NovelToon NovelToon
Akan Ku Ubah Takdirku

Akan Ku Ubah Takdirku

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Sun044

dilarang plagiat !
plagiat dosa ini karyaku asli.
jika kalian menemukan versi sama di aplikasi lain itu berarti bukan karyaku karena aku hanya membuat di aplikasi ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Sun044, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

acara kelulusan sekolah yang terasa berbeda

Hari kelulusan akhirnya tiba. Sekolah dihiasi dengan bendera dan pita warna-warni, serta lagu-lagu perpisahan yang terdengar syahdu dari pengeras suara. Hari ini, semua siswa kelas XII mengenakan seragam putih abu-abu yang dihiasi bunga-bunga di dada dan topi wisuda di kepala. Wajah-wajah mereka penuh sukacita, bercampur rasa haru, dan sebagian besar didampingi oleh orang tua atau keluarga yang datang untuk menyaksikan momen penting ini.

Dulu, saat membayangkan hari kelulusan ini, aku selalu merasa cemas dan sedih. Aku membayangkan akan berdiri sendirian di sudut lapangan, melihat teman-teman lain dipeluk dan diberi ucapan selamat oleh keluarga mereka, sementara aku tidak memiliki siapa-siapa. Bayangan masa lalu—di mana tidak ada yang peduli atau bahkan mengucapkan selamat padaku saat aku mencapai sesuatu—selalu menghantuiku.

Tapi hari ini, semuanya berbeda. Hatiku terasa penuh dan hangat. Tidak ada lagi rasa hampa atau sepi yang menyelimuti.

Saat namaku dipanggil untuk naik ke panggung menerima ijazah, aku berjalan dengan kepala tegak dan senyum di wajahku. Saat aku turun dari panggung dengan ijazah di tangan, mataku langsung mencari sosok-sosok yang sudah aku nantikan.

Di sana, di barisan depan yang agak ke samping, berdiri dua orang yang sangat berarti bagiku. Mereka melambaikan tangan dengan antusias, wajahnya bersinar penuh kebanggaan. Itu Dino dan Raka.

Belum sempat aku berjalan mendekat, Raka sudah berlari kecil menghampiriku. Dia langsung memberiku sebuah pelukan hangat namun sopan.

"Selamat lulus, Laras! Kamu hebat banget! Aku tahu kamu pasti bisa menyelesaikan sekolahmu dengan hasil yang membanggakan," katanya dengan suara penuh semangat dan haru. Dia kemudian memberiku sebuah buket bunga matahari yang cantik dan cerah. "Ini buat kamu. Simbol semangat dan keceriaan yang selalu kamu punya."

Belum hilang rasa haru karena ucapan Raka, Dino pun datang mendekat. Dia menepuk bahuku dengan lembut dan tersenyum lebar.

"Selamat ya, Laras! Akhirnya kamu lulus juga. Aku bangga sekali melihat perjalananmu sampai hari ini. Kamu bukan hanya lulus sekolah, tapi kamu juga sudah lulus dari berbagai cobaan hidup dan menjadi sosok yang kuat dan sukses seperti sekarang," ucap Dino tulus. Dia juga memberiku sebuah bungkusan kecil. "Ini kado kecil buat kamu. Semoga kamu suka."

Aku memegang buket bunga di satu tangan dan bungkusan kado di tangan lainnya. Mataku mulai berkaca-kaca. Rasanya begitu indah memiliki orang-orang yang benar-benar peduli, yang hadir bukan karena kewajiban, tapi karena tulus menyayangiku.

"Terima kasih... terima kasih banyak, Raka, Dino," ucapku dengan suara bergetar menahan tangis bahagia. "Dulu aku takut hari ini akan sepi, tapi sekarang... sekarang aku tahu aku tidak sendirian. Kalian ada di sini, dan itu sudah lebih dari cukup buatku."

Raka tersenyum lembut dan menyeka air mata yang mulai menetes di pipiku. "Kamu tidak akan pernah sendirian lagi, Laras. Kami akan selalu ada."

Dino menambahkan sambil tertawa ringan, "Dan ingat, kelulusan ini bukan akhir, tapi awal dari petualangan baru yang lebih seru dan besar buat kamu. 'Laras Kreatif' sudah siap terbang lebih tinggi, kan?"

Aku mengangguk mantap, menyeka sisa air mataku dan tersenyum lebar. "Iya! Siap!"

Hari itu, aku berjalan beriringan dengan Dino dan Raka di antara kerumunan siswa dan keluarga lainnya. Kami tertawa, berfoto bersama, dan berbagi cerita. Rasa hangat di hatiku tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Masa lalu yang kelam di mana aku selalu merasa diabaikan dan tidak berharga kini telah tergantikan sepenuhnya oleh kehadiran orang-orang baik yang mencintaiku apa adanya.

Kelulusan ini bukan hanya tentang selembar ijazah di tanganku, tapi juga tentang bukti nyata bahwa hidup bisa berubah menjadi indah jika kita mau terus berjuang dan membuka hati pada kebaikan orang lain. Dan aku bersyukur, di perjalanan baru ini, aku tidak perlu berjalan sendirian lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!