Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 30 CSKB
Velycia yang melihat itu pun langsung berbalik dan melihat. Dia terkejut bukan main yang menepuk bahunya adalah kakak tingkatannya di universitas yang lama tidak lain dan tidak bukan adalah rangga.
"Kak rangga? " terkejut velycia yang membuat salwa dan nanda saling pandang
"Hai?" sapa rangga yang membuat salwa dan nanda terpesona sedikit melihat senyuman rangga.
"Kakak disini? " tanya vely. Tidak percaya.
"Iya kakak bakal tanding basket membawakan nama kampus" ucap rangga.
"Sama siapa? " tanya vely lagi.
"Sama anak anak yang lain mereka ada di lantai atas bahkan anggi dan ella juga ikut" ucap rangga menunjuk ke atas.
"Beneran kak? " ucap velycia antusias, dan rangga pun tersenyum melihat itu. Tanpa sadar rangga mencubit pipi cubby velycia yang membuat salwa dan nanda melotot.
"ehm ehem ehm"salwa dan nanda berdehem berbarengan.
"Tenggorokan gue jatoh nih" ucap nanda, yang membuat salwa menatap dia heran melihat temannya yang satu ini masih aja ada becandanya.
" vel lo tidak mau kenalin siapa kakak ganteng ini? "ucap salwa nanda pun melotot melihatnya tapi tidak dapat dipungkiri dirinya pun penasaran juga.
" oh kenali salwa, nanda ni kak rangga kakak tingkat gue dikampus lama"velycia memperkenalkan rangga.
"Kak ni temen temen vely disini yang ini salwa dan yang ini nanda" sambung velycia memperkenalkan salwa dan nanda mereka pun berjabat tangan.
"Aduh tangan gue kesentuh sama kakak ganteng ini wangi bingit tangannya iii" ucap salwa salting.
"Iya gak kalah genteng dari the geng kevin" ucap nanda. Salwa pun mengangguk
"Kak ada gak, kembaran kakak kalau ada kenalin dong mana tau bisa diajak nikah" ucap nanda tanpa basa basi.
"Iya kak kalau tidak ada, kakaknya aja juga tidak papa ko" ucap salwa centil.
Velycia yang melihat itu langsung menyenggol salwa dan nanda lalu tersenyum ke arah rangga.
"Hehehe.. Maaf ya kak temen vely agak ada rada rada" ucap velycia.
"Gakpapa vel kakak juga udah biasa" ucap rangga.
"Oh ya vel katanya lo pindah! Lo pindah ke kota ini? " tanya rangga.
"Iya kak" cengir velycia.
"Kenapa? " tanya rangga.
"Hehe abang gue udah mulai kerja disini kak jadi gue ngikut abang kemari ya, sekalian cari pengalaman baru" ucap velycia tidak sepenuhnya bohong rangga pun mengangguk paham.
"Oh ya bagaimana kabar bang raffi? " tanya rangga soal raffi.
"Ya begitu lah seperti terakhir kakak lihat" ucap velycia.
"Kita tidak diajak ngobrol nih? " ucap salwa yang sudah memegang boba yang sudah dipesan.
"Kita nyamuk wa nging.. nging.. .nging..." ucap nanda menirukan nyamuk. Rangga yang melihat itu pun tersenyum
"Maaf ya saya soalnya belum terbiasa sama orang yang baru" ucap rangga.
"Oh gapapa kak kami maklumi ko"ucap nanda sambil tersenyum.
" ya udah ya kak kami duluan dulu "pamit velycia.
" t-tapi vel"belum siap berbicara sudah dipotong oleh salwa.
"Udah ya semoga kita bertemu dimasa depan bye bye" salwa langsung menarik velycia lari dari situ menuju parkiran untuk pulang kerumah masing-masing.
❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀
Saat sampai di apartemen velycia melihat kevin yang duduk disofa velycia tidak menghiraukannya dan langsung jalan melewatinya begitu saja.
"Dari mana aja lo? " tanya kevin.
"Kamu nanya? " ditanya malah balik nanya.
"Gue serius vel" ucap kevin.
"Emang apa urusan anda? " ucap velycia yang sejak tadi menahan kesal.
Kevin mengeritkan keningnya merasa heran lalu bertanya.
"Lo kenapa sih vel! jutek amat, gak baik bicara sama suami kayak gitu"
"Tanya aja sama diri sendiri" kesal velycia. Dan lagi lagi membuat kevin bingung.
"Ya... apa? gue juga bingung? " ucap kevin.
"Dih dasar cowok gak peka, udah sana gue capek pengen istirahat sana hus hus hus jangan deket deket gue gue gak mau ketempelan sama kuman lo yang di pipi itu hmph.." kesal velycia meninggal kevin begitu saja.
"Apa sih, pusing gue apa lagi PMS ya dia? Bodoh ah tanya meta AI aja" ucap kevin langsung mengambil handphonenya diatas meja.lalu pergi keluar mencari sesuatu.
Sedang velycia yang berada di dalam kamar mendumal tidak jelas.
"Dasar laki-laki tidak peka gitu aja butuh dijelasin, emang dia gak sadar apa tuh sikuman udah cium pipi dia, gak pakek bersalah lagi bukannya minta maaf malah gue ditinggalin bukannya ngikutin dasar suami gak peka" sangking kesalnya velycia langsung masuk kemar mandi untuk membersihkan diri.
Saat selesai mandi velycia turun kebawah untuk membuatkan makan malam dia menelusuri setiap ruang untuk mencari kevin saat dirinya tidak dapat menemukan kevin velycia kembali mendumal.
"Tuh kan pergi bukan dibujuk istrinya malah ditinggal pergi, awas aja nanti kalau dia balik gue unyeng unyeng lo" geram velycia dengan cara membentuk jarinya kaya gilingan.
Saat velycia hendak pergi kedapur secara tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan menampilkan sosok kevin yang membawa beberapa makanan dan minuman.
Velylcia yang sudah siap dengan tangan diatas pinggang tampak kevin membawa sesuatu lalu menurunkan tangannya.
"Darimana? " suara velycia menggelegar satu ruangan.
"Astaga, vel ngomong itu tidak usah teriak teriak napa gue belum budeg " terkejut kevin .
"Lo nya aja udah tau lagi ngambek bukan dibujuk malah di tinggal dasar tidak peka"kesal velycia tapi matanya masih ke arah kantong plastik yang dibawa kevin.
"Iya iya sayang" kevin menghampiri kevin.
"Ih, kena sawan ni anak"
"Lo napa sih didiemin kiranya gak peka tapi giliran di romantisi bilangnya kena sawan maunya gimana sih, bingung sama pemikiran cewek"frustasi kevin.
" ya gue juga tidak tau, dah lah lo bawa apa tuh? "velycia mengalihkan topik. melihat yang dibawa kevin
"Ni makanan tidak usah masak kita makan ini aja marahnya dipanding dulu kapan kapan gue laper "
"Okey" ucap velycia langsung mengambil piring.
Dan kevin pun membuka makanan yang dirinya beli satu persatu, hingga tersisa hanya tinggal beberapa kantong plastik lagi.
Setelah mereka siap makan, velycia membereskan bekas makan mereka tadi, dan velycia melihat beberapa kantong plastik tersebut dan langsung menanyakannya ke kevin.
"Nih apa vin?"
"Buat lo"
Velycia pun mengeluarkan isinya satu persatu terdapat martabak bulan, telur gulung dan beberapa snack yang dibeli kevin tidak lupa juga segelas boba disana.
"Beneran buat gue" kevin pun mengangguk.
"Iya gue tadi nanya sama mbak meta katanya kalau istri ngambek dikasih makanan atau minuman biar gak ngambek lagi dan oh ya gue nanti kasih uang buat jajan lo itu Saran simpel dari mbak meta"
"Lo tanya meta cuman tanya yang beginian? "
"Iya abisnya gue tidak tau maunya lo apa, karena gue juga tidak bisa baca pikiran lo jadi gue tanya meta"
"Sebanyak ini, dan ini juga buat gue" velycia mengangkat boba itu ke tangannya.
"Iya katanya boba bisa bikin mood cewek baik"
"Iya tapi gue kan gak bisa minum susu"jelas velycia
"Ha? "Kevin terkejut
"ha? "Velycia balik terkejut. Kevin lupa kalau istrinya gak bisa minum susu.
" sorry gue lupa"
"Ya sudah lah udah dibeli juga, nih lo aja yang minum"
"T-tapi gue.."
"Apa? " melotot velycia.
"Ingat vin tidak boleh mubazir, walaupun kita bisa beli lagi tapi orang luaran sana belum tentu bisa beli. " ingatkan velycia.
"Iya iya nanti gue minum taroh aja disitu. "
"Diminum ya awas kalo gak, gak boleh tidur kamar utama"
"Eh! Gak, iya iya nanti gue minum kok"
"Hemm" velycia menjawab dengan deheman.
"giliran gini aja diceramahin, kemarin kemarin beli pentungan besball seharga sepuluh jita itu apakabar? " gumam kevin pelan agar tidak kedengeran vely.
"Ayo para makanan ku mari kita bersenang-senang hehe lumayan lah " velycia tersenyum lebar lalu membawa makanannya ke ruang TV, kevin yang melihat tingkah istrinya geleng-geleng kepala dan lanjut ke kamar untuk membersihkan diri lalu ikut bergabung dengan velycia dibawah.
Kevin pun disibukan dengan urusan bengkelnya, dirinya memantau setiap perkembangan usahanya melalui macbooknya duduk disofa sedangkan velycia duduk di bawah dengan alaskan karpet yang lembut sambil ngunyah makanan yang dibeli kevin tadi sambil menonton drama ditelevisi.
Kevin yang masik sibuk terkejut mendengar velycia tiba-tiba nangis terisak isak sontak membuat kevin panik.
"Vel are you okey? "