NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 10. Dia di perjual belikan. [RUKMINI]

Rukmini akhir nya pergi mandi karena ibunya bilang tidak boleh ke ladang lagi, saat Rukmini mandi, dia mendengar suara laki - laki yang mengatakan.

"Ibu bapakmu mau mencelakaimu, cah ayu."

DEG!!

Rukmini terkejut, karena suaranya berat, besar, dan seperti dekat sekali. Tapi saat Rukmini menoleh kesana kemari, jelas tidak ada orang. Jamban tempat nya mandi hanya di sekat setinggi dada jadi dia bisa melihat kesekeliling nya, dan yang ada hanya ayah nya yang sedang membelah kayu.

"Suara siapa tadi." Gumam Rukmini, dia celingukan.

"Malam iki kamu akan di celakai."

Rukmini sangat kebingungan, dia mendengar suara tanpa wujud.

"Kamu siapa?" Tanya Rukmini, dia celingukan kebingungan.

"Aku yang menjagamu." Ucap nya, tapi Rukmini masih terus kebingungan karena dia sama sekali tidak melihat siapapun di sana.

Setelah mengucapkan itu, suara itu hilang.. Rukmini akhir nya mempercepat mandinya, san saat itu ayah nya menoleh menatap Rukmini.

"Bocah gendeng, ngomong sendirian terus." Gumam ayah Rukmini, karena dia sempat mendengar Rukmini tadi.

Waktu berlalu dan ibunya Rukmini lantas pulang dari pasar, dia langsung menghampiri Rukmini dan menyuruh Rukmini berganti pakaian. Ternyata ibunya Rukmini membelikan baju baru, Rukmini tentu senang karena dia sangat jarang di belikan baju, bisa di katakan setahun sekali itu pun belim tentu.

"Ganti." Ucap ibunya, Rukmini mengangguk.

Ibunya membelikan Rukmini rok baru dan baju baru, dan kemudian Rukmini di pakaikan mewangian. Rukmini sangat heran tapi dia tidak curiga apapun, rambut panjang nya di biarkan terurai. Setelah nya ibunya Rukini juga memasang kelambu di ranjang Rukmini, bukan hanya kelambu tapi ibunya Rukmini juga memasang kasur di ranjang Rukmini.

Rukmini tersenyum senang saat melihat kamar nya di hias oleh ibunya, dia mengira ibunya mulai sayang padanya. Setelah memasang kasur dan sprei baru, ibunya Rukmini juga menabur bunga di atas ranjang.. kelopak bunga mawar.

"Bu, kenapa di taburi kembang?" Tanya Rukmini, ibunya tersenyum saja.

"Kamu duduk di sini yo, jangan kemana - mana." Ucap ibunya Rukmini mengangguk saja dengan patuh.

Ibunya Rukmini juga memasang karpet di tanah, lantai rumah itu masih tanah asli, dan sekarang ibunya Rukmini memasang karpet kulit warna cokelat di tanah. Sekarang nuansa kamar Rukmini lebih hidup dari pada biasa nya, kamar yang biasa kusam itu terlihat sangat indah di mata Rukmini.

Ibunya Rukmini lalu menghampiri Rukmini dan duduk di sebelah Rukmini.

"Kamu suka, ndak?" Tanya ibunya, Rukmini manggut - manggut dengan senyum nya yang merekah.

"Suka, bu." Sahut Rukmini, ibunya lalu tersenyum.

"Nek kamu suka, nanti setiap hari kamarmu seperti ini, kamu boleh minta apa saja yang kamu mau." Ucap ibunya, Rukmini berbinar mendengar nya.

"Seriusan toh, bu?" Tanya Rukmini, ibunya manggut - manggut.

"Iyo, tapi.. Koe harus manut sama ibu dan bapak." Ucap ibunya, Rukmini manggut - manggut.

"Mini manut ibu sama bapak." Ucap Rukmini, dan ibunya tersenyum.

"Tamunya sudah datang, kamu jangan buat dia marah yo. Kamu manut saja sama dia, apapun yang dia lakukan.. buat tamu mu senang." Ucap ibunya, Rukmini sedikit mengernyit.

"Tamu nya Mini sudah datang, Ayo toh keluar dulu, bu." Ucap Rukmini, tapi ibunya menagan tangan Rukmini.

"Koe di sini saja, ndak usah bangun. Nanti tamu nya masuk ke sini.." Ucap Ibu nya, Rukmini heran..

"Kok tamu nya di bawa masuk ke kamar?" Tanya Rukmini, ibunya tersenyum dan memegang kedua tangan Rukmini.

"Rukmini, kamu sudah dewasa. Lagi pula kamu sudah ndak perawan, ndak ada salah nya kamu bantu ibu bapakmu toh." Ucap ibunya, Rukmini kebingungan.

"Iya Mini pasti bantu ibu bapak." Ucap Rukmini dengan polos nya.

"Bagus, nanti koe temani tamu nya yo." Ucap ibunya Rukmini manggut - manggut, dia sama sekali tidak mengerti rencana ibunya.

Ayah nya lalu membawa tamu yang di maksudkan tadi, mereka masuk ke dalam kamar Rukmini dan Rukmini melihat teman ayah nya yang berpapasan di jalan tadi.

"Cah ayu." Ucap nya, Rukmini tidak tahu mengapa rasanya perasaan nya tidak enak.

"Manut yo, nek ndak manut nanti koe jadi anak durhaka." Ucap ibunya pada Rukmini.

Ibunya lalu pergi, Rukmini sempat menahan tangan ibunya tapi ibunya melepaskan tangan nya dan pergi menghampiri ayah Rukmini dan teman nya. Entah apa yang mereka bisikan lalu ibu dan bapak Rukmini keluar dari kamar dan meninggalkan Rukmini sendiri bersama teman ayah Rukmini.

"Wa, Ibu bilang Mini bakal ada tamu, maksud nya ibu tamu nya Mini Uwa?" Tanya Rukmini, pria itu mengangguk sambil tersenyum berjalan menghampiri Rukmini.

"Iyo, uwa tamu nya Mini." Ucap nya sambil duduk di sebelah Rukmini.

"Wa cari Mini mau apa?" Tanya Rukmini, saat itu dia melihat tatapan yang sama seperti tatapan mata Parto di mata pria tua ini.

"Katanya koe sudah ndak perawan, ya?" Tanya pria tua itu, Rukmini terdiam..

"Bapak ibumu yang bilang, wa Parto yang merawanin koe ya?" Ucap pria tua itu lagi, Rukmini masih terdiam..

"Berarti kan sudah pengalaman, malam ini koe sama wa, yo." Ucap pria itu, Rukmini tertegun karena tangan pria itu mulai menyentuh tubuh nya.

Rukmini spontan menepis nya, kali ini dia sedikit berani karena dia ada di rumah nya dan orang tua nya pasti akan melindungi nya. Rukmini lalu bangun dan hendak berlari tapi tangan nya di cekal sampai Rukmini terbanting di kasur.

"Ibu!! Bapak!!" Teriak Rukmini, dia mencoba melawan.

"Ibu bapakmu ndak akan nolong, wong mereka yang menyerahkan kamu kok." Ucap pria itu.

"DEG!!" Rukmini terkejut.

"Ndak mungkin! Bapak! Ibu! Tolong Mini!!" Teriak Rukmini, tapi tidak ada siapapun yang datang.

"Iya toh, mereka ndak akan datang. Wes yo.. Manut sama uwa." Ucap pria tua itu dan mulai menggerayangi tubuh Rukmini dan menciumi leher nya.

"Nek koe teriak lagi, tak sobek mulutmu." Ancam pria itu, Rukmini ketakutan.

'Ibu.. Bapak..' Batin Rukmini, dia menangis.

Akhir nya dia kembali di lecehkan. Beda nya dulu dia di lecehkan tanpa siapapun tau dan kali ini dia di lecehkan tapi kedua orang tua nya mengijinkan nya, Rukmini menangis tanpa suara, tubuh nya kembali di jamah orang asing.

Dan beberapa saat setelah nya, Rukmini di tinggalkan di ranjang nya yang kini berantakan. Rukmini tidak bergerak di atas kasur, tubuh nya hanya di tutupi kain jarik dengan tatapan matanya yang kosong. Tak lama kemudian ibunya masuk ke dalam.

Ibunya tidak menunjukan tatapan terkejut atau kasihan, dia berjalan menghampiri Rukmini lalu duduk di tepi ranjang.

"Kok ibu ndak nolong Mini, toh?" Tanya Rukmini, tatapan nya masih kosong.

"Mulai sekarang, nek ada tamu dateng kamu layani, Itu pekerjaanmu sekarang." Ucap ibunya, Rukmini tertegun.

"Ibu, Mini ndak mau, badan Mini sakit." Ucap Rukmini, dia melirik ibunya.

"Lama - lama juga ndak, kamu bilang mau bantu bapak ibu, toh? Begini saja tugasmu, ini sudah sangat membantu bapak ibu. Kamu juga kan ndak perlu capek - capek pergi ke ladang." Ucap Ibunya..

"Tapi bu.."

"Perempuan iku cuma musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane (semuanya)! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk." Ucap ibunya.

"Sudah yo, kamu tidur saja pasti capek. Inget yo, nek kamu ndak mau, kamu bakal durhaka." Ucap ibunya, air mata Rukmini meleleh.

...BERSAMBUNG!...

1
zoeyy
❤️❤️❤️
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟
Takdir mbahmu gundul kui. Koe seng nggolek perkoro kok di omong takdir🤧
SENJA
mau di bawa kemana itu mini heh minten ?? 😤
SENJA
laaah tantrum 🤣
SENJA
manggut2 doang lu 😤
SENJA
jangan kelamaan mini 😤
SENJA
naaaah bener! jangan mau kerja doang tapi ga dapet duit 😤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Masa orang suka main dukun, takut sama demit🤣🤣🤣 lucu kamu Wa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh pake ngirim paket segala🙄
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pinter emang cara iblis menjerumuskan seseorang
Hary Nengsih
wa minten yg bawa mini ke setan ternyata
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Suami ibliss na mnta tumbal 😅
zoeyy
❤️❤️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya juga mau tau alasannya apa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bagus mini, jngn mau mereka manfaatkan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm alasan bunglon 😤
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Buat apa itu kira2 sewa ruko
SENJA
seru bbanget pokoknya
ִֶָ𓂃⭑𝐍❤︎ᴠᴇʟ⃝ᵀᵀᴬᴺ𔒝⭑𓂃✍︎: Terimakasih kakk🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!