Di Kejar Mantan Suami

Di Kejar Mantan Suami

bab 1 Si Kembar bertemu dengan papanya

        Hari liburan untuk si kembar sudah datang sesuai dengan janjiku aku mengajak dia bermain ke mall di kota. Kami memang tingal di kecamatan yang tidak jauh dari kota kabupaten.

       Kenalkan namaku Tiara andini seorang. Ibu tunggal yang di ceraikan ketika saat hamil si kembar dan mantan suami tidak tahu kalau aku hamil saat di ceraikan

" Bunda jangan melamun saja ini kita sudah Sampai" kata Barra anak lelaki Ku

" Bunda ayo aku nggak sabar mau masuk di area permainan" kata Bianca anak perempuan Ku. Ya mereka adalah kembar satu pasang laki laki dan perempuan

" Ok anak anak kesayangan bunda tunggu Mbah Endang lah jangan lari " kata ku

        Mbah Endang adalah adek dari ibuku yang mendampingi aku saat aku hamil dan melahirkan si kembar mereka semangat hidup ku setelah ke dua orang tuaku meninggal. bi endang adalah penolongku karena hanya dia keluarga satu satu yang masih hidup dari keluarga ibuku

        Aku membayar taksi online yang ku tumpangi sedangkan mereka sudah masuk ke dalam mall dengan neneknya. Aku masuk mall mencari keberadaan mereka ternyata mereka sudah berada di area permainan aku pun menyusulnya

" bunda aku mau ke toilet buang air kecil" kata Barra

" Ayo di antar mbah saja biar bunda nunggu adek di sini mbah juga ingin ke toilet juga" kata bibi Ku. Mereka pun pergi ke toilet bersama tapi beda toilet bibiku di toilet wanita dan anak ku sudah bisa ke toilet sendiri jadi di ketoilet laki laki dan agak lama mereka di toilet tetapi ku awasi dari jauh Sampai mereka keluar hampir bersamaan

" Mbah tunggu mereka ya aku mau belikan baju buat mereka tunggu sambil duduk saja biar nggak capek" kata ku

" Iya nduk jangan lupa belikan Mbah daster yang adem ya" pinta beliau

" Ok" jawabku sambil mengacungkan jempol pada bibi Ku

      Aku segera membeli baju untuk si kembar ya si kembar sekarang usia enam dan tahun ajaran baru ini mereka akan masuk SD usia mereka enam tahun lebih jadi usianya sudah bisa memasuki SD aku segera berburu baju buat mereka karena baru saja dapat rejeki dan tidak lupa aku juga membelikan daster untuk bibi ku yang selalu mambantu aku dan aku repoti untuk mengasuh si kembar tanpa mau di gaji jadi aku harus berbakti pada nya

      Selesai aku membeli baju buat mereka aku menghampiri mereka di tempat bermain aku mengawasi mereka duduk dengan bibi ku sambil becanda mereka mendekat

" Bun lapar ayo makan dulu adek ingin makan di McD ayam nya sangat enak" kata Bianca

" Ayo panggil dulu kakakmu kita ke sana sama sama" kataku

        Tidak lama kami pun pergi ke restoran cepat saji ke sukaan anak anak kerena di sana es nya banyak macam nya dan di sukai anak anak begitu juga ayam goreng tepungnya sangat cocok di lidah anak anak dan hari ini aku turuti kemauan anak anak dan belum tentu satu bulan sekali aku bisa memanjakan nya

       Setelah pesanan selesai kita makan bersama dan Barra dan Bianca makan dengan semangat

" Pelan pelan makan nya tidak ada yang minta" kata ku sambil terkekeh mbah nya juga ikut tertawa

" Mbah lebih suka mana ayam goreng apa nasi pecel" tanya si Barra

" Lebih enak nasi pecel lebih sehat banyak sayurnya kalau ini namanya junk food" jawab mbahnya dan mereka melotot tidak percaya saat asik bercanda ada yng memangil Barra

" Hai Barra kamu di sini om cari kemana kamu nggak dapat teryata kamu di sini ini jam tangan mu tadi jatuh" kata suara itu dan sangat familiar di telinga Ku

" Hem om Adit terima kasih sudah mengembalikan jam tangan Barra tadi Barra nggak tahu kalau jam tangan Barra jatuh" jawab Barra. Aku menoleh dan dia juga menoleh padaku dan aku melotot

" Mas Aditya " kata ku

" Tiara Andini" kata dia bersamaan dengan aku

" Eh bunda sudah kenal dengan om Adit tadi Barra ketemu di toilet dia membantu Barra pasang resleting Barra" kata Barra menjelaskan

" Eh Tiara tante endang apa kabar kalian dan Meraka " kata mas Adit menggantung ucapan nya

" Ini adek kembarku om namanya Bianca dan itu bunda ku dan yang di sana nenek ku" Jawab Barra

" Mana ayah mu Barra" tanya mas Adit

" ayah ku kerja jauh di laut om dia kerja di kapal pesiar dang nggak pernah pulang" jawab Barra ngaco

" Ayo cepatan kita segara pulang sudah sore ini rumah kita jauh lho" kata ku

" Tiara aku ada perlu ngomong sama kamu" kata mas Adit

" Maaf nggak ada yang harus kita omongin lagi masa lalu kita sudah selesai dan aku nggak mau " jawabku

" Ih bunda ketus banget sama om Adit katanya kita nggak boleh ketus sama orang" kata Barra

" Barra Bianca lanjutkan makan kalian lalu kita pulang" kata ku pada meraka

" Om nama om kok ada di nama belakang kita ya" tanya Bianca tiba tiba

" Emang nama lengkap Bianca siapa" tanya mas Adit

" Bianca jangan banyak bicara nak " kata ku mengingatkan kan

" Barra Aditya Wijaya dan Bianca Aditya Wijaya nama om siapa lengkapnya" Kata Barra yang tidak ada takutnya walaupun aku melotot sama dia

" Wah kamu hebat kelas berapa kamu sekarang" tanya mas Adit

" Kelas Tk B om bentar lagi kelas satu SD" jawab dia dengan lantang

" Ayo cepat selesaikan kita segera pulang bunda di cari orang mungkin bunda dapat rejeki lagi" ajak mu

    Anak anak segera cuci tangan ke wastafel di antar bi endang

" Jadi selama ini kamu sembunyikan keberadaan anak anak Ku. Mau kamu kuasai sendiri mereka" tanya mas Adit

" Sudah mas Adit nggak usah urusi kami. urusi saja sarah istrimu yang sok baik tapi culas" serang ku

" Ara sekarang kamu tingal di mana" tanya dia

" Maaf mas jangan ganggu hidup kami yng sudah tenang aku nggak mau anakku celaka kerena ulah istrimu" jawabku kemudian aku tinggal kan dia sendirian dan kami keluar dari mall langsung naik taksi dan aku memastikan tidak ada yang mengejar kami

  Kami saling diam di dalam taksi sampai si Bianca

" Bun tadi beliin baju apa buat Aca dan barra" tanya dia

" Bunda beli tiga setel masing masing untuk kalian dan juga daster untuk Mbah" jawabku

" Bun kita beli roti di conato ya" punya Barra

" Pak di conato berhenti sebentar ya" pinta ku pada sopir taksi

       Kami berhenti sebentar di toko roti conato hanya aku yang turun dan membeli mereka aku suruh diam di mobil menunggu ku selesai beli roti aku masuk lagi ke mobil

" Bun memang om Adit itu siapa kok kayak bemusuhan sama bunda" tanya anak ku

" Barra, Bianca dengarkan sekarang bunda nggak mau cerita siapa om Adit sekarang nanti kalau sudah waktunya bunda akan cerita jadi jangan tanya tanya lagi bunda nggak suka". Kata ku berusaha menekan agar anak anak nggak tanya lagi karena aku belum siap berbagi mereka dengan mas Adit.

Bersambung .......

Terpopuler

Comments

sunaryati jarum

sunaryati jarum

Kamu sudah punya istri , dan kamu yang membuang mereka maka jangan seenaknya menuduh mantan istrimu menyembunyikan putra- putrimu.Seharusny kau koreksi diri

2026-03-05

0

Uthie

Uthie

Keep untuk dilanjut menyimak 👍👍👍

2026-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 Si Kembar bertemu dengan papanya
2 bab 2 Di Datangi ke rumah
3 bab 3 Nasehat Bi Endang
4 bab 4 Sidang dua keluarga
5 bab. 5 Di jodoh kan
6 bab 6 Di Bawa Ke Kota
7 bab 7 Bekerja
8 bab 8 menghadirkan madu
9 bab 9 Berusaha untuk Adil
10 bab 10 Di Beri Nafkah Batin
11 bab 11 Tidur di Hotel
12 bab 12 Mendengar pertengkaran mas Adit dan Sarah
13 bab 13 Mendengar Rencana Jahat Sarah
14 bab 14 Dapat Kabar kalau Ibu Sakit
15 bab 15 Ibu Meninggal
16 bab 16 Bimbang
17 bab 17 Bercerai
18 Bab 18 Kedatangan Oma dan Opa nya si kembar
19 bab 19 Nafkah untuk Si kembar
20 bab 20 Si Kembar Nginap di Rumah Neneknya
21 bab 21 Hadiah untuk si kembar
22 bab 22 Dapat Rejeki Nomplok
23 bab 23 Tawaran menggiurkan
24 bab 24 Rayuan anak anak
25 bab 25 Undangan neneknya si kembar
26 bab 26 Stay di Rumah lama
27 bab 27 Bermain di alun alun kota
28 bab 28 Perhiasan buat Bianca
29 bab 29 menghadiri pengajian dan siraman
30 bab 30 Menghadiri Resepsi
31 bab 31 Ziarah ke makam bapak dan ibu
32 bab 32 Kejutan dari mama
33 bab 33 Kembali ke Aktifitas
34 bab 34 Melihat rumah baru
35 bab 35 kecelakaan
36 bab 36 Menikah
37 37 Di Rawat mas Adit
38 bab 38 Rencana pulang dari ruang sakit
39 bab 39 Pulang dari rumah sakit
40 bab 40 Perhatian dan tanggung jawab Mas Adit
41 bab 41 Berperan sebagai kepala rumah tangga
42 bab 42 di kunjungi mama mertua
43 bab 43 Ayah menjadi imam
44 bab 44 Control ke rumah sakit
45 bab 45 Mampir ke restoran
46 Bab 46 di antar fisio terapi
47 Bab 47 Menempati rumah baru
48 Bab 48 Beli tempat tidur anak
49 bab 49 Rencana kerja lagi
50 bab 50 Mulai bekerja lagi
51 bab 51 Dapat tambahan modal
52 bab 52 berjuang bersama
53 bab 53 Hadiah dari mas Adit
54 bab 54 Anak anak liburan
55 bab 55 Me time
56 bab 56 Nuri Datang
57 bab 57 Dapat uang kembalian kontrakan
58 bab 58 Menjemput si kembar
59 bab 59 Si kembar masuk SD
60 bab 60 Hamil
61 bab 61 calon bayi kembar
62 bab 62 perhatian mas Adit
63 bab 63 Bumil manja
64 bab 64 permintaan mama mertua
65 bab 65. Tujuh bulanan
66 bab 66 Akikah Barra dan Bianca
67 bab 67 Persiapan melahirkan
68 bab 68 Melahirkan
69 bab 69 kembar identik
70 bab 70 Brokohan
71 bab 7I Hari pertama dengan bayi kembar
72 bab 72 Akikah
73 bab 73 Dapat hadiah mobil
74 bab 74 Rencana Bikin usaha baru
75 bab 75 Rencana Papa
76 baba 76 Membantu Nadira
77 bab 77 bekerja bersama papa
78 Bab 78 Mulai usaha baru
79 79 Mengubah rencana bangunan
80 bab 80 persiapan bikin Pondasi
81 bab 81 Selamatan untuk buat pondasi
82 bab 82 Bangunan showroom selesai
83 bab 83 Donatur Datang Memeriksa
84 bab 84 Seperti mendapat endorse
85 bab 85 healing bersama keluarga
86 bab 86 Rumah makan sudah buka
87 bab 87 Toko Frozen pabrik bakso buka
88 bab 88 Mengembangkan toko Frozen
89 bab 89 Usaha semakin berkembang
90 bab 90 Kebahagiaan ku
Episodes

Updated 90 Episodes

1
bab 1 Si Kembar bertemu dengan papanya
2
bab 2 Di Datangi ke rumah
3
bab 3 Nasehat Bi Endang
4
bab 4 Sidang dua keluarga
5
bab. 5 Di jodoh kan
6
bab 6 Di Bawa Ke Kota
7
bab 7 Bekerja
8
bab 8 menghadirkan madu
9
bab 9 Berusaha untuk Adil
10
bab 10 Di Beri Nafkah Batin
11
bab 11 Tidur di Hotel
12
bab 12 Mendengar pertengkaran mas Adit dan Sarah
13
bab 13 Mendengar Rencana Jahat Sarah
14
bab 14 Dapat Kabar kalau Ibu Sakit
15
bab 15 Ibu Meninggal
16
bab 16 Bimbang
17
bab 17 Bercerai
18
Bab 18 Kedatangan Oma dan Opa nya si kembar
19
bab 19 Nafkah untuk Si kembar
20
bab 20 Si Kembar Nginap di Rumah Neneknya
21
bab 21 Hadiah untuk si kembar
22
bab 22 Dapat Rejeki Nomplok
23
bab 23 Tawaran menggiurkan
24
bab 24 Rayuan anak anak
25
bab 25 Undangan neneknya si kembar
26
bab 26 Stay di Rumah lama
27
bab 27 Bermain di alun alun kota
28
bab 28 Perhiasan buat Bianca
29
bab 29 menghadiri pengajian dan siraman
30
bab 30 Menghadiri Resepsi
31
bab 31 Ziarah ke makam bapak dan ibu
32
bab 32 Kejutan dari mama
33
bab 33 Kembali ke Aktifitas
34
bab 34 Melihat rumah baru
35
bab 35 kecelakaan
36
bab 36 Menikah
37
37 Di Rawat mas Adit
38
bab 38 Rencana pulang dari ruang sakit
39
bab 39 Pulang dari rumah sakit
40
bab 40 Perhatian dan tanggung jawab Mas Adit
41
bab 41 Berperan sebagai kepala rumah tangga
42
bab 42 di kunjungi mama mertua
43
bab 43 Ayah menjadi imam
44
bab 44 Control ke rumah sakit
45
bab 45 Mampir ke restoran
46
Bab 46 di antar fisio terapi
47
Bab 47 Menempati rumah baru
48
Bab 48 Beli tempat tidur anak
49
bab 49 Rencana kerja lagi
50
bab 50 Mulai bekerja lagi
51
bab 51 Dapat tambahan modal
52
bab 52 berjuang bersama
53
bab 53 Hadiah dari mas Adit
54
bab 54 Anak anak liburan
55
bab 55 Me time
56
bab 56 Nuri Datang
57
bab 57 Dapat uang kembalian kontrakan
58
bab 58 Menjemput si kembar
59
bab 59 Si kembar masuk SD
60
bab 60 Hamil
61
bab 61 calon bayi kembar
62
bab 62 perhatian mas Adit
63
bab 63 Bumil manja
64
bab 64 permintaan mama mertua
65
bab 65. Tujuh bulanan
66
bab 66 Akikah Barra dan Bianca
67
bab 67 Persiapan melahirkan
68
bab 68 Melahirkan
69
bab 69 kembar identik
70
bab 70 Brokohan
71
bab 7I Hari pertama dengan bayi kembar
72
bab 72 Akikah
73
bab 73 Dapat hadiah mobil
74
bab 74 Rencana Bikin usaha baru
75
bab 75 Rencana Papa
76
baba 76 Membantu Nadira
77
bab 77 bekerja bersama papa
78
Bab 78 Mulai usaha baru
79
79 Mengubah rencana bangunan
80
bab 80 persiapan bikin Pondasi
81
bab 81 Selamatan untuk buat pondasi
82
bab 82 Bangunan showroom selesai
83
bab 83 Donatur Datang Memeriksa
84
bab 84 Seperti mendapat endorse
85
bab 85 healing bersama keluarga
86
bab 86 Rumah makan sudah buka
87
bab 87 Toko Frozen pabrik bakso buka
88
bab 88 Mengembangkan toko Frozen
89
bab 89 Usaha semakin berkembang
90
bab 90 Kebahagiaan ku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!