NovelToon NovelToon
Pindah Ke Zaman Kuno

Pindah Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.

Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.

Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 Kota Wu

Wang Ryu menjawab dengan otomatis."....Tidak ,saya menyewa kereta disana namun mereka hanya mengantar saya setengah jalan..."

Mendengar hal ini membuat pria tua agak kasihan, pasalnya di dermaga Gong memang sering terjadi penyedia kereta yg terkenal licik.

"Aih para bajingan ini memang sering membuat ulah...Tuan jangan cemas saya akan mengantarmu sampai tujuan...!"jelasnya dengan semangat.

"......." Wang Ryu.dia hanya mengarang cerita kenapa semuanya nampak kebetulan.

Mereka sampai di gerbang kota dan harus melalui pemeriksaan lebih dulu ,Dia turun dari kereta dia menyerah token giok pada para penjaga.

Dia membawa token dengan namanya yg dia temukan diruang belajar.Seperti dia memang dituntun untuk hidup didunia ini,bahkan namanya pun sudah disiapkan.

Saat menerima giok cantik dan terlihat bahwa ini sangat mahal membuat penjaga bersikap lebih sopan." Tuan Wang Ryu benar?"

Wang Ryu mengangguk.Penjaga itu mengembalikan giok itu dengan sopan."...semoga hari ada menyenangkan selama disini tuan... silahkan..."

"Terimakasih..."jawaban, penjaga itu memberikan plakat besi sebesar ruas jari dengan ukiran bunga persik pada Wang Ryu.

Penjaga itu dengan sabar menjelaskan,bahwa jika dia mau pergi dari kota Wu,Wang Ryu bisa mengembalikan pelakaat itu padanya.

Wang Ryu mengangguk,lalu dengan sopan pergi ke gerbong pak Tua yg masih menunggunya.

"Kapten... Tuan tadi ,baunya harum sekali..."Jelas penjaga dengan wajah bulat melihat ke pergian gerobak yg ditumpangi Wang Ryu dengan Engan.

"Diam tak sopan..!"katen berwajah tak berdaya,dia penjaga segera memukul kepala bawahnya".. cepat kembali berkerja!"

Penjaga itu kabur dengan wajah menangis, kapten nya sangat galak!

Wang Ryu berhenti tepat di kedai teh,saat dia turun dari gerobak banyak orang memandang ke arahnya. pakainya berkibar dengan lembut saat dia berjalan turun.

Mereka merasa bahwa pakaian ini jelas sangat mahal, lihat saja bordir benang perak memenuhi roknya.

ditambah asesoris yg tergantung pada orang itu terlihat tak murah.jelas dia pasti orang kaya atau bahkan bangsawan.

Tapi kenapa dia bisa menaiki gerobak sapi bukannya kereta kuda.

"Paman apa kamu akan langsung pergi?"tanya Wang Ryu pada pria tua itu.

"Ya ,sudah waktunya untuk pulang..ada apa tuan?"jawaban dengan ragu

Wang Ryu mengundang pria itu untuk makan sebagai bentuk terimakasih."Jika tidak keberatan saya mengundang paman untuk makan..."

"Ini...." Pria tua itu merasa terharu,namun dia tak berniat meminta bayaran karena dia merasa kasihan pada Tuan muda ini yg berpergian sendiri ke kota yg jauh.

Keluarganya tak kaya,dia bekerja sebagai penarik gerobak diujung kota, untuk menghidupi dirinya sendiri karena anak dan mantunya telah meninggal karena sakit.

Tapi Tuan ini sangat baik,akan tak sopan jika terus menolaknya.

Jadi Wang Ryu masuk dengannya kedalam kedai, pelayan didepan segera menyambut mereka dengan ramah."...tuan silahkan,saya akan mengantarmu ke tempat duduk yg kosong..."

Wang Ryu mengangguk puas, untungnya mereka tak membedakan para tamu.dan Pria tua itu bernafas lega, awalnya mereka takut jika diusir ternyata kedai ini cukup ramah.

Atau mungkin karena ada Tuan muda.

"Tolong...." Wang Ryu mempersilahkan, pelayan segera membimbing mereka ke arena lantai dua dekat dengan jendela yg bisa melihat keadaan jalanan kota.

Pelayan segera memberi tau menu apa saja yg ada di kedai mereka.Wang Ryu mengangguk."...Ayo apa yg ingin anda makan?"

Pelayan dan pria tua itu terkejut.paman Itu mengusap hidungnya malu." Terserah anda saja..."

Wang Ryu bertanya pada pelayan."...apa ada sup ayam disini?"

" Kami memiliki ayam kukus daun teratai tuan..."jawaban dengan hati-hati.".. hidangan ini cocok untuk orang tua dan anak-anak..."

Jelasnya dengan lebih ramah.Tuan muda ini sangat perhatian.walaupun kakek ini berpakaian compang-camping tapi sepertinya dia telah membantu orang yg berbudi luhur.

"Kalau begitu itu saja, 2 sup, tambahkan nasi dengan sayuran,juga aku pesan 5 roti kukus daging untuk dibawa pulang..."

"Baik tuan tolong tunggu 15 menit masakan akan kami antar...!"jawaban dengan semangat, pesanan besar dia akan dapat komisi besar dari bosnya!

Setelah pelayan itu pergi,pria tua itu melihat ke arah Tuan Muda dengan tak setuju."Tuan muda ini terlalu berlebihan..."

Dia merasa mereka terlalu banyak.harga sup ayam adalah 200 sen,belum lagi sayuran dan lainnya.

Wang Ryu menjawab dengan santai."Paman aku yg membayar tak masalah..."

Pria tau itu kehilangan kata-kata.pria yg baik beruntung dia bisa bertemu dengannya.

"Terimakasih dan anda bisa memanggil saya paman Feng....."dia memperkenalkan dirinya.

"Saya Wang Ryu...." Jawab Ryu dengan ringan.tak lama mereka mengantar teh untuk mencerna makanan nanti.

Pria tua dengan sopan menuangkan teh untuk Wang Ryu.Dia tak menghentikan.

dia memegang teh,tangan terulur untuk menahan kerudungnya lalu meminumnya dibalik topinya."...lumayan..."

Tak lama makanan datang, Wang Ryu memesan 2 ayam kukus, masing-masing satu untuk nya dan paman Feng.

Dan baru saat akan makan,dan Wang Ryu ingat untuk membuka topinya.

Rambut putihnya terlihat anting-anting giok biru berkelip, hidup mancung dengan bibir merah kecil,mata sebiru Langit langsung terlihat.

Pria tua itu membeku.dia , Seumur hidupnya Dia tak pernah melihat manusia semenawan ini,Pria ini sangat cantik!

Dan rambut putihnya dan sosoknya yg cantik,ini mengingatkan Paman Feng pada cerita yg pernah dia dengan tentang seorang dewa surgawi yg turun ke bumi.

Dikatakan dewa surgawi itu diperintahkan oleh dewa Cahaya untuk melihat keadaan manusia, tugasnya bukan hanya untuk mengawasi tapi juga menghukum dan memberikan hadiah bagi siapa saja yg melakukan dosa dan mengumpulkan pahala.

Dikatakan bahwa Dewa surgawi memiliki rambut seputih salju,wajah cantik tiada tar, kulit seputih giok dan mata biru seterang langit.

Awalnya Paman Feng mengira itu hanya cerita!tapi siapa kira dia nyata!

" Tuan...tuan... dewa surgawi..."panggil paman Feng dengan gemeter.

Wang Ryu menghentikan gerakannya,mendongak untuk melihatnya dengan bingung."Apa...?"

Dewa surgawi?Dia?

"Anda..." Paman Feng merasa gugup,jika dia bertanya dan tau bahwa dia adalah dewa,apa misi dewa surgawi akan gagal.

"Oh...apa rambut ku terlalu mencolok?"tanya saat sadar bahwa Dia terus melihat ke arah rambutnya.

Wang Ryu lupa rambut putih adalah hal tabu dimasyarakat kuno,klau soal matanya dia tak dapat mengubahnya.

orang itu mengangguk cepat,lalu menggelengkan kepalanya.

Tangan ramping itu mengelus rambutnya dari kepala sampai ujung,dan rambut putihnya berubah menjadi hitam.

"Wow!" Benar-benar dewa!

"......"oh dia lupa ini,dunia ini terlalu kuno.!

Pada akhirnya mereka makan dalam diam dalam suasana canggung. Sebelum pergi Paman Feng menerima satu kotak kayu berisi 5 bakpao daging yg masih hangat.

Matanya memerah."...tuan terima kasih banyak..."

Dia membungkuk hormat,Wang Ryu merasa tak berdaya namun tidak menjelaskan lebih jauh.

Lagi pula bagus jika paman Feng salah' paham dan menganggap dewa,dengan begitu mereka tak akan buka mulut Karen takut akan kutukan para dewakan!

Ini membantunya lebih baik!

Setelah mengantar Paman Feng pergi,Wang Ryu pergi untuk melihat keadaan kota, sepanjang jalan banyak orang melirik kearahnya, terutama gadis-gadis.

Namun dia benar-benar tak perduli.

Wang Ryu hampir 1 jam berjalan dan mulai merasa lelah dia memutuskan untuk mencari tempat menginap.

Sejujurnya akan lebih muda jika dia bisa tinggal di kota, setidaknya dia tak akan dianggap terlalu aneh jika bisa bergaul dengan orang-orang disini.

Ya! Dia sudah memutuskan! Ayo beli rumah disini!.rumah yg dia tinggali sekarang harusnya adalah jari emasnya.

Yg artinya tempat itu pasti bisa berpindah tempat,jika memang dia benar-benar miliknya.

Jadi Wang Ryu memutuskan untuk membeli rumah dan tanah disini lalu mencoba memindahkan rumah dewa itu ke sini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!