NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Sadewa sepupu Fadli, yang secara kebetulan ia sahabat Sazi sejak dibangku sekolah menengah pertama saat masih tinggal dijakarta bersama Tante Fatma sebelum mereka memutuskan untuk pindah ke Bandung dan menetap di Bandung saat itu.

Sadewa tertawa kecil melihat ekspresi Sazi yang membuatnya gemas. Kebetulan saat itu Sazi sedang lahap menikmati camilan. Entah mengapa hal.itu sedikit lebih ringan untuk Sazi dalam melepas penat, saat keduanya berbincang santai sesekali saling melempar ledekan satu sama lain.

Angin malam saja berhembus dengan kompak sampai menembus ke sela pagar area balkon saat itu. dinginnya saja sampai menusuk ke tulang, seperti biasa udara di bandung masih membuat adaptasi kulit dan tubuh Sazi yang tidak kuat udara dingin. Kaos kaki dan sandal sudah wajib ia pakai sehari hari didalam rumah sekalipun.

Diluar, lampu taman dihalaman bawah memantulkan seberkas cahayanya yang membuat wajah Sazi nampak terlihat letih saat saat itu.

Sadewa menyadarkan punggungnya ke sebuah kursi rotan panjang sambil memandangi Sazi terus menerus tanpa berkedip sesekali ia tersenyum gemas pada Sazi yang sedang asik fokus ngemil.

Sesekali ia berdiri dan melihat area kolam renang untuk mengalihkan pikirannya. Karena seolah ada getaran aneh dalam hatinya saat menatap gemas Sazi saat itu.

"lu tuh ya kalo lagi depresot keliatan banget tau Zi, pasti aja makan ngemil elo bertambah berkali lipat."

"Sok tau kamu Wa."

"Ikh serius, hati hati loh, ntar pipi elo jadi chuby dan badan elo jadi berubah bulet kek gentong."

"DEWAA IKH, enggak segitunya juga kali, nih camilan lu gue abisin aja ya."

"Sok gi deh abisin biar tambah chuby, kalo gue yang makan ntar malah tambah tampan."

"Dih narsis elo ga berubah juga, pede banget anjay marinjay takojay kojay, tapi ehmm elo emang tampan sih menurut versi diri elo sendiri wle."

"Hah bahasa apa tuh, kaus baru hahah,..haish Sazi Sazi ah elah elu mah ga mau sekali kali puji dikit kek gitu liat sahabat elo seneng kan pahala, dari dulu ga berubah Sazi Sazi." ucap Sadewa sampai tertawa ngakak mendengar celetukan Sazi yang entah apa artinya tapi berhasil menghiburnya saat itu.

Sadewa semakin tertawa terbahak-bahak ketika melihat kelakuan Sazi yang meskipun sedang kesal tapi masih lahap memakan camilan yang ia gigit dengan kesal. Membuat wajah Sazi semakin menggemaskan dimatanya.

"Sumpah ya baru kali ini, gue liat ada ya makhluk aneh bernama Sazi yang kalau lagi kesal malah tambah selahap itu kalo makan hahaha." tawa Sadewa pecah membuat Sazi langsung mendengus kesal dan melemparkan camilan ke arah wajahnya. Aksi perang saling lempar pun terjadi. Namun seketika Sazi terdiam, dan membuat suasana hening seketika.

"Zi, elo kalo ada masalah cerita sama gue?."

"enggak kok."

"bohong banget, keliatan tau."

"sok tau lu."

"seriusan, elo bahagia enggak sih sama pernikahan elo dengan sepupu gue itu?."

"hmm gimana ya, emang gue harus jawab gitu, kayaknya enggak penting juga elo tau kalo Wa."

"Penting bagi gue Zi, gue enggak mau elo nanggung masalah sendirian."

"Gue tau elo dari dulu, dan elo sangat pintar nyembunyiin luka elo dibalik cerianya elo itu." mendengar hal itu Sazi hanya menatap ke arah langit sambil menghirup udara segar malam itu dan sesekali ia menarik nafas panjang seraya menghembuskannya perlahan sambil kedua matanya sesekali ia pejamkan.

"Fadli bersikap baik nggak sama elo Zi?."

"Baik kok." jawab Sazi simple.

"Bohong."

"Ah udah enggak bahas ya mager banget sumpah."

"Wa, namanya gue nikahkan karena ada sebuah perjanjian antara orang tua gue sama ayahnya bang Fadli, terus gue harus bilang apa,..gue hanya berusaha untuk menerima proses adaptasi gue sama bang Fadli. Lagi pula pernikahan gue sama dia juga belum ada sebulan WA."

Mendengar hal itu Sadewa mengangguk faham, "Okelah kalo gitu tapi gue harap elo jangan naro beban sendirian sekarang ada gue bodyguard tampan elo yang jauh jauh dari Swiss cuma buat elo."

"Thanks ya."

"Woles kita sahabat kan dari dulu, sekarang malah kita jadi sodaraan kan hehe." jawab Sadewa diiringi senyum.

saat mereka sedang berbincang santai, tiba tiba saja ponsel Sadewa berbunyi pesan anonim yang entah siapa pengirimnya dia pun tidak tau.

"Zi, elo ada kenal nomer ini?."

"Enggak kenapa?."

"Dia kirim foto elo ke gue, bilang jangan deket sama elo Zi, aneh."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!