NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Menceraikannya

“Lupakan saja. Aku hanya menyapa Marquis yang sedang berkencan—hanya saja bukan dengan Marchioness Alicia. Siapa sangka, rupanya Marquis sedang bersenang-senang dengan selirnya,” ucap Beatrice.

Beberapa penonton yang baru keluar berhenti berjalan, menoleh penasaran pada keributan itu. Sebagian mengenali sosok Marquis Charls Kyron. Namun nyaris tak ada yang mengenal Paula Perrone, putri keluarga baron kecil.

Paula justru bereaksi lebih keras daripada Charls yang membeku. “Sa—saya bukan selir Tuan Marquis! Saya hanya—”

Kata-katanya buyar. Bahkan dia sendiri tak yakin bagaimana menjelaskan situasinya. Mengapa gadis yang sakit-sakitan itu tiba-tiba datang menghancurkan rencananya?

Raut Charls mengeras ketika melihat Paula terpojok. Memang, mereka belum mengumumkan apa pun. Ia berencana menceraikan Alicia dan menikahi Paula, tapi Paula selalu memohon agar ia tidak menghancurkan pernikahannya begitu saja.

Dan sekarang lihatlah—semuanya canggung saat menegaskan hubungan keduanya.

Dengan rahang menegang karena emosi, Charls menatap Beatrice. “Jangan memfitnah sembarangan! Lady Tricia, jaga perkataanmu!”

Beatrice tidak menunjukkan kemarahan, apalagi rasa bersalah. Sebaliknya, ia memasang ekspresi terkejut yang begitu dibuat-buat hingga beberapa orang tampak ingin tertawa.

“Benarkah? Kalau begitu .…”

Tanpa aba-aba, Beatrice mengayunkan kakinya dan menendang tepat pada bagian bawah tubuh Charls.

Serangan itu mengenai sasaran dengan bunyi tumpul yang mengerikan.

Jeritan Charls pecah, tubuhnya merosot berlutut sambil menutupi bagian vitalnya. Wajahnya seketika memucat

“Kau—gadis sialan! Menyerang orang di siang bolong?!”

“Maaf,” Beatrice berkata ringan, seolah menyesal tapi jelas tidak. “Kakiku bergerak sendiri begitu melihat seorang suami berkeliaran dengan wanita lain.”

“Kamu—!” Charls hampir mengumpat, tapi menahan diri begitu menyadari banyak mata tertuju padanya.

Beatrice menarik napas lega. Beginilah seharusnya baj*ngan diperlakukan.

Biarlah Alicia melihat dengan mata kepala sendiri tentang kejadian hari ini. Ia harap pernikahan konyol itu segera berakhir.

Dari kerumunan, Estevan menyaksikan seluruh kejadian dengan wajah sulit ditebak. Ia telah berdiri di sana entah sejak kapan.

“Lady Tricia,” panggilnya sambil mendekat, suaranya tenang seperti angin musim gugur.

“Grand Duke?!” Beatrice sampai terlonjak, baru ingat bahwa ia sebenarnya sedang jalan-jalan dengan pria itu.

Kemudian ia meraih lengan Estevan dan memeluknya erat. Gerakannya begitu natural dan manja, membuat Paula serta Charls terpaku dengan ekspresi terkejut bercampur bingung. Beatrice tidak peduli dan segera pergi dengan Estevan.

Paula tampaknya mengenali sosok tinggi itu. “Grand Duke Carlitos?” bisiknya tak percaya.

Rumor tentang Estevan memang jarang terdengar, lebih banyak desas-desus samar daripada fakta. Namun satu hal yang ia ingat jelas dari kehidupan sebelumnya, Estevan tewas di perbatasan. Rumornya, ia sempat menikah dan bahkan punya anak.

Tapi, istrinya di kehidupan sebelumnya bukanlah Beatrice.

Memikirkan betapa banyak hal yang terlewat di kehidupan lalu, hati Paula menegang. Andai ia tahu akan kembali hidup, ia pasti mengumpulkan lebih banyak informasi.

Kerumunan yang tadinya menikmati drama itu akhirnya bubar. Paula buru-buru mendekati Charls yang masih meringis kesakitan.

“Charls, apa kamu baik-baik saja?” bisiknya cemas.

“Apakah aku terlihat baik-baik saja?” Charls menggeram seraya memegang paha bagian dalam. Wajahnya pucat pasi seperti kehilangan separuh nyawanya. Dalam hati, ia sangat ketakutan saat memikirkan kemungkinan paling buruk—impoten!

“Aku—” Paula hanya bisa menunduk, menampilkan raut lemah tak berdaya.

Charls menggertakkan gigi. Ia tidak bisa menyalahkan Paula. Pelakunya adalah Beatrice. Dan untuk itu, gadis sakit-sakitan itu harus membayar harganya.

“Sudahlah. Aku cuma terpancing emosi,” desisnya. “Bantu aku berdiri.”

Paula memapahnya perlahan. Keduanya lalu bergegas meninggalkan area opera sebelum seseorang benar-benar mengenali mereka.

Keduanya sama sekali tidak sadar bahwa dari kejauhan—dua sosok berjubah hitam bertudung memperhatikan dengan tatapan tajam. Alicia dan kakaknya, Bernard Vort, berdiri diam di balik bayangan.

“Kau melihatnya sendiri,” ujar Bernard, suaranya tajam seperti bilah pedang yang baru diasah. “Apakah kamu masih ingin mempertahankan pernikahanmu?”

Mata Alicia memerah, bukan karena marah—lebih karena luka yang terlalu lama disimpan. Tentu saja ia tidak ingin melanjutkan pernikahan ini. Ia pun dijebak pada malam itu.

Di luar rumah, Charls tampak seperti suami ideal. Tapi begitu pintu tertutup, topengnya jatuh. Pemarah dan suka memukul. Dan ibunya—wanita picik yang selalu menuntut uang, mencemooh Alicia seolah ia sumber masalah keluarga.

“Kak Bernard … aku ingin menceraikannya.” Suara Alicia bergetar, namun keputusannya bulat.

“Sudah kamu pikirkan baik-baik?”

“Sudah.” Alicia mengangguk mantap, tanpa keraguan sedikit pun.

Bernard menarik napas panjang antara lega dan waspada. “Baiklah. Kamu bisa bercerai. Tapi sebelum itu, sudahkah kamu mengetahui apa yang terjadi malam itu? Kenapa kamu bisa berada di ranjang yang sama dengannya?”

Alicia memejamkan matanya sejenak. Malam itu membekas terlalu kuat untuk dilupakan. Selama ini ia juga penasaran, tapi sekarang … rasa penasaran itu berubah menjadi kepastian yang lebih gelap.

“Kakak,” katanya pelan. "Aku yakin orang yang menjebakku adalah Paula. Setiap kali melihatku, tatapannya selalu penuh iri dan kebencian—padahal aku tak pernah melakukan apa pun padanya.”

Bernard mengerutkan kening. “Apakah kamu yakin tidak pernah punya masalah dengannya?"

Alicia menggeleng. “Tidak. Sama sekali tidak.”

Lalu, dari mana datangnya kebencian Paula? Alicia sendiri tidak tahu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beatrice tidak menyadari bahwa tindakan kecilnya terhadap Charls telah membuat Alicia memikirkan banyak hal tentang pernikahannya.

Setelah selesai menonton opera dan makan siang, Beatrice tiba-tiba ingin berkuda. Estevan pun membawanya ke peternakan kuda milik Istana Adipati Agung.

Tak lama kemudian setelah memilih kuda, keduanya berkuda bersama menuju hutan terdekat. Angin yang berhembus membelai rambut Beatrice yang terurai.

“Tampaknya kamu sangat tidak menyukai Marquis Kyron,” ujarnya. “Apakah kalian berdua punya dendam?”

Beatrice tidak terlihat terkejut. “Apakah Yang Mulia masih ingat kejadian di malam ulang tahun ayah saya?”

“Tentu.”

“Dia sudah jelas punya istri yang cantik dan sopan, tapi tetap saja datang dengan wanita lain ke pesta ulang tahun. Bahkan jika dia tidak mencintai Alicia, seharusnya dia tidak mempermalukan istrinya itu di depan umum.”

Estevan tidak langsung menyahut. Hanya mendengar langkah kuda yang stabil di antara daun kering yang terinjak. “Apakah itu sangat penting bagimu?”

“Tentu saja.” Beatrice mengusap rambut kuda jantan yang terawat baik. “Jika dua orang terikat dalam hubungan apa pun, bahkan jika itu hanyalah pernikahan politik, mereka seharusnya tetap saling mendukung.”

Estevan terdengar lebih lembut saat kembali bertanya, “Lalu bagaimana denganmu?”

“Apa?” Beatrice sedikit menoleh, tapi posisi duduknya sekarang membuatnya tak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.

“Bagaimana denganmu?” ulang Estevan. “Kenapa kamu ingin memenuhi pertunangan ini dan menikah denganku? Mungkin saja aku tidak senang.”

“Tentu saja karena saya menyukai Anda, Yang Mulia.” Pipinya mulai memanas. “Anda tinggi, tampan dan punya banyak uang. Saya tidak perlu takut kekurangan uang di masa depan."

Ada jeda singkat, lalu ia menambahkan dengan suara yang hampir hilang tertiup angin, “Selain itu, Anda juga tampaknya tidak masalah dengan hal itu.”

Estevan mencondongkan tubuhnya, suaranya turun setengah oktaf di telinganya. “Hal apa?”

Beatrice memejamkan mata sejenak, malu sekali jika ia harus mengatakannya. “Itu … hal-hal di tempat tidur.”

Kali ini Estevan benar-benar terdiam, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu memecahkan keheningan hutan musim semi.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!