NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumber trauma

Dewa terus memandangi tubuh yang masih terbaring lemah, mata yang biasa menyorot galak itu masih tertutup, belum ada pergerakan, padahal sudah dua jam berlalu.

“Dokter, bagaimana kalau dibawa kerumah sakit saja, kenapa belum sadar,” ucap Dewa cemas.

“Kita tunggu sebentar lagi Wa,” jawab dokter Inka, Dewa mengangguk, dokter Inka memandang Dewa lekat, rasa penasaran nya kembali muncul.

“Ngomong-ngomong siapa gadis ini?” tanya dokter Inka akhirnya, Dewa  menoleh sesaat dan akhirnya membuang muka kembali memandang kearah ranjang dimana Ana berbaring.

“Pekerja disini.” jawab Dewa singkat, dahi dokter Inka berkerut, masih tidak mengerti karena setahunya semua pekerja dirumah Bramasta sudah lengkap, dan mana mungkin pekerja dirumah itu tidur dikamar mewah dilantai atas, sedangkan para pekerja punya paviliun sendiri dibelakang rumah itu.

“Kalau tidak salah setahuku..” ucapan dokter Inka terputus karena Dewa sudah memotong terlebih dulu.

“Panjang ceritanya dok, Ana menabrak mobilku, jadi aku suruh kerja disini untuk menganti, karena ia juga kuliah tidak bisa bayar.” jawab Dewa akhirnya, dokter Inka mesem, dan mengangguk, pergerakan dari Ana membuat Dewa menegakkan tubuhnya, dokter Inka langsung berdiri mendekati Ana. Mata itu terbuka.

“Kek nya dah mati aku,” gumam Ana pelan, yang masih bisa didengar oleh dokter Inka, dokter paruh baya itu tersenyum.

“Belum, bagaimana, apakah ada yang sakit?” tanya dokter Inka menyentuh lengan Ana pelan, sontak Ana menoleh ke sumber suara walau masih lemah, ia dapati wajah teduh penuh karisma wanita paruh baya tersenyum kearahnya.

“Loe masih hidup pendek, gak usah drama, masa gitu aja, udah pingsan.” ucap Dewa tanpa basa basi, membuat Ana kembali ke alam nyata, Ana menghela nafas, tidak bertenaga untuk berdebat dengan majikan laknatnya.

“Terserah mas Dewa saja,” balas Ana pelan, ingatan akan masa lalu berkelebat, saat teman masa kecilnya tenggelam dan meninggal di kolam renang, tubuh Ana langsung bergetar, dokter Inka langsung menggenggam tangan Ana erat.

“Tidak papa tenang, kamu baik-baik saja, jangan mengingat nya lagi.” ucap dokter Inka lembut.

“Tapi dia meninggal dokter, aku tidak bisa menolongnya.” ucap Ana lirih.

“Semua bukan salah mu, takdir yang membawanya, ingat, bukan kesalahanmu kalau kamu tidak bisa menolongnya, posisikan dirimu dan keadaanmu saat itu, ikhlaskan apa yang telah terjadi, agar trauma mu tidak berlanjut.” Dokter Inka menasehati. Ana terdiam, kejadian itu sungguh membuatnya terpuruk, bayangan sahabatnya meminta tolong tidak pernah bisa ia lupakan, saat itu umurnya baru tujuh tahun, ia sendiri tidak bisa berenang, bagaimana ia bisa menolong, ia hanya ikut teman-temannya main dirumah besar salah satu temannya yang mempunyai kolam renang, kolam renang itu dalam, dan mereka tidak paham waktu itu, mereka nyebur begitu saja, sedangkan ia tidak, karena tidak bisa berenang, dan akhirnya terjadilah musibah itu, dimana temannya tenggelam dan akhirnya meninggal.

“Nanti Dewa akan mengajari kamu berenang, agar trauma mu sembuh, pelan-pelan tidak papa, iya kan Wa,” ucap dokter Inka melirik kearah Dewa, Dewa langsung mengangguk.

“Iya, nanti aku ajari sampai kamu sembuh dari trauma, tenang saja, maaf ya aku gak tahu kalau kamu mempunyai trauma.” ucap Dewa tulus. Ana mengangguk lemah.

“Ya sudah kalau begitu saya pamit, nanti kalau metode itu tidak berjalan dengan baik, langsung ke dokter psikiater,” lanjut dokter Inka, Dewa hanya mengangguk,membiarkan dokter itu keluar kamar sendirian.

“Besok gak usah kuliah, aku yang izinkan, dan aku akan jagain kamu malam ini, aku tidur di sofa, gak boleh bantah, dan gak boleh puasa,” ucap Dewa mengayunkan langkahnya kearah sofa panjang sembari membawa bantal, Ana tidak bisa menolak, membiarkan Dewa satu ruangan dengannya, tidak terbersit sedikit pun pikiran kalau Dewa akan aneh-aneh, Ana menghela nafas panjang, tubuhnya masih terasa lemas, matanya kembali tertutup, mungkin efek badannya yang lelah, tidak lama ia kembali tertidur, Dewa yang melihat itu bernafas lega, ia pun ikut berbaring, membiarkan ponselnya yang terus berkedip tanda notifikasi masuk dari teman-temannya, biarkan mereka marah-marah, Dewa tidak perduli.

Dewa termenung setelah kelas selesai, ia memikirkan bagaimana menghilangkan trauma Ana, tanpa ia kembali trauma, kalau hanya berdua itu akan sangat canggung, Dewa mengetuk-ngetuk kan jemarinya diatas meja, bingung, tidak mungkin juga ia mengajak teman-teman Ana, bisa gempar dunia persilatan kalau tahu mereka tinggal bersama.

“Mikirin apa sih loe, Wa” tegur Aldi yang sudah tidak tahan melihat Dewa dari tadi seperti sedang berpikir serius.

“Si pendek,” sahutnya cepat tanpa ia sadari.

“Ha?!!” seru mereka bertiga serempak, membuat Dewa sadar.

“Itu si pendek gak masuk, jadi gak bisa ngerjain tuh bocah lagi gue.” ralat Dewa, yang membuat ketiga temannya seketika berseru “O” dan manggut-manggut paham. Membuat Dewa bernafas lega karena tidak ketahuan.

“Nongkrong yuk habis ini.” Ajak  Aldo antusias.

“Kalian aja gue gak bisa.” jawab Dewa memasukkan semua bukunya kedalam tas, ia ingin segera pulang dan melihat ikan buntal nya sudah baikan apa belum, kan ia jadi tidak berselera buka sendiri, tadi malam saja ia hanya makan roti untuk sahur, entahlah, ia yang sudah suka atau memang karena sudah terbiasa makan tinggal mangap saja, jadi ia kembali tidak berselera untuk makan sendiri.

“Emang mau kemana kok tidak bisa?” tanya Cristian ikut penasaran.

“Mager, gue kan puasa, pengen tiduran aja,” jawab Dewa santai.

“Yakin loe puasa?, biasanya kagak, ah ada temennya gue,” sahut Aldi tersenyum puas.

“Tumben loe juga puasa, biasanya kalau dirumah aja loe puasanya, begitu diluar loe buka,” ejek Aldo tersenyum mengejek.

“Itu kan dulu, sekarang gak, mau jadi anak baik gue, kayak Tian” jawab Aldi bangga.

“Bahlul, emang diantara kita ada yang baik, Cristian aja malah gak puasa sama sekali,” ucap Aldo ketus. Aldi langsung menggeplak kepala Aldo.

“Emang Cristian udh login, kau suruh puasa, sableng.” balas Aldo kesal, lupa apa kalau Cristian non muslim, Aldo tergelak.

“Sapa tahu pengen login,” jawab Aldo, membuat Dewa hanya geleng-geleng kepala dan cabut dari sana tanpa sepatah katapun. Sedangkan Cristian hanya mendengus dan mengikuti langkah Dewa, sementara kedua Al, itu lari tunggang langgang mengambil tas mereka, bahkan mereka masih sempat dorong-dorongan ketika melewati pintu.

“Loe kenapa sih Wa, akhir-akhir ini gue lihat beda banget, bahkan tubuh loe juga, baik sih, berisi badan loe, emang ortu loe ada dirumah?” tanya Tian sangat penasaran, Dewa menggeleng.

“Emang kapan kalau ada ortu gue, hidup gue ikut berubah, sudah hampir lima bulan mereka bahkan tidak pulang, intinya bukan karena mereka, gue cabut duluan,” ucap Dewa datar dan masuk kedalam mobilnya, tanpa ingin membahas lebih dalam. Cristian hanya menatap dingin mobil Dewa yang dengan secepat kilat meninggalkan tempat parkir.

Ada yang mengganjal dalam hati Cristian, sahabatnya seperti menyembunyikan sesuatu darinya dan kedua sahabatnya.

 

 

 

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!