NovelToon NovelToon
Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:294.6k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Menikah dulu... Cinta belakangan...
Apakah ini cinta? Atau hanya kebutuhan?

Rasa sakit dan kecewa yang Rea Raveena rasakan terhadap kekasihnya justru membuat ia memilih untuk menerima lamaran dari seorang pria buta yang memiliki usia jauh lebih tua darinya.

Kai Rylan. Pria buta yang menjadi target dari keserakahan Alec Maverick, pria yang menjadi kekasih Rea.

Kebenaran tanpa sengaja yang Rea dengar bahwa Kai adalah paman dari Alec, serta rencana yang Alec susun untuk Kai, membuat Rea menerima lamaran itu untuk membalik keadaan.

Disaat Rea menganggap pernikahan itu hanyalah sebuah kebutuhan hatinya untuk menyembuhkan luka, Kai justru mengikis luka itu dengan cinta yang Kai miliki, hingga rahasia di balik pernikahan itu terungkap.

Bisakah Rea mencintai Kai? Akankah pernikahan itu bertahan ketika rahasia itu terungkap? Apa yang akan terjadi jika Alec tidak melepaskan Rea begitu saja, dan ingin menarik Rea kembali?

Ikuti kisah mereka....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Satu Tempat Tidur

Kai berusaha sekuat tenaga menahan diri untuk tidak tertawa saat melihat wajah Rea memerah, berusaha mempertahankan ekspresinya seakan ia tidak melihat apa yang terjadi meski pada kenyataannya reaksi Rea terlihat jelas di matanya.

"Aku?" Rea bertanya kaku sembari menunjuk dirinya sendiri.

"Ya, siapa lagi? Kau istriku sekarang. Bukankah hal lumrah jika kamu membantuku membersihkan diri?" sambut Kai.

"T-Tapi... A-aku..."

"Kamu juga bertanya, apakah kamu akan melarikan diri setelah kamu bertanya?" ucap Kai lagi.

Wajah Rea kian memerah. "Bukan begitu... T-Tapi..."

Rea tergagap. Satu waktu ia ingin membantu, ia juga sadar akan statusnya kini. Namun, membantu di kamar mandi tidak terpikirkan sama sekali sebelumnya dalam benak Rea.

"Aku hanya bercanda," ucap Kai diakhiri kekehan pelan.

Kai mengusap lembut puncak kepala Rea sebelum masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Rea yang masih berdiri terpaku di tempatnya. Satu tangan Rea terangkat untuk menyentuh kepalanya, memikirkan satu pertanyaan yang selalu mengganggu pikirannya tentang, bagaimana Kai melakukan apa yang baru saja pria itu lakukan? Mengapa Kai selalu bisa menjangkau kepalanya tanpa kesulitan?

'Jangan terus memikirkan kekurangan yang dia miliki, Rea!' batinnya mengingatkan dirinya sendiri.

Rea kembali menggelengkan kepala, membawa langkahnya menuju walk in closet yang sebelumnya sudah diberitahukan Kai padanya. Memilih setelan piama lengan pendek untuk ia kenakan sekaligus memilih piama untuk suaminya, lalu duduk menunggu di sisi tempat tidur sembari memainkan ponsel.

Hembusan napas Rea terdengar kasar saat ia memeriksa ponsel yang tidak ia sentuh sejak tiga hari menjelang pernikahan. Bukan karena sibuk, melainkan ia muak dengan panggilan serta pesan yang ia terima dari Alec.

Sama seperti malam ini, puluhan panggilan serta pesan Alec masuk ke dalam ponselnya begitu ia kembali mengaktifkan ponsel. Berbagai kata-kata manis yang Alec kirim dengan inti yang sama. Ajakan bertemu.

[[ "Bisakah kita bertemu malam ini?"

"Aku menunggu di restoran favoritmu,"

"Jawab panggilanku, Sayang!" ]]

'Drrtt... Drrtt...'

Satu panggilan masuk tanpa nama pada layar ponsel membuat Rea kembali menghembuskan napas kasar, segera menolak panggilan itu sekaligus memblokir nomor pemanggil. Jemarinya terus menggulir layar, membuka galeri yang ada di ponselnya untuk menghapus semua foto dirinya bersama pria yang pernah menempati hatinya dan meletakkan ponsel di nakas saat mendengar pintu kamar mandi dibuka.

"Paman, aku sudah menyiapkan pakaian untuk... mu,"

Kalimat yang Rea ucapkan berakhir dengan suara lirih saat netranya menangkap penuh sosok Kai. Untuk kesekian kalinya Rea kembali terpana dengan apa yang kini ada di depan matanya. Kai keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang pria itu, memperlihatkan dadanya yang terpahat sempurna. Bulir air yang masih membasahi tubuh Kai yang setengah terbuka justru membuat Rea kesulitan untuk berpaling.

Otot perut serta lengan yang Kai miliki hanya mempertegas bahwa betapa Kai merawat tubuhnya sendiri dengan sangat baik.

'Oh my god...' batin Rea sembari menelan salivanya.

"Kamu menyiapkan pakaian untukku? Benarkah?" tanya Kai.

"Ehh... Ah... Ya,"

Rea tersentak, mengusap wajah untuk menyembunyikan perasaan gugup yang tiba-tiba muncul seraya berdiri dengan membawa piama di tangan.

"Ini," ujar Rea sembari meraih tangan Kai agar menerima piama yang ia berikan.

"Terima kasih," ucap Kai.

Rea tersenyum, tetapi tidak melepaskan pandangannya dari Kai. Baru ia sadari, sosok Kai jauh lebih tampan jika dibandingkan dengan Alec meski keduanya memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Akan tetapi, sisi matang Kai yang lebih mendominasi justru membuat usia tidak berpengaruh pada penampilannya.

'Betapa bodohnya... Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?' batin Rea.

"Re..."

"Ehh... Ya... Apa?"

Rea kembali tersentak saat Kai memanggil namanya, menyadarkan dirinya dari lamunan yang ia sendiri tidak tahu dari mana datangnya.

"Kamu ingin mengatakan sesuatu? Kamu terus menatapku," ujar Kai.

"Bagaimana Paman bisa tahu?" Rea balas bertanya.

"Aku bisa merasakannya karena kamu masih berdiri di depanku," jawab Kai.

"Aku hanya ingin melihat Paman dari dekat," ucap Rea jujur.

"Dan apa yang kamu pikirkan?" tanya Kai.

"Paman... Tampan,"

"Lebih tampan dari mantan kekasihmu?" goda Kai tersenyum kecil.

"Dia mana bisa dibandingkan," sahut Rea mencibir.

"Tapi kamu mencintainya, bukan?" pancing Kai.

"Kamu juga rela melakukan apa saja untuknya,"

"Ya. Tapi sekarang tidak lagi," jawab Rea

"Mengapa?"

Rea diam dengan kepala menunduk. Kilasan tentang pria yang ia cinta mengkhianati dirinya bersama sahabatnya sendiri terputar ulang di pelupuk mata. Kilasan tentang orang tuanya yang justru mendukung penuh apa yang Alec rencanakan sebelum ia mendekati Kai kembali berputar bagaikan sebuah film.

"Istirahatlah! Ini sudah malam," ucap Kai lembut.

Wajah Rea terangkat, menatap lekat wajah pria yang berdiri di depannya. Pria yang ia kenal hanya dalam waktu beberapa bulan itu justru bisa sangat memahami hatinya.

"Baiklah," jawab Rea.

Rea membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tak lama kemudian, Kai menyusul membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang sama dengan Rea.

Hening...

Tidak ada apapun yang terjadi di antara mereka. Hanya suara samar dari pendingin ruangan yang mengisi keheningan kamar di mana Rea berbaring bersama seorang pria dalam satu tempat tidur yang sama untuk pertama kalinya.

"Selamat tidur, Paman," ucap Rea sembari memiringkan tubuhnya, mengubah posisi berbaringnya menjadi membelakangi Kai.

Namun, ketenangan itu tak bertahan lama ketika Rea merasakan pergerakan pelan dari sisi tempat tidur mendekat ke arahnya.

"P-Paman..."

"Sshh... Tidurlah! Ini sudah malam," ucap Kai pelan.

Tubuh Rea tersentak kecil, tetapi tidak berani untuk berbalik kala merasakan tangan Kai kini melingkari pinggangnya.

"Uhm... Paman..."

"Apa?" tanya Kai tanpa beban.

"Tangan... Tangan Paman..."

"Aku hanya tidak ingin kamu kedinginan," jawab Kai.

"T-Tapi... Tapi... Aku akan merasa panas jika Paman sedekat ini," ucap Rea terbata.

"Aku tidak akan melakukan apapun selama kamu tidak mengijinkannya," jawab Kai.

"Tapi... Tapi..."

Wajah Rea merah padam, perasaan gugup sangat kuat ia rasakan saat hembusan napas Kai menerpa lembut lehernya.

"B-Bisakah Paman menjauh sedikit?" pinta Rea.

"Mengapa aku harus melakukannya?" sambut Kai mengeratkan tangannya, bahkan tanpa ragu menarik Rea lebih dekat ke arahnya.

"Aku meminta Paman menjauh, bukan menarikku!" protes Rea.

Kedua mata Rea membulat sempurna. Gerakan saat akan berbalik dengan tujuan mendorong Kai menjauh urung ia lakukan saat ia justru merasakan sesuatu yang keras tiba-tiba menyentuh pinggulnya. Tubuhnya membeku.

"P-Paman... Itu... Apa?" Rea tergagap, tidak berani untuk melakukan pergerakan lagi.

"Tidurlah! Jika kamu terus bergerak, jangan salahkan aku jika aku menerkammu malam ini!" ancam Kai.

"Tapi... T-Tapi aku tidak bisa tidur," sahut Rea beralasan.

Kai menghela napas kasar, menggeser tubuhnya untuk menjauh. Mengalah.

"Selamat tidur, Re," ucap Kai seraya memiringkan tubuhnya.

Rea menghela napas lega, tetap tidak berani untuk berbalik dan bertahan pada posisinya sampai ia terlelap.

Namun, tidak begitu dengan Kai. Pria itu bangun dari berbaringnya, memastikan wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya terlelap, lalu tersenyum.

Tangannya terulur untuk meraih remote AC, meningkatkan suhu dinginnya, dan kembali berbaring dengan posisi miring menghadap Rea yang memunggunginya setelah menyembunyikan remote yang baru saja ia gunakan. Menunggu.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Ghiffari Zaka
siapa LG Betti itu Thor???
Ghiffari Zaka
oooh....begitu rupanya ....maaf ya re AQ ud berkata kasar dan menuduh Kam yg tidak2🙏🙏🙏
sampaikan maaf q pada rea ya Thor...AQ nyesel deh sampai ngatain dia yg TDK baik🙏🙏😓😓😓😓🤭🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: Rea nangis dipojokan sambil guling guling habis diomelin massa kak/Facepalm/
total 1 replies
Ghiffari Zaka
bab ini no coment Thor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
re re b**** nya km....sekarang tau rasa km kan....ah emboh lah Thor.....
asal author tau AQ panas dingin baca di 2 bab ini😱😱
Ghiffari Zaka
ah..mboh lah Thor...AQ GK mau komen lah gara2 rea yg g*****,😡😡
Ghiffari Zaka
huuuuhh.....panas dingin AQ Thor.....
itu knp si rea kok mau ya???
padahal dia ud tau lok Alec sm semua keluarganya jahat.tp kok masih nurut aja.
plis tlng lah dia Thor🙏🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: tolongin bareng bareng yok kak/Joyful/
total 1 replies
Ghiffari Zaka
duuh..gemez AQ sm si dokter jadi2 an itu.pengen Jambak aja😡😡
〈⎳ FT. Zira: dipersilakan kak😅😅
total 1 replies
Ghiffari Zaka
aish...si tukang modus ini ganggu moment aja...
Ghiffari Zaka
hadduh...LG seru Thor....mlh di jeda😭😭😭
Ghiffari Zaka
nah loh.....lanjut Thor,ud GK sabar AQ Thor💪💪💪
Ghiffari Zaka
penyakit iri memng gak ada obatnya laa
mungkin ini saatnya rea menang ya Thor🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: betul kak..🤧
total 1 replies
Ghiffari Zaka
di part ini AQ blm komen la thot,cmn satu kata....MANTUL👍👍
Ghiffari Zaka
waaaah akhirnya.....akhirnya author bs mengobrak Abrik hati pembaca😂😂
Ghiffari Zaka: jangan Thor...nnt AQ merinding disko😂😂😂
total 2 replies
Ghiffari Zaka
ehem ehem.....jadi serak ni tenggorokan😬😬😬
moga lekas saling cinta ya Thor.....😍😍
Ghiffari Zaka
jangan2 ud mulai curiga tu kakaknya,kok org buta bs sukses bngt,tp semangat kami.....buktikan km bs💪💪💪ssemangat jg buat author tentunya😍😍
Ghiffari Zaka
duh apa kaitannya rea sama perusahaan itu ya???🤔🤔🤔
lanjut aja lah Thor.....Moh mumet AQ mikirnya,ud di atur kok sm author q ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
laaaa apa yg jatuh ya Thor???
Ghiffari Zaka
oh...paman yg berhati lembut tp tegas ...ud gt dewasanya.....uuuh...AQ padamu paman KAI....😍😍😍
Ghiffari Zaka
😂😂😂😂😂di gantung lagi sm author.....haddeh...jadi ambyar ni😂😂😂
Ghiffari Zaka
waaaah...semudah itu cmn hanya memandang.....trs buat apa SMP di sadap segala.....
awas nyesel kai ...
ah emboh lah Thor AQ manut AE Thur...nasib mereka ada di tangan author😬😬😬😬
〈⎳ FT. Zira: definisi author penentu segalanya/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!