NovelToon NovelToon
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Era Kolonial / Mengubah Takdir / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Aku membuka mata di sebuah ranjang berkelambu mewah, dikelilingi aroma parfum bunga yang asing.
Cermin di depanku memantulkan sosok wanita bertubuh besar, dengan tatapan garang dan senyum sinis—sosok yang di dunia ini dikenal sebagai Nyonya Jenderal, istri resmi lelaki berkuasa di tanah jajahan.

Sayangnya, dia juga adalah wanita yang paling dibenci semua orang. Suaminya tak pernah menatapnya dengan cinta. Anak kembarnya menghindar setiap kali dia mendekat. Para pelayan gemetar bila dipanggil.

Menurut cerita di novel yang pernah kubaca, hidup wanita ini berakhir tragis: ditinggalkan, dikhianati, dan mati sendirian.
Tapi aku… tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku akan mengubah tubuh gendut ini menjadi langsing dan memesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diakui sebagai Mama

Karena tak ada yang berani bersaksi, Nateya akhirnya membuka suara, dengan nada penuh wibawa.

“Anak-anak, jangan takut. Bukankah kejujuran adalah nilai dasar yang diajarkan di sekolah ini? Siapa yang berani berkata jujur, dia pantas menjadi pemimpin di masa depan," pungkasnya mantap.

"Jangan khawatir, ibu-ibu dan bapak-bapak guru ada di sini untuk melindungi kalian.”

Mendengar itu, salah satu murid yang ikut dipanggil—seorang bocah lelaki tinggi dengan lencana ketua kelas di dadanya—akhirnya memberanikan diri bicara.

“Saya lihat semuanya dengan jelas, Tuan Hoofd. Julian memang tidak memelintir tangan Andrew. Setelah dipukul, Andrew marah sekali. Dia menendang tanah dan memukul batang pohon flamboyan di dekat pagar sekolah. Tapi… dia tidak sengaja mengenai bagian yang keras, lalu tangannya terkilir sendiri. Waktu itu saya menolongnya.”

Semua mata seketika menoleh pada Andrew. Wajahnya memucat, sementara Eleanor tercekat, lidahnya kelu.

Kepala sekolah mengangguk pelan.

“Terima kasih, anak-anak. Keterangan kalian sangat berharga. Sekarang silakan kembali ke kelas.”

Para murid itu pun memberi hormat, dan bergegas keluar ruangan.

Eleanor yang sudah merasa dipermalukan setengah mati, pura-pura menegakkan badan. Ia menurunkan nada suaranya, sebelum membujuk kepala sekolah.

“Tuan Hoofd meskipun begitu, tetap terbukti bahwa Julian memukul Andrew. Jadi, dia harus dihukum. Jangan sampai murid lain meniru perilakunya.”

Tak mau terjadi ketidakadilan atas putranya, Nateya segera menimpali dengan dingin.

“Andrew pun harus dihukum, bahkan lebih berat. Karena kesalahannya ada tiga: mengejek teman penyandang disabilitas, mendorong hingga melukai temannya, dan berbohong mengenai tangannya. Apa sekolah akan menutup mata soal itu?”

Eleanor langsung terhenyak, wajahnya merah padam penuh amarah. Mulutnya terbuka hendak membalas, tetapi kepala sekolah segera mengangkat tangannya menengahi.

“Keputusan sudah diambil. Sekolah tidak pernah membiarkan ada murid yang melakukan kekerasan, apa pun alasannya. Maka, untuk mendisiplinkan, Julian akan diskors lima hari tidak boleh masuk sekolah. Sedangkan Andrew tujuh hari. Keputusan ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.”

Ruangan itu senyap. Eleanor menunduk, menahan rasa malu yang mendidih. Sementara Andrew hanya bisa menggigit bibirnya, tidak berani berkata apa-apa lagi.

Keputusan kepala sekolah sudah bulat. Julian dan Andrew sama-sama dinyatakan harus menjalani skorsing mulai hari itu juga.

Meski geram, Eleanor tak kuasa membantah keputusan resmi. Dengan kasar, ia meraih tangan Andrew dan menyeretnya keluar dari ruang kepala sekolah, seolah hendak menelan bulat-bulat rasa malu yang menyesakkan dadanya.

Sementara itu, Nateya berdiri anggun. Ia menyatukan kedua telapak tangannya lalu memberi hormat kecil kepada kepala sekolah.

“Terima kasih atas kebijaksanaan Tuan Hoofd. Saya harap keputusan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ucapnya tenang.

Kepala sekolah membalas dengan anggukan penuh hormat.

Nateya kemudian menoleh pada Anelis yang sedari tadi duduk gelisah di sampingnya. Ia berjongkok sedikit, mengusap pipi putrinya.

“Anelis, sekarang kau boleh kembali ke kelas. Belajarlah dengan tenang. Ingat, Mama selalu ada untukmu.”

Dengan mata berkaca-kaca, Anelis memeluk Nateya erat. Tubuh mungilnya bergetar, seakan enggan melepas. Namun akhirnya ia mengangguk dan berjalan menuju kelas, ditemani wali kelasnya.

Kini tinggal Nateya dan Julian. Ia menggenggam tangan putranya, mengajaknya keluar dari ruang kepala sekolah.

Begitu mereka berjalan di koridor, Nateya bisa merasakan betapa muramnya wajah Julian. Anak itu menunduk, bibirnya kaku, tak mengeluarkan sepatah kata pun.

“Julian…” Nateya berhenti sejenak, lalu berlutut agar sejajar dengan putranya. Ia menatap kedua mata yang basah oleh rasa sesal dan kecewa.

“Tidak apa-apa menjalani hukuman sementara. Justru Mama bangga padamu. Kau sudah bersikap ksatria, membela adikmu. Itu jauh lebih berharga dari apa pun.”

Mendengar dukungan dari Nateya, Julian menggigit bibirnya untuk menahan emosi.

Nateya pun mengusap punggung bocah lelaki itu dengan lembut.

“Selama lima hari ini, kau tidak sendirian. Mama akan menemanimu belajar di rumah. Kita akan hadapi ini bersama."

Akhirnya, Julian mengangguk meski masih enggan bicara. Mereka pun melanjutkan langkah menuju halaman depan, di mana mobil sudah menunggu.

Victor segera turun dari kursi kemudi dan membukakan pintu belakang.

“Silakan, Nyonya,” ucapnya singkat.

Nateya menuntun Julian naik ke kursi belakang bersamanya. Namun sebelum pintu tertutup, Julian tiba-tiba meraih tangan Nateya. Matanya bergetar, lalu dari bibir mungilnya keluar kata yang membuat Nateya tertegun.

“Terima kasih, Mama…."

Nateya membeku sejenak. Matanya memanas dan cairan bening pun menggenang.

Ini pertama kalinya Julian memanggilnya Mama. Sebuah pengakuan kecil, tetapi terasa begitu besar bagi Nateya. Ia tersenyum seraya menepuk bahu putranya dengan penuh kasih.

“Tidak usah sedih lagi. Mulai sekarang, kita jalani hari dengan hati yang kuat. Dan sekarang, Mama akan mengajakmu jalan-jalan.”

Julian menoleh, keningnya berkerut penasaran.

“Jalan-jalan? Ke mana, Ma?”

Nateya tersenyum penuh arti, menatap keluar jendela mobil.

“Kita akan membagikan kue gambang ini kepada penduduk yang kesulitan mendapat makanan. Supaya kau tahu, Julian, bahwa berbagi kebaikan jauh lebih manis daripada sekadar membalas dendam.”

Victor yang duduk di depan hanya bisa melirik lewat kaca spion. Sungguh, ia terkejut dengan perubahan besar pada “Nyonya Seruni” yang kini tampak berwibawa dan penuh kasih.

Tak berselang lama, mobil pun melaju meninggalkan halaman sekolah yang masih ramai. Menuju jalanan kota Batavia yang padat dengan pedati dan para pejalan kaki pribumi.

1
Elisabet Sembiring
seharusnya tulis juga kata sambutan dalam bahasa Belanda. walau saya tak mengerti.🤭🤭
Elisabet Sembiring
menghalu yang seru.
semangat berkarya, author
celi amanda
Luar biasa diselipi dgn boso Londo 😁
celi amanda
Background author medis ya?
Katrina
keren
Dysha♡💕
sangat bagus ceritanya
Khoerun Nisa
pdhl aku brharap melihat nasib trahirnya sng temn dn mntan yg menghianatinya
Khoerun Nisa
apa kabar sahabat SM mntan nya yg mnhianatinya tor kaclep menghilang
Khoerun Nisa
knp di buat meninggal tor kasian SM ank2nya
ana kurniaaa
kurang ibu tiriny thor harusny di ceraikan lh ini malah sedih wkwk anak tiri diratukan anak kandung ditirikan sinting bapakny bukanny marah anakny dikhianati sm suami sm adik tiriny malah bimbang baru kli ini gw baca ceritany bapakny baik tpi kurang tegas
Agustine
love it😍
Rahayu
ini terinspirasi dari short drama China pasti, cuma tempat latar belakang ceritanya lebih ke pribumi sama Belanda
Dara Fitriani
bagus banget ceritanya
YANI AHMAD
ah iya, betul itu 🤣🤣🤣
Himawari
suka
Anre1201
Terima kasih Author 🙏🙏
Ceritanya sangat bagus 👍👍
Ini Novel pertama yang paling aku suka alur ceritanya ❤️❤️ layak dapat ⭐⭐⭐⭐⭐
Anre1201
Good Novel ❤️
Cerita nya sangat bagus ❤️👍
fe
semangat thor
Anre1201
Ternyata hukuman saat Belanda berkuasa di Nusantara lebih keras dari pada saat Indonesia sekarang ini 🤔🙄
imoe nawar
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!