Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Rasanya sekarang sudah tidak ada muka sama sekali ke kantor, apa lagi semua karyawan kantor sepertinya tahu jika dirinya dan Citra ada masalah pribadi, apa lagi dengan dirinya turun jabatan bahkan ke kantor pun sudah tidak pakai mobil ataupun tidak bareng Citra. Beberapa karyawan sudah berani tidak sopan sama dirinya dan seolah merendahkan dirinya karena jabatannya sudah sama seperti karyawan lainnya yang staff biasa bahkan dibawah jabatan Alex yang selalu ada pekerjaan bareng Citra bahkan pergi setiap hari bareng.
"Pak Angga kok bisa diem saja sih melihat istri anda pergi bareng Pak Alex untuk urusan pekerjaan, memangnya tidak bisa ajak anda kan suaminya dan kenapa mau diturunkan jabatan sama Bu Citra?" tanya Usi penasaran akhirnya memberanikan dirinya tanya langsung sama Angga.
"Bukan urusan kamu mengerti, kamu disini untuk kerja bukan ikut campur sama urusan pribadi orang lain mengerti, jadi perempuan kok kepo sih kampungan sekali kamu ini!" bentak Angga tidak suka ada yang kepo sama urusannya, walaupun apa yang ditanyakan wajar membuat orang lain ingin tahu alasan semua yang dilakukannya Citra.
"Maafkan saya Pak Angga." sambung Usi takut karena dibentak sama Angga, walaupun Angga status pekerjaan nya sama seperti dirinya karyawan biasa, tapi Angga tetap lah suaminya Citra yang harus diharga bukannya sebaliknya.
Senyum sinis melihat Usi terlihat ketakutan saat mendengar dirinya bentak Usi tadi, tapi mau bagaimana karyawan jika tidak dibentak akan terus menerus kepo dan terlihat merendahkan dirinya.
**
Melihat apa yang dilakukan Angga ke Usi tadi membuat Citra senyum sinis, tidak ada keinginan untuk menghampiri Angga apa lagi negur Usi yang terlihat tidak sopan sama Angga mau bagaimana pun Angga masih suaminya tidak pantas saja suaminya dikasih pertanyaan seperti tadi, tapi Angga memang pantas untuk disindir atau pun ditanya sama karyawan.
"Sebentar lagi harga diri kamu semakin hancur Angga, selamat datang di dunia pengangguran yang pastinya akan sulit mendapatkan pekerjaan ditengah-tengah ribuan lamaran pekerja yang menunggu mendapatkan pekerjaan di perusahaan impiannya." ucap Citra pelan sambil memperhatikan Angga yang masih diam kesal, pertunjukan yang seru pagi-pagi sudah melihat suaminya kesal karena karyawan kepo kenapa Angga bisa turun jabatan dan membiarkan dirinya lebih dekat sama Alex dari pada sama suami sendiri.
**
Setuju dengan permintaan Bik Sumini merapihkan barang-barangnya karena setelah Citra memberikan bantuan, hari ini dirinya harus keluar dari rumahnya dan diantar sama Bodyguardnya sampai rumahnya memastikan dirinya benar-benar pulang sendiri tanpa diikuti Angga.
"Nak mulai hari ini kita harus membiasakan diri hidup tanpa Ayah, karena hidup kita bersama Ayah tidak akan bahagia Nak justru semakin malu apa lagi kalo orang lain tahu masalah yang dihadapi Bunda pasti dibully sama orang-orang tentunya Bunda tidak sanggup dengarnya Nak." ucap Winda ikhlas berpisah sama Angga, sadar akan kesalahannya karena rela di madu dan akhirnya nama baiknya yang rusak dianggap perebut suami orang jika orang-orang tidak tahu kejadian yang sebenarnya.
**
Minta Alex keluar dari ruangannya karena Angga masuk kedalam ruangannya, padahal masih jam kerja seharusnya Angga ada di ruangannya bukan ke ruangannya untuk bahas masalah pribadi.
"Apa lagi yang mau kamu sampaikan, apa tidak cukup di rumah bahas dan ini masih jam kerja tidak profesional sekali kamu ini jam segini ke ruangan saya untuk bahas masalah pribadi." sindir Citra menatap sinis melihat Angga ada didepan pintu masuk.
"Yang kenapa semakin sinis sama aku Yang, aku rindu sekali awal-awal kita nikah kita bermesraan bareng di ruangan ini Yang." ucap Angga sengaja mengenal awal-awal pernikahan, berharap Citra bisa luluh.
"Masa itu saya masih jadi perempuan bodoh bisa saja dibohongi sama kamu, tidak tahu jika saya dijebak sama kamu karena saya dimanfaatkan untuk dikuras harta saya demi kebutuhan hidup kamu bersama perempuan sampah itu kan." sambung Citra mulai emosi, jika ingat awal-awal pernikahan begitu saja percaya sama ucapan manisnya Angga yang ternyata cuman tipuan semata.
"Aku tidak bermaksud sayang aku khilaf, tapi jujur aku juga mencintaimu dari dulu dan aku juga mencintai Winda aku ingin memiliki kalian berdua untuk menjadi pendamping hidup ku, sekarang bahas kita saja jangan bawa-bawa Winda iya sayang supaya suasana romantis tidak jadi hambar mau kan." bujuk Angga berusaha menjaga mood Citra tidak rusak pastinya rencananya tidak gagal.
"Keluar lah kembali kerja, jam kerja tidak pantas dipakai untuk bahas masalah pribadi yang tidak penting, bahas masa lalu tidak akan meluluhkan hati saya untuk perjalanan pergi dari kamu sebelum sepenuhnya saya meninggalkan kamu dan jadikan kamu gembel tidak memiliki apapun mengerti, jadi sekarang pergi lah kembali bekerja jika kamu masih butuh pekerjaan dan uang!" bentak Citra usir Angga keluar dari ruangannya, supaya tidak ganggu dirinya dengan bahas masa lalu demi meluluhkan dirinya dan membatalkan niatnya untuk pergi meninggalkannya.
Mengepalkan tangan mendengar ucapan Citra barusan, sungguh kesal sekali tidak bisa dibujuk dan sekarang Citra berani bentak dirinya bahkan usir dirinya untuk tidak melanjutkan bahas masa lalu yang diharapkan bisa berhasil.
Pusing rasanya karena selalu gagal bujuk Citra karena semua cara gagal terus bahkan membuat Citra semakin emosi, sudah buntu rasanya untuk meluluhkan hati Citra dan membuat istrinya seperti dulu yang nurut sama ucapannya tanpa protes sama sekali.