Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengungkapkan
"Tadinya saya pikir saya salah orang, ternyata benar tuan Tirta adalah dokter yang saya temui di rumah sakit waktu itu"
"Iya saya minta maaf jika saya sedikit penasaran dengan nyonya Alessia,sampai saya tau kalau nyonya Alessia ini sedang membuat brand dan kebetulan saya memiliki usaha di bidang bahan yang di produksi langsung di Prancis, Bahan-bahan yang di produksi oleh perusahaan kami terjamin kualitasnya.Beberapa brand-brand ternama di kota ini juga menjadi klien tetap kami"
"Selain itu saya bisa menjadi penyokong dana jika di perlukan"
Pria dengan kaca mata dan lesung pipi itu begitu manis dengan terus tersenyum sepanjang bicara,sehingga begitu sejuk melihat nya di tambah dengan wajah tampannya,sampai membuat Lusia tak fokus hingga bergumam.
"Tampan dan manis sekali"
Sontak Alessia menoleh ke arahnya,dan tersenyum tipis penuh makna.
"Terimakasih Tuan Tirta atas niat baiknya,tapi sepertinya sekarang ini kami masih memiliki modal yang cukup.Tapi untuk kerja sama dengan perusahaan bahan produksi milik pak Tirta kami sangat tertarik,saya juga tau dan yakin dengan perusahaan bahan produksi kain milik tuan Tirta memiliki kualitas yang baik dan berkualitas"
"Baiklah,tapi jika nyonya Alessia berubah pikiran saya akan siap jadi penanam saham"
"Terimakasih Tuan,saya akan dengan senang hati menerima nya"
Pada saat itu tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan sosok pria yang jelas mereka kenal.
Oliver saat ini berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang begitu menusuk pada pria yang saat ini di depan Alessia,Ia berjalan masuk dengan langkah pelan namun begitu tegas dan setiap hentakan kakinya terasa bergema dengan kharisma yang tidak ada satupun yang bisa menolaknya.
Alessia tidak menyangka Oliver akan masuk ke kantornya,Ia pikir pria itu tidak akan berani masuk.
Meja persegi panjang dengan empat kursi di kedua sisi dengan satu kursi di kedua ujung meja,Oliver duduk di samping Alessia dengan tatapan yang tak lepas dari Tirta yang juga menatapnya dengan tersenyum sinis,hingga membuat Oliver semakin tidak senang melihat nya.
Suasana ruangan yang menjadi tegang dan hening,membuat rapat mereka berjalan di lancar.Masih banyak hal yang harus mereka bahas,tapi karna kedatangan tamu yang tak di undang membuat suasana yang tadinya begitu tenang dan saling meyakinkan seketika berubah mencekam.
Alessia tidak tahan melihat klien nya tampak tidak nyaman karena keberadaan Oliver saat ini,"Maaf sebelumnya tuan Tirta,kita lanjut untuk penandatanganan kerja sama", ucapnya akhirnya ingin menyelesaikan semua itu dengan cepat.
Pria dengan kaca mata itu tersenyum hingga memperlihatkan kedua lesung pipinya,hingga membuatnya terlihat begitu tampan sekaligus manis."Tidak perlu terburu-buru nyonya Alessia,saya pasti akan bekerja sama dengan perusahaan anda tapi sepertinya untuk penandatanganan kontrak kerja sama bisa kita lakukan di lain hari", ucapnya dengan tenang dan senyum yang tak pudar menatap Alessia dengan meyakinkan.
Alessia mengangguk dan balas senyum."Terimakasih atas pengertiannya Tuan", ucapnya kemudian ikut bangkit dan menjabat tangan pria itu yang sudah lebih dulu bangkit.
"Untuk pertemuan selanjutnya tolong beritahu kami kapan tuan punya waktu",ujar Lusia bergantian menjabat tangan Tirta, dengan tatapan yang begitu terpesona hingga matanya sejak tadi berbinar.
"Mari saya antar",ujar Alessia namun segera di tolak.
"Tidak perlu,sepertinya Nyonya Alessia masih ada hal yang lebih penting untuk di urus"
Tirta menoleh ke arah Oliver yang saat ini dengan senyum simpul.
Lusia dengan sigap menawarkan diri,sembari memberikan ruang untuk keduanya berbicara ."Kalau begitu biar saya antar tuan"
"Hmm"
Keduanya akhirnya keluar meninggalkan Alessia bersama dengan Oliver.
Alessia sudah sejak tadi tidak tahan dengan sikap Oliver yang tiba-tiba datang ke kantornya dan merusak suasana pertemuannya.Ia mengepal tangannya kuat menahan emosi dan berbalik menatap pria yang saat ini masih duduk dengan tenang di sampingnya.
"Apa maksud mu dengan ini semua?,apa selain kau ingin merusak kehidupan ku kau juga ingin merusak cita-cita ku?!"
Ucapnya dengan amarah menggebu-gebu,hingga lelehan hangat mengalir di pipinya.Hatinya sejak kemarin begitu sesak dengan semua yang di lakukan oleh pria di hadapannya itu,rasanya begitu lelah sampai tidak punya tenaga untuk marah sekarang.
"Merusak hidup mu?"
Oliver cukup terkejut dengan ucapan Alessia.
Ia bangkit hingga berhadapan langsung di hadapan istri nya itu,tangan nya secara naluriah ingin menghapus air matanya,namun Alessia memalingkan wajahnya menghindari tangannya, sehingga tangannya menggantung di udara.
"Aku merusak kehidupan mu?",tanya nya dengan menatap mata istri nya yang saat ini juga menatapnya dengan tajam.
Alessia mengusap air matanya kasar, kemudian tertawa sinis ternyata pria itu bahkan tidak merasa bersalah sama sekali setelah semua kebohongan yang Ia lakukan selama tiga tahun pernikahan mereka.
"Apa bagimu semua hal yang sudah kau lakukan selama pernikahan kita hal yang biasa?"
"Apa kau pikir kebohongan yang sudah kau buat selama ini tidak menghancurkan kehidupan ku?!"
Pertanyaan yang Ia tahan selama ini akhirnya keluar juga dari mulut nya sendiri.Selama beberapa minggu ini semenjak keluar dari rumah sakit,Ia tidak ingin bertanya-tanya tentang apapun khawatir hatinya akan semakin hancur dengan semua jawaban yang tidak pernah Ia ingin dengar dari mulut pria itu secara langsung.
Namun sekarang,biarlah semuanya hancur sekalian agar semaunya selesai dengan cepat,Ia siap menerima kenyataannya.
"Apa maksud mu?"
"Haha...,Jangan berpura-pura bodoh dan tidak mengerti apapun"
"Aku sudah tau semuanya.Kau tidak perlu menutupinya lagi,aku Muak."
Oliver terdiam hingga tubuhnya terasa seakan membeku mendengar ucapan dingin dan tenang dari mulut yang selalu mengatakan hal manis itu sejak dulu.
Beberapa Minggu terakhir Ia sudah biasa dengan sikap dingin dan acuh wanita itu,namun saat ini rasanya berbeda dengan semua pertanyaan yang Ia tanyakan saat ini,seolah saat ini ada sebuah tali yang menghubungkan mereka namun tali penghubung itu akan terputus sekali tarikan lagi.
"Apa yang kau ketahui?",tanya nya dengan hati yang terasa sakit dan sesak setiap melihat mata dingin dan hampa namun menggambarkan luka yang dalam.
"Semuanya", jawab Alessia tanpa ragu dengan mata yang tak berkedip."Hubungan mu dengan Yasmine"
"..."
Detik itu juga suasana menjadi hening dalam beberapa saat.
Melihat keterkejutan di wajah Oliver membuat Alessia tersenyum miring."Kau terkejut aku sudah tau semuanya?",tanya nya namun pria itu seolah membisu.
"Aku bahkan tau lebih banyak hal lagi,tapi jangan khawatir aku sama sekali tidak berniat menghalangi mu atau menahan mu di sisi ku"
Ia menarik nafas dalam,biarlah Ia yang mengatakan semuanya jika pria itu tidak ingin mengatakan nya sendiri.Setidaknya hatinya tidak akan begitu sakit.
"Jika kau ingin bersama dengan nya, silahkan aku tidak akan menjadi penghalang untuk kalian.Aku minta maaf kalau selama ini aku menjadi penghalang untuk kalian bersama"
"Tapi sekarang...hmmm huuhhh aku sudah sadar kalau aku sudah salah meletakkan perasaan pada seseorang yang seharusnya tidak pernah boleh aku cintai,yaitu...Kekasih sahabat ku sendiri"
Ia pikir air matanya tidak akan jatuh mengatakan itu,namun siapa sangka dada nya begitu sakit hingga suaranya seakan tercekat menahan tangis,air mata sudah bercucuran di wajahnya.
"Tapi satu yang aku sesali dari kalian berdua,kenapa kalian membohongi ku?.Kenapa tidak mengatakan yang sejujurnya sejak awal?"
"Jika aku tau sejak awal, pernikahan di antara kita tidak akan pernah terjadi.Dan kalian berdua sudah akan menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai"
"Tapi lihat sekarang..., Semuanya berantakan...,hancur...!"
"Aku menyakiti kalian berdua"
Tes...
Air matanya kembali lolos setelah puluhan kali Ia menghapus lelehan setiap lelehan itu lagi.
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain