NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terimakasih

Setelah melihat Grace masuk ke kosnya dengan aman, lucky pun segera mengendarai motornya menuju kampus. Memang perkuliahannya masih dimulai 30 menit lagi, tetapi ia sudah janjian dengan teman-temannya di kelas. Dan dia juga belum mengerjakan tugas, jadi dia akan mencontek tugas temannya.

Sejak awal masa perkuliahan hal ini sudah sering terjadi, terkadang ia yang mencontek dan terkadang ia juga yang memberikan contekan. Ia dan teman-temannya memang sama-sama mahasiswa yang bekerja, karena itu mereka mengambil kelas reguler malam. Pagi sampai dengan sore mereka bekerja dan kemudian malamnya mereka kuliah, jadi memang mereka sering melakukan contek-contekan karena tidak memiliki waktu untuk mengerjakan tugas.

Lucky melangkahkan kakinya ke arah bangunan fakultas, dan ia pun melihat temannya yang sudah berada di ruangan kelas. Tampak di sana teman-temannya sedang mengerjakan tugas, dia pun langsung berlari kemudian duduk dan ikut mengerjakan tugas bersama teman-temannya itu. Karena memang iya juga belum menyelesaikan tugas, dan pastinya dosen mereka akan marah jika mereka tidak menyampaikan tugas.

" Tumben kau datangnya lama lucky, biasanya kau datang yang paling pertama dan kau yang menghidupkan lampu."

" Tadi aku nggak sengaja ketemu sama Grace."

" Grace temanmu yang anak FKIP itu?"

" Iya dia."

" Jam segini dia kok kenapa belum pulang?"

" Masih suka fakultas FKIP kan lagi mengadakan magang, dan selepas dagang mereka masih ada mata kuliah. Jadi dia pulang katanya tadi sih sore."

" Berarti mereka kuliahnya sama seperti anak reguler sore ya."

" Iya benar mereka kuliah pukul 14.30 sampai selesai."

" Kenapa dia masih di kampus jam segini?"

" Katanya tadi dia dipanggil sama desain pembimbingnya, kemudian dia mengobrol dan sampai jam segini baru keluar."

" Ternyata begitu, tapi sepertinya ada yang kau tinggalkan dari yang kau ceritakan."

" Aku belum ada cerita yang aneh-aneh, kenapa kau bilang aku meninggalkan cerita?"

" Firasatku mengatakan kau belum menceritakan sesuatu yang tentunya membuat Grace kesal."

" Sejak dulu firasatmu selalu saja benar, padahal aku nggak ada cerita kalau Grace sedang kesal padaku. Tetapi kau sudah tahu kalau dia sedang kesal kepadaku, sebenarnya kau ini manusia atau dukun sih?"

" Tentu saja aku ini adalah manusia lucky, kalau aku dukun lalu mengapa aku harus capek-capek kuliah."

" Bisa saja kan ternyata kau selama ini kuliah hanya untuk mencari informasi saja Leonardo, karena sungguh gak bisa dipercaya hampir semua hal kok itu mengetahuinya."

" Hal itu sangat tidak mungkin lucky, aku itu ingin kuliah dan menggapai mimpi dan cita-citaku. Kau tahu sendiri aku kuliah sambil kerja, hal itu aku lakukan agar hidupku bisa enak."

" Iya aku tahu situasi dan kondisimu Leo, hanya saja aku masih tidak menyangka aku bisa mengetahui semua hal. Itu seperti nggak wajar, tapi itu adalah hal nyata."

" Itu semua adalah kebetulan lucky, Jadi kau tidak usah memikirkan yang aneh-aneh. Aku ini manusia biasa sama sepertimu dan yang lainnya, kau jangan menyebarkan berita yang akhirnya membuat mereka berburuk sangka padaku."

" Ya udah deh kalau kau memang akunya hanya orang biasa, aku pun nggak bisa berbuat apa-apa kalau kau memang mengakunya seperti itu Leo. Hanya saja aku berharap jika memang kau memiliki kelebihan, tolong suatu hari nanti kau beritahukan hal itu kepadaku terlebih dahulu sebelum orang lain mengetahuinya ya!"

" Terserah mu sajalah lucky, percuma saja aku menjelaskannya jika kau tetap kekeh pada pendirianmu itu. Yang terpenting aku sudah memberitahumu, jika kau ingin mempercayainya atau tidak Itu semua terserah kepadamu." ucap Leo yang sudah kesal dengan pendapat Lucky tentangnya.

...----------------...

" Kenapa wajahmu tampaknya seperti sangat kesal Grace?" tanya Gina yang pernah saya heran dengan saudara kembarnya itu.

" Aku sangat kesal dengan lucky, bisa-bisanya dia mengatakan kalau aku lama-lama di kampus karena sedang bersama seorang pria." jawabnya yang tentu saja mengagetkan Gina.

" Itu anak berbicara seperti itu, lagian kok ketemu sama dia di mana?"

" Tadi aku nggak sengaja ketemu sama dia di depan gerbang, eh dia malah ngomong kayak gitu sama aku karena aku baru keluar dari kampus jam segitu."

" Kayaknya mulut si Lucky perlu ditempel deh pakai lakban, atau kalau perlu pakai aluminium foil biar itu mulut nggak bisa bicara sekalian." ucap Gina yang ikut emosi mendengar cerita dari saudara kembar nih.

" Kalau dia sampai nggak bisa berbicara bisa-bisa nanti kita dituntut, kau kan tahu sendiri yang mencari nafkah untuk keluarganya Lucky adalah dirinya."

" Walaupun aku tidak mengenal terlalu Lucky, karena Lucky adalah teman organisasimu dan bukan aku. Tapi kehidupan Luki memang sangat mengerikan ya, bahkan Ayah tirinya saja justru menyusahkan kehidupannya dan ibunya bukan membantunya."

" Iya begitu lagi Nah, makannya aku juga cukup kasihan kepada dia. Tapi terkadang mulutnya itu suka banget buat aku emosi, dia itu mulutnya nggak bisa direm dan suka kali ngasal ngomong."

" Ya cukup kau tenangkan dirimu sajalah, lagian kita juga tidak bisa terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadi si Lucky. Tapi jujur saja aku sangat kasihan kepadanya Grace, sungguh kehidupannya itu ternyata lebih parah dari apa yang kita bayangkan selama ini."

" Awalnya dulu kita juga merasakan hal yang hampir sama, tetapi bedanya orang tua kita hanya cukup bertengkar saja dan membuat kita lelah. Tapi ternyata dia lebih dari kita, bahkan dia sampai pernah hidup mengasingkan diri di tengah hutan bersama neneknya."

" Jujur waktu awal kau menceritakan mengenai Lucky kepadaku ya Grace, Aku sama sekali tidak menyangka kalau dia adalah anak broken home. Tampaknya dia selalu tersenyum dan juga bahagia, tapi ternyata semua senyumannya itu adalah palsu."

" Sebenarnya yang saat ini membuatnya bertahan adalah adik sambungnya, dia selalu mendapatkan semangat dari adiknya itu. Mungkin kalau dia tidak memiliki adik sambung yang begitu baik dan juga sayang kepadanya, aku rasa dia udah menjadi anak depresi."

" Setelah dipikirkan baik-baik, dia memang seperti orang yang depresi ya."

" Kalau dilihat-lihat dia memang mengalami depresi, tapi untungnya ada adik sambungnya yang selalu menyemangatinya sehingga perlahan-lahan penyakitnya mulai hilang. Kalau dilihat secara sekilas ya dia tidak seperti orang yang menderita depresi, tapi sebenarnya dia mengalami depresi yang sangat berat."

" Sepertinya kau sudah sangat mengenal Lucky ya, dia sudah banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya kepadamu. Bahkan hal-hal yang menurutnya sensitif dan tidak pantas diceritakan ke orang lain pun dia telah menceritakannya kepadamu Grace, kau apa tidak ada kepikiran bagaimana kalau dia ternyata jatuh hati kepadamu?"

" Aku rasa hal tersebut tidak mungkin Gina, lagian aku dan juga Lucky itu kan beda agama. Tidak akan mungkin kami bisa bersatu, pastinya orang tua kita dan juga orang tua dia pasti akan menentang."

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!