Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan
Oliver terdiam di tempatnya dengan pandangan yang tak lepas dari pesawat keberangkatan saat itu, pesawat yang membuat perasaan nya campur aduk,sakit,kehilangan,gelisah, kekosongan semuanya perasaan-perasaan bercampur hingga rasanya tubuhnya tak berdaya hingga dengan langkah perlahan Ia mundur dan duduk di kursi tunggu di belakang nya.
Kakinya tidak bisa diam,hingga mengusap wajahnya kasar.
Ia begitu bingung dengan dirinya sekarang seolah itu bukan diri nya sendiri.
Ia tidak pernah mencintai Alessia sebelum nya,tapi kenapa setelah dia meminta cerai membuat nya tidak rela hingga timbul perasaan takut kehilangan dan ketakutan di tinggalkan menghantui nya.Hatinya juga begitu sakit dan kehilangan sekarang,saat tidak mengetahui keberadaan nya seolah Ia sudah kehilangan nya untuk selamanya.
"Jangan tinggalkan aku"
Ucapan itu keluar begitu saja dari mulutnya hingga beberapa kali mengucapkan nya,dengan perasaan gelisah yang tak bisa Ia tenangkan.
"Aku mungkin bingung dengan perasaan ku sejak dulu,tapi sekarang aku sudah yakin dengan perasaan ku sendiri"
"Tolong jangan tinggalkan aku"
Hampir satu jam,Ia hanya duduk di sana dengan perasaan yang semakin kosong hingga Jackson kembali dengan beberapa orangnya, berdiri di hadapannya dengan wajah menunduk dan Ia tau apa jawabannya.
"Maaf tuan,Nyonya Alessia sama sekali tidak berada di sini,kami sudah memeriksa semua keberangkatan hari ini,namun tidak ada nama nyonya Alessia"
Lapor Jackson dengan perasaan yang tidak enak, terlebih melihat kondisi tuan nya sekarang.Ini adalah kedua kalinya Ia melihat sang tuan sekacau itu bahkan saat ini mata tuan nya itu begitu merah.
"Kenapa tuan seperti ini?,bukankah dia tidak mencintai nyonya Alessia?"
"Apakah kejadian di kantor itu juga karna nyonya Alessia?"
"Entah kenapa aku merasa dia sudah benar-benar meninggalkan ku"
Jackson kembali di buat kaget,tuan nya tidak pernah rapuh seperti itu sebelum-sebelumnya,ada apa ini?
"Tuan kami pasti akan mencari keberadaan nyonya Alessia sampai ketemu"
"Luaskan koneksi untuk mencarinya, kerahkan semua untuk mencari di seluruh penjuru negeri"
"Baik tuan",jawab Jackson kemudian berbalik untuk memberikan perintah pada orang-orang dengan seragam jas yang sama di belakang nya yang siap menerima perintah.
Oliver bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari sana tampak sedang menelpon seseorang.
"Halo tuan ada yang bisa kami lakukan?"
"Aku ingin kau mencari seseorang di negara ini ******",Oliver dengan jelas mengingat keberangkatan pesawat yang baru saja meninggalkan bandara.
"Baik tuan,tapi jika saya boleh tau siapa wanita ini tuan"
Tanya seseorang di balik telpon yang baru saja menerima foto,orang yang akan Ia cari.
"Dia Alessia.istri ku,kemungkinan besar dia baru saja berangkat ke negara ******"
"...,Baik tuan saya pasti akan menemukan nyonya muda segera"
Setelah mengatakan itu Oliver langsung menutup telpon,namun baru saja Ia akan memasukkan ponselnya ke dalam saku,ponsel itu kembali berdering.
Melihat nama si penelpon,tanpa berpikir panjang begitu saja langsung menolaknya dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku tanpa peduli dengan sakunya yang terus bergetar.
Sementara itu di sisi lain
Di rumah sakit terbesar di kota itu, tepat nya di ruang VVIP rumah sakit sudah satu bulan lebih Yasmine tinggal di sana,tanpa melakukan banyak aktivitas hanya tidur dan terkadang keluar namun selalu di awasi oleh suster.
Hari ini Ia kembali mengamuk di atas tempat tidurnya, seperti biasa saat Oliver tidak mengangkat telepon nya.
Sudah lebih dari sepuluh ponsel rusak semenjak Ia berada di sana, setiap kali telpon nya tidak di angkat oleh Oliver.
Para suster di sana hanya bisa diam setiap kali itu terjadi,khawatir mereka akan menjadi sasaran amukannya.
"Kenapa dia tidak mengangkat telpon ku lagi?,Kenapa dia menolaknya?"
"Apa aku sudah tidak berarti untuk nya?!"
"Hiks!,kalian keluar aku ingin sendiri",
Ia menangis terisak dan menyuruh kedua suster yang menjaga nya untuk keluar.
Setelah dirasanya kedua suster itu keluar,Ia turun dari tempat tidur dan mengambil kembali ponselnya yang masih bisa di gunakan,menekan nomor seseorang yang berada paling atas,nomor yang paling sering di hubungi.
"Hoam....,Halo nyonya Yasmine ada yang bisa saya bantu"
"Dimana Oliver apa dia sedang bersama Alessia?,kenapa dia tidak mengangkat telpon ku?!"
"Apa Alessia menyuruh nya untuk tidak mengangkat telpon ku?,apa dia sudah menganggap dirinya sangat lebih tinggi dari ku?!"
"Aduh saya juga tidak tau nyonya, karna tuan Oliver dan nyonya Alessia tidak ada di rumah sekarang"
"Apaah?,kemana mereka pergi?, mereka pergi bersama?"
"Sebenarnya belum lama tadi sekitar pukul delapan,Nyonya Alessia dan tuan Oliver bertengkar hebat sampai nyonya Alessia memukul Tuan untuk pertama kalinya"
"Dia memukul nya?,kenapa mereka bertengkar?"
"Saya juga kurang tau nyonya kenapa mereka bertengkar, sampai-sampai nyonya Alessia minta cerai bahkan mengurus surat cerai tanpa sepengetahuan tuan"
"Jadi tuan Oliver kelihatan nya sangat marah dan merobek surat cerai yang diberikan nyonya Alessia"
"Oliver tidak mau menandatangani surat perceraian?,kau pasti sedang membohongi ku!,itu tidak mungkin.Oliver hanya milik ku,dia tidak boleh jatuh cinta pada Alessia!,dia hanya milik ku!"
"Aduh saya juga tidak tau nyonya,Tuan Oliver tadi sampai mengangkat paksa nyonya Alessia untuk pergi ke kamar mereka!"
"Dan tadi sekitar 2 jam lalu, mereka pergi.Tidak tau pergi kemana"
Tut...
Telepon terputus begitu saja sebelum seseorang di balik telepon menyelesaikan ucapannya.
Yasmine menggenggam ponselnya yang sudah pecah hingga pecahan ponsel itu melukai tangan nya,sampai mengeluarkan darah.
"Alessia, seperti nya kau sudah mau bersaing serius dengan ku untuk memperebutkan hati Oliver?,Lihat saja aku akan membuat mu menyesal telah memilih bersaing dengan ku"
"Sudah cukup aku memberikan waktu untuk mu bersama nya, sekarang aku akan mengambilnya kembali"
Tatapan nya begitu tajam dan serius,seolah Ia bisa melihat masa depan.
***
Oliver melakukan mobilnya ke suatu tempat,dimana Alessia biasanya pergi di saat dalam keadaan suasana hati yang tidak baik.
Makam keluarganya, pernah beberapa kali Ia mendapati istrinya itu pergi ke makam orangtuanya saat dalam keadaan terpuruk.
Namun bodohnya Ia yang selalu mengabaikan hal itu dan menganggap kalau kesedihan atau keterpurukan Alessia hanya sebuah sandiwara untuk menarik perhatian nya seperti biasa yang Ia lakukan.
Mengingat kebodohan nya,Ia hanya bisa tersenyum penuh ejekan pada dirinya sendiri dan memukul setir beberapa kali.
Saat ini Ia sudah berada di makam keluarga Alessia,namun tetap saja Ia tidak menemukan keberadaan nya di sana.
Ia terduduk di depan makam papa Alessia dengan tubuh tegap yang lemah,"Aku sudah membuat putri mu menderita,aku adalah suami yang buruk seperti mu.Aku sekali lagi membuat nya kecewa terhadap pria"
"Ma,maaf aku membuat putri mu kecewa lagi.Tapi aku tidak akan menyerah,aku akan mencari nya dan menebus semua kesalahan dan kebodohan ku selama ini"
"Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kami ma"
Setelah beberapa saat berjongkok,Ia akhirnya bangkit untuk pergi dari sana.Ia mengusap wajahnya yang tanpa Ia sadari ternyata mengeluarkan air mata.
Namun Baru saja Ia bangkit, ponselnya tiba-tiba bergetar hingga saat melihat nama penelpon wajahnya langsung berubah.
"Kau sudah mendapatkan nya?"
"Halo tuan,benar saya sudah mendapatkan semuanya yang anda minta begitu pun dengan kejadian 3 tahun lalu,termasuk kejadian 12 tahun lalu saat tuan pertama kali bertemu dengan nya"
"Dimana dan kapan kita bisa bertemu tuan?"
"Datang ke kantor ku besok pagi,aku ingin semua data-datanya lengkap dan terbukti"
"Baik tuan,saya pasti akan datang lebih cepat"
Setelah itu Ia memutuskan telepon dengan mengepal kuat ponsel nya.
"Jika kecurigaan ku terbukti benar,aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah"
"Yasmine Valeria"
***
tapi jika Yasmine benar2 penyelamat nya Oliver bakalan dilema antara pilihannya dan tidak akan memiliki ketegasan sikap.
jadi lebih baik Alessia pergi jauh saja menata hidupnya kembali sampai bertemu seseorang yang mencintainya dgn tulus, menerima apa adanya serta mampu melindunginya.
preeet....
CEO kok goblok.
maaf ya jadi keluar sumpah serapah
3 tahun mang sebentar.