Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 16: APAKAH KAU MERAGUKANKU?
Liu Yan masih tidak senang bahkan meski sudah larut malam. Dia masih merasa dia telah diragukan. Sisi ‘pria’ yang dia miliki seolah tidak diperhitungkan.
Tidak bisa, dia tidak bisa membiarkan pikirannya terus diganggu. Dia sudah sulit tidur, ditambah dengan ini, dia jadi lebih sulit lagi.
Malam-malam, Liu Yan pergi ke bagian belakang istananya. Lampu kamar Mei Zhiyi masih menyala. Orangnya masih terjaga. Liu Yan mendobrak pintu dan masuk tanpa permisi.
“Mei Zhiyi, apakah kau meragukanku?” tanyanya dengan tidak senang.
Mei Zhiyi yang baru saja hendak membaringkan tubuh di ranjang hampir melompat karena terkejut. Astaga, pria ini masih marah? Ini sudah malam dan kejadian tadi benar-benar bukan niatnya!
“Yang Mulia, tolong lain kali bisakah Yang Mulia memberi tahu lebih dulu dan tidak langsung masuk?”
“Jawab aku. Apa kau meragukanku?”
“Tidak, aku sama sekali tidak berani meragukan Yang Mulia.”
“Mei Zhiyi, meragukan Kaisar dan menipu raja dapat dihukum mati.”
Mei Zhiyi menarik napas. “Tadi itu hanya salah paham. Bukan aku yang menyiapkan sup itu.”
Jelas-jelas diri sendiri yang bersikeras menjaga kesucian. Para selir di haremmu itu sudah tidak sabar. Bahkan ibumu secara khusus memerintahkan agar kau meminum sup supaya tahu tubuhmu bermasalah atau tidak.
Liu Yan mencekal pergelangan tangan Mei Zhiyi dan menarik tubuhnya mendekat. Matanya kini seperti serigala lapar yang menemukan mangsa.
Melihat tatapan itu, firasat Mei Zhiyi buruk. Dia agak merinding. Jaraknya terlalu dekat, Liu Yan terlalu mendominasi.
“Kau meragukanku. Kau meragukan apakah aku mampu dalam hal itu atau tidak.”
“Aku benar-benar tidak punya pikiran itu, Yang Mulia.”
“Mau membuktikannya?”
Mei Zhiyi membelalak. Dengan sekuat tenaga dia mendorong Liu Yan, tapi tubuh barunya ini masih belum punya kekuatan yang dapat menandingi ketahanan tubuh Liu Yan. Astaga, terlalu menakutkan melihat Liu Yan seperti ingin memakannya hidup-hidup.
“Tidak perlu, sungguh tidak perlu. Yang Mulia bisa mencari selirmu jika ingin membuktikan diri. Tidak perlu mengancam pelayan kecil sepertiku. Itu buruk untuk reputasimu.”
Alis kiri Liu Yan terangkat. Dia melepaskan cekalan itu dan mundur dua langkah. Tadi dia hanya mengujinya, ingin mengetahui apakah Mei Zhiyi akan memanfaatkan kesempatan untuk mencari jalan pintas atau tidak.
“Tentu saja. Memang tidak perlu pembuktian. Sekalipun harus membuktikan diri, juga tidak mungkin dengan pelayan sepertimu.”
“Dapat mendengar Yang Mulia mengatakan ini, pelayanmu ini sangat merasa lega dan berterima kasih.”
“Kenapa? Kau tidak bersedia menjadi pelayanku setelah aku mengatakan hal menyakitkan? Tidak tahan?”
“Jika aku mengambil hati perkataan yang menyakitkan, aku pasti sudah mati sejak aku pertama kali datang kemari.”
Tentu dia tahu. Mungkin sejak pertama kali melihatnya menenggelamkan kepala dua pelayan ke dalam tong, Liu Yan sudah mulai memiliki pandangan berbeda terhadapnya.
Hanya saja dia dituntut untuk selalu waspada dalam hal apapun. Mei Zhiyi juga tidak terkecuali, meski hatinya memiliki keyakinan gadis itu sama sekali tidak terhubung dengan faksi manapun.
“Yang Mulia, apakah marahmu sudah reda? Sekarang sudah larut malam, sebaiknya Yang Mulia lekas kembali ke Aula Zhaoyang untuk istirahat.”
“Ini istanaku. Seluruh tempat ini istanaku. Aku bebas pergi ke manapun.”
“Pelayan ini tentu tahu. Lalu sekarang Yang Mulia mau apa?”
Liu Yan juga tidak tahu. Dia datang hanya untuk mengonfirmasi apakah Mei Zhiyi meragukannya atau tidak.
Sekarang setelah dikonfirmasi, dia enggan kembali. Rasanya di sini cukup nyaman. Walau terpencil, tapi suasananya sangat cocok untuk istirahat.
Tapi, tidak bisa juga. Liu Yan tidak bisa menginap di sini. Jika dia membiarkan dirinya di sini, besok pasti muncul rumor yang mengatakan bahwa Kaisar menginap di kamar pelayan. Jika terdengar sampai ke Istana Shuning, yang terkena masalah besar pasti pelayan kecil ini.
“Kau sepertinya tidak suka aku di sini. Mei Zhiyi, kau lupa siapa dirimu dan di mana tempatmu seharusnya berada?”
Mei Zhiyi mencoba bersabar. Bos besar memang aneh dan sulit ditebak kelakuannya.
“Yang Mulia, aku hanya merasa bahwa Yang Mulia sudah seharusnya istirahat. Tubuh Yang Mulia perlu waktu agar besok punya energi penuh untuk memimpin rapat istana.”
“Tak apa, aku bisa meliburkan mereka jika aku mau.”
“Baiklah, terserah Yang Mulia saja.”
Mei Zhiyi baru tahu kalau beberapa hari lalu Liu Yan memotong jari seorang menteri dan langsung menghukumnya serta keluarganya karena kasus korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
Dengan kedudukannya, dia bisa saja menyerahkan kasusnya kepada menterinya untuk ditangani. Tapi, dia memilih cara paling berani dan paling langsung untuk menciptakan ketakutan dalam hati yang lain, bahwa melawannya hanyalah upaya yang sia-sia.
Itu sebabnya suasana hatinya buruk hari itu. Mei Zhiyi tidak bisa ikut campur, hanya berharap kebiasaan menghukum orang tanpa pandang bulu itu tetap bertahan sampai masa jabatan Liu Yan habis. Mungkin pada saat itu, Daqi yang besar ini bisa benar-benar bersih dari pejabat kotor yang suka mencuri dan menindas.
“Yang Mulia, sudah saatnya kembali ke istana,” ucap Li Dezai.
Liu Yan tidak lagi berminat tinggal lebih lama di tempat itu. Dia keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Mei Zhiyi. Namun sebelum benar-benar pergi, dia berbisik pada Li Dezai, “Suruh dia pindah ke aula samping istana. Akan lebih mudah jika dipanggil dan diperlukan.”
Selepas Liu Yan pergi, Mei Zhiyi tidak langsung tidur. Dia merapikan dulu barang-barangnya yang belum sempat dibereskan di meja.
Keningnya mengernyit saat dia tidak melihat botol minyak angin miliknya. Tadi sebelum dia mengganti baju botol minyak angin itu masih di sini, kenapa sekarang tidak ada?
“Xiaotong, kau melihat minyak anginku?”
“Maaf, sistem bukan kamera pengawas. Tidak bisa membantu tuan menjawab pertanyaan.”
Mei Zhiyi tahu dia melontarkan pertanyaan sia-sia. Sudahlah, minyak angin itu juga sekarang tidak diperlukan. Tubuhnya sudah agak lumayan tahan terhadap dingin, mulai menemukan kembali vitalitas atas kemampuan adaptasinya menghadapi terjangan cuaca.
“Xiaotong, adakah benda yang dapat membuatku kembali pulih? Tanpa kemampuan bela diri dan tenaga dalam, aku benar-benar kalah di depan Liu Yan. Lama-lama dia bisa saja langsung menceburkanku ke dalam kolam saat tidak senang padaku lagi.”
“Silakan lihat di etalase.”
Item-item di etalase toko sistem memuat banyak sekali harta yang dapat dibeli dengan poin. Ada pil pemulih energi, pil penambah vitalitas, pil penumbuh otot, dan pil-pil lainnya.
Ada juga alat olah raga. Ada berbagai jenis senjata juga. Tapi, harganya begitu mahal dan kebanyakan di atas 500 poin, kecuali pil yang harga paling tingginya hanya 200 poin.
“Kapitalis sekali. Kenapa tidak sekalian mengadakan lelang dan merampok uang saja?” ucap Mei Zhiyi.
“Silakan pilih. Jika tidak ingin membeli, sistem akan menutup kembali toko.”
Mei Zhiyi mendecih. Akhirnya dia mengorbankan semua poinnya untuk membeli pil pemulih energi tingkat rendah. Dengan adanya pil itu, tenaga dalam Mei Zhiyi bisa kembali.
Jika sudah ada tenaga dalam, akan lebih mudah bagi Mei Zhiyi untuk pulih sedia kala. Hanya saja… sekarang dia kehabisan poin.
“Update kemajuan tuan rumah. Daya hidup: 35% dan tingkat kebencian Kaisar Daqi 76%. Total poin 0 poin.”
Ternyata benar, jika berkaitan dengan Liu Yan, misinya memiliki perolehan yang lebih besar. Sistem benar-benar mengikatnya untuk terjerat dengan Liu Yan. Untuk menurunkan tingkat kebencian, Mei Zhiyi masih harus memikirkan beberapa cara.
“Jika ingin menurunkan tingkat kebencian, harus mencari tahu dulu sumbernya. Xiaotong, bukankah hubungan Liu Yan dengan Ibu Suri tidak baik?”
“Benar.”
“Kalau begitu, sepertinya aku memang harus bertemu dengan Ibu Suri itu. Mari kita lihat seperti apa dia.”
“Tuan, kau mau apa?”
Mei Zhiyi tidak menjawab. Sebaliknya, seringaiannya terlihat begitu menakutkan.
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei