!" Umpat Nisa.

***

"Sudah jalan-jalannya?" Tanya Guntur saat Gian memarkirkan mobil dan berjalan ke arah teras dimana Guntur sedang menikmati kopi sorenya.

"Sudah Om, besok aku pulang ke kota."

"Loh, katanya mau 1 Minggu disini?"

"Udah gak mood Om." Sahut Gian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!