NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27 (Sifat Iri)

Zelina ikut pergi setelah suaminya berangkat ke kantor. Dia ingin mencari keberadaan Fania yang masih menjadi rahasia. Kebenciannya sudah tidak bisa diurai lagi pada gadis muda yang sudah merebut cinta pria yang dicintainya. Mobil melaju kencang di jalanan kota yang ramai. Dia bahkan mengabaikan keselamatan di jalan raya.

Mobil warna merah itu berhenti saat lampu merah menyala. Zelina menoleh ke samping dan melihat sesuatu yang mengejutkan. "Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ternyata kita berjodoh wanita pembawa sial. Dasar wanita murahan, masih menjadi istri orang saja sudah berani jalan dengan pria lain. Jika Raditya tau hal ini, sudah dipastikan dia akan lebih menggila."

Lampu hijau menyala, semua mobil melaju. Zelina memutuskan untuk mengikuti mobil yang dinaiki oleh Fania. Dia tidak melewatkan kesempatan itu, dia ingin tahu ke mana perginya seseorang yang dia benci.

Kedua mata Zelina fokus pada mobil yang ada di depannya. Dia belum tahu jika Fania akan pergi ke pengadilan mengajukan gugatan cerainya. Hingga beberapa menit kemudian, dia sampai dan sangat terkejut saat mobil di depannya berhenti.

"Pengadilan? Jadi dia akan menggugat cerai? Pantas saja sikap Raditya di luar kendali. Mungkin dia sudah mengetahui hal ini. Aku sangat ingin mereka berpisah, tapi sikap Raditya yang seperti itu tidak mungkin langsung menrima keputusan itu. Aku sangat yakin, dia akan mempersulit semuanya," gumam Zelina putus asa. Dia sangat bingung bagaimana menyikapi suaminya.

Dari kejauhan terlihat, Fania masuk ke dalam bersama dengan Devan yang membawa berkas pengajuan. Sementara itu, Zelina menunggu di luar. Dia ingin mencari sebuah kesempatan di tengah pikirannya yang kacau. Sembari menunggu, Zelina menghubungi seseorang. Dia ingin memata-matai Fania untuk melakukan sesuat yang menguntungkan.

Sementar itu di dalam dengan langkah sedikit ragu, Fania memasuki ruang pendaftaran Pengadilan Agama. Di sisinya ada Devan yang memberikan dukungan moral. Fania mengisi formulir yang diberikan dan membubuhkan tanda tangan di tempat yang sesuai dengan arahan petugas.

Jantung Fania berdegup kencang, ia tidak pernah menyangka akan berada di sana. Pikirannya melayang pada hari pernikahannya yang belum genap satu bulan. Impian indah tentang keluarga harmonis kini terasa begitu jauh dan berganti dengan kenyataan pahit yang harus ia hadapi.

"Mbak kelihatan gugup sekali, apa Anda takut jika proses ini sulit?" tanya Devan saat melihat ekspresi Fania yang tegang.

Fania menghela napas dalam, dia menjawab lembut, "Entah mengapa dada ini rasanya sesak sekali. Semoga setelah ini tidak ada drama lagi. Saya ingin cepat selesai dan kembali ke kampung halaman."

Devan mengangguk-angguk, dia mendampingi dengan penuh kesabaran. Meski dalam hatinya sangat ingin mengungkapkan perasaan itu. Dia tahu jika waktunya belum tepat, karena jalan ke arah sana masih panjang dan perlu usaha yang lebih keras lagi.

Selesai mengisi formulir di ruang pendaftaran dan membayar biaya administrasi, Fania hanya tinggal menunggu surat panggilan sidang pertama. Setelah itu mereka keluar dari gedung untuk pulang. Untuk mengusir ketegangan, Devan berusaha menghibur dengan obrolan yang seru.

Sikap itu bisa membuat Fania tersenyum meski sedikit. Senyuman itu tidak terlihat karena cadar yang menutupi wajahnya. Namun, mata indah itu bisa menunjukkan segalanya. Saat keduanya asyik berbicara, tiba-tiba datanglah Raditya dengan ekspresi marah.

"Bagus, ya. Setelah kabur dari rumah, beraninya kamu pergi dengan pria lain dan langsung ke tempat ini. Bukankah kamu sudah tau jika aku tidak akan pernah setuju pisah darimu. Kamu masih tetap sah menjadi istriku, dan sekarang aku ingin kamu segera pulang ke rumah dengan patuh," ucap Raditya datar dan sangat cepat.

Fania mundur satu langkah, dia bersembunyi di balik punggung Devan. Dia tidak menjawab ucapan itu dan memilih mencari perlindungan.Raditya merasa tersinggung saat diabaikan oleh istrinya sendiri. Dalam gerakan cepat, dia menarik kasar tangan Fania yang bersembunyi.

"Ke sini kamu, jangan kamu kira aku tidak akan berani memaksamu untuk pulang ke rumah!" seru Raditya sembari menarik tangan istrinya.

Devan langsung menghempaskan tarikan tangan tersebut. Dia tidak peduli dengan suasana sekitar yang ramai. "Apa Anda ingin menunjukkan sikap kasar itu pada semua orang? Jika iya, akulah orang pertama yang akan menghentikannya."

Raditya tersenyum sinis, dia sedang menahan emosinya yang ingin meledak. "Anda siapa? Anda tidak perlu ikut campur dengan urusan rumah tangga saya."

Devan menyingkirkan tangan Raditya yang ada di atas pundaknya. Dia membalas ucapan tadi. "Asal Anda tau, saya berhak ikut campur karena istri Anda klien saya. Keberadaan saya di sini adalah untuk menuntaskan semua masalah yang ada. Jadi mohon kerja samanya agar prosesnya berjalan dengan lancar."

"Brengsek!" Raditya sudah tidak tahan lagi.Dia memukul wajah Devan dengan sangat keras. "Aku sudah berkata jangan ganggu rumah tanggaku. Apa kamu tuli?"

Fania menjerit panik saat suaminya memukul Devan hingga terjungkal di tanah.Dia segera menolong pria yang membelanya itu. "Mas kamu tidak apa-apa. Jangan bicara lagi kita langsung pergi dari sini."

Devan langsung berdiri saat ditolong oleh Fania. Dia merasa menang dalam hal itu dan tatapan matanya membuat Raditya semakin murka. "Pak Raditya, jangan bersikap arogan seperti ini. Semuanya ada hukum yang berlaku, jangan kira jabatan Anda dan uang bisa membeli semuanya. Ingat, saya adalah seorang pengacara. Saya bisa membuat Anda kehilangan sesuatu yang sangat penting dan berharga. Saya tidak perlu menjelaskan secara lengkap, karena Anda pasti tau apa yang saya maksud."

"Keberadaan saya di sini adalah untuk melindungi klien. Jadi, sudah sewajibnya saya membela klien dari orang kasar seperti Anda. Kami permisi dulu." Devan berjalan melewati Raditya yang terdiam di tempatnya. Dia menarik tangan Fania yang dalam mode ketakutan.

Kedua tangan Raditya mengepal saat melihat istrinya pergi bersama dengan pria lain. Dia tidak terima jika harus bercerai dengan Fania. "Sepertinya aku tidak bisa lagi menggunakan cara yang lembut. Fania, kamu sudah sangat melewati batas, Jangan menyesal jika aku berbuat nekat."

Raditya pun pergi dari sana, dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat. Sementara itu di dalam mobil, Zelina sedang menyaksikan adegan tadi. Hatinya sakit saat melihat pria yang dicintainya hilang kendali karena wanita lain.

"Radit, mengapa kamu tega sama aku? Apa arti hubungan kita selama ini?Mengapa semua menjadi buruk setelah kita menikah? Bahkan kepergian Ibumu, tidak bisa menubah perasaanmu pada wanita itu. Beraninya kamu terobsesi dengannya. Radit, aku sudah tidak bisa menoleransi lagi. Aku akan melakukan sesuatu untuk memperjuangkanmu." Zelina bergumam dalam hati, dia menghidupkan mobilnya dan langsung pergi dari sana.

Dia ingin mencari tempat tinggal Fania dan memata-matainya. "Fania aku bersumpah akan membuatmu menghilang dari dunia ini. Semua ini kesalahanmu, aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Tunggu saja pembalasanku ....'

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!