Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30 Menghadiri Resepsi
Sesi foto selesai dengan berbagai gaya sesuai arahan fotografer kami segera pulang anak anak dapat bagaian souvenir juga berupa parfum mereka semua dapat dan aku pulang dulu kerumah sambil jalan kaki sampai di rumah magrib aku kemudian ganti baju dan sholat anak anak ikut ayah nya aku pulang dulu dengan bi endang selesai sholat aku dan bi endang berbincang di ruang tengah aku sambil scrol media sosial siapa tahu ada dagangan yang sedang aku cari
" Ra sebaiknya kamu sholat istikharah dan minta petunjuk sama Alloh mungkin Adit akan menjadi jodoh mu lagi dari pada kamu keras kepala menolak" kata bi endang
" Bibi dapat ilmu dari mana tiba tiba kok bilang begini" tanya ku
" Bibi di tanya sama Bu ustadzah tentang kalian maaf bibi cerita tentang kamu saran beliau ya itu kamu di minta sholat istikharah biar di beri petunjuk oleh Alloh" jawab bibi
" Bagus juga idenya bi akan Tiara laksanakan nanti kalau sudah Sampai di rumah kita" jawabku
" Rumah kontrakan kita maksudnya" kata bi endang sambil tertawa
" Maaf bi,Ara ajak bibi minggat dan kontrak tapi sampai sekarang belum bisa beli rumah uang nya masih di putar terus Sampai pusing" jawabku dengan ekspresi sedih
" Nggak apa apa Ara yang penting kita nggak kekurangan bibi ikut kemana pun kamu pergi dan alhamdulilah walaupun nggak punya anak bibi masih punya kamu" jawab dia
"Ayo bi kita bobok anak anak nginap di rumah ayah nya katanya ingin tidur di kamar ayahnya yang besar dan ber AC juga harum" kata ku
Aku sholat isya dulu sebelum tidur tapi kenapa aku nggak bisa tidur aku kepikiran dengan omongan Bu ustadzah tentang sholat istikharah apa mungkin aku rujuk atau tidak karena takdir orang ke depan nya kita tidak tahu
Pagi aku bangun sholat subuh kemudian olahraga jalan kaki sama bi endang acara akad nikah jam sembilan lanjut resepsi di hotel jadi sekarang mau jalan pagi di sekitar rumah dulu
" Rasanya nggak enak ya kalau tidak ada si kembar ya bi" kata ku
" Iya Ra rasanya sepi nggak enak banget" jawab bi endang sambil berjalan
" Aku dan bi endang ingin beli nasi pecel kemudian aku bungkus bawa pulang lah ada anak anak menyusul mereka minta nasi kuning jadi aku belikan ayah nya juga mau katanya
Kami pulang bersama mereka malah lari duluan aku mengikuti dari belakang sama bi endang Sampai rumah aku membuka kunci dan mereka masuk
" cie cie enak ya tidur di kamar bagus dan ber AC" kata ku sambil mengejek mereka
" Iya bunda sejuk tapi nggak ada bunda di sebelah kami" kata Bianca
" Semoga kita segera tidur berempat sayang kalau bunda mengizinkan ayah menikahi bunda lagi" kata mas Adit
" Itu kurang besar tempat tidurnya yah kan kasihan kalau embah tidur sendiri jadi kita tidur berlima" Kata Bianca
" Bianca sangat sayang ya sama embah" tanya mas Adit
" Iya dong dari bayi kan yang mengasuh kami embah bia sayang embah" kata bia
" Ayo makan sudah bunda siapkan semua di piring masing masing" kata ku tak lupa aku siapkan susu untuk anak anak dan kopi untuk yang dewasa
Kami makan nasi bungkus yang aku beli di pinggir jalan aku dan bi endang makan nasi pecel dan mereka makan nasi kuning
" Mas besok antar aku nyekar ke makam bapak dan ibu ya" pinta ku
" Iya besok pagi saja biar nggak panas" kata mas Adit
Anak anak selesai makan mereka santai dulu sambil melihat TV kami santai dulu sebelum mereka mandi kami bercanda di ruang keluarga yang menyatu dengan meja makan dan dapur mas Adit kerasan di sini dan selalu mengikuti di mana anak anaknya berada padahal di rumahnya lebih mewah aku mandi dengan Bianca karena kami akan di Rias kalau bi endang nggak mau di rias dia ingin biasa saja jadi nanti yang di rias aku sama Bianca mas Adit masih bercanda di ruang tengah sama anak anaknya kayaknya mereka main kartu
Perias datang kemudian aku di rias aku minta yang tipis saja asal tidak dekil kemudian ganti Bianca aku ganti baju dengan kebaya modern dan bawahan batik kemudian Bianca memakai kebaya seperti aku kelihatan lucu sekali dan rambutnya di kuncir dan di rias tipis kayak mas Adit kecil versi perempuan
Barra mandi bersama mas Adit dia di dandani sama mas Adit mereka memakai baju batik sama dengan yang aku pakai kami tak lupa bi endang juga pakai batik sama
" Bunda cantik banget" kata Barra
" Iya dong bundanya siapa Bia juga cantik" kata Bianca
" Iya dong ayah kita juga ganteng" kata Barra
" Ayo berangkat yang di depan siapa ini"kata mas Adit
" Bia saja yang di depan sama bunda ya yah" kata bia
" Iya deh kakak di belakang sama embah" kata Barra penuh pengertian .
Mas Adit mengemudikan mobil tidak sampai satu jam kami sudah di hotel tempat resepsi kami turun di lobi hotel menunggu mas Adit memarkirkan mobil kemudian kami di ajak menuju ballroom untuk menyaksikan pernikahan Nadira suaminya ternyata perwira tentara ganteng dan gagah Nadira juga cantik sih pantas dapat suami yang ganteng dan punya pangkat
Mas Adit duduk di depan sebagai dekat dengan meja akad si kembar duduk sama aku di kursi yang berjejer di peruntukan bagi keluarga alhamdulilah si kecil anteng nggak bikin masalah
Selesai akad nikah langsung resepsi papa dan mama juga mertua dari Nadira duduk di pelaminan dengan pengantin mas Adit dan aku menjadi terima tamu di depan bersama denah bude dan bibinya mas Adit juga pakdenya mas Adit si kembar minta makan sama mas Adit di ajak ke prasmanan yang terpisah khusus untuk keluarga aku juga di ajak bersama begitu juga bi endang Kami makan bersama si kembar aku ambilkan sesuai dengan permintaan mereka. Mas Adit juga sabar melayani anak anaknya yang minta macam macam selesai makan kami di panggil untuk sesi foto dengan pengantin Si kembar suka sekali dengan penggantinya mereka minta foto dengan berbagai gaya kemudian aku mas Adit juga si kembar dan si kembar saja dengan pengantin dan Oma oppanya mereka suka dengan tingkah si kembar yang sangat lucu mereka gembira dengan ayah dan keluarga ayahnya
Kemudian aku duduk kembali rupanya Leo bertemu bapak nya jadi dia nggak merecoki si kembar manja ke mas Adit Sampai acara selesai kami pulang duluan si kembar minta souvenir Doble dan sama mas Adit di ambilkan aku sama bi endang juga di kasih souvenir aku tadi tidak boleh memasukan amplop karena aku sudah ngasih kado berupa satu set baju dinas untuk malam pengantin.
Mas Adit yang mengemudikan mobil gantian Barra di depan dengan aku dan Bu endang di belakang sama Bianca
Bersambung .....