NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat peninggalan mama

"Katanya tadi kamu mau membicarakan sesuatu."ucap Georgio sembari melirik sekilas Cassandra yang sibuk dengan ponselnya tengah duduk dihadapannya. Georgio tampak fokus dengan pekerjaannya, namun tiba-tiba teringat kalau Cassandra ingin menyatukan sesuatu.

Cassandra terdiam sejenak, melirik Georgio dengan heran."Kayaknya tidak ada yang ingin aku bicarakan deh."ucapnya, seakan lupa dengan perkataannya sendiri.

Georgio tersenyum kecil. "Sepertinya kamu lupa, nanti kalau ingat beritahu aku ya."ucapnya yang malah di angguki Cassandra.

Cassandra yang awalnya kembali menatap ponselnya, tiba-tiba teringat sesuatu, spontan ia berdiri dari duduknya. Membuat Georgio ikut terusik dari kerjanya. Dia mendongak menatap Cassandra heran.

"Aku ingat! Sebentar."ucap Cassandra dan berjalan cepat menuju sofa dimana ada tasnya. Cassandra mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan kembali mendekati Georgio.

"Aku bukan mau membicarakan sesuatu, tapi mau memberikan ini."ucap Cassandra menyodorkan kotak usang kecil ke hadapan Georgio.

Georgio merasa heran, tapi tak urung dia menerimanya. "Ini apa?"tanyanya.

Cassandra mengedipkan bahu."Aku juga tidak tau, yang memberikan itu pelayan keluarga Immanuel, katanya itu dulu dari ibumu."

Georgio diam, menatap lamat kotak itu. "Kenapa bisa kamu bertemu pelayan mereka?"

Cassandra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia tidak tahu harus menjawab apa. Takutnya kalau jujur Georgio marah.

"Kenapa?"Georgio menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban Cassandra.

"Kemaren diam-diam aku kerumah mereka, tidak sengaja bertemu pelayan itu, dan dia memberitau kalau ibumu menitipkan sesuatu untuk kamu."jawab Cassandra seadanya.

"Kenapa?"ucap Georgio lagi membuat Cassandra menghela nafas kasar.

"Mau cari tau tentang masalalu mu."jawan Cassandra sambil bersandar dimeja tepat di depan Georgio.

Georgio menyipitkan matanya menatap Cassandra, tidak mengerti kenapa Cassandra begitu penasaran dengan masalalu nya. "Sebenarnya kamu tidak perlu terlalu memikirkan masalaluku. Aku sudah melupakannya."

Cassandra melipat tangan dibawah dada, memalingkan matanya malas. "Aku cuma penasaran, kalau tidak boleh, aku tidak akan melakukannya lagi."

Melihat raut wajah kesal Cassandra, Georgio menarik tangannya hingga terduduk di pangkuannya. Dia mengecup pipi Cassandra sekilas dan kembali menatap wajah cemberut istrinya.

"Bukan tidak boleh. Percuma kamu lakukan itu, tidak ada gunanya."ucapnya.

"Siapa bilang tidak berguna, itu aku jadi menemukan barang titipan ibumu."jawab Cassandra sambil menunjuk kotak yang di pegang Georgio.

Georgio diam, menatap lamat kotak itu. Cassandra turun dari pangkuan Georgio dan kembali bersandar dimeja. "Aku penasaran, boleh dibuka kotaknya?"tanya Cassandra yang di angguki Georgio.

Georgio pun juga penasaran. Saat Jordan dan ibunya kembali, Georgio masih terlalu kecil. Dia dulu tidak paham dengan semua yang terjadi didalam hidupnya. Ibunya yang tiba-tiba meninggal, ternyata karena punya riwayat jantung lemah. Ditambah dia terkejut karena menjadi selingkuhan, mungkin karena itu ibunya perlahan sakit dan meninggal.

Georgio mulai membuka kotak itu, Cassandra yang penasaran menunduk, mendekatkan wajahnya tepat disebelah tangan Georgio yang memegang kotak kecil itu. Giorgio yang awalnya fokus pada kotaknya malah terkekeh pelan, melihat tingkah Cassandra yang menurutnya lucu.

Cassandra yang mendengar itu mendongak, menatap heran Georgio. "Loh? Kenapa? Kok ketawa?"tanya nya dengan bingung.

Georgio menggeleng. "Kamu terlalu dekat, aku jadi tidak bisa lihat."ucapnya karena kepala Cassandra sedikit mengurangi pandangannya pada kotak itu.

Cassandra cengengesan dan sedikit menjauhkan kepalanya. Kotak itu terbuka perlahan, didalamnya terdapat kertas kecil yang dilipat dan sebuah flashdisk, Cassandra dan Georgio mengerutkan dahinya.

Cassandra berdiri tegak. Dia mengambil flashdisk yang di pegang Georgio. "Ini flashdisk apa?"tanyanya menatap Georgio.

Georgio menaikkan kedua bahunya, tentu dia juga tidak tau. Georgio beralih membuka kertas kecil. Tulisan indah langsung terlihat disana. Georgio terdiam, tiba-tiba dia merindukan ibunya. Melihat kertas itu, rasanya ibunya masih ada didekatnya.

Georgio mulai membaca nya perlahan.

Untuk anakku, Gio

Kalau kamu baca surat ini, berati kamu sudah mengerti dengan semuanya.

Mama tidak tau, kalau mama akan hidup lama atau tidak, mama bisa temani kamu main lagi atau tidak. Tapi yang jelas, mama tulis surat ini buat kamu, takut kalau suatu saat mama tiba-tiba ninggalin kamu.

Kalau kamu baca surat ini, berati mama sudah tidak ada disamping kamu.

Sekarang kamu sudah besar, kamu sudah bisa mengurus diri kamu sendiri kan?

Maafin mama yaa, mama tidak ada buat kamu disaat kamu butuh mama. Maaf mama sudah ninggalin kamu, sekali lagi mama minta maaf.

Kamu sudah tau kan? Mama ternyata hanya selingkuhan papa kamu? Kamu jangan salahin mama atau papa ya, mama tidak tau kalau papa kamu pernah menikah sebelumnya, dia sama sekali tidak pernah mengatakan itu sama mama. Tapi papa kamu juga tidak salah, dia bukannya tidak mau cerita sama mama, dia hanya tidak mau mengingat masalalu dengan perempuan yang sudah meninggalkannya.

Tapi... Masalalu itu tiba-tiba datang dan menghancurkan hidup kita, papa kamu tidak bisa menolak karena ternyata mereka punya anak. Anak itu menderita selama ini, sedangkan kita hidup enak. Papa kamu kasihan dan akhirnya menerima nya.

Jujur, mama tidak bisa menerima semua ini, sakit rasanya melihat orang yang kita cintai menerima perempuan lain dalam hidupnya. Mama bukan berniat menyerah, atau egois tapi rasanya mama tidak kuat menahan sakitnya.

Mama tidak tau perjalanan hidup kamu selama ini, mudah-mudahan kamu tidak menderita ya sayang, mama akan merasa gagal jadi ibu kalau sampai itu terjadi.

Mama juga tidak akan memaafkan wanita itu kalau sampai dia menyakiti kamu. Dia bukan orang baik, dia licik. Dia sengaja jebak kita, karena iri dengan mama, maka dari itu dia mengambil milik kita. Kamu akan tau kalau sudah melihat isi dari flashdisk yang mama berikan. Mama tidak bisa menyelesaikan ini, mama mohon, kalau kamu baca surat ini, tolong selesaikan semuanya. Perempuan itu tidak boleh bahagia terlalu lama.

Sekali lagi mama minta maaf, mama harap setelah ini kamu hidup bahagia selamanya

Mama sayang, Gio

George meremas kertas di tangannya, Cassandra yang ikut membaca itu menitikkan air matanya, dia beralih memeluk Georgio. Memberikan ketenangan saat tau mata Georgio memerah. Georgio melingkarkan lengannya di pinggang Cassandra, memeluknya erat, menyembunyikan wajahnya di perut Cassandra. Cassandra mengelus kepala Georgio. Tidak menyangka pria seperti Georgio memiliki sisi rapuh seperti ini. Hanya karena membaca surat peninggalan ibunya

Cassandra melepaskan dekapannya, sedikit menunduk untuk menghapus jejak air mata Georgio. Cassandra tersenyum kecil.

"Ternyata seorang Georgio juga bisa nangis."ucap Cassandra, Georgio tidak menjawab, dia hanya diam menatap kosong Cassandra.

Cassandra paham butul perasaan Georgio saat ini. Dia selalu terlihat kuat, tidak pernah mengeluh, tapi bukan berati hatinya tidak rapuh, setelah semua yang dia alami tentu saja dia hancur. Tapi dia pintar menutupi nya.

"Kamu tidak pengen lihat isi flashdisk itu?"seketika Georgio sadar dan langsung menatap Cassandra dengan mata merahnya.

"Mana?"tanya Georgio karena sebelumnya flashdisk nya dipegang Cassandra.

Cassandra membuka laptop Georgio yang ada di atas meja, dia langsung menancapkan flashdisk nya, menunggu tersambung lalu membuka nya.

Georgio memajukan kursinya sedikit kedepan. Dia dan Cassandra mengerutkan dahinya melihat sebuah vidio. Tangan Georgio mengepal kuat, dia emosi tapi bibirnya tersenyum miring.

"Wanita itu memang licik."gumam Georgio. Pandangan matanya masih terfokus pada layar laptop dihadapannya.

"Tapi kita lebih licik."balas Cassandra tersenyum penuh arti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!