NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersitegang

Dawiyah mengendap-endap. Tapi tak bertahan lama, karena telinga sudah tak karuan mendengar lenguhan dan desahan yang makin menggila.

"Uy, bisa ternodai Telinga gadis perawan ini mendengar suara laknat itu" Iya bergidik geli. "Eh, tapi siapa ya? Tak mungkin suami istri yang sudah tua itu" gumamnya masih penasaran.

Iya berjalan perlahan, menuju arah depan rumah. Pintu bagian teras terbuka.

Dawiyah menuju pintu, kepala melongok kedalam.

"Nuri?" Dawiyah melotot, terkejut melihat gadis kecil itu berdiri di balik hordeng pintu kamar Daria. Yang artinya kamar yang tadi iya dengar suara lenguhan.

"Assalamualaikum" ucapnya, suara sengaja di lantangkan.

Prankkkkk

Terdengar suara berisik dari dalam kamar. Dawiyah terkekeh, karena yang di dalam sana pasti kalang kabut mendengar suara orang dari luar rumah.

"Nuri, ayah kan sudah pesan tadi, jangan keluar kamar. Main saja ponsel ayah di kamarmu" tuding Syamsul kesal.

Nuri masuk ke kamarnya.

"Norma!" panggil Dawiyah dari luar. Sengaja meneriaki begitu, supaya Nuri tak lagi jadi sasaran amarah ayahnya.

Syamsul berjalan ke ruang tamu, menuju arah suara.

"Kau, kenapa kau kesini?" tanya Syamsul acuh, sesekali menoleh ke belakang.

"Norma kemana?" tanya. Mata menyipit curiga melihat penampilan Syamsul yang acak-acakan. Resleting celana belum tertutup sempurna, dahi di penuhi keringat.

"Kau kan sahabat sejati Dia, tentu lebih tahu. Kelakuan juga tak jauh beda. Sama-sama binal!" ucapnya tersenyum miring.

"Hei siamang, aku kan tanya baik-baik" Dawiyah menyingsing lengan bajunya. "Enteng betul mulutmu itu mengatai orang binal!" kesal sekali hati wanita ini menghadapi manusia seperti Syamsul yang mulutnya tidak bisa di rem.

"Cih, mana ada orang mau mengaku!" ujarnya bersedekap dada.

"Tak ada gunanya melayani orang gila seperti keluarga kalian!" Dawiyah berbalik, meninggalkan kediaman Syamsul.

*

"Yah, Nuri pergi mushola dulu. Assalamualaikum" ucap Nuri menyalami, mencium punggung tangan ayahnya.

"Hati-hati." balas Syamsul, mata tetap melihat arah ponsel.

Buru-buru gadis kecil itu berjalan.

.

"Tante Dawi!!" teriaknya.

Dawiyah yang sedang menuju jalan pulang menoleh kebelakang, menghentikan langkahnya.

"Nuri, mau kemana? Ini kan sudah masuk waktu magrib" ucapnya.

"Nuri mau ke mushola Anti" balasnya.

"Anti boleh tanya sedikit Nak?" Iya tuntun gadis kecil ini ke pinggir gang, ada kursi kemudi bawah pohon derendan.

"Boleh" Nuri mengangguk.

"Mamak Norma tinggal dimana?" tanyanya lembut.

"Hem .." Nuri menunduk, ragu-ragu menjawab "Dimana pastinya Nuri kurang tahu Anti, tapi hunian mamak masuk kedalam, seperti gang, tapi jalannya lebar. Hem... Ada banyak pohon sawit kiri kanan, di sekitar hunian di kelilingi kebun jeruk. Ada papa plang tulisan 'Jeruk Sawit'." jelas Nuri detail.

"Oh begitu ya." Dawiyah mengangguk paham.

"Tempatnya bagus, sejuk dan menyebabkan Anti. Halamannya luas, sore hari Nuri sering memberi makan ayam, itik, kadang juga memanen jeruk." ucap Nuri senang mengingat kegiatannya di hunian milik Syakir. Tapi wajahnya kembali muram.

Dawiyah melihat perubahan raut itu. Di usapnya punggung Nuri dengan lembut

"Lalu kenapa Nuri tak ikut mamak tinggal disana?" tanya Dawiyah mengorek informasi.

Nuri terdiam, bingung harus menjawab apa. Di satu sisi dirinya mendengar tentang ibunya yang akan menikah lagi dengan pria tua. Di sisi lain dirinya mendengar omongan Ayahnya dan Sari memburukkan nama Ibunya. Sebagai anak yang belum mengerti sepenuhnya situasi yang terjadi, dirinya tentu dilema, memilih mana yang benar dan salah.

"Ya sudah, nanti kita bicara lagi. Mari Anti antarkan Nuri ke mushola, sudah adzan itu" Dawiyah menggandeng tangan putri sahabatnya lalu berjalan menuju mushola.

.

****

.

Kediaman Zakaria

.

Syakir baru tiba di kediaman Ibunya. seperti agenda setiap akhir pekan, dirinya akan menginap di rumah masa kecilnya. Menemani ibunya yang sering tinggal bersama pembantu. Bapaknya sering menginap di rumah istri muda.

Baru saja kakinya menginjak lantai ruang keluarga, suara lantang, tegas menghentikan langkahnya.

"Jadi kau ingin menikah dengan istri orang? Punya anak kurang waras pula!" bentak Zakaria menatap nyalang sang putra.

Syakir menatap datar kedua orang tuanya, tak berniat menjawab.

"Oh ternyata Bunda sudah ada yang menemani. Kalau begitu saya pulang saja" Syakir berbalik, berniat pulang ke apartemen.

"Dasar anak tak beradab! Mana sopan santun kau Syakir?! Aku sedang bertanya padamu!" ucapnya lagi.

"Pertanyaan mana yang harus saya jawab?" tanyanya dingin.

"Jangan berlagak tidak tahu! Siapa perempuan murahan itu? Kenapa harus dengan istri orang? Apa benar kau mengontrak rahim jalang itu?!" tanyanya bertubi-tubi, tangan mengepal menahan amarah.

"Yang pertama, Namanya Norma Lestari. Dia bukan wanita murahan. Yang kedua, Dia bukan lagi istri orang. Untuk yang terakhir, aku sudah membatalkan kontrak itu, karena aku akan menikahinya!" tekan Syakir tegas, tanpa ragu.

"Apa?! Jangan gila kau Syakir!" Zakaria rasanya ingin menendang anaknya ini. Belum habis terkejutnya mendengar pengakuan Syakir, kambali di buat jantungan akan pernyataan Syakir yang ingin menikahi wanita asing yang buruk menurutnya.

Sedangkan Mastura hanya diam, tidak bisa untuk angkat bicara. Namun dalam hatinya sudah merencakana sesuatu.

"Ayah tak merestui hubungan gila ini!" ujarnya lagi.

"Aku tak butuh restu dari Ayah, aku hanya memberitahu niat ku. Terserah kalian mau bereaksi apa, itu hak kalian" Syakir berbalik, bergegas menuju pintu keluar tanpa mengindahkan teriakan sang ayah.

"Arghhhhkkkk!! Bangsat! Siapa perempuan sundal itu!?" Zakaria meraup kasar wajahnya.

Mastura menghela nafas berat. Yakin, kali ini Syakir tidak lagi bisa di setir. Cukup sekali pria itu mau di atur soal jodoh.

.

**

.

Keesokan harinya

Niat Syakir untuk memperistri Norma bukan main-main. Dengan mengenakan kaos oblong, celana chinos selutut, Syakir mendatangi hunian jeruk sawit. Ya, setalah di fikirkan semalaman, akhirnya keputusan itu akan di bicarakan hari ini.

Mobil yang di kendarai berhenti di halaman. Segera dirinya keluar, lalu menutup pintu mobil. Norma yang sedang menyapu serambi, melihat ke arah mobil. Segera dirinya menghentikan kerjaannya, menyambut pemilik hunian. Lalu dirinya masuk terlebih dahulu, menuju ke dapur untuk membuat minuman.

.

"Norma, ada hal penting yang ingin saya bicarakan" ucapnya dingin, menatap Norma Dnegan wajah serius.

"Ya"

.

.

Jangan lupa like dan komentarnya 🙏

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!