NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-tiga puluh dua

Ketegangan di pelabuhan itu berakhir dengan aroma mesiu yang bercampur dengan asinnya air laut. Saat petugas kepolisian mulai memborgol Suryo yang mengerang kesakitan, Najwa berdiri di ambang pintu gudang, menatap hujan badai yang tak kunjung reda.

Alendra dan Adriansyah mendekat, mereka berdiri di sisi kanan dan kiri Najwa. Keduanya masih tampak syok, sesekali melirik tangan Najwa yang kini kembali tenang terlipat di depan dada.

"Najwa," panggil Alendra pelan, suaranya masih bergetar. "Kau benar-benar membuat jantung kami nyaris berhenti. Sejak kapan... ah, sudahlah. Penjelasanmu tentang memanah dan berkuda tadi sama sekali tidak menjelaskan bagaimana kau bisa melumpuhkan pemegang pistol dalam tiga detik."

Najwa hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kini terasa memiliki rahasia sedalam samudra. "Nanti Najwa ceritakan, Kak. Sekarang, kita punya masalah baru."

"Masalah baru?" tanya Adriansyah sambil mengusap darah di hidungnya.

"Raisa hilang," ucap Najwa singkat. Matanya menatap tajam ke arah jejak ban mobil hitam di tanah yang becek.

" bagaimana bisa?" tanya Alendra terkejut.

" Biarkan saja, sepertinya cerita ini akan lebih menarik lagi" jawab Najwa tersenyum penuh arti.

" tapi, kalau Raisa di bawa oleh penjahat, lalu penjahat itu akan mengintai kita bagaimana?" tanya Alendra yang sedikit cemas.

" kita punya Allah kak, percaya lah, semuanya akan baik-baik saja, kita hanya perlu hati-hati dan waspada, serta mempersiapkan diri lagi kedepannya, tidak ada lagi foya-foya, atau main-main" kata Najwa membuat Adriansyah mengangguk setuju ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena merasa mati kutu di depan adiknya yang terlihat lebih dewasa daripada dirinya yang usianya dua tahun lebih tua dari Najwa.

" Ayo, sebaiknya kita pulang dulu, kakek pasti sudah menunggu kita " ajak Alendra pada kedua adiknya.

Kali ini, Alendra sendiri yang menyetir, karena pak Damar serta yang lainnya ikut kekantor polisi, mereka menyerahkan urusan nya pada pengacara keluarga Suhadi.

Alendra membuka pintu kemudi, lalu Najwa membuka pintu belakang, di ikuti oleh Adriansyah.

" Aku seperti supir sekarang" keluh Alendra yang melihat kedua adiknya duduk di belakang.

" sekali-kali bang , Aku ingin berguru kepada Najwa, Aku juga ingin kuat seperti dirinya, masa... laki-laki paling ngetop di kampus namun lemah, tidak sehebat adiknya " balas Adriansyah membuat Najwa terkekeh.

"Aku juga perlu latihan khusus, masa kalah dengan adiknya sendiri, mana adik perempuan lagi" balas Alendra yang mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Seumur hidupnya, mereka baru kali ini berada di situasi yang berbahaya, mereka larut dengan pikiran nya masing-masing.

Najwa melihat ke arah jendela mobil, hujan turun begitu lebatnya... pakaian yang ia kenakan sedikit basah karena sedikit terkena cipratan air hujan saat di gudang tadi, membuat tubuhnya sedikit menggigil.

Adriansyah menyadari wajah pucat adiknya,ia segera melepaskan jaket kulit nya.

" pakailah, sepertinya kau kedinginan " ucap Adriansyah pada Najwa ,ia menyampirkan jaketnya pada tubuh Najwa.

" terimakasih kak" balas Najwa tersenyum, hatinya merasa hangat merasakan perhatian kakaknya.

Alendra yang memperhatikan kedua adiknya lewat kaca spion tersenyum.

"

***

Mobil hitam yang membawa Raisa berhenti di sebuah hotel mewah yang tersembunyi dari hiruk-pikuk kota. Pintu mobil terbuka, dan seorang wanita paruh baya dengan pakaian elegan namun wajah yang menyimpan sejuta duka berdiri di sana. Namanya Santi. Ia menunggu putrinya yang di bawa oleh anak buahnya.

Raisa keluar dengan tubuh gemetar. "Siapa... siapa Anda? Kenapa Anda menyelamatkanku?"

Santi menatap Raisa dengan mata yang berkaca-kaca. Ia melangkah maju, tangannya yang gemetar menyentuh pipi Raisa. "Maafkan Ibu, Nak... Ibu adalah wanita yang sembilan belas tahun lalu meletakkanmu di depan gerbang rumah itu."

Raisa tertegun. Dunia seolah berhenti berputar. "Ibu... kandungku?"

Santi memeluk Raisa dengan erat, menangis sejadi-jadinya. Ia menceritakan rahasia kelam itu, tentang bagaimana ia adalah korban pelecehan yang tidak berdaya, tentang ketakutannya sebagai wanita muda yang miskin dan sebatang kara saat itu, hingga ia terpaksa menitipkan Raisa pada keluarga terkaya yang ia tahu: keluarga Suhadi.

"Ibu pergi ke luar negeri, bekerja sebagai TKW, lalu menikah dengan majikan ibu yang seorang pria berumur,dan sangat kaya raya., bertahun-tahun menikah tapi ini tidak memiliki anak sampai suami ibu meninggal, . Selama ini Ibu memantau mua nak dari jauh, Ibu pikir kau bahagia dengan kemewahan itu... tapi saat Ibu tahu kau diusir dan terlunta-lunta, Ibu tidak bisa diam lagi. Ibu datang untuk membawamu, Nak."

Bukannya merasa haru, mata Raisa justru kembali berkilat dengan dendam. Ia tidak peduli pada luka masa lalu ibunya. Yang ia dengar hanyalah: Ibunya sekarang kaya dan punya kuasa.

"Kalau begitu, bantu aku, Bu," bisik Raisa di pelukan Santi. Ia pura-pura menangis bahagia bertemu ibu kandungnya, lalu menampakan wajah sedihnya kembali"Bantu aku menghancurkan mereka yang sudah membuatku seperti ini. Terutama Najwa...hiks...."

***

Satu jam kemudian, Najwa, Alendra, dan Adriansyah tiba di mansion. Di sana, mereka menemukan pemandangan yang memilukan. Di teras depan, di tengah hujan yang mulai mereda, tampak Afkar duduk bersimpuh di lantai dengan pakaian basah kuyup. Di sampingnya, Monica menangis tersedu-sedu.

"Ayah... aku sungguh buta," isak Afkar. "Aku pikir aku sedang menyelamatkan anak yang malang, tapi ternyata aku sedang membesarkan duri yang menusuk jantungku sendiri. Dan Najwa..." Afkar menatap punggung putrinya. "Maafkan Papa, Nak. Papa membuangmu yang tulus demi dia yang palsu."

Najwa membalikkan badan. Wajahnya tidak menunjukkan kemenangan, melainkan kelelahan emosional.

"Pa," suara Najwa lembut namun berjarak. "Najwa sudah memaafkan Papa sejak lama. Tapi kepercayaan itu tidak seperti air yang bisa dituang kembali ke gelas yang pecah. Papa harus belajar hidup dengan konsekuensi pilihan Papa."

Monica hanya bisa tertunduk di pojok ruangan. Ia merasa gagal sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai manusia. Ternyata, anak yang ia manjakan dengan segala kelicikan justru menjadi orang pertama yang menginjak-injak harga dirinya.

Setelah perbincangkan yang penuh emosi itu, kakek Suhadi memutuskan agar Afkar dan Monica tinggal kembali di rumah utama dengan berbagai syarat.

***

***

Keesokan harinya, Alendra mendatangi kamar Najwa. Ia melihat adiknya sedang merapikan beberapa dokumen kantor.

"Najwa," panggil Alendra. "Kakek baru saja mendapat kabar. Mobil yang membawa Raisa semalam terdaftar atas nama sebuah perusahaan konsultan internasional milik seorang pengusaha wanita dari Singapura. Namanya Santi Hermawan."

Najwa menghentikan aktivitasnya. "Santi Hermawan? Siapa dia, Kak?"

"Kami sedang menyelidikinya. Tapi firasatku, dia punya hubungan darah dengan Raisa. Raisa tidak akan diam, Najwa. Sekarang dia punya pelindung baru yang sepertinya jauh lebih bersih dan kuat daripada Suryo."

Najwa menarik napas panjang. Ia teringat kembali latihannya di pesantren, bukan untuk menjadi pembunuh, tapi untuk menjadi perisai. "Kalau begitu, kita harus memperkuat sistem perusahaan, Kak. Dan Kak Adrian... tolong minta dia mulai fokus. Kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang balik lewat jalur hukum atau bisnis."

"Satu hal lagi, Najwa," Alendra menatap adiknya dengan kagum. "Soal kemampuan bela dirimu semalam... Pak Damar bilang kau bergerak seperti seseorang yang sudah berlatih belasan tahun. Kau benar-benar luar biasa."

Najwa tersenyum kecil. "Di pesantren, kami diajarkan bahwa wanita harus kuat agar tidak mudah ditindas, Kak. Itu saja."

1
Yasmin Natasya
blm up thor masih 🙏🤗
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!