Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMIKIRKAN MIKHAELA
London, Inggris
Dante menatap lurus ke luar dinding kaca ruang kerjanya. Yang menampakkan pemandangan malam kota London yang dingin. Hujan rintik-rintik membasahi dinding kaca, kontras dengan detak jantungnya yang tak beraturan. Ada rasa bahagia dan cemas yang ia rasakan kini.
Mendengar suara Mikhaela beberapa saat yang lalu membuatnya bahagia. Namun sepertinya Mikha tengah bersedih, membuat Dante cemas tentang kondisi Mikha kini.
Di tangannya, ponsel miliknya masih menyala menampilkan kontak Mikha.
Sebenarnya seharian ini Dante tidak bisa fokus bekerja. Di kepalanya terus menerus memikirkan Mikhaela. Tatapan lembut wanita itu selalu berkelebat dalam ingatannya. Entah kenapa bisa seperti itu, dia pun bingung sendiri dengan pikirannya tersebut.
Rasanya seperti merindukan pasangan yang jauh, beda benua. Padahal kenyataannya mereka hanya berteman saja. Nothing special. Tapi entah mengapa Dante merasa merindukan wanita itu.
Mendengar suara Mikha beberapa saat yang lalu, bergetar sepertinya sedang menangis ketika ia menelpon wanita itu, menghantui pikiran Dante.
Dante bisa merasakan kepedihan wanita itu. Bahkan Mikhaela meminta ia menemaninya karena tidak bisa tidur.
"Apa yang terjadi padamu, Mikha?" bisiknya sambil mengusap layar handphonenya.
Dante melangkah menuju meja kerjanya. Menyandarkan punggung ke kursi kulit berwarna hitam yang mendominasi ruang kerjanya.
Netra hitam itu menatap rintik hujan yang membasahi kaca yang menjadi dinding ruang kerjanya di kota London.
Ia mengepalkan tangan di atas meja. Ternyata dugaannya benar, Mikha dalam kondisi tidak baik-baik. Getaran suara wanita itu menceritakan segalanya...ketakutan, kesepian, dan beban. Dante tahu Mikha adalah tipe wanita yang akan tersenyum meski hatinya hancur.
Andai saja Dante dekat, tentu saat ini ia akan mendatangi rumah Mikhaela untuk memastikan keadaan Mikha baik-baik saja.
Tanpa membuang waktu, Dante meraih ponselnya kembali. Menghubungi asistennya di Jakarta.
"Ya, Tuan Dante?" jawab Luthfi.
"Luthfi, pantau keadaan Mikhaela sekarang juga. Tentang kehidupannya, tentang keseharian nya, tentang masa lalunya. Aku ingin segera tahu hasil kerja mu beberapa jam lagi!," perintah Dante tanpa basa-basi, matanya menatap ke arah dokumen di meja yang harus ia periksa dan di tandatangani.
"Cari tahu siapa yang bersamanya atau apa yang terjadi di sekitarnya hari ini. Sepertinya dia sedang ada masalah. Aku ingin memastikan semua baik-baik saja".
Luthfi terdiam sejenak, menangkap perhatian dalam nada bicara bos-nya itu. Hal aneh bagi Luthfi. Posisi Dante di London, sempat-sempatnya ingin tahu tentang Mikhaela. Namun tentu saja Luthfi tidak berani bertanya lebih lanjut. Karena ia masih membutuhkan pekerjaannya.
"Baik, tuan Dante. Saya akan segera mencari tahu keadaan nona Mikhaela dan memeriksa rekaman CCTV di area perumahannya", jawab Luthfi.
Dante menutup telepon, lalu menyambar jas hitamnya yang tersampir di sandaran kursi. Laki-laki itu memutuskan untuk pulang.
*
Dua jam kemudian..
Dante yang tengah berada di ruang kerjanya di mansion mewah yang berada di pusat kota London sesaat menghentikan aktivitasnya yang tengah memeriksa dan menandatangani berkas yang ia bawa pulang kerumah.
Dering handphone miliknya menginterupsi Dante yang tengah fokus. Tertera nama Luthfi di layar depan.
"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi yang tuan minta. Nona Mikhaela sedang diintimidasi secara agresif oleh keluarga mendiang suaminya, Dion. Mereka menuntut seluruh harta warisan peninggalan Dion".
Dante terdiam mendengar penjelasan Luthfi. Rahang laki-laki itu mengeras hingga urat lehernya menonjol. Namun, kalimat Luthfi berikutnya benar-benar menyulut api amarahnya.
"Bukan itu saja, Tuan. Muncul pengakuan mengejutkan bahwa Dion ternyata memiliki anak dari wanita lain. Keluarga Dion menggunakan anak itu sebagai alat untuk memojokkan Mikha dan merampas haknya secara paksa sejak kematian suaminya tahun lalu," lanjut Luthfi.
Mendengar itu, Dante mencengkeram pinggiran meja kerjanya. Pantas saja dimata Dante, Mikha itu sepertinya tidak bahagia walau ia menutupi perasaan sesungguhnya dengan canda dan tawa.
Ternyata Mikhaela dikhianati oleh mendiang suaminya yang selama ini ia cintai, sekaligus diserang oleh keluarga yang seharusnya melindunginya setelah Dion tidak ada. Tapi kenyataannya malah sebaliknya, keluarga Dion memberi pukulan yang teramat kejam pada Mikha.
"Kirimkan profil lengkap wanita itu dan keluarganya sekarang juga pada ku. Aku ingin membantu Mikhaela kalau ia membutuhkan aku," perintah Dante dengan nada dingin.
"Baik tuan, akan saya kirim melalui email anda", ucap Luthfi dengan hormat.
...***...
To be continue
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂